Anda di halaman 1dari 10

KELOMPOK 1

1. DESI NATALIA MASLOMAN


2. INDRI GUMIRASTI
3. BUSTAMIN TASLIM
4. APRIYANTI ALTING
5. YOANA SHINTAH DEWI
6. LIVI MEIGA PUTERI
7. AL-JUFRI KASMAN
Audit Plan, Audit Program, Audit
Procedures, Audit Teknik, Risiko
Audit dan Materialitas
Audit Plan
(Perencanaan Pemeriksaan)
1. Standar pekerjaan pertama lapangan berbunyi sbb:
2. “pekerjaan harus dilaksanakan sebaik-baiknya dan jika
digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinnya”.

3. Audit plan meliputi pengembangan strategi menyeluruh


pelaksanaan dan lingkup audit yang diharapkan.

4. Agar dapat membuat perencanaan audit dengan sebaik-


baiknnya, auditor harus memahami bisnis klien dengan sebaik-
baiknya, termasuk sifat dan jenis usaha klien, struktur
organisasi, struktur permodalan, metode produksi, pemasaran,
distribusi, dll.
Lanjutan
Auditor harus menyusun Audit Plan, segera
setelah Engagement Letter disetujui oleh
klien.
Isi dari Audit Plan
 Hal-Hal Mengenai Klien
 Hal-hal yang mempengaruhi klien
 Rencana Kerja Auditor
Hal-hal mengenai klien
 Bidang usaha klien, alamat, telp, fax, email dll.
 Status hukum perusahaan (nama pemilik, permodalan)
 Accounting policy
 Neraca dan L/R komparatif
 Client contact (pres dir, controller, kabag akuntansi)
 Accounting, auditing, tax problem

Hal-hal yang mempengaruhi klien


Bisa didapat di majalah-majalah
ekonomi/suratkabar, antara lain : Business News,
Ekonomi Keuangan Indonesia.
Rencana kerja auditor
 Staffing (nama partner, manager, supervisor,
senior dan asisten)
 Waktu pemeriksaan (kapan mulai, berapa
lama dan berakhir)
 Jenis jasa yang diberikan (general audit,
special audit, perpajakan dll)
 Bantuan tambahan
 Time schedule
Audit Program :
Membantu Auditor dalam memberikan
perintah kepada asisten mengenai pekerjaan yg
harus dilaksanakan, audit program yg baik
harus mencantumkan :
 Tujuan Pemeriksaan
 Audit Prosedur yang harus dilaksanakan
 Kesimpulan pemeriksaan
Audit Prosedures dan Audit Teknik
 Audit Procedures :
Adalah langkah-langkah yg harus dijalankan auditor dalam
melaksanakan pemeriksaannya dan sangat diperlukan oleh
asisten agar tidak melakukan penyimpangan dan dapat
bekerja secara efektif dan efisien
 Audit Procedures dilakukan dalam rangka mendapatkan
bukti-bukti audit (audit evidence).
 Untuk itu diperlukan AUDIT TEKNIK, yaitu cara-cara
untuk memperoleh bukti audit seperti Konfirmasi, observasi,
inspeksi, tanya jawab dll.
RISIKO AUDIT DAN
MATERIALITAS
 Risiko Audit : risiko yang timbul karena auditor tanpa
disadari tidak memodifikasikan pendapatnya sebagaimana
mestinya, atas suatu L/K yang mengandung salah saji
material.

 Materialitas adalah besarnya informasi akuntansi yang


apabila terjadi penghilangan atau salah saji, dilihat dari
keadaan yang melingkupinya, mungkin dapat mengubah
atau mempengaruhi pertimbangan orang yang memberikan
kepercayaan atas informasi tersebut.
Jenis-jenis risiko
 Risiko bawaan : kerentanan suatu saldo akun atau golongan
transaksi terhadap suatu salah saji material, dengan asumsi
bahwa tidak terdapat pengendalian yang terkait.
 Risiko pengendalian : risiko bahwa suatu slah saji material
yang dapat terjadi dalam suatu asersi tidak dapat dicegah
atau dideteksi secara tepat waktu oleh pengendalian intern
entitas.
 Risiko deteksi : risiko bahwa auditor tidak dapat
mendeteksi salah saji material yang terdapat dalam suatu
asersi.