Anda di halaman 1dari 15

PT.

TANJUNG ENIM LESTARI PULP AND


PAPER

Disusun oleh :
MGS HADI YUNUS
PT. TANJUNG ENIM LESTARI

• Gambaran umum PT. Tanjung enim lestari Pulp and


paper
• PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper (PT TeL) secara resmi
didirikan pada tanggal 18 Juni 1990 dan memulai kegiatan
pembangunan pabrik sejak pertengahan 1997, yang berlokasi di
desa Banuayu, Kecamatan Rambang Dangku,
Kabuapaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan yang
menempati areal seluas 1.250 ha. PT TeL adalah Perusahaan
Asing yang sahamnya dimiliki Marubeni Corporation.
• Proyek pembangunan dimulai pada pertengahan tahun 1997
dan penyelesaian pemasangan peralatan pada akhir tahun 1999
• Pada 22 Desember 1999 PT.Tanjungenim Lestari Pulp and Paper
mulai berproduksi. Kemudian tanggal 7 Februari 2000
pengiriman pulp dilakukan pertama kali melalui Tarahan,
Lampung.
Struktur organisasi PT. Tanjungenim Lestari

• Saat ini karyawan PT TeL berjumlah 1200 orang yang sebagian


• besar (60%) adalah penduduk Sumatera Selatan dan 30 % adalah
penduduk Luar sumatera selatan dan 10 % Penduduk Asing WNA.
Distribusi Produk dan Pemasaran

Produk yang dihasilkan PT. Tanjungenim Lestari Pulp and Paper dipasarkan di dalam
dan luar negeri. Untuk pemasaran luar negeri 98% dan untuk dalam negeri 2%. .
Dari Pelabuhan Panjang kemudian pulp dipasarkan ke provinsi-provinsi dan
negara-negara sesuai permintaan dengan menggunakan laut untuk pemasaran ke
luar negeri.
Berikut beberapa negara yg di pasarkan ke luar negri :
• Jepang Taiwan spanyol
• Belgia Syria
• Cina Perancis
• Chili Jerman Ukraina
• Korea Uni Emirat Arab
• India Thailand
• Belanda Turki
• Saudi Arabia Amerika serikat
Produk yang dihasilkan

• Produk PT .TEL
Bahan Baku

Bahan baku berasal dari jenis kayu Accacia Mangium dan eucaliptus pelita
Proses Produksi PT. TEL
Debarking (Pengulitan kayu)

Barking drum

• Pengulitan kayu (Debarking)


Potongan kayu dengan ukuran 2,4 m dan diameter 10 – 60 cm akan
dimasukkan ke unit barking drum dengan kapasitas 500 m3/jam dan untuk
ukuran kayu kurang dari 2,4 m dan diameter 10 – 60 cm akan dimasukan
kedalam small log.
Pembentukan Serpih kayu (chipping)

sebelum sesudah
• Kayu yang telah dikuliti akan dilewatkan dengan belt conveyor ke unit chipper
untuk dibentuk menjadi serpihan-serpihan berukuran seragam, yakni sekitar 2 x 3
cm dengan tebal antara 0,2-0.8 cm, yang biasa disebut accept size. Selanjutnya
dikirim ke tempat penampungan sementara (chip yard) untuk dikumpulkan dan
dikeringkan. Chip tersebut dibantu dengan reclaimer dibawa menggunakan belt
conveyor untuk dimasukkan ke dalam chip screen.
Digester

• Di dalam digester chip akan memasuki beberapa zona pemasakan, mulai


dari zona impegnasi, upper cooking, lower cooking, main extraction,
washing zone. Digester merupakan tempat terjadinya proses pemasakan
yang mempunyai daerah pemasakan (cooking zone) 4 tingkat dimana pipa
sirkulasi bagian atas mengalirkan chip dan cairan dari pengeluaran HP-
feeder ke top separator di bagian atas digester dan mengembalikan cairan
yang diekstrak melalui saringan top separator ke pemasukkan pompa
sirkulasi bagian atas.
Pencucian dan Penyaringan (Washing and Screening)

• Proses Pencucian
• Bubur pulp dari blow tank yang dipompakan ke pressure knotter
dengan tujuan untuk memisahkan mata kayu (knot) serta serpihan
kayu (chip) yang tidak masak. Mata kayu dan chip yang tidak masak
dapat dibuang atau di kembalikan kebagian digester untuk kembali
dimasak. Bubur pulp yang sudah dimasak kemudian dicuci, proses
pencucian yang dilakukan untuk menghilangkan kadar soda dan sisa-
sisa lignin yang terdapat dalam serat dan juga untuk
memisahkan black liquor atau larutan pemasak dari bekas pulp.
Selanjutnya pulp yang telah dipisahkan dari black liquor disaring
untuk memisahkan serat.

• Proses pengayakan (Screening)


• Screening adalah proses memisahkan pulp dari kotoran yang
menempel pada kayu seperti batu, pasir dll. Dan lalu dialirkan ke
reject screen untuk dibuang ke penampungan
Pemutihan (Bleaching)

• Pada tahap pertama pemutihan akan dilakukan pada konsistensi medium dengan
penggunaan bahan kimia 100 % CIO2
• Pada tahap kedua adalah tahap ekstraksi dengan NaOH yang di perkuat dengan
penambahan oksigen (O2) untuk mengurangi penggunaan CIO2
• Pada tahap ketiga dilakukan peyemprotan dengan air panas yang berlawanan arah
dengan aliran pulp untuk memperoleh pulp dengan tingkat kecerahan yang di
harapkan
Pengeringan dan Pembentukan Lembaran Pulp di Pulp Machine

• Tahap ini mengolah pulp yang telah diputihkan menjadi bentuk lembaran pulp
dengan kandungan airnya 10%. Tahap pembentukan lembaran pulp PT.
Tanjung Enim Pulp & Paper dirancang dengan kapasitas 1500 ton/hari
Proses pembuatan lembaran pulp melewati beberapa tahap :

1. Tahap penyaringan
2. Tahap pengurangan kadar air (wet End)
3. Tahap pengeringan akhir (Dry End)
4. Tahap pemotongan
Proses Pemotongan

Proses Pengepackan dengan sistem Hasil Produk


robotik

Anda mungkin juga menyukai