Anda di halaman 1dari 39

Faisal Heryono

Sinonim

Mud / Swamp fever Japanese 7 day fever

Rice Field Fever Spirochete Jaundice

Canicola Fever Leptospiral Jaundice

Autumn Fever Swineherd’s Disease


Introduksi
• Penyakit sirochaeta, berbentuk spiral,
motile, 0.1 m x 6 – 20 m
• manifestasi infeksi sistemik vaskulitis
luas
• Zoonosis
• L. interogans 23 serogroups and 187
serovars
• L. biflexa : non-pathogenic, saprophyte
Overview
• Sering tidak terdiagnosis
• Sumber - binatang (hewan pengerat dan hewan
piaraan)
Faktor epidemiologi
• Lingkungan yang terkontaminasi – musim hujan
• Pertamakali di laporkan oleh Weil in 1886
Overview
• Penduduk desa > kota
• Laki-laki > perempuan (10 : 1)
• Gambaran klinis bevariasi dari ringan sampai berat
• Sering digambarkan sebagai sakit demam
• Diagnosis – sulit ditegakkan
• Terapai – efektif, jika dimulai (<5 hari)
Bakteri

Ordo Spirochaetales – Treponema, Borrelia, Leptospira

Famili – Leptospiraceae, rentan thd panas Cl, asam

Genus – Leptospira, 26 serogroups, 250 serovars

interrogans, biflex, ictero hemorrhagica, hebdomidis

panjang tebal, spiral, berflagela bergerak aktif, gram (-)


Leptospira dilihat dg mikroskop

Mikroskop medan gelap

Panjang, tebal berbentuk


spiral
Epidemiologi
• Curah hujan, lingkungan yg terkontaminasi
• Sanitasi buruk- drainase yg tidak baik
• Binatang pengerat, ternak dan anjing liar
• Pejalan kaki dan pekerja yg tdk bersepatu
• Sulit menentukan sumber infeksi
• Setiap orang dapat terinfeksi bila terpapar
lingkungan yg terkontaminasi.
Kelompok berisiko
Paparan yg berhubungan dg pekerjaan
• Petani sawah, Ladang, Sayuran, ternak, babi
• Pembuang kotoran; tempat potong hewan, tukang
potong daging
• Peternak, Staf Lab , pekerja tambang, Tentara
• Pemancing – tinggal di pedalaman
• Rekreasi
• Berenang, berlayat, triatlon, Berkebun
Reservoirs of Infection
• Binatang pengerat termasuk kelinci
• Kucing
• Anjing
• Hewan liar
• Hewan domestik, kucing
• Kandang hewan
• Leptospira dikeluarkan bersama urin
Modus penularan
1. Kontak langsung dg urin atau jaringan dari hewan
yang terinfeksi
menembus kulit yang luka atau mukosa yang intak
2. kontak tidak langsung
kulit yang luka kontak dengan tanah, air, sayur yang
terkontaminasi
menelan makana atau air yang rekontaminasi
3. Droplet
Inhalasi dari droplets urin yg infeksius
Pathogenesis

• Pintu masuk: luka kulit atau lecet di tangan dan kaki


dan mukosa, konjungtiva, hidung, mulut

• Bacteriemia : dapat mengenai seluruh organ tubuh


termasuk mata dan cairan cerebrospinal

• Efek sistemik dan vaskulitis karena endotoksin


(hyaluronidase) hingga mortalitas

• Hemoragik nekrosis di hati, paru-paru, dan ginjal


menyebabkan ikterik, ARF, perdarahan.
Penularan

Urine

Tissue Contam Survive Infection


Feces

binatang lingkungan manusia


Natural History

Animal source - Exposure - Infection

Gejala klinik jelas Tidak jelas

Tidak ikterik Ikterik Tidak carrier

Fatal Berakhir
Sembuh
kematian
Patogenesis penyakit yg berat

Kerusakan pembuluh
Vaskulitis
Darah kecil
Leptospira

Perpidahan cairan dari intravasa ke Peradangan langsung


interstitiil cytotoxic
Peradangan
Immunologi
Kerusakan ginjal, vasculitis
internal organs
Clinical Illnesses
Types Anikterik (biasanya 95% sembuh)
Ikterik ( Weil’s Syndrome) (jarang, fatal)
Sindrom Hepato-renal
Sindrom Hemorrhagic dg gagal ginjal akut
Atypical pneumonia
meningo-encephalitis aseptik
Miokarditis, uveitis kronis
Manifestasi klinik
90% of Cases

Tdk ikterik Ikteric


Biasanya ringan Jarang , berat
Mortalitas < 2% Mortalitas 15%

10% of Cases
Anicteric Presentation
Fase Leptospiremi Fase Immune

Demam, mialgia Demam ringan

Sakit kepala hebat Meningismus

Conjunctival suffusion Uveitis


Inkubasi : 5 - 14 hari
Sakit perut, epistaxis (21hari)
Icteric Leptospirosis
Leptospirosis Ikterik
Ginjal – ringan - berat
Urinalisis : Hematuria / Pyuria / Proteinuria
Gagal ginjal: Pre renal azotemia, ATN / AIN
Oliguric / Non Oliguric
Mekanisme
Nephrotoxicity – Endotoxin, (Direct )
Bacterial migration, Toxic Metabolites
Hipoperfusi – hipotensi, Fluid loss/ Fluid shift
Perdarahan G.I. , Miokarditis
Manifestasi perdarahan
Demam disertai perdarahan – jejas pembuluh
darah
• Respiratori, TGI, g & Ginjal, traktus genital
• Pada tipe ikterik sering terjadi gagal ginjal
Pneumonitis Hemorargi
• Hemoptisis / gagal nafas
• Ro : gambaran tunggal/ multipel opasitas
• Terjadi pada minggu kedua, (dini dpt terjadi
dalam 24-48 jam)
Atypical Pneumonia
Manifestasi kardial
Manifestasi kardial
• Hemorrhagi - Miokarditis
• Kardiomyopati / gagal jantung
• Arrhithmia, Hipotensi / mati
• Atrial fibrillasi / defek konduksi
ECG
Perubahan ST-T, tidak spesifik
Low voltage complexes
Reported in Srilanka, Barbados & Portugal
Manifestasi lain
Meningo-encefalitis aseptik
• Jarang; terjdi pada fase immun
• CSF – proteins , lymphocytes 
• Kejang , Ensefalitis, Mielitis & Polineuropati
Manifestasi di mata
. Late complication
• Perdarahan/ suffusion konjungtiva
• Uveitis Anterior, Iritis, Iridociclitis, chorioretinitis
• Terjadi dalam 2 minggu – 1 th. (rata-rata 6 bln)
Demam

Differensial Diagnosis
Viral, Malaria, Tifoid

Ikterik
Malaria, hepatitis virus, Sepsis

Gagal ginjal
Malaria, Hanta virus, Sepsis

Meningitis
Bacterial / Viral causes

Demam berdarah
Dengue, Hanta virus, Typhus
Laboratorium
• LED / Hb / Platelet count
• Serum Bilirubin / SGOT/ SGPT
• Blood Urea, Creatinine & Electrolytes
• Chest X-Ray; ECG
• Tests for diagnosis of Leptospirosis
– Culture for Leptospira: Positive
– MAT; Sero conversion or 4 fold rise/ high titer
– ELISA / MSAT : positive

• MAT: Microscopic agglutination test


• (M)SAT: Microscopic slide agglutination Test
Interpretation of Tests

• Titer Antibody IgM >1/80 or IgG 1/400


•  titers indikasi saat ini terinfeksi
MAT
• Menurunnya titer menunjukkan pasca infeksi
• Untuk konfirmasi pemeriksaan SAT/ Elisa

ELISA • Menentukan untuk Dx saat ini terinfeksi


SAT • IgM antibodies sendiri dapat berguna
Interpretation of Tests
ELISA/SAT MAT Interpreta

Positif Positif Saat ini terinfeksi


Saat ini terinfeksi
Positif Negatif

Negatif Positif Pasca Infeksi

Negatif Negatif no Leptospirosis


Saat ini terinfeksi
Not available Rising titers
Waktu hubungannya dg tes

MAT

1 week 1 month 2 months 1 year 5 years

ELISA or SAT
WHO Guide - Faine’s Criteria
2 • Sakit kepala 5 • Musim hujan

2 • Demam 4 • Air tercemar


• Kontak dengan
2 • Temp > 39 F 1 hewan
4 • Conjn. suffusion 15 • ELISA IgM + ve

4 • Meningismus 15 • SAT positive

4 • Nyeri otot 15 • MAT titir tinggi


• MAT peningkatan
1 • Ikterik 25 titir
1 • Alb,  creatinine Definite • Culture positive
Modified Faine's criteria.
Part A. Clinical data Sco
re Part B : Epidemiological Score
Headache 2 factor
Fever Rainfall 5
2
temperature 39°C or more Contact with contaminated 4
2 environment
Conjunctival suffusion (bilateral) 4 Animal contact 1
Meningism 4
Muscle pain (especially calf muscle) 4 Part C: Bacteriological and Score
Laboratory Findings
Conjunctival suffusion+ 10
Meningism+Muscle pain
Isolation of Leptospira on Diag-
culture nosis
Jaundice 1 certain
Albuminuria or nitrogen retention 2 Positive serology :
ELISA IgM positive*; SAT 15
https://figshare.com/articles/_Modified_Faine_s_criteria_/539153 positive*; MAT single high
Feb 20, 2013 titre* (Any one of the three
tests should be scored)
MAT rising titre (paired sera) 25
Pendekatan Diagnosis
Gambaran
klinik

Fase Leptospiremic Fase Immune


< 7 hr > 7 hr

Blood
PCR ELISA MSAT
Culture

Repeat MAT
Terapi
Beratmulai dengan R/
Ringan mulai R/ dini
intensif.
Oral Treatment 7 to 10 day IV Treatment 5 to 7 days

Doxycycline 100 mg b.i.d Benzyl Penicillin 20L q.i.d

Amoxicillin 500 mg q.i.d Ampicillin 1G q.i.d

Ampicillin 500 mg q.i.d 3rd gen Ceftriaxone 1G od

Supportive treatment Cefotaxime 1G t.i.d


Tindakan khusus

Perawatan intensif, Perawatan jantung,


monitor hepar

Balans cairan, Trombosit, tranfusi


perdarahan

Gangguan ginjal, Komplikasi sisten syaraf


hemodialisis pusat
Prognosis dan Mortalitas

Perdarahan

Kardial Paru

Renal Fatalitas Meningitis


Pencegahan
Pencegahan sulit tu. Oleh binatang liar

Perbaikan sanitasi, Immunisasi binatang ternak

Kebersihan diri, sarana air bersih, kontrol


rodent
Tidak ada vaksin untuk manusia– multipel
serovars
Doxycycline 200 mg tiap minggu utuk kelompok
berisiko