Anda di halaman 1dari 10

FOKUS TERAPI KOMPLEMENTER

Keperawatan Komunitas II

NAMA KELOMPOK 3
Fikri Hanifah
I Gusti Ayu Oktapiyani
Meylinda Anggita Putri
Monica Marcela
Nurmaulidinia
Yola Nurpratiwi
Terapi Komplementer pada pasien
dengan Hipertensi
Hipertensi
Peningkatan tekanan darah dari
jantung dan dialirkan ke seluruh jaringan
dan organ tubuh.
Dikatakan terkena hipertensi
mempunyai tekanan darah sistoik
≥140mmHg dan tekanan darah diastolik
≥90mmHg.
Terapi komplementer :
1. Daun salam ; daun salam mengandung minyak asiri
(sitral, eugenol), tanin dan flavonoida, yang sangat
bermanfaat untuk mengobati darah tinggi.
cara : cuci 7-10 lembar daun salam sampai bersih,
lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas.
Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum
sehari 2 kali, masng-masing ½ gelas.
2. Bawang putih ; makanan ini berfungsi sebagai
antikoagulan yang kuat di mana bisa menurunkan
risiko pembekuan darah.
2. Senam relaksasi progresif ; suatu
metode untuk membantu
menurunkan tegangan otot
sehingga tubuh menjadi rileks
3. Mengkudu ; mengandung anti
infamasi yang pada hipertensi
mampu menurunkan tekanan
darah.
Terapi Komplementer pada pasien
autisme/hiperaktif

Banyak orang tua yang memiliki


anak dengan gangguan autisme
mencoba beberapa jenis
pendekatan alternatif ketika
pengobatan konvensional tidak
bekerja.
Terapi komplementer
1. Terapi sensorik ; mengekspos anak-anak dengan
sentuhan menenangkan, gerakan, suara, atau bau
untuk mengurangi gejala autisme.
2. Terapi musik ; di dalam metode ini akan
merangsang beberapa bagian, yaitu komunikasi,
keterampilan motorik, keterampilan kognitif,
ekspresi emosional.
3. Yoga ; yoga menggabungkan meditasi dan gerakan,
yang dapat membantu anak untuk lebih santai dan
kebugaran.
Terapi Komplementer pada pasien
Kanker
Pengobatan kanker komplementer, pada dasarnya
bertujuan untuk memperbaiki fungsi dari sistem-
sistem tubuh, terutama “Sistem Kekebalan dan
Pertahanan Tubuh”, agar tubuh dapat menyembuhkan
dirinya sendiri yang sedang sakit, karena tubuh kita
sebenarnya mempunyai kemampuan untuk
menyembuhkan dirinya sendiri, asalkan kita mau
mendengarkannya dan memberikan respon dengan
asupan nutrisi yang baik dan lengkap serta perawatan
yang tepat.
Terapi komplementer :

1. Pengobatan dengan totok ; dapat mencegah penderita dari

muntah, rasa sakit, dan kelelahan. Berfokus paa pernapasan,

gerakan yang lembut serta meditasi.

2. Pengobatan tradisional : mahkota dewa, mengkudu, bawang

putih

3. Pengobatan secara fisik : pijat tradisonal, akupunktur, pijat

refleksi, dan sejenisnya (secara medis belum terbukti

pengobatan ini menyembuhkan kanker secara langsung, tetapi

diakui bisa mengurangi rasa sakit, menimbulkan rasa nyaman).


Next...
4. Pengobatan Psikis ; meditasi, yoga,
hipnotis, olah nafas, terapi musik,
aromaterapi, dan sebagainya.
(kegiatan ini diyakini dapat
memperkuat mental, mengurangi
stres dan kecemasan, menumbuhkan
sikap positif, dan memperkuat
kemauan hidup).