Anda di halaman 1dari 40

GRI 400 : SOCIAL

STANDARD
GROUP 1
Rezqi Oktaviani Putri 1510531001
Violsie Fahtian 1510531033
 Kinerja sosial adalah sebuah bentuk prinsip prinsip dari
tanggung jawab sosial, proses tanggapan sosial, dan
kebijakan-kebijakan, maupun program, yang telah
dirancang dan mampu diaplikasikan perusahaan
untuk kegiatan sosial/ bermasyarakat.

 Sub kategori kinerja sosial :


• Prakter ketenagakerjaan dan kenyamanan bekerja
• Hak asasi manusia
• Masyarakat
• Tanggung jawab atas produk
GRI 401: KEPEGAWAIAN

 Pengungkapan 401-1 Perekrutan Karyawan Baru &


Pergantian Karyawan

Persyaratan Pelaporan
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Jumlah total dan tingkat perekrutan karyawan baru selama
periode pelaporan, berdasarkan kelompok usia, jenis kelamin, dan
wilayah.
b. Jumlah total dan tingkat pergantian karyawan selama periode
pelaporan, berdasarkan kelompok usia, jenis kelamin, dan wilayah
.
Implementasi
GRI 401 – 1 pada PT. Bukit Asam tahun 2018 :
 Pengungkapan 401-2 Tunjangan Yang Diberikan Kepada Kar
yawan Purnawaktu

Persyaratan Pelaporan
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Tunjangan yang bersifat standar untuk karyawan purnawaktu organ
isasi tetapi tidak diberikan kepada karyawan sementara atau paruh
waktu, berdasarkan lokasi operasi yang signifikan. Ini termasuk, se
cara minimum:
1) asuransi jiwa;
2) perawatan kesehatan;
3) tanggungan disabilitas dan difabel;
4) cuti melahirkan;
5) persiapan masa pensiun;
6) kepemilikan saham;
7) lainnya.
 Pengungkapan 401-3 Cuti Melahirkan

Persyaratan pelaporan
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Total jumlah karyawan yang berhak mendapat cuti melahirkan, berdasark
an jenis kelamin.
b. Total jumlah karyawan yang mengambil cuti melahirkan, berdasarkan
jenis kelamin.
c. Total jumlah karyawan yang kembali bekerja pada periode pelaporan
setelah cuti melahirkan berakhir, berdasarkan jenis kelamin.
d. Total jumlah karyawan yang kembali bekerja setelah cuti melahirkan
berakhir, yang masih dipekerjakan 12 bulan setelah kembali bekerja,
berdasarkan jenis kelamin.
e. Tingkat karyawan yang mengambil cuti melahirkan yang kembali
bekerja dan dapat dipertahankan, berdasarkan jenis kelamin.
GRI 402: HUBUNGAN TENAGA KERJA/
MANAJEMEN
 Pengungkapan 402-1 Periode Pemberitahuan Minimum Terkait Perubah
an Operasional

Persyaratan Pelaporan
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Jumlah minggu pemberitahuan minimum yang biasanya diberikan kepa
da para karyawan dan perwakilan mereka sebelum pengimplementasia
n perubahan operasional yang signifikan.

b. Untuk organisasi dengan perjanjian perundingan kolektif, laporkan apak


ah periode pemberitahuan dan ketentuan konsultasi serta negosiasi dij
elaskan secara spesifik dalam perjanjian kolektif.
GRI 403: KESEHATAN & KESELAMATAN
KERJA
 Pengungkapan 403-1 Perwakilan Pekerja Dalam Komite
Resmi Gabungan Manajemen Pekerja Untuk Kesehatan &
Keselamatan

Persyaratan Pelaporan
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Di tingkat mana komite resmi gabungan manajemen pekerja untuk keseh
atan dan keselamatan biasanya beroperasi di dalam organisasi.

b. Persentase pekerja yang pekerjaannya, atau tempat kerjanya, dikendalik


an oleh organisasi, yang diwakili oleh komite resmi gabunganmanajemen
-pekerja untuk kesehatan dan keselamatan.
 Pengungkapan 403-2 Jenis Kecelakaan Kerja & Tingkat Kecelakaan
Kerja, Penyakit Akibat Kerja, Hari Kerja Yang Hilang, & Ketidakhadiran,
Serta Jumlah Kematian Terkait Pekerjaan

Persyaratan Pelaporan
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Jenis kecelakaan kerja, Tingkat Kecelakaan Kerja (TKK), Tingkat Penyakit Akibat Kerja (TP
AK), Tingkat Hari Kerja yang Hilang (THKH), Tingkat ke Tidakhadiran
(TK), dan kematian terkait pekerjaan, untuk seluruh karyawan, dengan perincian
berdasarkan:
i. wilayah;
ii. jenis kelamin.
a. Jenis kecelakaan kerja, Tingkat Kecelakaan Kerja (TKK), dan kematian terkait pekerjaan,
untuk seluruh pekerja (tidak termasuk karyawan) yang pekerjaannya, atau tempat kerjany,
dikendalikan oleh organisasi, dengan perincian berdasarkan:
i. wilayah;
ii. jenis kelamin.
b. Sistem peraturan yang berlaku dalam mencatat dan melaporkan statistik kecelakaan.
 Pengungkapan 403-3 Para Pekerja Dengan Risiko Kecelakaan Atau
Penyakit Berbahaya Tinggi Terkait Dengan Pekerjaan Mereka

Persyaratan Pelaporan
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Apakah ada pekerja yang pekerjaannya, atau tempat kerjanya, dikendalikan
oleh organisasi, yang terlibat dalam aktivitas kerja dengan tingkat kecelakaa
n kerja tinggi atau risiko penyakit tertentu yang tinggi.

 Pengungkapan 403-4 Topik Kesehatan & Keselamatan Yang Tercakup Dalam


Perjanjian Resmi Dengan Serikat Buruh

Persyaratan Pelaporan
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Apakah perjanjian resmi (baik lokal atau global) dengan serikat buruh menca
kup kesehatan dan keselamatan.
b. Jika iya, sampai sejauh mana, dalam bentuk persentase, berbagai topik kese
hatan dan keselamatan dicakup oleh perjanjian ini.
Implementasi
GRI 403 pada Pt. Bukit Asam tahun 2018 :
1. Dengan membentuk organisasi pelaksana K3 (Keselamatan dan
kesehatan kerja)
GRI 404: PELATIHAN & PENDIDIKAN

 Pengungkapan 404-1 Rata-Rata Jam Pelatihan Perta


hun Perkaryawan

Persyaratan Pelaporan
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Rata-rata jam pelatihan yang telah dilakukan karyawan organisa
si tersebut selama periode pelaporan, berdasarkan:
i. jenis kelamin;
ii. kategori karyawan.
 Pengungkapan 404-2 Program Untuk Meningkatkan Keterampilan Karyawan
& Program Bantuan Peralihan

Persyaratan pelaporan
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Jenis dan ruang lingkup program yang diterapkan dan bantuan yang diberikan untuk
meningkatkan keterampilan karyawan.
b. Program bantuan peralihan yang disediakan untuk memfasilitasi kemampuan kerja y
ang berkesinambungan dan manajemen akhir karier karena pensiun atau pemutusan
hubungan kerja

 Pengungkapan 404-3 Persentase Karyawan Yang Menerima Tinjauan Rutin Terhadap


Kinerja & Pengembangan Karier

Persyaratan pelaporan
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Persentase total karyawan berdasarkan jenis kelamin dan berdasarkan kategori karyawan yang
menerima tinjauan rutin terhadap kinerja dan pengembangan karier selama periode pelaporan.
Implementasi
GRI 404 pada Pt. Petrosea tahun 2018 :
GRI 405: KEANEKARAGAMAN & KESEMPATAN
SETARA
 Pengungkapan 405-1 Keanekaragaman Badan Tata Kelola & Karyawan

Persyaratan Pelaporan
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Persentase individu dalam badan tata kelola organisasi di setiapkategori
keanekaragaman berikut:
i. Jenis kelamin;
ii. Kelompok usia: di bawah 30 tahun, 30 – 50 tahun, di atas 50 tahun;
iii. Indikator keberagaman lainnya yang relevan (seperti kelompok mino
ritas atau kelompok rentan).
b. Persentase karyawan per kategori karyawan dalam setiap kategori
keanekaragaman berikut: Sama dengan poin a
Pengungkapan 405-2 Rasio Gaji Pokok &
Remunerasi Perempuan Dibandingkan Laki-Laki

Persyaratan Pelaporan
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Rasio gaji pokok dan remunerasi perempuan dibandingkan
laki-laki untuk setiap kategori karyawan, berdasarkan lokasi
operasi yang signifikan.

b. Definisi yang digunakan untuk 'lokasi operasi yang


signifikan.
Implementasi
GRI 405 pada PT. Bukit Asam tahun 2018 :

405-1 :

405-2: PT. Bukit Asam memberikan kesetaraan remunerasi bagi


Pegawai baik pria maupun wanita dan, sehingga Perseroan tidak m
embedakan pemberlakuan pegawai berd sarkan gender baik
laki-laki atau perempuan
GRI 406: NON-DISKRIMINASI

 Pengungkapan 406-1 Insiden Diskriminasi & Tindakan Perbaik


an Yang Dilakukan

Persyaratan Pelaporan
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Jumlah total insiden diskriminasi selama periode pelaporan.
Status insiden dan tindakan yang dilakukan berdasarkan rujukan berikut:
i. Insiden yang ditinjau oleh organisasi;
ii. Rencana remediasi yang sedang dilaksanakan;
iii. Rencana remediasi yang telah diterapkan, dengan hasil yang ditinjau m
elalui proses kajian manajemen internal rutin;
iv. Insiden yang tidak lagi menjadi subjek tindakan.
GRI 407: KEBEBASAN BERSERIKAT &
PERUNDINGAN KOLEKTIF
 Pengungkapan 407-1 Operasi & Pemasok Di mana Hak Atas Kebebasan
Berserikat & Perundingan Kolektif Mungkin Berisiko

Persyaratan Pelaporan
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Operasi dan pemasok di mana hak-hak pekerja untuk menjalankan kebebasan berse
rikat atau perundingan kolektif mungkin dilanggar atau sedang mengalami risiko signi
fikan dalam hal:
i. jenis operasi (seperti pabrik manufaktur) dan pemasok;
ii. negara-negara atau wilayah geografis dengan operasi dan pemasok yang diang
gap berisiko.
b. Tindakan yang dilakukan oleh organisasi dalam periode pelaporan yang bertujuan m
endukung hak untuk menjalankan kebebasan berserikat dan perundingan kolektif.
GRI 408: PEKERJA ANAK

 Pengungkapan 408-1 Operasi & Pemasok Yang Berisiko Signifikan Terhadap Insiden
Pekerja Anak

Persyaratan pelaporan
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Operasi dan pemasok yang dianggap memiliki risiko signifikan terhadap insiden:
i. pekerja anak;
ii. pekerja muda yang terpapar pekerjaan berbahaya.
b. Operasi dan pemasok yang memiliki risiko signifikan terhadap insiden pekerja anak dalam hal:
i. jenis operasi (seperti pabrik manufaktur) dan pemasok;
ii. negara-negara atau wilayah geografis dengan operasi dan pemasok yang dianggap berisi
ko.
c. Tindakan yang dilakukan oleh organisasi dalam periode pelaporan yang ditujukan untuk berkont
ribusi pada penghapusan pekerja anak secara efektif.
GRI 409: KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA

 Pengungkapan 409-1 Operasi & Pemasok Yang Berisiko Signifikan


Terhadap Insiden Kerja Paksa Atau Wajib Kerja

Persyaratan Pelaporan
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Operasi dan pemasok yang memiliki risiko signifikan terhadap insiden kerja paksa
atau wajib kerja dalam hal:
i. jenis operasi (seperti pabrik manufaktur) dan pemasok;
ii. negara-negara atau wilayah geografis dengan operasi dan pemasok yang
dianggap berisiko.
b. Tindakan yang dilakukan oleh organisasi dalam periode pelaporan yang ditujukan
untuk berkontribusi pada penghapusan segala bentuk kerja paksa atau wajib kerja.
GRI 410: PRAKTIK KEAMANAN

 Pengungkapan 410-1 Petugas Keamanan Yang Dilatih


Mengenai Kebijakan Atau Prosedur Hak Asasi Manusia

Persyaratan Pelaporan
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Persentase petugas keamanan yang telah menerima pelatihan resmi dalam
kebijakan organisasi tentang hak asasi manusia atau prosedur spesifik dan
penerapannya pada keamanan.
b. Apakah persyaratan pelatihan juga berlaku bagi organisasi pihak ketiga
yang menyediakan petugas keamanan.
GRI 411 : HAK-HAK MASYARAKAT ADAT
 Pengungkapan 411-1 : Insiden Pelanggaran Yang Melibatkan Hak-Hak
Masyarakat Adat .

Persyaratan pelaporan :
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Jumlah total insiden pelanggaran yang teridentifikasi yang melibatkan hak-hak
masyarakat adat selama periode pelaporan.
b. Status insiden dan tindakan yang dilakukan berdasarkan rujukan berikut:
i. Insiden yang ditinjau oleh organisasi
ii. Rencana remediasi yang sedang dilaksanakan
iii. Rencana remediasi yang telah diterapkan, dengan hasil yang ditinjau melalui
proses kajian manajemen internal rutin
iv. Insiden yang tidak lagi menjadi subjek tindakan.
GRI 412 : PENILAIAN HAK ASASI MANUSIA

 Pengungkapan 412-1 : Operasi-Operasi Yang Telah Melewati


Tinjauan Hak Asasi Manusia Atau Penilaian Dampak.

Persyaratan pelaporan :
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Jumlah total dan persentase operasi yang telah melewati tinjauan hak asasi
manusia atau penilaian dampak hak asasi manusia, berdasarkan negara
 Pengungkapan 412-2 : Pelatihan Karyawan Mengenai
Kebijakan atau Prosedur Hak Asasi Manusia.

Persyaratan Pelaporan :
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Jumlah total jam dalam periode pelaporan yang dikhususkan untuk
pelatihan mengenai kebijakan hak asasi manusia
b. Persentase karyawan yang dilatih selama periode pelaporan
mengenai kebijakan hak asasi manusia
 Pengungkapan 412-3 : Perjanjian & Kontrak
Investasi Signifikan Yang Memasukkan Klausul-
Klausul Hak Asasi Manusia atau Yang Telah Melalui
Penyaringan Hak Asasi Manusia.

Persyaratan Pelaporan :
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Jumlah total dan persentase perjanjian serta kontrak investasi
signifikan yang memasukkan klausul-klausul hak asasi
manusia atau yang telah melalui penyaringan hak asasi
manusia.
b. Definisi yang digunakan untuk ‘perjanjian investasi signifikan’.
GRI 413 : MASYARAKAT LOKAL
 Pengungkapan 413-1 : Operasi Dengan Keterlibatan Masyarakat Lokal,
Penilaian Dampak & Program Pengembangan.

Persyaratan pelaporan :
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Persentase operasi dengan keterlibatan masyarakat lokal yang sudah diimplementas
ikan, penilaian dampak, dan/atau program pengembangan, termasuk penggunaan:
i. penilaian dampak sosial, termasuk penilaian dampak gender, berdasarkan
proses partisipatif
ii. penilaian dampak lingkungan dan pemantauan terus menerus
iii. pengungkapan publik atas hasil penilaian dampak lingkungan dan sosial
iv. program pengembangan masyarakat lokal berdasarkan kebutuhan
masyarakat local
v. rencana keterlibatan pemangku kepentingan berdasarkan pemetaan pemangku
kepentingan
vi. komite konsultasi masyarakat lokal luas dan proses yang menyertakan kelompo
k rentan
vii. dewan kerja, komite kesehatan dan keselamatan kerja, serta badan-badan per
wakilan pekerja lain untuk menangani dampak
viii. proses pengaduan keluhan masyarakat lokal secara formal.

 Pengungkapan 413-2 : Operasi Yang Secara Aktual & Yang Berpotensi


Memiliki Dampak Negatif Signifikan Terhadap Masyarakat Lokal.

Persyaratan Pelaporan :
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Operasi yang secara aktual dan yang berpotensi memiliki dampak negatif signifikan
terhadap masyarakat lokal, termasuk:
i. lokasi operasi
ii. potensi dampak negatif dan aktual yang signifikan dari operasi.
GRI 414 : PENILAIAN SOSIAL PEMASOK

 Pengungkapan 414-1 : Seleksi Pemasok Baru


Dengan Menggunakan Kriteria Sosial.

Persyaratan pelaporan :
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Persentase pemasok baru yang diseleksi dengan
menggunakan kriteria sosial.
 Pengungkapan 414-2 : Dampak Sosial Negatif Dalam Rantai Pasokan & Tin
dakan Yang Telah Diambil.

Persyaratan pelaporan :
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Jumlah pemasok yang dinilai untuk dampak sosial.
b. Jumlah pemasok yang diidentifikasi memiliki dampak sosial negatif aktual dan
potensial yang signifikan.
c. Dampak sosial negatif aktual dan potensial signifikan yang diidentifikasi dalam rantai
pasokan.
d. Persentase pemasok yang diidentifikasi sebagai memiliki dampak sosial negatif
aktual dan potensial signifikan dan yang menyepakati dilakukannya perbaikan
sebagai hasil dari penilaian.
e. Persentase pemasok yang diidentifikasi sebagai memiliki dampak sosial negatif aktu
al dan potensial signifikan dan hubungan kerja dengan mereka diakhiri sebagai hasil
dari penilaian, serta penyebabnya.
GRI 415 : KEBIJAKAN PUBLIK

 Pengungkapan 415-1 : Kontribusi Politik

Persyaratan pelaporan :
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Total nilai moneter kontribusi politik baik secara finansial maupun dalam
bentuk benda/barang yang diberikan langsung dan tidak langsung oleh
organisasi berdasarkan negara dan penerima manfaat.

b. Jika berlaku, bagaimana nilai moneter kontribusi berupa benda/barang


di perkirakan.
GRI 416 : KESEHATAN DAN KESELAMATAN

 Pengungkapan 416-1 : Penilaian Dampak


Kesehatan & Keselamatan Dari Berbagai Kategori
Produk & Jasa.

Persyaratan pelaporan :
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Persentase kategori produk dan jasa yang signifikan yang
dinilai dampak kesehatan dan keselamatannya untuk
perbaikan.
 Pengungkapan 416-2 : Insiden Ketidakpatuhan Sehubungan Dengan
Dampak Kesehatan & Keselamatan Dari Produk dan Jasa.

Persyaratan pelaporan :
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Jumlah total insiden ketidakpatuhan terhadap regulasi dan/atau peraturan sukarela
yang menyangkut dampak kesehatan dan keselamatan dari produk dan jasa dalam
periode pelaporan, berdasarkan:
i. insiden ketidakpatuhan terhadap regulasi yang menghasilkan denda atau
hukuman
ii. insiden ketidakpatuhan terhadap regulasi yang menghasilkan adanya
peringatan
iii. insiden ketidakpatuhan terhadap peraturan sukarela.
b. Jika organisasi tidak mengidentifikasi ketidakpatuhan apa pun terhadap regulasi dan
/atau peraturan sukarela, pernyataan ringkas tentang fakta ini sudah cukup.
GRI 417 : PEMASARAN DAN PELABELAN
 Pengungkapan 417-1 : Persyaratan Untuk Pelabelan & Informasi
Produk dan Jasa.

Persyaratan pelaporan :
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Apakah masing-masing jenis informasi berikut ini disyaratkan oleh prosedur
organisasi untuk pelabelan dan informasi produk dan jasa:
i. Sumber komponen produk atau jasa
ii. Isi, khususnya yang berhubungan dengan zat yang mungkin
menghasilkan dampak lingkungan atau sosial
iii. Penggunaan produk atau jasa dengan aman
iv. Pembuangan produk dan dampak lingkungan atau sosial
b. Persentase kategori produk atau jasa yang signifikan yang dicakup dan
dinilai kepatuhannya terhadap prosedur tersebut.
 Pengungkapan 417-2 : Insiden Ketidakpatuhan Terkait Informasi & Pelabel
an Produk dan Jasa.

Persyaratan pelaporan :
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Jumlah total insiden ketidakpatuhan terhadap regulasi dan/atau peraturan sukarela
yang menyangkut pelabelan dan informasi produk dan jasa, berdasarkan:
i. insiden ketidakpatuhan terhadap regulasi yang menghasilkan denda atau
hukuman
ii. insiden ketidakpatuhan terhadap regulasi yang menghasilkan adanya
peringatan
iii. insiden ketidakpatuhan terhadap peraturan sukarela.

b. Jika organisasi tidak mengidentifikasi ketidakpatuhan apa pun terhadap regulasi dan/
atau peraturan sukarela, pernyataan ringkas tentang fakta ini sudah cukup.
 Pengungkapan 417-3 : Insiden Ketidakpatuhan Terkait Komunikasi
Pemasaran.

Persyaratan pelaporan :
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Jumlah total insiden ketidakpatuhan terhadap regulasi dan/atau peraturan sukarela
yang menyangkut komunikasi pemasaran, termasuk periklanan,
promosi, dan pensponsoran, berdasarkan:
i. insiden ketidakpatuhan terhadap regulasi yang menghasilkan denda atau
hukuman
ii. insiden ketidakpatuhan terhadap regulasi yang menghasilkan adanya
peringatan
iii. insiden ketidakpatuhan terhadap peraturan sukarela.
b. Jika organisasi tidak mengidentifikasi ketidakpatuhan apa pun terhadap regulasi dan/
atau peraturan sukarela, pernyataan ringkas tentang fakta ini sudah cukup.
GRI 418 : PRIVASI PELANGAN
 Pengungkapan 418-1 : Pengaduan Yang Berdasarkan Mengenai
Pelanggaran Terhadap Privasi Pelanggan & Hilangnya Data Pelanggan.

Persyaratan Pelaporan :
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Jumlah total pengaduan berdasar yang diterima mengenai pelanggaran
terhadap privasi pelanggan, yang dikategorikan berdasarkan:
i. pengaduan yang diterima dari pihak luar dan diperkuat oleh organisasi
ii. pengaduan dari badan regulatif.
b. Jumlah total kebocoran, pencurian, atau kehilangan data pelanggan yang
teridentifikasi
c. Jika organisasi tidak mengidentifikasi pengaduan yang berdasar apa pun, pernyataa
n ringkas tentang fakta ini sudah cukup.
GRI 419 : KEPATUHAN SOSIAL EKONOMI
 Pengungkapan 419-1 : Ketidakpatuhan Terhadap Undang-Undang &
Peraturan Di Bidang Sosial dan Ekonomi

Persyaratan pelaporan :
Organisasi pelapor harus melaporkan informasi berikut:
a. Denda yang signifikan dan sanksi non-moneter karena ketidakpatuhan terhadap
undang-undang dan/atau peraturan di bidang sosial dan ekonomi dalam hal:
i. nilai moneter total dari denda yang signifikan
ii. jumlah total sanksi non-moneter
iii. kasus yang diajukan ke mekanisme penyelesaian sengketa.
b. Jika organisasi tidak mengidentifikasi ketidakpatuhan apa pun terhadap undang-
undang dan/atau peraturan, pernyataan ringkas tentang fakta ini sudah cukup.
c. Konteks timbulnya denda yang signifikan dan sanksi non-moneter.
THANK
YOU
PERTANYAAN :

1. ANNISA ULKHARIMA : TUNJUANGAN STANDAR, TUNJANGAN HANYA DIBERIK


AN OLEH PEKERJA FULLTIME, KALAU PARUH WAKTU TIDAK DIBERIKAN TUN
JANGAN? APAKAH CUTI MELAHIRKAN DIBERIKAN TUNJANGAN?
2. DINI : GRI 408 : JIKA PERUSAHAAN MEMPEKERJAKAN PEKERJA ANAK, DAN
DI PERIKSA, JIKA KETAHUAN APA YANG AKAN DITERIMA OLEH PERUSAHAAN
?
3. FAJRI : KENAPA RASIO GAJI POKOK DAN REMUNERASI KARYAWAN
LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN HARUS DI UNGKAPKAN?
4. TAMA : BAGAIMANA CARA PERUSAHAAN MENDETEKSI DISKRIMINASI YANG
ADA DIDALAM PERUSAHAANNYA?
5. ANNISA : APAKAH PTBA TELAH MENERAPKAN STRATEGI DAN KEBIJAKAN DA
LAM DISKRIMINASI KERJA? APA BENTUK CONTOH DARI PELANGGARAN MAS
YARAKAT ADAT ?
6. AYESSA : BAGAIMANA CARA PERUSAHAAN MENGATASI KEBOCORAN DATA
PELANGGAN?

Anda mungkin juga menyukai