Anda di halaman 1dari 7

PAJAK KINI DAN PAJAK TANGGUHAN

Nama : Mega Edvriyanti Ningrum


NPM : 0227 1511 112
Matkul : Perencanaan Perpajakan
PAJAK KINI
• Pajak kini (current tax) adalah jumlah pajak
yang harus dibayar oleh wajib pajak. Jumlah
pajak ini harus dihitung sendiri oleh wajib
pajak berdasarkan penghasilan kena pajak
dikalikan dengan tarif pajak, kemudian dibayar
sendiri dan dilaporakan dalam Surat
Pemberitahuan (SPT) sesuai dengan peraturan
perundang-undangan pajak yang berlaku.
Perbedaan ini dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu beda
tetap/beda permanen (permanent difference) dan beda
waktu/sementara/temporer (temporary difference).

 Beda tetap/beda permanen (permanent difference) adalah


perbedaan yang disebabkan oleh adanya perbedaan pengakuan
pendapatan dan beban antara standar akuntansi dan peraturan
perpajakan. Perbedaan ini akan mengakibatkan perbedaan
besarnya laba bersih sebelum pajak dengan laba fiskal atau
penghasilan kena pajak.

 Beda waktu/sementara/temporer (temporary difference) adalah


perbedaan yang disebabkan adanya perbedaan waktu dan metode
pengakuan penghasilan dan beban tertentu berdasarkan standar
akuntansi dengan peraturan perpajakan. Perbedaan ini
mengakibatkan perbedaan waktu pengakuan pendapatan dan
beban antara tahun pajak yang satu ke tahun pajak berikutnya.
PERHITUNGAN PAJAK KINI

Pajak kini adalah beban pajak penghasilan


perusahaan (badan) yang dihitung
berdasarkan tarif pajak penghasilan dikalikan
dengan laba fiskal, yaitu laba akuntansi yang
telah dikoreksi agar sesuai dengan ketentuan
perpajakan.
PAJAK TANGGUHAN
Pajak tangguhan diatur dalam PSAK Nomor
46 tentang Akuntansi Pajak Penghasilan. Pajak
tangguhan memerlukan bagian yang cukup
sulit untuk dipelajari dan dipahami, karena
pengakuan pajak tangguhan bisa membawa
akibat terhadap berkurangnya laba bersih jika
ada pengakuan beban pajak tangguhan.
Sebaliknya juga bisa berdampak terhadap
berkurangnya rugi bersih jika ada pengakuan
manfaat pajak tangguhan.
PENGAKUAN PAJAK TANGGUHAN
Jika beban penyusutan aset tetap yang diakui
secara fiskal lebih besar daripada beban penyusutan
aset tetap yang diakui secara komersial, maka selisih
tersebut akan mengakibatkan beban pajak kini menjadi
lebih kecil, tetapi akan mengakibatkan pengakuan
beban pajak yang lebih besar secara komersial pada
masa yang akan datang. Dengan demikian, selisih
tersebut akan menghasilkan kewajiban pajak
tangguhan. Pengakuan kewajiban pajak tangguhan
didasarkan pada fakta adanya kemungkinan pelunasan
kewajiban yang mengakibatkan pembayaran pajak
pada periode mendatang menjadi lebih besar sabagai
akibat pelunasan kewajiban pajak.
Besarnya pengakuan aset dan kewajiban
pajak tangguhan yang dihitung dengan
mengalikan beda waktu antara laporan
keuangan komersial dengan laporan keuangan
fiskal atau rugi fiskal yang dapat dikompensasi
dengan tarif pajak yang berlaku. Namun, perlu
diingat, tidak semua beda waktu dapat
dikurangkan untuk tujuan fiskal. Semua itu
harus sesuai dengan ketentuan perpajakan.