Anda di halaman 1dari 13

ASPEK LEGAL DAN PROTEKSI

RADIASI
Drg Resti Iswani Sp.RKG
Dasar hukum dalam membina instalasi
radiologi
. PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 63 TAHUN 2000
1

TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN TERHADAP PEMANFAATAN RADIASI PENGION

2. UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN


1997 TENTANG KETENAGANUKLIRAN

3. KODE ETIK RUMAH SAKIT INDONESIA (KODERSI) 2000

4. UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN


1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN

5. PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 64 TAHUN 2000


TENTANG PERIZINAN PEMANFAATAN TENAGA NUKLIR

6. UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 1992 TENTANG KESEHATAN


Proteksi radiasi
Proteksi radiasi adalah rencana perundang-undangan untuk meminimalkan
resiko radiasi terhadap pekerja dan pasien.

International Commmission on Radiological Protection (ICRP) menetapkan


data dan merekomendasikan untuk mengikuti prinsip dasar, sebagai berikut:
• Tidak ada tindakan radiasi yang dilakukan kecuali jika itu menguntungkan
(justification).
• Setiap paparan radiasi harus memenuhi prinsip as low as reasonably
practicable (ALARP), dan mempertimbangkan faktor sosial dan ekonomi
pasien (optimization).dosis rdiasi harus serendah mungkin.
• Dosis ekuivalen tiap individu tidak boleh melebihi batas yang
direkomendasikan oleh ICRP (limitation).
ALAT-ALAT PELINDUNG RADIASI (Proteksi)

Diafragma cahaya
(Light beam Konus (Conus)
diafragm)
Pelindung Pelindung gonad
ovarium (ovarium (gonad shield)
shield)

Sarung tangan Apron timbal (lead


timbal (lead apron)
gloves)

Karet timbal (lead


rubber) Kaca timbal (lead
glass)
SATUAN RADIASI
Rad : satuan dosis serap
Roentgen Satuan rad : radiasi yg
Satuan pemaparan radiasi yg diperlukan utk melepaskan
memberikan muatan 2,58 x tenaga 100erg dalam 1 gram
10-4 Coulomb per kg udara bahan yg disinar
(1 rad = 100 erg/gram)

Rad tergantung bahan yg Gray


disinar & tenaga radiasi,
tetapi jumlah rad per R 1 Gray = 100 Rad
pemaparan berbeda dgn
tenaga berkas sinar &
komposisi bahan serap
• Rem → ukuran efek biologis akibat radiasi
• Faktor kualitas pada sinar X dan sinar gamma adalah satu
• 1 roentgen = 1 Rad = 1 Rem
• Sievert (SV)
• 1 Sievert (SV) = 100 Rem
Tiga Cara Pengendalian Tingkatan Pemaparan Radiasi

1. Jarak → efektif karena 2. Waktu → pemaparan dapat


intensitas radiasi diatur dengan waktu melalui
dipengaruhi oleh hukum berbagai jalan :
kuadrat terbalik

 Membatasi waktu generator dihidupkan


 Pembatasan waktu berkas diarahkan ke ruang
tertentu
 Pembatasan waktu ruang dipakai → bila waktu
& jarak tidak mencukupi dipakai maka digunakan
3. Perisai
Terbuat dari Timbal atau beton. Ada 2 jenis :
• Perisai primer → memberi proteksi terhadap garis radiasi
primer (berkas sinar guna). Letaknya di tempat tabung
sinar X, kaca timbal pd tabir fluoroskopi
• perisai sekunder → memberi proteksi terhadap radiasi
sekunder (sinar bocor atau hambur). Letaknya pada : tabir
sarat timbal pd fluoroskopi, dan perisai yg dapat dipindah-
pindahkan
Alat-Alat yg dipakai utk mencatat dosis

1. Film badge → utk mencatat dosis 2. Dosimeter saku


yg diterima personil (petugas) yg Pengukur dosis yg mempunyai
terkena berbagai jenis radiasi dan respon (reaksi) thd radiasi,
berlainan kualitasnya → harus sebanding dgn jumlah pasangan ion
mampu mencatat dosis dari yg dihasilkan selama perjalanannya
sumber radiasi lainnya melalui elemen pendeteksian →
lebih teliti dibanding film badge
Proteksi thd dokter
pemeriksa & petugas
radiologi lainnya

1. Hindari penyinaran bagian tubuh yg tidak terlindung


2. Pemakaian sarung tangan, apron atau gaun pelindung yg berlapis Pb dgn
tebal maksimum 0,5 mm Pb
3. Hindari melakukan sinar tembus usahakan melakukan radiografi
4. Hindari pemeriksaan sinar tembus tulang2 kepala (Head Fluoroskopi)
5. Akomodasi mata, sebelum melakukan pemeriksaan sinar tembus paling
sedikit 20 menit
6. Gunakan alat pengukur sinar roentgen
7. Pemeriksaan pesawat sebelum dipakai mis : bahaya elektrik, kebocoran
tabung pesawat, voltage yg aman dan lamanya,
8. Pemeriksaan rutin kemungkinan adanya bocor/ rusaknya perlengkapan
pelindung berlapis Pb
Tata Tertib Penggunaan utk Proteksi Personil

Harus pakai film Badge terus menerus. Selain itu ruang pesawat
sinar X diagnostik :
1. Petugas diharuskan memakai perisai atau pakaian proteksi yg
tersedia
2. Petugas tidak boleh memegang pasien selama penyinaran
3. Bila memakai pesawat
a. Sinar X Dental
b. Mobil X ray unit → petugas harus berdiri di luar berkas
sinar, menjauh sejauh mungkin dari pasien