Anda di halaman 1dari 12

Hafifah nanda 1411211057

Hanifa rizky 14112110


Maya purnama sari 14112110
Iyana putri 14112110
PENGERTIAN

Ilmu kesehatan lingkungan mempelajari


interaksi dinamis berbagai pajanan atau agen
lingkungan (fisik, radiasi, kimia, biologi, dan
perilaku) melalui wahana udara, air, limbah,
makanan dan minuman, vektor atau
binatang pembawa penyakit, dan manusia di
lingkungan pemukiman, tempat kerja atau
sekolah, tempat-tempat umum maupun
perjalanan dengan risiko dampak kesehatan
(kejadian penyakit) pada kelompok manusia
atau masyarakat.
Pengajaran, penelitian, dan kegiatan pengabdian pada
masyarakat di Depertemen Kesehatan Lingkungan
dilakukan menurut konsentrasi pada tujuh bidang ilmu
utama:
1. polusi udara
2. polusi air
3. vektor dan binatang pembawa penyakit
4. kontaminasi makanan dan minuman
5. toksikologi lingkungan
6. epidemiologi kesehatan lingkungan
7. prakiraan risiko kesehatan.
Pada saat ini pendidikan kesehatan lingkungan hanya ada
pada tataran D3 yang lebih berfokus kepada pemenuhan
kebutuhan program sanitasi dasar, serta kegiatan terbatas
pada pemberian materi Kesehatan Lingkungan program
pendidikan kesehatan masyarakat yang masih bersifat
generalis.
Untuk itu, diperlukan suatu Program Studi Kesehatan
Lingkungan guna menjawab berbagai tantangan dan
permasalahan lingkungan di Indonesia yang dikhususkan
untuk mendalami dan menganalisis faktor lingkungan (fisik,
biologis, kimia, sosial) yang berpengaruh pada derajat
kesehatan masyarakat.
KOMPETENSI
1. Paham untuk melakukan pengukuran parameter kesehatan lingkungan
(Fisika, kimia, biologi, radioaktif, social).
2. Mampu melakukan analisis permasalahan kesehatan lingkungan (air bersih,
pengelolaan limbah, pengelolaan sampah, pengendalian vector, sanitasi
makanan, pencemaran lingkungan dan toksikologi lingkungan, lingkungan
sosial).
3. Mampu melakukan prediksi dampak kesehatan lingkungan dan mernacang
alternatif-alternatif pengelolaan untuk penyelesaian permasalahan
kesehatan lingkungan permukiman dan industri (air bersih, pengelolaan
limbah, pengelolaan sampah, pengendalian vector, sanitasi makanan,
pencemaran lingkungan dan toksikologi lingkungan, lingkungan sosial).
4. Mampu melakukan modifikasi dan manipulasi lingkungan untuk
penyelesaian permasalahan kesehatan lingkungan permukiman dan industri
(air bersih, pengelolaan limbah, pengelolaan sampah, pengendalian vector,
sanitasi makanan, pencemaran lingkungan dan toksikologi lingkungan,
lingkungan sosial).
LAPANGAN PEKERJAAN

Puskesmas Dosen PTN


Laboratorium
Dinas Kesehatan
kesmas

Bapedalda LSM
Lingkungan

Balai
Kesehatan Pengendali
Paru (BP4) Vektor

Kantor Rumah Sakit;


Balai Kesehatan
Kesehatan Barida (badan
Mata (BKM)
Pelabuhan pemeriksa
(KKP) daerah)
Wiraswasta : Konsultan
catering, pest Konsultan Manajer Persampahan
control Amdal kesmas lingkungan RS dan Limbah

Konsultan Air
Manager
Bersih dan
HACCP pada
Sanitasi
restaurant
(WISLIC)

Quality Control Supervisor Manager kesling pd


Pengendalian Penyakit
pada perusahaan perusahaan : pertamina,
Berbasis Binatang
makanan dan minuman : PLN, Kontruksi, Tekstil,
(P2B2)
coca-cola, Aqua, catering Telkom
POTENSI PELANGGARAN PEKERJAAN

1. Kelalaian dalam menerapkan setiap penemuan teknik


atau cara baru yang belum teruji kehandalannya dan hal-
hal yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat.
2. Tidak jujur dalam berhubungan dengan klien atau
masyarakat dan teman seprofesinya, dan berupaya untuk
mengingatkan teman seprofesinya.
3. Kurang memperhatikan seluruh aspek kesehatan
lingkungan secara menyeluruh, dan menjadi pendidik
dan pengabdi masyarakat yang sebenar-benarnya.
4. Kurangnya kemampuan dalam menjalin kerjasama lintas
sektor dan program
5. Melakukan kesalahan dalam menganalisis komponen
lingkungan yang mempengaruhi kesehatan, baik itu
disebabkan oleh human error maupun kesalahan oleh
alat alat yang digunakan dalam proses menganalisis.
6. Kesalahan dalam menginterpretasikan hasil pengukuran
komponen lingkungan yang mempengaruhi kesehatan
manusia. Kesalahan ini mungkin disebabkan oleh
ketidaktelitian ahli kesling sehingga kesimpulan yang
dihasilkan mengenai keadaan lingkungan melenceng dari apa
yang seharusnya.
7. Kesalahan dalam merancang dan merekayasa penanggulangan
masalah lingkungan yang mempengaruhi kesehatan manusia.
8. Kesalahan dalam mengorganisir penanggulangan masalah
kesehatan lingkungan, misalnya membuat keputusan yang
tidak tepat, menurunkan orang yang kurang berkompeten
untuk mengatasi masalah di lapangan, dan lain lain.
9. Kesalahan dalam mengevaluasi hasil penanggulangan sehingga
kebijakan yang diambil untuk kedepannya tidak tepat sasaran.
SOLUSI PELANGGARAN PEKERJAAN

 Memberlakukan standar bagi orang-orang yang berprofesi


sebagai ahli kesling, misalnya berupa sertifikasi, pelatihan
ataupun hal-hal yang semacamnya.
 Rutin melakukan kalibrasi alat-alat yang digunakan dalam
proses menganalisis komponen-komponen lingkungan.
 Membuat peraturan yang menjadi standar bagi ahli kesehatan
lingkungan dalam melaksanakan tugasnya.
 Menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan profesi
sanitasi dengan sebaik-baiknya.
 Melaksanakan profesinya sesuai dengan standar profesi
yang tertinggi.
 Tidak boleh dipengaruhi sesuatu yang mengakibatkan
hilangnya kebebasan dan kemandirian profesi.
 Menghindarkan diri dan perbuatan yang bersifat memuji
diri sendiri.
 Berhati-hati dalam menerapkan setiap penemuan teknik atau cara baru
yang belum teruji kehandalannya dan hal-hal yang dapat menimbulkan
keresahan masyarakat.
 Memberi saran atau rekomendasi yang telah melalui suatu proses
analisis secara komprehensif.
 Memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya dengan menjunjung tinggi
kesehatan dan keselamatan manusia, serta kelestarian lingkungan.
 Bersikap jujur dalam berhubungan dengan klien atau masyarakat dan
teman seprofesinya, dan berupaya untuk mengingatkan teman
seprofesinya.
 Hak-hak klien atau masyarakat, hak-hak teman seprofesi, dan hak
tenaga kesehatan lainnya, dan harus menjaga kepercayaan klien atau
masyarakat.
 Memperhatikan kepentingan masyarakat dan memperhatikan seluruh
aspek kesehatan lingkungan secara menyeluruh, dan menjadi pendidik
dan pengabdi masyarakat yang sebenar-benarnya.
 Bekerja sama dengan para pejabat di bidang kesehatan dan bidang
lainnya serta masyarakat, harus saling menghormati.
TERIMAKASIH 