Anda di halaman 1dari 45

DIABETES MELLITUS

GESTASIONAL
Pendahuluan

• Prevalensi wanita yang didiagnosa diabetes meningkat


sepanjang tahunnya.
• DM yang tidak terkontrol selama kehamilan
mengakibatkan peningkatan risiko keguguran pada
trimester pertama, kelainan bawaan, persalinan
prematur, preeklampsia, polihidramnion, makrosomia,
trauma persalinan khususnya kerusakan nervus brakhialis,
terlambatnya pematangan paru, respiratory distress
syndrome, hipoglikemia, Risiko jangka panjang meliputi
obesitas, DM dan rendahnya IQ
Tinjauan Kasus

Identitas
• Nama Pasien : Ny. Setyaningsih Nama Suami : Tn. Hendrik
• Umur : 34 Tahun Usia : 39 Tahun
• Suku : Madura Pendidikan : SMP
• Agama : Islam Pekerjaan : Swasta (gojek)
• Pendidikan : SMA
• Pekerjaan :-
• Alamat : Semolowaru utara IV A/6, Surabaya
• No RM : 386695
• MRS : 15 April 2019, 11.00 wib
Anamnesis

• Keluhan Utama :
Kenceng kenceng
• Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien datang ke Poli RSU Haji Surabaya
dari Bidan dengan keluhan kenceng kenceng.
Kenceng kenceng dirasakan +/- sejak pukul
03.00 dini hari SMRS, kenceng kenceng dirasakan
hilang timbul dan menjadi lebih sering, lendir
(+), darah (+), pusing (-) mual (-) muntah (-)
demam (-).
Riwayat Penyakit Dahulu

• Hipertensi : (-)
• Diabetes Melitus : (+) sejak 4 tahun yang lalu
• Asma : (-)
• Alergi : (-)
• Lainnya :
Riwayat Penyakit Keluarga

• Hipertensi : (+) ayah dan ibu pasien


• Diabetes Melitus : (+) Ayah pasien
• Asma : (-)
• Alergi : (-)
• Lain-lain : penyakit jantung (+) ayah
dan ibu pasien
Riwayat Haid

• Menarche : 10 tahun
• Siklus : 28 Teratur
• Lama : 7 hari
• Dismenorhea : (+)
• HPHT : 30 Agustus 2018
• TP : 7 Juni 2018
• UK : 31-32 minggu
Riwayat Perkawinan
• Menikah : 1 Kali
• Lama : 11 tahun

Riwayat Kehamilan dan Persalinan


• Laki laki / aterm/ Spt B/ Bidan/ 2700 gr / 16 th
• Laki laki / aterm/ Spt B/ dukun/ 3200 gr / 6 th
• Perempuan / aterm/ Spt B/ Bidan/ 3500 gr / meninggal
• Hamil ini
Riwayat ANC
• 6x di RSU Haji

Riwayat KB
• Pil KB lalu suntik tiap bulan selama 5th
Pemeriksaan Fisik

• Pemeriksaan Umum
• Keadaan Umum : Cukup
• Kesadaran : Compos mentis
• TB : 155 cm
• BB : 78 kg
• BMI : 32,5 (obese I)
• Vital Sign
• TD : 110/90 mmHg (MAP: 96,7)
• Nadi : 90x/menit
• Suhu : 36,5 °C
• RR : 18 x/menit
Status Generalis
• Kepala : A(-)/I(-)/C(-)/D(-)
• Leher : Pembesaran KGB (-), kelenjar tyroid (-)
• Thorax : normochest
• Cor I: Iktus tidak tampak
P: Iktus tidak kuat angkat
P: Batas Jantung dbn
A: S1S2 Tunggal, murmur (-), gallop (-)
• Pulmo I: pergerakan dinding dada simetris, retraksi (-)
P: ekspansi dinding dada simetris, nyeri tekan (-)
P: sonor / sonor
A: ves/ves, Rh -/- wh -/-
•Abdomen
I: tampak membesar, linea nigra, striae gravidarum (+), BSC (-)
A: bising usus (+) dbn
P: nyeri tekan (-)
P: redup

•Ekstremitas :
Akral kering hangat merah
Edema
- -
+ +
Pemeriksaan obstetri

• Leopold I : teraba bagian lunak, tidak melenting,


kesan bokong, TFU 33cm
• Leopold II : sebelah kiri teraba bagian keras,
memanjang kesan punggung, DJJ
146x/menit
• Leopold III : teraba bagian bulat, keras, melenting,
kesan kepala
• Leopold IV : konvergen, belum masuk PAP, 5/5
Pemeriksaan Dalam

• Pembukaan : 2cm
• Effisment : 50%
• Presentasi : kepala
• Denominator : -
• Hodge : -
• Ketuban : utuh
Pemeriksaan Penunjang

• Lab : 15/ 04/ 2019


• Darah Lengkap:
• Hb : 10.6 g/dl (12,8 – 16,8)
• Leukosit : 12.030/mm3 (4.500 – 13.500)
• Trombosit : 239.900/mm3 (150.000 – 440.000)
• Hematokrit : 31,9 % (33 – 45)

• Kimia Klinik
• GDA : 98mg/dl (50-140)
Urine Lengkap :
• Bj : 1.005
• pH : 7.0
• nitrit : negative
• protein : negative
• glukosa : normal
• keton : 15mg/dl (2+)
• urobilin : normal
• bilirubin : negatif
• sedimen ery : 0 - 1 plp (0-1)
leko : 0 – 1 plp (0-1)
cylind : negatif
epithel : 0 – 1 plp (0-1)
bact : positif (+)
cryst : negatif
lain-lain : negatif
• USG
26 febuari
janin tunggal hidup laki laki kepala masih
tinggi, intrauterin
AFI : polihidramnion
Lokasi plasenta : fundus, bebas
EFW : 742gr (24minggu 5 hari)

• NST
• HIS 35detik 4x/10menit
• Ny. S, 34 tahun
• Kenceng kenceng (+) darah (+) • Pemeriksaan Khusus Obstetri
lender (+) • Leopold I : teraba bagian lunak, tidak
• RPD : DM (+) melenting, kesan bokong, TFU 33 cm
• RPK : DM (+) HT (+) Jantung (+) • Leopold II : sebelah kiri teraba
bagian keras, memanjang kesan punggung,
• HPHT : 30 agustus 2018
DJJ 146x/menit
• TP : 7 juni 2019
• Leopold III : teraba bagian bulat, keras,
• UK : 31-32 minggu melenting, kesan kepala
• Riwayat Kehamilan dan Persalinan • Leopold IV : konvergen, belum masuk PAP, 5/5
• Laki laki / aterm/ Spt B/
Bidan/ 2700 gr / 16 th
• Laki laki / aterm/ Spt B/ Pemeriksaan Dalam (Vaginal Toucher)
dukun/ 3200 gr / 6 th • Pembukaan : 2cm
• Perempuan / aterm/ Spt B/
Bidan/ 3500 gr / meninggal • Effisment : 50%
• Hamil ini • Presentasi : kepala
• BMI : 32,5 (obes gr I) • Denominator :-
• TD :110/90 mmHg (MAP: 96,7) • Hodge :-
• Nadi :90x/menit • Ketuban : utuh
• Edema kedua kaki
Lab : 09/ 10/ 2018
• Darah Lengkap:
• Hb : 10.6 g/dl (12,8 – 16,8)
• Kimia Klinik
• GDA : 98mg/dl (50-140)
• Urine Lengkap :
• keton : 15mg/dl (2+)
• bact : positif (+)
Diagnosis
• GIVP3-2A1/ uk 32-33 minggu/ THIU/ Let. Kepala/ Tidak Inpartu/ obes
grade I/ DM pragestasional/ PPI/ 2284 gr/ UPD sudah teruji

Planning Diagnosis
• DL, UL, GDA, HBSAG, NST, USG FM

Terapi
• MRS, bed rest total
• Inf. RL + bricasma 1amp 20 tpm
• Inj dexamethasone 2x6mg im
• Diet TKTP
• Novomic 26-36
• Kateter urin
• Konsul Interna
Monitoring
• KU
• TTV
• Input-output cairan
• Lab : DL, SE, UL

Edukasi
• Menjelaskan kepada keluarga pasien mengenai:
• Kondisi pasien
• Tindakan yang akan dilakukan
• Menjelaskan tentang prognosis dan komplikasi

Prognosis
• Dubi at bonam
Tinjauan Pustaka
DEFINISI

Pengertian Diabetes Melitus


• Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit
metabolic sebagai akibat kurangnya insulin
efektif baik karena adanya disfungsi sel beta
pancreas atau ambilan glukosa di jaringan
perifer yang menyebabkan hiperglikemi
• Diabetes Pragestasi Adalah diabetes yang terjadi
sebelum konsepsi dan terus berlanjut setelah masa
hamil.
• Diabetes pragestasi dapat berupa diabetes tipe 1
(tergantung insulin) dan tipe II (tidak tergantung
insulin
• Diabetes Mellitus Gestasional (DMG) didefinisikan
sebagai gangguan toleransi glukosa berbagai
tingkat yang diketahui pertama kali saat hamil
tanpa membedakan apakah penderita perlu
mendapat insulin atau tidak.
• Disebut diabetes gestasional bila gangguan
toleransi glukosa yang terjadi sewaktu hamil
kembali normal dalam 6 minggu setelah
persalinan.
TANDA & GEJALA

 Sering kencing pada malam hari ( polyuria )


 Selalu merasa haus ( polydipsia)
 Selalu merasa lapar ( polyfagia )
 Selalu merasa lelah atau kekurangan energy
 Penglihatan menjadi kabur
 Glukosauria ( glukosa dalam urine )
 BB menurun
 Gula darah 2 jam pp > 200 mg/dl.
 Gula darah sewaktu > 200 mg/dl
 Gula darah puasa > 126 mg/dl.
FAKTOR RESIKO

 Keguguran berulang
 Riwayat melahirkan bayi dengan cacat bawaan atau
anak mati tanpa sebab yang jelas
 Pernah melahirkan bayi > 4000 gram
 Riwayat pre eklamsi
 Riwayat polihidramnion
 Usia ibu > 30 tahun
 Riwayat DM pada keluarga
 Pernah DMG sebelumnya
 Infeksi saluran kemih berulang selama hamil.
PATOFISIOLOGI

• Diabetes mellitus ditandai dengan


hiperglikemia (peningkatan glukosa darah)
diakibatkan karena produksi insulin yang tidak
adekuat atau penggunaan insulin secara tidak
efektif pada tingkat seluler. Insulin– insulin
yang diproduksi sel– sel beta pulau langerhans
di pankreas bertanggung jawab mentranspor
glukosa ke dalam sel
Hiperglikemia menyebabkan hiperosmolaritas dalam
darah yang menarik cairan intarsel ke dalam sisitem
vaskular  terjadi dehidrasi dan peningkatan volume
darah  ginjal menyekresi urine dalam volume besar
(poliuria) sebagai upaya untuk mengatur kelebihan
volume darah dan menyekresi glukosa yang tidak
digunakan (gliousuria).
Dehidrasi seluler, menimbulkan rasa haus berlebihan
(polidipsi).

Penurunan berat badan


pemecahan lemak dan jaringan otot  menimbulkan
rasa lapar yang membuat individu makan secara
berlebihan (polifalgia).
Pada DMG, selain perubahan-perubahan fisiologi
tersebut, akan terjadi suatu keadaan di mana
jumlah/fungsi insulin menjadi tidak optimal. Terjadi
perubahan kinetika insulin dan resistensi terhadap
efek insulin. Akibatnya, komposisi sumber energi
dalam plasma ibu bertambah (kadar gula darah
tinggi, kadar insulin tetap tinggi).
• Hiperglisemia pada trimester 3 menyebabkan
terhambatnya sintesa surfaktan oleh sel
pneumosit II  menyebabkan keterlambatan
dalam pematangan paru (Delayed Lung
Maturation ) yang berakibat terjadinya RDS
pasca lahir.
• Masuknya glukosa yang tinggi ke sirkulasi janin
 rangsangan hiperplasia sel beta langerhans
janin  terjadi hiperinsulin pada janin 
makrosomia
DIAGNOSIS +
SKRINING • Ibu Hamil

Faktor resiko

ADA TIDAK ADA


Periksa GDS/ GDP di ANC 1 Tes Toleransi Glukosa
Oral di usia kehamilan
28-34 minggu
• GDS >200mg/dl + gejala klasik
• GDP > 126mg/dl
• TTGO 2 jam > 200mg/dl • GDP > 92mg/dl
• HBA1C > 6,5% • TTGO selepas 1 jam >
180mg/dl
• TTGO selepas 2 jam >
DM + TIDAK DM 153mg/dl

DMG (+) Normal


KLASIFIKASI DMG

Diabetes dengan kehamilan, ada 2


kemungkinanyang dialami oleh si Ibu:
1. Ibu tersebut memang telah menderita DM
sejak sebelum hamil
2. Si ibu mengalami/menderita DM saat hamil
Klasifikasi DM dengan Kehamilan menurut Pyke:
• Klas I : Gestasional diabetes, yaitu diabetes yang
timbul pada waktu hamil dan menghilang setelah
melahirkan.
• Klas II : Pregestasional diabetes, yaitu diabetes
mulai sejak sebelum hamil dan berlanjut setelah
hamil.
• Klas III : Pregestasional diabetes yang disertai
dengan komplikasi penyakit pembuluh darah seperti
retinopati,nefropati, penyakit pemburuh darah
panggul dan pembuluh darah perifer.
PENGARUH KE KEHAMILAN
 Dalam kehamilan
Abortus,partus prematurus, preeklamsi, hidramnion,
kelainan letak, insufisiensi placenta
 Dalam persalinan
Inertia uteri & atonia uteri, distosia bahu karena bayi
besar, lahir mati
 Saat nifas
Infeksi nifas, sepsis puerpuralis, menghambat
penyembuhan luka jalan lahir.
 Bagi bayi
Cacat bawaan, dismatur, makrosomia, IUFD ( Intra
Uteri Fetal Death ), kematian neonatal, kelainan
neurologi dan psikologi di kemudian hari.
TERHADAP TERHADAP TERHADAP
KEHAMILAN PERSALINAN NIFAS
· Hyperemesis kegiatan otot rahim dan Lebih sering
gravidarum usaha meneran mengakibatkan infeksi
mengakibatkan nifas dan sepsis yang
· Pemakaian glikogen pemakaian glukosa lebih menghambat luka jaln
bertambah banyak , sehingga dapat lahir , baik rupture
terjadi hypoglikemia , perineum maupun lika
· Meningkatnya apabila disertai dengan episitiomi
metabolism basal muntah – muntah.

· Sebagian insulin ibu


dimusnahkan oleh enzim
insulin dalam plasenta
KOMPLIKASI

 Maternal
Infeksi saluran kemih, hydramnion, hipertensi
kronik, preeklamsi, kematian ibu.
 Fetal
Abortus spontan, kelainan congenital, infusiensi
plasenta, makrosomia, kematian intra uterin.
 Neonatal
Prematuritas, kematian intauterin, kematian
neonatal, trauma lahir, hipoglikemia,
hipomagnesemia, hipokalsemia,
hipebilirubinemia, syndrome gawat nafas,
polisitemia.
KOMPLIKASI KOMPLIKASI
MATERNAL JANIN

•Hipertensi •Kematian perinatal tinggi

• Hidraamnion •Kelainan congenital

•Persalinan distosia •Makrosomia

• Gangguan vaskuler sehingga •Kematian intra uterin


menimbulkan : preeclampsia
•Abortus berulang / tanpa sebab
•Dapat terjadi infertilitas •Respiratory distress syndrom

•Emesis dan hyperemesis berat •Janin makrosomia cenderung


menyebabkan pertolongan persalinan
operatif transoabdominal
•pertolongan persalina pervaginam
yang paling berbahaya adalah distosia
bahu.
PENATALAKSANAAN

1. DIET
• Diberi diet 1200 – 1800 kalori sehari selama
kehamilan.
• Pola makan 3 kali makan besar diselingi 3
kali makanan kecil dianjurkan dalam sehari.
• Pembatasan jumlah karbohidrat 40% dari
jumlah makanan dalam sehari dapat
menurunkan kadar glukosa darah
postprandial (2 jam setelah makan)
2. Olahraga
• Bersepeda dan olah tubuh bagian atas
direkomendasikan pada wanita dengan diabetes
gestasional.
• Para wanita dianjurkan meraba sendiri rahimnya
ketika berolahraga, apabila terjadi kontraksi maka
olahraga segera dihentikan.
• Olahraga berguna untuk memperbaiki kadar glukosa
darah
3. Pengobatan insulin
• Penderita yang sebelum kehamilan memerlukan insulin
• Terapi insulin direkomendasikan oleh The American
Diabetes Association (1999) ketika terapi diet gagal
untuk mempertahankan kadar gula darah puasa < 95
mg/dl atau 2 jam setelah makan kadar gula darah < 120
mg/dl
TERAPI OBSTETRI

• Pada penderita diabetes gestational yang tidak


berat, dapat dikendalikan gula darah melalui
diet saja,tidak memiliki riwayat melahirkan
bayi makrosomia, maka ibu dapat melahirkan
secara normal dalam usia kehamilan 37 – 40
minggu selama tidak ada komplikasi lain.
• Apabila diabetesnya lebih berat dan
memerlukan pengobatan dengan insulin , maka
sebaiknya kehamilan diakhiri lebih dini pada
kehamilan 36 – 38 minggu
• Wanita dengan diabetes gestasional memiliki
risiko meningkat untuk mengalami diabetes
tipe 2 setelah melahirkan. Kadar glukosa darah
ibu harus diperiksa 6 minggu setelah
melahirkan dan setiap 3 tahun ke depan.

Anda mungkin juga menyukai