Anda di halaman 1dari 43

PERAN, FUNGSI DAN KOMPETENSI

TIM KESEHATAN HAJI INDONESIA


(TKHI)
Tujuan Pembelajaran

Menjadi pedoman bagi TKHI dalam


melaksanakan tugasnya baik di Indonesia,
dalam perjalanan maupun di Arab Saudi

Meningkatkan pengetahuan dan


pemahaman tentang peran, tugas dan alur
perjalanan TKHI
Kedudukan TKHI

Kedudukannya berada di bawah dan


bertanggung jawab kepada Menteri
Kesehatan melalui Kepala Pusat
Kesehatan Haji berdasarkan SK Menteri
Kesehatan mengenai penetapan TKHI

Dalam melaksanakan tugas selama


operasional haji di Arab Saudi TKHI
berkedudukan di bawah dan
bertanggung jawab kepada Menteri
Kesehatan melalui Kabid kesehatan
PPIH Arab Saudi
PRINSIP PENYELENGGARAAN
KESEHATAN HAJI
Jemaah dapat menjalankan
Penyelenggaraan Ibadah Haji sesuai ajaran Islam
Kesehatan Haji tanpa membahayakan
(UU No.13/2008) keselamatan pribadi dan
Jemaah lainnya

Pembinaan Pelayanan Perlindungan

Promotif, Preventif,
Kuratif & Rehabilitatif
PENYELENGGARAAN OPERASIONAL
KESEHATAN HAJI
1. MENGACU KEPADA PERMENKES NOMOR 15 TAHUN 2016 TENTANG
ISTITHAAH KESEHATAN JEMAAH HAJI
2. PERMENKES NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN
KESEHATAN HAJI
3. SURAT EDARAN DIRJEN PENYELENGGARA HAJI DAN UMRAH (PHU)
KEMENTERIAN AGAMA NOMOR 4001 TAHUN 2018
Tujuan Penyelenggaraan
Kesehatan Haji

1. mencapai kondisi Istithaah 2. mengendalikan faktor risiko


Kesehatan Jemaah Haji kesehatan haji

4. mencegah terjadinya
3. menjaga agar Jemaah Haji
transmisi penyakit menular yang
dalam kondisi sehat selama di
mungkin terbawa keluar
Indonesia, selama perjalanan,
dan/atau masuk oleh Jemaah
dan Arab Saudi
Haji

5. memaksimalkan peran serta


masyarakat dalam
Penyelenggaraan Kesehatan Haji
Pola
pemeriksaan
dan
pembinaan
Kesehatan
haji 2018
Kartu Kesehatan haji

1. Prinsip Kartu Kesehatan Jemaah Haji (elektronik) adalah alat


penyimpanan data kesehatan Jemaah haji yang dipegang
secara individu seperti halnya Buku Kesehatan Jemaah Haji
(BKJH).
2. Kartu kesehatan haji akan mengakses data kesehatan Jemaah
haji, karena terhubung dengan data based Kesehatan haji
dalam Siskohatkes.
3. Kartu Kesehatan Haji elektronik dapat di akses dari Mobile
Phone petugas kesehatan haji Indonesia.
Kartu Kesehatan haji...lanjutan
4. Penggunaan kartu kesehatan haji akan menambah kepatuhan Jemaah
haji dalam mengikuti program pemeriksaan dan pembinaan
kesehatan yang selama ini hasil pemeriksaan dan pembinaan di input
dalam Siskohatkes oleh pengelola program kesehatan haji di
kabupaten/kota.
5. Kartu Kesehatan haji akan memuat ICV dan jenis Risiko Tinggi
Jemaah haji.
6. Jika dibandingkan dengan BKJH, penggunaan BKJH memiliki
keterbatasan, karena hanya memuat data pemeriksaan kesehatan
yang ditulis secara manual, tidak memuat proses pembinaan
kesehatan Jemaah haji. Sedangkan KKJH memuat data secara
dinamis yang tertera dalam Siskohatkes
7. Tahun 2017 telah digunakan KKJH di embarkasi Jawa Barat, dan pada
2018 akan diterapkan ke seluruh embarkasi di Indonesia.
Kartu Kesehatan haji
sebagai penguatan siskohatkes 2018

JAWA, SULSEL dan SUMSEL LUAR JAWA


1. Kartu Kesehatan Haji (RFID) 1. Kartu Kesehatan Haji
2. Dibagikan di Kabupaten/Kota 2. Dibagikan di Embarkasi
3. Gelang Risti (Orange) 3. Sudah terdapat ICV
4. ICV

KABUPATEN SUMEDANG
32110211727
PERAN
1. Pembinaan
2. Pelayanan
3. Perlindungan

Perjalanan Debarkasi
Arab Saudi Pulang
Perjalanan (Jeddah,
Mekkah,
Arafah,
Muzdalifah,
Embarkasi Mina,
Madinah)

Daerah
Asal
PERAN LAIN :

INDONESIA ARAB SAUDI


1. Melakukan pembinaan dan 1. Tidak boleh dilakukan :
pemeriksaan kepada
jemaah haji sebelum a. Membatasi jam
keberangkatan. Kemudian pelayanan.
dilaporkan ke dinas
kesehatan provinsi atau b. Merokok.
kabupaten setempat
ditembuskan ke pusat c. Menjual obat.
kesehatan haji. d. Tidak berada ditempat
2. Memahami manasik ibadah saat dibutuhkan.
haji dengan baik
2. Melaporkan pelayanan
3. Berkoordinasi dengan dan kebutuhan obat
petugas kloter lainnya,
termasuk karu dan karom. melalui siskohatkes
FUNGSI
 Pengamanan (back-up) kesehatan jemaah haji dari dampak perjalanan
ritual ibadah haji, semenjak dari daerah asal Jemaah haji hingga
Debarkasi.
 Diharapkan TKHI mampu:
(a) Mengelola segenap faktor risiko kesehatan yang dihadapi jemaah
haji secara terpadu (integrated manage care)
(b) Menopang (support, antisipatif-preventif) kondisi kesehatan jemaah
haji
(c) Mengendalikan kejadian penyakit (terutama penyakit menular).
KOMPETENSI
 Menerapkan etika pelayanan kesehatan haji
 Mengendalikan kejadian penyakit di kloter
 Melakukan pelayanan medik dan asuhan keperawatan
jemaah haji
 Menerapkan komunikasi efektif dalam pelayanan
kesehatan haji
 Mengembangkan jejaring kerja dalam pelayanan
kesehatan haji
 Melakukan Pencatatan dan Pelaporan elektronik dan
manual dalam pelayanan kesehatan haji
KOORDINASI TKHI dengan PPIH

KKHI/Sektor
Melakukan kuratif dan Rehabilitatif serta Visitasi

KKHI/Sektor

KOORDINASI
& SINERGI

TKHI TPP dan TGC


TKHI melakukan Pembinaan, TPP fokus kepada Promosi dan
Pelayanan & Pelindungan kepada JH Preventif
TGC layanan bergerak (Armina)
KONSEP KERJA

PELAYANAN
KESEHATAN DENGAN 1. Pola TPP
1. PRA ARMINA
MEMPERKUAT
KETEPATAN 2. Pola TKR
DIAGNOSIS DAN
TERAPI
3. Pola TGC

PELAYANAN
1. Pelayanan
KESEHATAN DI Kesehatan
2. ARMINA TENDA ARAFAH Jemaah Haji
DAN MINA
2. Evakuasi Jemaah
Sakit dari Armina

PELAYANAN
KESEHATAN DENGAN 1. Pola TPP
MEMPERKUAT
3. PASCA ARMINA KETEPATAN 2. Pola TKR
DIAGNOSIS DAN
TERAPI 3. Pola TGC
16
Pola Kerja TPP
Tim Promosi dan Preventif  di pondokan & tempat lain yang
memungkinkan

Early Diagnostic/
Penyuluhan Case Finding
Penyuluhan di Pondokan Penyuluhan di Bis
di Halaman Masjid

Penyuluhan di Jalan General Protection

Penyuluhan di Bandara
Pola Kerja TKR
Tim Kuratif dan Rehabilitatif  di Pondokan

Pelayanan Nutrisi
Pelayanan Sansitasi
Pelayanan Kesehatan Klinik dan Surveilans

Pelayanan Visitasi Sektor


dan RSAS

Pelayanan farmasi
Pelayanan Siskohatkes
& Alkes
Pola Kerja TGC
Tim Gerak Cepat  di Pondokan

Deteksi Kasus, Emergency Respons, Rujukan


URAIAN TUGAS
Di Daerah masing – masing setelah pelatihan
Bersama Dinas Kesehatan kabupaten / kota setempat
melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut
• Mengidentifikasi jemaah haji yang telah terdata dalam
pemberangkatan tahun berjalan, terutama jemaah haji yang
mempunyai risiko tinggi (risti) kesehatan dalam menjalani
ibadah haji.
• Mengusulkan pendampingan bagi jemaah haji risti sesuai
kategori kesehatannya dan pembuatan surat pernyataan
pendamping
• Melaksanakan kegiatan promotif dan preventif (penyuluhan
kesehatan berkaitan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS), cara menggunakan toilet di pesawat, memakai masker,
minum air secukupnya, akupresur, mandiri, pengendalian faktor
risiko lingkungan fisik, sosial serta penyakit menular)
• Membantu melaksanakan pemeriksaan kesehatan, pengobatan,
serta asuhan keperawatan kepada Jemaah haji
• Melaksanakan pembinaan upaya peningkatan
kesehatan Jemaah haji melalui kegiatan senam, aktifitas fisik,
olah raga, pengaturan gizi dll
• Membantu melaksanakan vaksinasi Meningitis Meningokokus dll
Berkoordinasi dengan Kanwil/Kandep
Kemenag setempat
• Melaksanakan tugas promotif dan preventif
(penyuluhan dan konsultasi kesehatan pada manasik
haji yang dilaksanakan di kecamatan dan
kabupaten/kota)
• Melakukan koordinasi dengan petugas kloter yaitu: Tim
Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing
Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), Ketua Regu (Karu),
Ketua Rombongan (Karom), dan Kelompok
Bimbingan Ibadah Haji (KBIH)

Mengingatkan kepada seluruh jemaah tentang


kelengkapan dokumen kartu kesehatan
elektronik dan obat/alkes bawaan sebelum
keberangkatan ke embarkasi
Uraian Tugas di Embarkasi

Melapor kepada Panitia


Penyelenggara Ibadah
Haji (PPIH) Embarkasi
setempat sesuai dengan
penugasannya sebagai
TKHI Kloter
Bersama PPIH Embarkasi melaksanakan kegiatan-kegiatan
sebagai berikut :
• Membuat perencanaan dan jadual kegiatan di
embarkasi, perjalanan, Arab Saudi dan debarkasi
• Menandatangani kontrak kerja sebagai TKHI Kloter
• Menerima, mengecek,mengelola koper obat dan
perbekes
• Menyebarluaskan kontak person petugas kepada jamaah
haji
• Melaksanakan pemetaan karakteristik kesehatan jemaah
haji kloter terutama yang mempunyai kategori risti
• Mengecek kelengkapan dokumen kesehatan dan
mencatatkan obat-obatan yang akan dibawa oleh
Jemaah haji
• Mengecek kelengkapan dokumen kesehatan dan
mencatatkan obat-obatan yang akan dibawa oleh
Jemaah haji
Lanjutan…
• Mengikuti briefing dari PPIH embarkasi mengenai
pencatatan pelaporan beserta form yang ada, dan
penerimaan form manifest jemaah haji resti
• Mengikuti kegiatan prosesi keberangkatan jamaah
kloter ke Arab Saudi, paspor jamaah, gelang risti,
nomor tempat duduk di pesawat
• Melakukan kegiatan promotif dan preventif dengan
penyuluhan kesehatan sebelum keberangkatan
(kesling, PHBS, dan kesehatan penerbangan)
• Melaksanakan visitasi kesehatan jemaah haji di
Asrama Haji Embarkasi
• Menginformasikan lokasi sarana pelayanan kesehatan
bagi jemaah haji
Perjalanan (Bis dan Pesawat)
• Membantu kelancaran persiapan perjalanan menuju
bandara
• Memantau jemaah haji risti
• Memperkenalkan diri kepada kru pesawat (purser)
• Melakukan pengecekan ketersediaan obat dan alkes
yang ada di pesawat dan mencatatnya kedalam
formulir yang tersedia bila ada pemakaian
• Melakukan mapping posisi jamaah risti sehingga
teridentifikasi posisi kursinya untuk memudahkan
pelayanan kesehatan
• Melaksanakan visitasi, pengobatan, dan penyuluhan
kesehatan jemaah haji selama di pesawat antara lain
penggunaan toilet, menggunakan air dll
Lanjutan…

• Mengingatkan jamaah untuk menyiapkan


Paspor dan Kartu Kesehatan Haji
Elektronik terutama sertifikat vaksin
untuk persiapan pemeriksaan dokumen
di bandara
• Melaksanakan pencatatan dan pelaporan
• Membuat COD (Certificate of Death)
jemaah meninggal (bila ada)
di Arab Saudi
Kedatangan di Bandara Jeddah atau Madinah

• Mengawasi dan membantu jemaah risti


terutama lansia saat pemeriksaan dokumen
keimigrasian
• Melakukan koordinasi dengan petugas yang
ada di bandara
• Memantau kondisi kesehatan jemaah saat
kedatangan, dan merujuk ke klinik bandara
jika terjadi kondisi emergensi
• Melaksanakan kegiatan promotif dan preventif
dengan memberikan penyuluhan mengenai
pencegahan dehidrasi (selalu mengingatkan
jemaah agar cukup minum)
Di Madinah (bagi gelombang 1)

• Melaporkan kedatangan kepada PPIH Madinah di KKHI


• Menyerahkan laporan penerbangan
• Melakukan koordinasi dengan PPIH Daker Madinah dan sektor
• Menginformasikan lokasi kamar petugas kesehatan dan nomor
kontak petugas di Arab Saudi
• Memberikan pelayanan kesehatan (pemeriksaan, pengobatan,
dan perawatan) jemaah haji
• Melaksanakan visitasi kesehatan jemaah haji
• Melaksanakan kegiatan promotif dan preventif (penyuluhan
kesehatan jemaah haji tentang memakai masker, minum air
yang cukup, antisipasi iklim dll)
• Melakukan pengelolaan obat (termasuk permintaan obat
melalui android)
• Memantau kesehatan lingkungan pondokan, hygiene dan
sanitasi makanan
• Melaksanakan upaya surveilans kesehatan di kloter termasuk
wabah/KLB dan musibah masal dan identifikasi faktor resiko
Madinah (Lanjutan)…

• Melakukan upaya rujukan kesehatan jemaah haji


• Membantu dan mengatur pendampingan jemaah
haji sakit
• Membantu pengurusan jemaah wafat
• Membuat COD dan AV (bila ada jemaah haji yang
meninggal)
• Memonitor jemaah yang dirawat di KKHI atau RSAS
(koordinasi dengan sansur dan temus penghubung)
• Mengikuti pertemuan/rapat di KKHI
• Melakukan koordinasi persiapan keberangkatan ke
Makkah: termasuk penyuluhan kepada jemaah dan
persiapan obat bawaan untuk perjalanan (bagi
gelombang 1)
• Melaksanakan pencatatan dan pelaporan (manual
dan elektronik)
Di Mekkah sebelum Armina

• Melaporkan kedatangan kepada PPIH Makkah di Sektor


• Menginformasikan lokasi kamar petugas kesehatan kepada
Karu, Karom, dan Jemaah
• Memetakan kamar jemaah risti agar selanjutnya mudah
dalam pemantauan
• Melaksanakan visitasi kesehatan jemaah haji
• Memberikan pelayanan kesehatan (pemeriksaan,
pengobatan, dan perawatan) jemaah haji
• Memantau kesehatan lingkungan kloter
• Membantu pemantauan katering jamaah
• Melakukan pengelolaan obat dan perbekkes (termasuk
permintaan obat melalui android termasuk persiapan ke
Armina)
• Melaksanakan penyuluhan kesehatan tentang minum air
yang cukup, antisipasi cuaca panas, pemakaian masker,
kewaspadaan terhadap penyakit menular, dll
Mekkah sebelum Armina (Lanjutan)…

• Menyebarkan leaflet/selebaran mengenai pencegahan


dehidrasi dan sengatan panas, kewaspadaan penyakit
menular, dan pesan kesehatan lainnya
• Melaksanakan upaya surveilans kesehatan di kloter
termasuk wabah/KLB dan musibah masal, dan
identifikasi faktor resiko
• Melakukan upaya rujukan jemaah haji sakit
• Membuat COD dan AV (bila ada jemaah wafat)
• Melakukan koordinasi dengan PPIH Daker Makkah dan
sektor dalam membuat usulan jamaah tanazul
• Memonitor jemaah yang dirawat di KKHI atau RSAS
(koordinasi dengan TPK)
• Mengikuti pertemuan/rapat di Sektor, KKHI dan Daker
• Melaksanakan pencatatan dan pelaporan (manual dan
elektronik)
Di Arafah

• Melakukan koordinasi dengan PPIH Arafah


• Melakukan pengelolaan obat dan perbekes
• Melaksanakan visitasi kesehatan jemaah haji
• Memberikan pelayanan kesehatan (pemeriksaan,
pengobatan, dan perawatan) jemaah haji
• Memantau kesehatan lingkungan tenda kloter
• Melakukan kegiatan promotif dan preventif (penyuluhan
kesehatan tentang minum air yang cukup, antisipasi
cuaca panas, kewaspadaan terhadap penyakit menular
dll)
• Melaksanakan upaya surveilans kesehatan termasuk
wabah/KLB dan musibah masal
• Melakukan upaya rujukan jemaah haji sakit
• Melaksanakan pencatatan dan pelaporan (manual dan
elektronik)
Di Muzdalifah

• Melaksanakan visitasi dan memantau


kesehatan jemaah haji
• Memberikan pelayanan kesehatan jemaah
haji
• Melakukan upaya rujukan jemaah haji sakit
• Melakukan penyuluhan kesehatan (antara
lain: himbauan agar cukup minum dan
istirahat)
• Melaksanakan pencatatan dan pelaporan
(manual dan elektronik)
Di Mina
• Mengusulkan, menerima dan mengelola obat dan perbekes
kloter
• Melaksanakan visitasi kesehatan jemaah haji
• Memberikan pelayanan kesehatan (pemeriksaan, pengobatan,
dan perawatan) jemaah haji
• Memantau kesehatan lingkungan tenda kloter
• Melaksanakan upaya surveilans kesehatan termasuk
wabah/KLB dan musibah masal
• Melakukan penyuluhan kesehatan (mengenai mengindari
sengatan panas, himbauan banyak minum, PHBS, dll)
• Melakukan upaya rujukan jemaah haji sakit
• Melakukan koordinasi dengan Tim2 PPIH
• Melaksanakan pencatatan dan pelaporan (manual dan
elektronik).
Di Mekah setelah Armina
• Melaporkan kedatangan kepada PPIH Makkah
• Melaksanakan visitasi kesehatan jemaah haji
• Memberikan pelayanan kesehatan (pemeriksaan,
pengobatan, dan perawatan) jemaah haji
• Memantau kesehatan lingkungan kloter
• Melakukan pengelolaan obat
• Melaksanakan kegiatan promotif dan preventif
(penyuluhan kesehatan tentang minum air yang cukup,
antisipasi cuaca panas, menjaga kesehatan dan
meningkatkan daya tahan tubuh, kewaspadaan terhadap
penyakit menular, dll)
• Melaksanakan upaya surveilans kesehatan di kloter
termasuk wabah/KLB dan musibah masal, dan identifikasi
faktor resiko
Mekah setelah Armina (Lanjutan)…

• Melakukan pengelolaan obat dan perbekes


• Melakukan upaya rujukan jemaah haji sakit
• Membuat COD dan AV (bila ada jemaah haji yang
meninggal)
• Melakukan koordinasi dengan PPIH Daker Makkah dan
sektor termasuk membuat usulan jamaah tanazul
• Melaksanakan pencatatan dan pelaporan (manual dan
elektronik)
• Memonitor jemaah yang dirawat di KKHI atau RSAS
(koordinasi TPK)
• Melakukan koordinasi persiapan keberangkatan ke
Madinah: termasuk penyuluhan (promotif dan preventif),
diajarkan cara streching di pesawat kepada jemaah dan
persiapan obat bawaan untuk perjalanan (bagi gelombang
2)
Di Bandara kepulangan (Jeddah atau Madinah)

• Melaksanakan visitasi kesehatan dan pengobatan


sederhana jemaah haji
• Melaksanakan upaya surveilans kesehatan termasuk
wabah/KLB dan musibah masal
• Melakukan upaya rujukan jemaah haji sakit
• Melaksanakan penyuluhan kesehatan penerbangan
• Melaksanakan komunikasi dengan PPIH Debarkasi:
memberikan informasi mengenai kondisi jemaah dan
yang perlu penanganan setibanya di bandara Indonesia
• Melaksanakan pencatatan dan pelaporan (manual dan
elektronik)
• Melakukan koordinasi dengan PPIH Bandara terhadap
jemaah haji tanazul
Di Pesawat dalam kepulangan ke tanah air

• Melaksanakan visitasi kesehatan jemaah haji


• Melakukan koordinasi dan pengecekan dengan kru
pesawat terutama ketersediaan obat dan alkes
yang ada di pesawat
• Melakukan mapping posisi jamaah risti sehingga
teridentifikasi posisi kursinya agar memudahkan
pelayanan
• Melaksanakan visitasi terutama Jemaah Risti
• Melaksanakan penyuluhan kesehatan jemaah haji
selama di pesawat antara lain penggunaan toilet,
membuang sampah, menggunakan air, K3JH, dll
• Mengajarkan streching di pesawat
• Melaksanakan pencatatan dan pelaporan
Debarkasi

• Melaporkan kedatangan kloter


beserta kondisi jemaah kepada
PPIH debarkasi
• Menyerahkan laporan pelaksanaan
kegiatan kesehatan kloter kepada
PPIH debarkasi
• Melakukan koordinasi dengan PPIH
debarkasi terkait jemaah risti