Anda di halaman 1dari 35

MANAJEMEN RESIKO RS

RISKI YESA RIANTI NST


LATAR BELAKANG
• Rumah Sakit masing-masing memiliki resiko
klinik yang unik dan bervariasi

• Berbagai kemungkinan negatif/ kurang


menguntungkan dapat terjadi meskipun telah
dilakukan upaya-upaya untuk
menghindarinya.

• Tingkatan kemungkinan tersebut dipengaruhi


berbagai faktor, al: Klien, Petugas, Sarana,
Lingkungan, dsb
AKREDITASI
• Definisi
– Pengakuan terhadap rs yg diberikan lembaga
independen yg ditetapkan Menkes  RS memenuhi
standar pelayanan & untuk meningkatkan mutu
pelayanan

• Tujuan :
– Meningkatkan mutu Yan RS
– Meningkatkan Keselamatan Pasien RS
– Meningkatkan Perlindungan bagi pasien, masy, SDM
RS, dan RS sbg Institusi
– Mendukung Program Pemerintah
STANDAR PMKP 12
Program manajemen risiko berkelanjutan digunakan untuk
melakukan identifikasi dan mengurangi cedera serta
mengurangi risiko lain terhadap keselamatan pasien dan staf
Elemen Penilaian PMKP 12
1. Rumah sakit mempunyai program manajemen risiko rumah sakit
yang meliputi butir 1) sampai dengan 6) yang ada pada maksud dan
tujuan. (R)
2. Rumah sakit mempunyai daftar risiko di tingkat rumah sakit yang
sekurang-kurangnya meliputi risiko yang ada di butir a) sampai f) yang
ada pada maksud dan tujuan. (D,W)
3. Rumah sakit telah membuat strategi untuk mengurangi risiko yang
ada di butir a) sampai dengan f). (D,W)
4. Ada bukti rumah sakit telah melakukan failure mode effect
analysis (analisis efek modus kegagalan) setahun sekali pada proses
berisiko tinggi yang diprioritaskan. (D,W)
5. Rumah sakit telah melaksanakan tindak lanjut hasil analisis modus
dampak kegagalan. (FMEA). (D,W)
ELEMEN PENILAIAN
DEFINISI
 RESIKO / RISK

• Potensi terjadinya kerugian


• Dapat timbul dari proses / kegiatan saat Sekarang
atau Kejadian pada Masa y.a.d.
JENIS RESIKO
• Risiko Klinis :
 Semua isu yang dapat berdampak terhadap
pencapaian pelayanan pasien yang bermutu,
aman dan efektif.

• Risiko Nonklinis / Corporate Risk :


 Semua isu yang dapat berdampak terhadap
tercapainya tugas pokok dan kewajiban
hukum dari RS sebagai korporasi
RISIKO KORPORASI RISIKO KLINIS
FINANSIAL OPRASIONAL
- Alokasi sumber daya - Pelayanan dan tindakan klinis
- Manajemen anggaran dan sumber - Kegagalan proses klinis dan
daya manajemen
- Proses2 manajemen risiko - Kegagalan peralatan dan prasarana
- Instruksi2 bendahara - Peraturan, kebijakan dan standar
- Manajemen kontrak - Manajemen tenaga kerja
- Kegagalan2 fiduciary - Pelatihan dan edukasi

POLITIS LEGAL
- Hubungan2 Pemerintah Pusat- - Komplain2
Daerah - Tugas pelayanan
- Budaya rumah sakit - Tanggung jawab legal dan regulasi
- Legislasi dan regulasi Pusat-Daerah - Tanggung jawab medico-legal
- Harapan2 komunitas, politis dan - Tanggung jawab Anggaran Dasar
media - Hukum Kesehatan & Keamanan
Tempat Kerja

ACHS : Risk Management & Quality Improvement Handbook, 2013


KARS
DEFINISI...
 MANAJEMEN RESIKO

 SEBUAH PENDEKATAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DAN


KESELAMATAN DARI LAYANAN KESEHATAN DENGAN CARA
MENGIDENTIFIKASI RESIKO YANG MEMBAHAYAKAN PASIEN DAN
MENGAMBIL TINDAKAN UNTUK MENCEGAH DAN
MENGENDALIKAN RESIKO (ECRI, 2010)

 BUDAYA, PROSES & STRUKTUR YANG DIARAHKAN UNTUK


MENCAPAI EFEKTIFITAS MANAJEMEN TERHADAP BERAGAM
KEJADIAN ATAU INSIDEN

 SUATU UPAYA SISTEMATIS YANG DILAKUKAN RS DALAM


RANGKA MENGURANGI RESIKO AKIBAT PELAKSANAAN
PELAYANAN UNTUK MEMBERIKAN KUALITAS PELAYANAN
YANG BERMUTU
TUJUAN
• Mencegah terjadinya resiko yang tidak diharapkan
• Meningkatkan kesejahteraan, kesehatan dan
Keamanan/Keselamatan kerja staf
• Meminimalisir atau mengendalikan terjadinya resiko
klinis
• Mengelola resiko yang terjadi
• Menjamin terjadinya perbaikan
• Meningkatkan mutu pelayanan
• Mencegah kerugian financial rumah sakit
• Menjaga Reputasi RS
 Hospital Risk Management
Categories of Risk

Patient Risks
•Clinical Risk Mgt
•Patient Safety

Hospital
Risk
Management

Property
Risks

Roberta Caroll, editor : Risk Management Handbook for Health Care Organizations, 4th edition, Jossey Bass, 2004
Risk management process overview

KOMUNIKASI DAN KONSULTASI TEGAKKAN KONTEKS

IDENTIFIKASI RISIKO

MONITOR DAN REVIEW


ASESMEN RISIKO

ANALISA RISIKO

EVALUASI RISIKO

KELOLA RISIKO

RISK REGISTER

KARS 12
ACHS : Risk Management & Quality Improvement Handbook, 2013
• Proses untuk mengidentifikasi apa yang bisa terjadi,
mengapa dan bagaimana hal tersebut bisa terjadi

• Instrumen identifikasi :
a. Laporan insiden
b. Komplain dan litigasi
c. Risk profiling
d. Surveilance

• Teknik :
Brainstorming, survey, wawancara, informasi historis,
ataupun kelompok kerja.
RUANG LINGKUP IDENTIFIKASI RESIKO

Dalam menyusun daftar risiko diharapkan rumah sakit agar


memperhatikan ruang lingkup manajemen risiko rumah sakit
yang meliputi beberapa hal, namun tidak terbatas pada

a) pasien;
b) staf medis;
c) tenaga kesehatan dan tenaga lainnya yang bekerja di
rumah sakit;
d) fasilitas rumah sakit;
e) lingkungan rumah sakit; dan
f) bisnis rumah sakit.
• Risk grading matrix

• Root cause analysis ( RCA )  Insiden


Pasien

• Failure Modes and Effects Analysis


(FMEA)
KARS
 RISK GRADING MATRIKS
Penilaian dengan matriks grading risiko adalah suatu metode analisis
kualitatif untuk menentukan derajat risiko suatu kejadian (event)
berdasarkan 2 hal yaitu : dampak dan probabilitas (frekuensi)

IDENTIFIKASI RESIKO = DAMPAK X PROBABILITAS

Dampak : merupakan gambaran tentang kerugian (losses) atau


akibat yang ditimbulkan pada pasien akibat adanya suatu
kejadian (events), mulai dari tidak ada cedera sampai meninggal.

Dampak juga menggambarkan konsekuensi negatif dari sebuah


kejadian (events)

Probabilitas : menggambarkan tingkat kemungkinan kejadian


atau tingkat keseringan kejadian.
PENILAIAN DAMPAK KLINIS
TINGKAT KATEGORI DESKRIPSI
RESIKO
1 Tidak Tidak ada cidera dan kerugian
signifikan
2 Minor Cidera ringan dan dapat diatasi dengan pertolongan
pertama

3 Moderat 3ModeratCidera sedang, berkurangnya fungsi motorik /


sensorik / psikologi atau intelektual yang bersifat reversibel
dan dapat memperpanjang perawatan

4 Mayor Cidera luas, kehilangan fungsi motorik / sensorik / psikologi


atau intelektual yang bersifat irreversibel, tidak
berhubungan dengan penyakit

5 Katastropik Kematian yang tidak berhubungan dengan perjalanan


penyakit
KATEGORI 1 2 3 4 5
DAMPAK INSIGNIFICA MINOR MODERAT MAJOR KATASTROPIK
NT
KESEHATAN TIDAK CEDERA RINGAN, - HILANG HARI - CEDERA LUAS KEMATIAN
DAN SIGNIFIKAN DAPAT DIATASI KERJA/ PEKERJA - CACAT FISIK
KESELAMATAN DENGAN DIRAWAT
KERJA PERTOLONGAN
PERTAMA
PELAYANAN/ - TERHENT - TERHENTI > 8 - TERHENTI > 1 - TERHENTI > 1 - TERHENTI
OPERASIONAL I > 1 JAM JAM HARI MGG PERMANE
- 5- 10 % - 11-15% - 16-20% TARGET - 21-25% N
TARGET TARGET KERJA TIDAK TARGET - > 25%
KERJA KERJA TIDAK TERCAPAI REALISASI TARGET
TIDAK TERCAPAI KERJA TIDAK REALISASI
TERCAPAI TERCAPAI KERJA
TIDAK
TERCAPAI
BIAYA/ KERUGIAN KERUGIAN > 0,1% KERUGIAN > 0,25% KERUGIAN LEBIH KERUGIAN > 1
KEUANGAN KECIL ANGGARAN ANGGARAN DARI 0,5% % ANGGARAN
ANGGARAN
PUBLIKASI RUMOR - MEDIA LOKAL - MEDIA LOKAL MEDIA MEDIA
TIDAK - WAKTU - WAKTU LAMA NASIONAL < 3 HR NASIONAL > 3
MASUK SINGKAT HARI
MEDIA
REPUTASI RUMOR DAMPAK KECIL - DAMPAK - DAMPAK - MENJADI
THD MORIL BERMAKNA THD SERIUS THD MASALAH
KARYAWAN DAN MORIL MORIL BERAT
KEPERCAYAAN KARYAWAN KARYAWAN BAGI
PENILAIAN PROBABILITAS
Tingkat Deskripsi
Risiko
1 Sangat jarang terjadi (> 5 tahun sekali)

2 Jarang terjadi ( > 2-5 tahun sekali)

3 Mungkin terjadi (1-2 tahun sekali)

4 Sering terjadi (beberapa kali dalam 1 tahun)

5 Sangat sering terjadi (tiap hari / tiap minggu /


tiap bulan)
MATRIKS GRADING RISIKO
PROBA DAMPAK
BILITAS
1 2 3 4 5
1 MODERAT MODERAT TINGGI EXTRIME EXTRIME

2 MODERAT MODERAT TINGGI EXTRIME EXTRIME

3 RENDAH MODERAT TINGGI EXTRIME EXTRIME

4 RENDAH RENDAH MODERAT TINGGI EXTRIME

5 RENDAH RENDAH MODERAT TINGGI EXTRIME


TABEL ASESMEN RISIKO
IMRK

1. Identifikasi insiden yg akan di investigasi

2. Tentukan tim investigator


3. Kumpulkan data INVESTIGASI
(Observasi, Dokumentasi , Interview)
4. Petakan kronologis kejadian
(Narratif chronology, Timeline, Tabular Timeline,
Time Person Grid)
5. Identifikasi masalah (CMP)
(Brainstorming, brainwriting, Nominal Group
Technique)
ANALISA
6. Analisis Informasi
(5 why’s, Analisis Perubahan, Analisis
penghalang, fish borne, dll
7. Rekomendasi dan Rencana kerja untuk
IMPROVE
improvement
KARS
 FAILURE MODE AND EFFECT
ANALYSIS (FMEA)

Metode sistematik untuk mengidentifikasi


bagaimana proses dapat gagal, kenapa gagal
dan pencegahannya sebelum terjadi
LANGKAH-LANGKAH
ANALISIS MODUS KEGAGALAN & DAMPAK (AMKD)®
(HEALTHCARE FAILURE MODE EFFECT AND ANALYSIS)
(HFMEA) By : VA NCPS

1. Tetapkan Topik AMKD/HFMEA

2. Bentuk Tim

3. Gambarkan Alur Proses

4. Buat Hazard Analysis

5. Tindakan dan Pengukuran Outcome

KARS
MENGIDENTIFIKASI TOPIK FMEA
• Pemimpin menjamin bahwa implementasi
program proaktif dan terus menerus untuk
mengidentifikasi resiko patient safety dan
mengurangi medical/health care errors

• Pilih salah satu proses yang beresiko tinggi


untuk dilakukan penilaian resiko
Berdasarkan kepustakaan kasus yang sering
muncul
3. EVALUASI RISIKO

1. Risk Ranking

2. Prioritize the risk

3. Cost Benefit Analysis (setelah diranking, biaya


untuk mengurangi risiko dibandingkan dengan
biaya kalau terjadi risiko)

4. Determine, is the risk to be accepted or not

KARS
 Kriteria Evaluasi Risiko

• Keputusan untuk menerima risiko dan


pengelolaannya berdasarkan pertimbangan :
o kriteria klinis, operasional, teknis, kemanusian
o kebijakan, tujuan ,
o sasaran dan kepentingan stakeholder.
o keuangan, hukum, sosial

KARS
 Risk Register

• RS harus punya Standar yg berisi Program Risk


Assessment tahunan  Risk Register

• Risk Register :
1. Risiko yg teridentifikasi dlm 1 thn
2. Informasi Insiden keselamatan pasien, klaim
litigasi dan komplain, investigasi eksternal &
internal, exernal assessments dan Akreditasi
3. Informasi potensial risiko maupun risiko aktual
(menggunakan RCA & FMEA)
KARS
o Pengendalian risiko

o Pembiayaan risiko

KARS
LEVEL/BAN
TINDAKAN
DS
Risiko ekstrem, dilakukan RCA paling lama 45
EKSTREM hari, membutuhkan tindakan segera, perhatian
sampai ke direktur
Risiko tinggi, dilakukan RCA paling lama 45 hari,
HIGH
kaji dng detail & perlu tindakan segera, serta
(TINGGI)
membutuhkan tindakan top manajemen
Risiko sedang dilakukan investigasi sederhana
MODERATE paling lama 2 minggu. Manajer/pimpinan klinis
(SEDANG) sebaiknya menilai dampak terhadap bahaya &
kelola risiko
Risiko rendah dilakukan investigasi sederhana
LOW
paling lama 1 minggu diselesaikan dng prosedur
(RENDAH)
rutin
TABEL ASESMEN RISIKO
RENCANA KEGIATAN / ACTION PLAN
Rencana kegiatan dengan tujuan strategis untuk satu tahun digambarkan
dengan tabel
Tujuan Kegiatan Hasil Pelaksana Waktu
Strategis ( Outcome ) (Time Scale)

1.Risk Penyusunan
Management rencana dan
sebagai bagian kebijakan strategis ----- ---- ----
integral dari tentang
rencana strategi Manajemen Risiko
RS
2.Membangun Sosialisasi
kesadaran dan Manajemen Risiko
kepedulian staf kepada seluruh ---- ---- ----
tentang staf RS
Manajemen Risiko
3.Pembelajaran Penyebarluasan
dari pengalaman proses Manajemen ---- ---- ----
risiko tahun lalu Risiko

4…………………… …………………….. …………………….. …………………..... …………………..

5…………………… …………………….. KARS


…………………….. …………………….. ……………………..
SENTINEL RCA

MERAH &
KTD KUNING

RISK
GRADING BIRU &
KNC HIJAU

INVESTIGASI
SEDERHANA
DAMPAK PROBABILITAS SKOR RISIKO
BANDS/LEVEL
NO RUANGAN KATEGORI RISIKO/INSIDEN (D) (P) (D X P) RANGKING RISIKO
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 L M H I

BANGUNAN FISIK RUANGAN :


Risiko terpeleset karena flafon / dinding/AC bocor
1 FLAMBOYAN x x 12 x 12 26

Risiko terpeleset karena flafon / dinding/AC bocor


2 MAWAR x x 12 x 12 27

Risiko terpeleset karena flafon / dinding/AC bocor


3 LAUNDRY   4  4 28

4 OK x x 15 x 45 11
AC tidak dingin sehingga merusak Alat dan Risiko Infeksi
5 JENAZAH Risiko Terpapar Formalin berkepanjangan x x 10 x 20 21
6 PERINA Risiko kehilangan bayi karena rawat gabung x x 4 x 16 25

7 FISIOTERAPI/HD x x 15 x 45 9
Alat tidak berfungsi sama sekali/rusak sehingga pelayanan terganggu
8 IPAL Risiko Petugas terjatuh x x 10 x 40 12
9 CSSD Kerusakan Alat Sterilisasi x x 20 x 80 1
10 HD Tidak ada wastafel cuci tangan petugas x x 10 x 20 22
11 SERUNI Dinding merembes jika hujan x x 15 x 45 10
12 LABORATORIUM Reagen habis / PO reagen lama/ED x x 9 x 18 23
13 GIZI Alat makan Pasien tidak cukup x x 20 x 40 14
14 Poliklinik Ketidakhadiran dokter spesialis x x 12 x 36 15
Resiko tertular infeksi karena ventilasi exhause fan rusak
14 DAHLIA   12  36 16

15 LAUNDRY Mesin Rusak   16  64 3

1 FLAMBOYAN insiden kesalahan pemberian obat   16 x 48 7

2 FARMASI x x 10 x 30 19
kesalahan identifikasi pasien saat penginputan resep
3 VIP salah nama obat LASA/Norum dari Apotik x x 6 x 12

4 PERINA x x 20 x 40 13
Resiko kerusakan mata petugas karena alat foto terapi

5 LAUNDRY Risiko Infeksi Nosokomial  x 9 x 18 24

6 HD Risiko tertular hepatitis-B/HIV pada petugas x x 12 x 48 6


7 OK Tidak ada SIO Pasien x x 15 x 60 4
8 SERUNI tulisan dokter tidak terbaca x x 12 x 36 17

9 LABORATORIUM Tidak ada ruangan khusus untuk pengambilan sampel dahak x x 9 x 36 18

10 DAHLIA Kesalahan pemberian obat   16  48 8


11 Poliklinik Resiko infeksi nosokomial x x 12 x 48 5
12 mawar Tidak ada ruang khusus pasien TB MDR x x 16 x 64 2

13 GIZI Risiko infeksi pada petugas akibat kelembaban ruangan terlalu tinggi x x 12 x 24 20

(Diisi Oleh Unit, boleh ditambah baris jika kurang)

Anda mungkin juga menyukai