Anda di halaman 1dari 29

Pertemuan IX

 Konsep Manajemen Operasi


 Strategi & Keputusan Operasi
 Pilihan Proses Operasi
 Plant Lay Out
 Manajemen Operasi Bisnis Jasa
Automobile
Computer
Installed Carpeting
Fast-food Meal
Restaurant Meal
Auto Repair
Hospital Care
Advertising Agency
Investment Management
Consulting Service
Counseling

100 75 50 25 0 25 50 75 100
Percent of Product that is a Good Percent of Product that is a Service
 Produksi : keseluruhan proses yang digunakan
oleh perusahaan untuk memproduksi barang dan
jasa, mulai dari pengerjaan, ide, perencanaan
desain teknis
 Manufaktur : proses fisik untuk memproduksi
barang dan tidak tergolong jasa, ruang
lingkupnya lebih sempit.
 Operasi : seluruh fungsi yang dibutuhkan untuk
melaksanakan kegiatan strategis agar
perusahaan dapat terus beroperasi, meliputi
fungsi produksi & manufaktur
 Manajemen operasi (produksi): pengarahan dan
pengendalian suatu proses secara sistematis
untuk mengubah sumber daya menjadi barang
dan jasa, yang menciptakan nilai bagi dan
memberikan manfaat kepada konsumer. Orang
yang melakukannnya disebut sebagai manajer
operasi.
 Manajer operasi: orang yang bertanggung jawab
menciptakan utilitas kepada konsumen,
bertanggung jawab dalam produksi, persediaan
dan pengendalian kualitas.
 Utility : Kemampuan produk untuk memuaskan
keinginan manusia
 Kegiatan produksi memberikan utility
(kemampuan suatu produk untuk memuaskan
kebutuhan) kepada konsumer dalam bentuk;
 Time utility, produk tersedia pada saat diperlukan
 Place utility, produk tersedia di tempat yang diperlukan
 Possession utility, produk tersedia untuk dimilki oleh konsumer
 Form utility, membuat barang menjadi lebih bermanfaat
 Karena istilah produksi telah diasosiasikan
dengan istilah manu-faktur, maka kemudian
diganti dengan operasi yang menunjukkan
kegiatan bukan hanya menghasilkan barang
tetapi juga jasa

Manajemen Manajer Proses


Operasi Operasi Operasi

Proses Pengarahan Manajer yang Menentukan


Dan Pengendalian Bertanggungjawab Metode
Yang sistematis
Atas Produksi Dan Teknologi
Dalam merubah
Sumberdaya Persediaan, Yang digunakan
Menjadi Dan Dalam Produksi
Barang Jadi Pengendalian Mutu Barang/jasa
 Strategioperasi merupakan fungsi operasi
yang menetapkan arah untuk pengambilan
keputusan yang diintegrasikan dengan
strategi bisnis melalui perencaan formal.
Menghasilkan pola pengambilan keputusan
operasi yang konsisten dan keunggulan
bersaing bagi perusahaan.
 Strategi produksi biaya rendah, melalui
penekanan biaya produksi :
Teknologi tinggi, biaya tenaga kerja rendah,
tingkat persediaan rendah, mutu terjamin.
Bagian pemasaran dan keuangan mendukung.
 Strategi inovasi produk dan pengenalan
produk baru :
Harga bukan masalah dalam pemasaran.
Fleksibilitas dalam pengenalan produk baru.
Manajer Operasi
- Merencanakan
- Mengorganisasikan
- Menjadwalkan
- Mengontrol

Input
Aktivitas
- Tanah Output
- Uang
Transformasi
- SDM
- Material
- Pelanggan
- Informasi
 Proses operasi: serangkaian metode dan
teknologi yang dipergunakan dalam
memproduksi barang dan jasa.
 Proses manufaktur barang diklasifikasikan
berdasarkan:
 Proses analitis: menguraikan sumber-sumber
daya menjadi komponen (sesuatu barang yang
dihasilkan dari sektor primer menjadi barang
yang setengah jadi atau barang jadi).
 Proses sintetis: mengkombinasikan bahan-
bahan produksi mentah menjadi suatu barang
jadi (industri pengolahan dan manufaktur).
 Proses
jasa dibedakan berdasarkan tingkat
kontak dengan pelanggan:
 Proses kontak tinggi: konsumen menerima jasa
sebagai bagian dari sistem.
 Proses kontak rendah: konsumen tidak perlu
menjadi bagian dari sistem.
 Fokus pada kinerja: barang diproduksi, jasa
dilaksanakan.
 Fokus pada proses dan hasil akhir.
 Fokus pada karakteristik jasa,
diklasifikasikan:
 Sifat tidak nyata/intangibility (kesenangan,
kepuasaan, kenyamanan).
 Sifat dapat disesuaikan/customization (dapat
disesuiakan dengan kebutuhan).
 Sifat tidak dapat disimpan/unstorability
 Tidak berbentuk fisik
 Tidak dapat disimpan
 Produksi dan konsumsi bersamaan
 Biasanya terjadi dalam lokasi yang sama
 Kontak langsung dengan konsumen tinggi
 Standar kualitas relatif sukar ditetapkan
 Memiliki bentuk fisik
 Dapat disimpan
 Produksi mendahului konsumsi
 Produksi dan konsumsi dapat dilakukan
dalam lokasi terpisah
 Kontak langsung dengan konsumen
rendah
 Standar kualitas relatif mudah ditetapkan.
 Fokus pada hubungan jasa-konsumen.
 Pelanggan sebagai bagian dari proses operasi.
 Konsumen memiliki kamampuan yang unik.
 Fokus pada pertimbangan kualitas pelayanan.
Rencana dan Ramalan Bisnis

Rencana operasi jangka panjang


(kapasitas, lokasi, tata ruang, kulitas, metode)
Umpan balik

Jadwal Operasi
(Jadwal produksi induk, jadwal terperinci)

Pengendalian operasi
(pengendalian kuallitas, manajemen bahan produksi)

Output untuk pelanggan


 Perencanaan kapasitas menyangkut berapa
banyak jumlah suatu produk dapat dihasilkan di
bawah kondisi normal. Kapasitas perusahaan
akan tergantung pada jumlah dan kapasitas
masing-masing fasilitas produksi yang akan
dipergunakan dan berapa banyak karyawan akan
dipekerjakan.
 Perlu diperhatikan keseimbangan antar fasilitas
produksi
 Berapa banyaknya kapasitas yang akan dipasang
tergantung pada perkiraan berapa penjualan
yang akan bisa dicapai.
 Perencanaan lokasi menyangkut dimana fasilitas
operasi tersebut akan didirikan, didekatkan
dengan pasar ataukah dengan faktor produksi.
 Perencanaan Lokasi.
 Produksi barang.
 Kedekatan lokasi dengan bahan mentah, pasar, tenaga
kerja, energi dan biaya transportasi, dsb.
 Produksi jasa.
 Kontak rendah: dekat dekan sumber pasokan, tenaga
kerja dan transportasi.
 Kontak tinggi: dekat dengan konsumen sebagai bagian
dari sistem tersebut.
 Rencana tata ruang: apakah perusahaan lebih
cepat tanggap dan efisien terhadap
permintaan konsumen.
 Menyangkut tentang bagaimana fasilitas-
fasilitas produksi akan disusun tata-letaknya
agar pekerjaan bisa efisien.
 Perencanaan tata ruang untuk Produksi barang:
 Fasilitas poduktif, bengkel kerja dan peralatan untuk
mengubah bahan mentah.
 Fasilitas non produktif, daerah penyimpanan dan
pemeliharaan.
 Fasilitas pendukung, kantor, dan ruang-ruang lain yang
diperlukan.
 Perencanaan layout untuk memproduksikan barang
dapat dilakukan dengan cara;
 Process layout. Sesuai untuk job shops (perusahaan yang
mengerjakan pesanan) peralatan dan karyawan
dikelompokkan sesuai dengan fungsinya. Misal, usaha
bakery, woodworking, dry cleaning
 Product layout. Sesuai untuk barang-barang yang standar,
memproduksikan dalam jumlah besar sehingga
menggunakan assembly line. Misal, perakitan mobil dan
motor, TV, pemrosesan makanan dan sebagainya
 Perencanaan layout untuk memproduksikan jasa
mirip dengan produksi barang. High contact system
perlu disusun sesuai kebu-tuhan customers,
sedangkan low contact bisa seperti product layout
 Tata ruang produk, peralatan dan orang-orang
disiapkan untuk memproduksi satu jenis
barang.
 Kelebihan: menyederhanakan pekerjaan.
 Kekurangan: pekerja menjadi tidak terampil dan
bosan.
 Produksi jasa: disesuaikan dengan kebutuhan
dan keinginan konsumen akan fasilitas yang
diharapkan.
 Perencanaan kualitas.
 Memenuhi standar kualitas perusahaan.
 Kualitas sebagai totalitas ciri dan karakteristik
produk dan jasa yang mendukung kemampuan untuk
memuaskan kebutuhan yang dijanjikan (American
society for quality control).
 Perencanaan metode.
 Tahap/proses dan prosedur yang jelas.
 Barang → flow chart.
 Jasa → service flow analysis.
 Penjadwalan (timetable)
 Operasi barang.
 Jadwal produksi induk: produk mana yang akan
diproduksi, kapan produksi akan dimulai, sumber daya
apa yang akan digunakan.
 Operasi jasa.
 Kontak rendah: tanggal penyelesaian yang diinginkan.
 Kontak tinggi: tidak dapat dijadwalkan secara tepat
(fleksibel).
 Manajer operasi untuk memonitor kinerja
produksi (membandingkan hasil dengan
rencana dan jadwal yang telah ditentukan).
 Follow up yang berkesinambungan.
1. Manajemen bahan produksi (berdasarkan standar
tertentu).
 Transportasi.
 Pergudangan.
 Pembelian.
 Seleksi pemasok.
 Pengendalian persediaan.
2. Pengendalian proses produksi.
 Alat pengendalian operasi
 Pelatihan pekerja.
 Just in time production system (JIT):
mengumpulkan keseluruhan bahan produksi
dan komponen pada waktu yang tepat saat
dibutuhkan untuk setiap tahap produksi.
 Sasaran: menghilangkan gangguan dengan perbaikan
produksi secara kontinyu.
 Material requerement planning (MRP):
pengiriman jumlah barang produksi yang tepat
kepada tempat yang tepat dan pada waktu
yang tepat.
 Sasaran: sedikitnya kedatangan bahan yang terlalu
dini, mengurangi kekurangan stok barang, lebih
rendahnya biaya penyimpanan.
 Pengendalian mutu : sesuai dengan kulitas yang
telah ditentukan.
 Disesuaikan.
 Mengurangi tingkat kontak dengan konsumen, co:
ATM.
 Sifat tidak dapat disimpan.
 Menciptakan suatu pemborosan, co:hotel
menerima pesanan lebih dari kapasitasnya,
penerbangan melakukan hal yang sama.
 Keterlibatan konsumen.
 konsumen menjadi bagian dari proses.
 Sekian