Anda di halaman 1dari 23

PERTUSIS

“WHOOPING COUGH”

Pertussis= violent cough = whooping cough = batuk seratus hari


Definisi menurut WHO:
Batuk yang berlangsung lebih dari 2 minggu diikuti minimal 1 kriteria berikut :
Batuk paroksismal
Whooping inspirasi
Post-tussive vomiting tanpa sebab yang jelas.
PERTUSSIS

Pengertian (WHO): Pertussis, atau whooping


cough, merupakan penyakit saluran pernafasan
yang disebabkan oleh infeksi bakteri Bordetella
pertussis yang hidup di mulut, hidung, dan
tenggorokan. Batuk berlangsung selama 4 – 8
minggu. Penyakit ini lebih berbahaya pada bayi.
Pertussis sangat mudah menular melalui droplet
yang dihasilkan saat batuk dan bersin.
GAMBARAN KLINIS

Masa inkubasi : 7 – 10 hari


3 fase
Kataral: 1-3 minggu
Paroxysmal: 2-4 minggu
Convalescent: 1-2 minggu
FASE KATARAL

Symptoms:
Low-grade fever
Rhinorrhea
Batuk ringan
Injeksi konjungtiva ringan
Gejala mirip common cold
CMAJ, 2005
FASE PAROXYSMAL

Batuk Paroxysmal
Batuk terjadi paroksismal saat ekspirasi sehingga anak-anak yang
lebih kecil tidak sempat bernapas dan menjadi sesak. Batuk
panjang diakhiri dengan suara whoop saat inspirasi. Karakteristik
batuk tersebut diperlukan untuk membebaskan sumbatan yang
terjadi akibat jaringan nekrotik epitel bronchial dan mucus yang
kental. Tekanan inhalasi pada glotis yang mengalami penyempitan
setelah terjadinya batuk paroksismal menghasilkan bunyi
karakteristik “whoop”.
Whoop mungkin tidak ditemukan pada bayi yang lebih muda
Fase Paroxysmal

• Lebih sering saat malam hari


• Dapat menyebabkan sianosis dan apneu pada bayi
• Episode batuk diakhiri muntah
 Petechiae, perdarahan subconjunctival
FASE CONVALESCENT

Ditandai dengan dengan perbaikan klinis secara bertahap dalam 1-2


minggu, batuk menjadi lebih ringan, batuk paroksismal dan bunyi
whoop mulai menghilang secara perlahan.
KOMPLIKASI

Komplikasi yang mengancam nyawa dapat terjadi,


terutama pada bayi.
KOMPLIKASI NEUROLOGIS

Kejang (3%)
Ensefalopati
Perdarahan serebral
KOMPLIKASI INFEKSI

Apnea (12%)
Pertussis pneumonia(6%)
Bacterial superinfected pneumonia
(6%)
Termasuk pneumonia aspirasi
Dapat menyebabkan kematian
Otitis Media
Viral Co-Infections
PULMONARY COMPLICATIONS

Hipertensi Pulmonal
Pasien menunjukkan tanda-tanda shock.
Memerlukan bantuan ventilasi mekanik dan ECMO
jika memunngkinkan
Atelektasis
Akibat sumbatan mukus
KOMPLIKASI AKIBAT BATUK

Perdarahan Subconjunctiva
Petechiae
Epistaxis
Hemoptysis
Hernia Umbilical/inguinal
Prolaps rektum
Gagal tumbuh
DIAGNOSIS BANDING
PERTUSSIS-LIKE SYNDROME

Adenovirus Aspirasi benda asing


Parainfluenza GERD
RSV
Aspiration pneumonia
Bordetella parapertussis
Bordetella bronchiseptica Asma
Chlamydia trachomatis
Chlamydia pneumoniae
Mycoplasma pneumoniae
Diagnosis – The different phases of whooping cough and the biological diagnoses to
be used according to these phases
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan darah rutin menunjukkan leukositosis yang didominasi sel


limfosit
Limfositosis secara signifikan (>95th percentile) ditemukan pada 1/3 pasien.
Kultur sputum
Swab tenggorokan
INDIKASI RAWAT

Kesulitan makan dan minum


Apneu atau sianosis
Hipoksia
Respiratory distress
Komplikasi lainnya (kejang, gagal nafas, dll.)
TATALAKSANA

Usia < 1 bulan


Pilihan terapi utama
 Azitromisin 10 mg/kgBB/hari selama 5 hari.
 Eritromisin (tidak disenangi karena berkaitan dengan
HPS pada infant) 40-50 mg/kgBB/hari dibagi 4 dosis
selama 14 hari.
 Claritromisin (tidak dianjurkan)

Alternatif pilihan terapi


 TMP-SMZ (kontraindikasi pada bayi usia <2 bulan
karena risiko kernikterus)
TATALAKSANA

Usia 1-5 bulan


Pilihan terapi utama
 Azitromisin 10 mg/kgBB/hari selama 5 hari.
 Eritromisin 40-50 mg/kgBB/hari dibagi 4 dosis selama
14 hari.
 Claritromisin 15 mg/kgBB sehari dibagi 2 dosis selama
7 hari.

Alternatif pilihan terapi


 TMP-SMZ. TMP 8 mg/kgBB/hari dan SMZ 40
mg/kgBB/hari dibagi 2 dosis selama 14 hari.
TATALAKSANA

Usia >6 bulan


Pilihan terapi utama
 Azitromisin 10 mg/kgBB/hari pada hari pertama kemudian
5 mg/kgBB/hari (maks 500 mg) pada hari 2-5.
 Eritromisin 40-50 mg/kgBB/hari (maks 2 g/hari) dibagi 4
dosis selama 14 hari.
 Claritromisin 15 mg/kgBB/hari (maks 1 g/hari) dibagi 2
dosis selama 7 hari.

Alternatif pilihan terapi


 TMP-SMZ. TMP 8 mg/kgBB/hari dan SMZ 40
mg/kgBB/hari dibagi 2 dosis selama 14 hari.
TATALAKSANA

Trimethoprim sulfamethoksazole (TMP-SMZ) dapat digunakan


sebagai alternatif pada pasien yang berusia ≥ 2 bulan yang
alergi terhadap golongan makrolide, yang tidak toleran
terhadap makrolide, atau anak yang terinfeksi dengan strain
Bordetella pertussis yang resisten-makrolide meskipun sangat
jarang.
TERIMAKASIH