Anda di halaman 1dari 20

M.

Muktasim Billah
Digesti
Proses pencernaan mekanik & kimia molekul besar mjd
molekul kecil sehingga dapat diserap sal. GI

Sekresi
Kelenjar yg terkait sal. GI, mensekresi air, elektrolit, or
zat yg penting lain utk pencernaan, misalnya enzim,
empedu, atau mucus.

Motilitas
Tone: a constant low level of contraction
Gerakan propulsif & mencampur
 Absorpsi
 penyerapan hasil pencernaan dari lumen saluran GI,
menembus lapisan epitel masuk ke dalam darah atau
cairan limfe
 Mukosa
 Sel epitel tdd sel yg mensekresi mucus, sel
kelenjar endokrin, & sel kelenjar eksokrin yg
menghasilkan enzim, asam, air & ion ke dalam
lumen GI. Di bawah epitel tdpt lamina propria yg
dilalui pembuluh darah, saraf, & saluran limfe. Di
bawah lamina propria terdapat muskularis mukosa.

 Submukosa
 Jar. ikat yg dilalui pembuluh darah & terdapat
jala saraf (pleksus) submukosa/Meissner
 Muskularis Eksterna
 Otot sirkuler (di sebelah dalam & tebal),
pleksus meinterikus (Auerbach), otot
longitudinal (di sebelah luar & tipis)
 Pl. submukosa & Pl.mienterikus (Pl. intramural)
serta neuron lain di saluran GI membentuk
sistem saraf enterik.

 Serosa
 Selapis sel-sel mesotel yg mensekresikan
cairan serous utk membasahi & mencegah
gesekan antara organ pencernaan & organ
dalam sekitarnya
 Di dlm lumen GI diciptakan lingk. khusus agar
proses digesti & absorpsi optimal via
pengendalian sekresi kelenjar & kontraksi otot.
 Pengendalian tsb bergantung pada volume &
komposisi kandungan lumen GI.
 Rangsang: regangan dinding lumen,
osmolaritas kimus, keasaman kimus, hasil
pencernaan KH, lemak, & protein
 Reseptor: mekanoreseptor, osmoreseptor,
 kemoreseptor
 Efektor: kel eksokrin, kel endokrin or otot
dinding GI
(GIGI) mastikasi
 Pemecahan partikel besar makanan mjd partikel kecil &
 mencampurnya dg saliva sehingga terbentuk bolus.

 Mengunyah melibatkan kerjasama otot pengunyah,


 lidah, dan pipi.

 Mengunyah mrpkan gerakan ritmis yg dikendalikan oleh


 ss somatik yg menuju otot2 pengunyah.

 Disamping pengendalian volunter, gerakan mengunyah yg


ritmis ini dikendalikan secara refleks yg diaktifkan oleh tek.
makanan terhadap gusi, gigi, palatum durum,dan lidah.
Kelenjar saliva
 volume 1-1,5 L/hari,
pH  7,0 99,4% H2O:
 submandibular 70%
 parotis 25%
 sublingual 5%
 enzim: -amylase
 glikoprotein (mucin) utk lubrikasi.
Fungsi saliva:
 Memulai pencernaan karbohidrat
 Mempermudah proses menelan
 Memiliki sifat anti bakteri
 Merangsang kuncup kecap
 Membantu berbicara
 Menjaga hiegine mulut
 Kontrol sekresi saliva
 Esofagus (25 cm) tdd:
- 1/3 bag atas: otot rangka
- 1/3 bag tengah:
otot rangka & otot polos
- 1/3 bag bwh: otot polos
 Esofagus mensekresi mucus
sbg pelumas sewaktu
menelan & proteksi dinding
esofagus dari asam & enzim
jika tjd reflux.
menelan
 Pharynx & esofagus tdk ikut dlm proses
pencernaan, tetapi hanya mrpkan jalur
masuknya makanan ke lambung (6-10 detik)
 Proses ini mrpkan refleks majemuk yg
ditimbulkan oleh perangsangan reseptor di
dinding farings oleh bolus. Impuls aferen
disalurkan mll n.V, VII, XII, dan X.
Fase menelan :
1. Fase Oral
volunter; bolus didorong ke orofarings oleh lidah
(kontraksi m. miohioid dan stiloglosus), merangsang
reseptor taktil yg akan memulai refleks menelan.
2. Fase Faringeal
uvula terangkat ke atas mencegah bolus masuk ke
nasal.
epiglotis ke bawah, pita suara bergerak saling
mendekati mencegah bolus masuk ke trakea.
sfingter oesofagus atas (UOS) melemas, otot
konstriktor farings superior berkontraksi kuat
mendorong bolus
3. Fase Esofageal
fase mulainya kontraksi peristaltik melalui esofagus
 Setelah bolus melewati UOS,
secara refleks UOS
konstriksi. Tepat di bwh UOS
dimulai gelombang
peristaltik primer yg
dikendalikan oleh pusat
menelan.
 Jika gelombang peristaltik
primer tidak cukup menyapu
bolus, tjd peregangan
esofagus yg merangsang
gelombang peristaltik
sekunder yg dikendalikan
oleh pleksus.
 Upside down?
 UOS cegah udara masuk ke esofagus + LOS
 cegah reflux gastric content
 LOS tetap tertutup meskipun terjadi peningkatan
tek abdomen, misal pada ekspirasi paksa, karena
letak LOS dibwh diafragma.
 Pada kehamilan tjd peningkatan tek abdominal
shg mendorong LOS ke rongga torax, LOS
terbuka & isi lambung terdorong ke esofagus.
 Esophagitis/Gastro Esophageal Reflux Disease
(GERD): HCl mengiritasi esofagus timbul spasme
otot & nyeri (heart burn). Pd akhir kehamilan
heart burn subside.