Anda di halaman 1dari 24

Pedoman ESC/ESH Tahun 2018

mengenai Tatalaksana Arterial


Hypertension

Pembimbing :

Disusun
\ oleh
\ :
2.1 Apa yang baru dan apa yang telah berubah didalam pedoman ESC /ESH tahun
2018 mengenai Arterial Hypertension ?
3.1 Definisi hipertensi

Hipertensi didefinisikan sebagai nilai office SBP ≥140 mmHg


dan atau diastolic BP (DBP) nilainya ≥90 mmHg

Ini didasarkan pada bukti dari beberapa RCT bahwa


pengobatan pasien dengan nilai BP seperti disebutkan
diatas akan memberikan manfaat (lihat bagian 7)

Ini didasarkan pada bukti dari beberapa RCT bahwa pengobatan


pasien dengan nilai BP seperti disebutkan diatas akan
memberikan manfaat (lihat bagian 7)
3.2. Klasifikasi tekanan darah
3.3 Prevalensi hipertensi

Berdasarkan pemeriksaan office BP, prevalensi global hipertensi diperkirakan


mencapai 1,13 miliar pada 2015,5 dengan prevalensi lebih dari 150 juta di Eropa
tengah dan timur

Hipertensi menjadi semakin sering ditemukan seiring dengan bertambahnya


usia, dengan prevalensi> 60% pada penduduk berusia >60 tahun

Seiring bertambahnya usia penduduk, mengadopsi gaya hidup sedentary, dan berat
badan mereka bertambah, sehingga prevalensi hipertensi di seluruh dunia akan
terus meningkat
3.3 Prevalensi hipertensi

Berdasarkan pemeriksaan office BP, prevalensi global hipertensi diperkirakan


mencapai 1,13 miliar pada 2015,5 dengan prevalensi lebih dari 150 juta di Eropa
tengah dan timur

Hipertensi menjadi semakin sering ditemukan seiring dengan bertambahnya


usia, dengan prevalensi> 60% pada penduduk berusia >60 tahun

Seiring bertambahnya usia penduduk, mengadopsi gaya hidup sedentary, dan berat
badan mereka bertambah, sehingga prevalensi hipertensi di seluruh dunia akan
terus meningkat
3.4 Hubungan Tekanan Darah Dengan Risiko Kejadian
Kardiovaskular Dan Renal

Peningkatan BP adalah kontributor global utama kematian dini pada tahun 2015,
terhitung hampir 10 juta kematian dan lebih dari 200 juta menderita disabilitas

Baik office BP maupun out-of office BP memiliki hubungan independen dan


berkelanjutan dengan kejadian CV [stroke haemorrhagi, stroke iskemik, infark
miokard, sudden death, gagal jantung, dan penyakit arteri perifer (PAD)],
serta penyakit ginjal stadium akhir

SBP tampaknya menjadi pemicu banyaknya kejadian tersebut daripada DBP


setelah usia 50 tahun. DBP cenderung menurun pada usia paruh baya sebagai
konsekuensi dari pengerasan arteri; akibatnya, pengukuran SBP diasumsikan
sebagai faktor risiko yang lebih penting
3.5 Hipertensi dan penilaian risiko total kardiovaskular

Hipertensi jarang terjadi sendiri saja, dan sering muncul bersamaan dengan faktor
risiko CV lainnya seperti dislipidemia dan intoleransi glukosa

Banyak sistem penilaian risiko CV yang telah tersedia dan sebagian besar
menggunakan jangka waktu 10 tahun

Sejak tahun 2003, Pedoman Eropa tentang pencegahan CVD merekomendasikan


penggunaan sistem Penilaian Risiko Kronik yang sistematis (SCORE) karena
didasarkan pada kumpulan data kelompok Eropa yang besar dan representatif
Klasifikasi Resiko CV
berdasarkan sistem SCORE
Faktor-faktor yang mempengaruhi risiko
kejadian CV pada pasien dengan hipertensi
ditunjukkan pada Tabel 4.
Tabel 6 berisi risiko pengubah (risk modifiers)
CV khusus untuk pasien dengan hipertensi.
Penilaian risiko CV sangat penting pada batas
risiko CV, dan terutama untuk pasien dengan
risiko sedang, di mana risk modifiers mungkin
mengubah risiko sedang menjadi berisiko
tinggi dan mempengaruhi keputusan
pengobatan berkaitan dengan manajemen
faktor risiko CV
Perkiraan resiko CV dengan sistem
SCORE dapat dikonversi pada generasi
pertama imigran Eropa dan skor risiko
CV pada pasien tersebut dapat
disesuaikan dengan faktor koreksi
(Tabel 7).
Penggunaan sistem SCORE pada pasien hipertensi direkomendasikan
jika pasien tersebut tidak termasuk dalam kategori berisiko tinggi
atau sangat tinggi karena adanya CVD, penyakit ginjal, DM, LVH,
peningkatan 1 marker faktor resiko (kolesterol)
3.6 Pentingnya menilai kerusakan organ karena hipertensi dalam
penilaian risiko kardiovaskuler pasien hipertensi.
Aspek unik dan penting dari estimasi risiko CV pada pasien hipertensi adalah
kebutuhan untuk mempertimbangkan dampak HMOD.

Ada tiga pertimbangan penting:


(i) tidak semua fitur dari HMOD termasuk dalam sistem SCORE
(ii) Munculnya HMOD sangat sering dan sering tidak terdeteksi
(iii) Munculnya beberapa HMOD pada pasien yang sama juga umum, dan semakin
meningkatkan resiko CV.
Akibatnya, dimasukkannya penilaian HMOD penting pada pasien dengan hipertensi dan
membantu mengidentifikasi pasien hipertensi risiko tinggi atau sangat berisiko
tinggi yang mungkin salah diklasifikasikan memiliki tingkat risiko yang lebih rendah
oleh sistem
Klasifikasi derajat hipertensi berdasarkan tekanan darah, adanya
resiko kardiovaskuler, HMOD, adanya komorbid.
4 Pengukuran tekanan darah

4.1 Pengukuran office BP konvensional


Auscultatory atau oscillometric semiautomatic atau otomatis sphygmomanometers
adalah metode yang disukai untuk mengukur office BP. BP awal harus diukur di
kedua lengan atas. Perbedaan SBP yang konsisten dan signifikan antar lengan (yaitu>
15 mmHg) dikaitkan dengan peningkatan risiko CV.

Lengan dengan nilai BP yang lebih tinggi harus digunakan untuk pengukuran
berikutnya.

Tabel 8 merangkum prosedur yang direkomendasikan untuk pengukuran office BP.


Office BP sering dilakukan tidak sesuai standar. Pengukuran yang tidak tepat dari
office BP dapat menyebabkan klasifikasi yang tidak akurat, perkiraan yang terlalu
tinggi dari BP pasien yang sebenarnya, dan perawatan yang tidak perlu.
4.2 Pengukuran office BP yang tidak diawasi

Pembacaan hasil pengukuran TD beberapa kali ditempat dokter praktek


meningkatkan kemampuan pengukuran BP, dan jika pasien duduk sendiri
dan tidak diawasi, 'white-coat effect '(lihat bagian 4.7.1) dapat jauh
berkurang 48 atau dihilangkan.49