Anda di halaman 1dari 33

PENGUK U R A N D A N

KETIDA K P A ST IA N
Y, T RI D E DI SET YAW A N,ST
POWERED B

ITA S K ESE HA TAN SU RAB AYA


BALAI PENGAMANAN FASIL
• SEBUAH PENGUKURAN ADALAH SATUAN YANG MEMILIKI BESARAN BAIK JUMLAH DAN UNIT.
PENGUKURAN
Pengukuran :
• serangkaian kegiatan dengan tujuan menentukan nilai dari suatu besaran
• sebuah proses eksperimental untuk mendapatkan informasi tentang nilai dari suatu besaran (draft VIM)

Pengukuran yang sempurna ?


• memperoleh nilai benar ? → tidak akan pernah dapat dicapai

Hasil Pengukuran:
• hanya merupakan pendekatan atau taksiran dari nilai benar
• akibat dari adanya ketidakpastian dari definisi obyek pengukuran, pengaruh acak dan pengaruh sistematik
terhadap proses pengukuran, taksiran nilai obyek pengukuran memiliki sebaran → KETIDAKPASTIAN
PENGUKURAN
KALIBRASI
“ SERANGKAIAN KEGIATAN UNTUK MENETAPKAN HUBUNGAN, DALAM KONDISI TERTENTU, ANTARA NILAI SUATU BESARAN YANG
DITUNJUKKAN OLEH PERALATAN UKUR ATAU SISTEM PENGUKURAN, ATAU NILAI YANG DIREPESENTASIKAN OLEH BAHAN UKUR ATAU
BAHAN ACUAN, DENGAN NILAI TERKAIT YANG DIREALISASISAN OLEH STANDAR”
( VOCABULARY OF BASIC AND GENERAL TERMS IN METROLOGY – VIM 1993 )

HASIL KALIBRASI DAPAT BERUPA :


- PENETAPAN NILAI BESARAN UKUR, ATAU
- PENETAPAN KOREKSI YANG BERKAITAN DENGAN PENUNJUKKAN ALAT UKUR

HASIL KALIBRASI BIASANYA DIREKAM DALAM DOKUMEN YANG SERING DISEBUT ‘ SERTIFIKAT KALIBRASI ‘
KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN

• SEBUAH PARAMETER YANG BERKAITAN DENGAN HASIL PENGUKURAN, YANG MENUNJUKKAN KARAKTERISTIK
SEBARAN NILAI-NILAI YANG SECARA LAYAK DAPAT DIBERIKAN KEPADA OBYEK PENGUKURAN …(DEFINISI
DALAM VIM 2)

• SEBUAH PARAMETER YANG MENUNJUKKAN KARAKTERISTIK SEBARAN NILAI DARI YANG DAPAT DIBERIKAN
KEPADA OBYEK PENGUKURAN, BERDASARKAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN …(DEFINISI DALAM DRAFT VIM 3)

• HASIL PENGUKURAN = TAKSIRAN NILAI TUNGGAL ± KETIDAKPASTIAN

Y  y U
(ketidakpastian itu sendiri tidak memiliki tanda atau arah )
TERMINOLOGI
• KETIDAKPASTIAN BAKU (STANDARD UNCERTAINTY):
• KETIDAKPASTIAN DARI HASIL PENGUKURAN YANG DINYATAKAN SEBAGAI SATU SIMPANGAN BAKU

• KETIDAKPASTIAN BAKU GABUNGAN (COMBINED STANDARD UNCERTAINTY):


• KETIDAKPASTIAN BAKU DARI HASIL PENGUKURAN BILA HASIL TERSEBUT DIPEROLEH DARI NILAI-NILAI SEJUMLAH BESARAN
YANG LAIN

• KETIDAKPASTIAN BENTANGAN (EXPANDED UNCERTAINTY):


• BESARAN YANG MENYATAKAN SEBUAH INTERVAL DISEKITAR HASIL PENGUURAN YANG DAPAT DIANGGAP MENCAKUP
SEBAGIAN BESAR DISTRIBUSI NILAI-NILAI YANG SECARA LAYAK DAPAT DIBERIKAN PADA OBYEK PENGUKURAN

• FAKTOR CAKUPAN (COVERAGE FACTOR):


• FAKTOR NUMERIK YANG DIGUNAKAN SEBAGAI PENGALI BAGI KETIDAKPASTIAN BAKU GABUNGAN UNTUK MEMPEROLEH
KETIDAKPASTIAN BENTANGAN DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN TERTENTU
KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN - ILUSTRASI

CD = 100 cm
AB = 101 cm
EF = 102 cm

BERAPAKAH
PANJANG MEJA ??

TIDAK SAMA!!
A B
C
D
E F SEMUA PENGUKURAN
TIDAK PASTI
APA YANG DIMAKSUD DENGAN KETIDAKPASTIAN
PENGUKURAN ?

SETIAP PENGUKURAN SELALU MENGANDUNG KESALAHAN (ERROR) TERTENTU, YANG BESARNYA TIDAK DAPAT DIKETAHUI
SECARA PASTI

PADA SAAT MELAKUKAN PENGUKURAN KITA SELALU MEMILIKI KERAGUAN DALAM BATAS TERTENTU, YANG BIASANYA
DINYATAKAN DENGAN “KURANG - LEBIH”… , MISALNYA TINGGI BAK AIR TERSEBUT 75 CM “KURANG – LEBIH 1 CM”

• BATAS KERAGUAN DAN BESARNYA KERAGUAN – YANG KEMUDIAN DISEBUT DENGAN KETIDAKPASTIAN - MERUPAKAN
KUANTIFIKASI DARI KESALAHAN-KESALAHAN YANG BESARNYA TIDAK DIKETAHUI SECARA PASTI
APA YANG DIMAKSUD DENGAN KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN ?

Kesalahan (error) adalah perbedaan antara “hasil pengukuran” dengan “nilai benar” dari sesuatu yang
diukur

Ketidakpastian (uncertainty) adalah kuantifikasi dari keraguan terhadap hasil pengukuran

Kita dapat berusaha untuk mengoreksi kesalahan (error) yang dapat diketahui, sebagai contoh dengan
menggunakan koreksi dari sertifikat kalibrasi, tetapi kesalahan (error) lain yang tidak dapat diketahui
merupakan sumber ketidakpastian
BAGAIMANA MENGESTIMASI KETIDAKPASTIAN
PENGUKURAN ?
IDENTIFIKASI SUMBER KETIDAKPASTIAN

Definisi besaran yang diukur


Sampling
Pemindahan, penyimpanan dan penanganan sampel
Penyiapan sampel
Lingkungan dan kondisi pengukuran
Personel pelaksana
Variasi prosedur uji
Alat ukur / alat uji
Standar kalibrasi atau bahan acuan
Software pengolahah data
Ketidakpastian yang timbul dari koreksi hasil pengukuran terhadap pengaruh sistematik
BAGAIMANA MENGESTIMASI KETIDAKPASTIAN
PENGUKURAN ?
IDENTIFIKASI SUMBER KETIDAKPASTIAN

Variasi data yang diperoleh dari 6kali pengukuran berulang

Ketidakpastian dari proses pengukuran daya (watt)


dari sertifikat kalibrasi surgery analyzer
dari penggunaan esu
BAGAIMANA MENGESTIMASI KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN ?
KLASIFIKASI KOMPONEN KETIDAKPASTIAN
Ketidakpastian baku tipe – A :
Diestimasi dengan ANALISIS STATISTIK satu set data pengukuran

standar deviasi dari data pengamatan: short term variability

standar deviasi “pooled” : well characterized variability

standar error : curve fitting, regression, interpolation


BAGAIMANA MENGESTIMASI KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN ?
KLASIFIKASI KOMPONEN KETIDAKPASTIAN
Ketidakpastian baku tipe – B :
Diestimasi dengan SELAIN analisis statistik satu set data pengukuran

sertifikat kalibrasi: ketidakpastian, koreksi yang tidak digunakan


Penggunaan alat ukur: drift alat ukur
spesifikasi alat ukur, alat uji, standar, atau bahan acuan
resolusi atau nilai skala terkecil alat ukur atau alat uji
hand book
pengalaman melakukan pengujian
rekaman data kondisi lingkungan
BAGAIMANA MENGESTIMASI KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN ?
ESTIMASI KETIDAKPASTIAN BAKU TIPE A

Standar deviasi dari data pengamatan

standar ketidakpastian
No. 1 2 3 4 5 rata-rata deviasi baku (uA)
(s)
Densitas
1.00001 1.00002 0.99998 0.99999 1.00000 1.00000 0.00002 0.000007
(g/mL)
Densitas
terkoreksi 0.99803 0.99804 0.99800 0.99801 0.99802 0.99802 0.00002 0.000007
(g/mL)
n
Estimasi standar deviasi (s) dihitung dengan : (X i  X )2
s i 1

n 1
s
Ketidakpastian baku (u) dihitung dengan : u ( xˆ )  s ( x ) 
n
BAGAIMANA MENGESTIMASI KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN ?
ESTIMASI KETIDAKPASTIAN BAKU TIPE A

Standar deviasi “pooled”

m (n=5) 1 2 3 4 5 6
standar
deviasi ketidakpastian
pooled baku (uAp)
rata-rata 1.00000 0.99802 0.99804 1.00002 0.99807 1.00001 (sp)

standar
0.00002 0.00003 0.00004 0.00002 0.00003 0.00004 0.00003 0.000014
deviasi
m

 s 2
i i

Estimasi standar deviasi pooled (sp) dihitung dengan : sp  i 1


i

sp
Ketidakpastian baku (u) dihitung dengan : u ( xˆ )  s p ( x ) 
n
BAGAIMANA MENGESTIMASI KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN ?
ESTIMASI KETIDAKPASTIAN BAKU TIPE A
Distribusi Normal

μ
μ-σ μ+σ

68.3%
-∞ +∞
100%
Dalam kurva distribusi normal luas daerah di dalam kurva yang tercakup dalam μ
+ σ adalah sekitar 68.3% dari luas daerah dalam keseluruhan kurva distribusi
normal, artinya ketidakpastian baku yang diestimasi dari standar deviasi
mempunyai tingkat kepercayaan sekitar 68.3%
BAGAIMANA MENGESTIMASI KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN ?
ESTIMASI KETIDAKPASTIAN BAKU TIPE B
Ketidakpastian dari sertifikat
kalibrasi alat ukur : DISTRIBUSI
NORMAL atau Student’s t
Sertifikat kalibrasi timbangan:
U=1.2 mg dengan tingkat
kepercayaan 95% (k=2) μ-σ μ+σ

Sertifikat kalibrasi gelas ukur: μ


U=0.2 mL dengan tingkat μ - 2σ 95% μ + 2σ
kepercayaan 95% (k=2) μ - 3σ 99% μ + 3σ

(uB1) = U95(timbangan) / k = 1.2 mg / 2 = 0.6 mg

(uB2) = U95(gelas ukur) / k = 0.2 mL / 2 = 0.1 mL

Ketidakpastian Baku adalah Ketidakpastian yang mempunyai tingkat


kepercayaan atau mencakup luas di daerah kurva normal yang sama dengan
μ + σ, yaitu sekitar 68.3%
BAGAIMANA MENGESTIMASI KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN ?
ESTIMASI KETIDAKPASTIAN BAKU TIPE B
Ketidakpastian dari koreksi hasil
kalibrasi yang tidak digunakan :
DISTRIBUSI RECTANGULAR 
memperbesar kontribusi dari
kalibrasi alat ukur
Koreksi terbesar dalam sertifikat μ-σ μ+σ
kalibrasi timbangan = 2 mg μ
Koreksi terbesar dalam sertifikat μ – a/1.73 68.3% μ + a/1.73
kalibrasi gelas ukur = 0.2 mL μ-a 100% μ+a

(uB1’) = Ikoreksi maksI + U95 / sqrt(3) = 3.2 mg / 1.73 = 1.848 mg

(uB2’) = Ikoreksi maksI + U95 / sqrt (3) = 0.4 mL / 1.73 = 0.231 mL

μ + a mencakup 100% luas kurva, area μ + {a/sqrt(3)} mencakup 68.3% luas


kurva atau mempunyai tingkat kepercayaan yang sama dengan standar
deviasi
BAGAIMANA MENGESTIMASI KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN ?
ESTIMASI KETIDAKPASTIAN BAKU TIPE B

Ketidakpastian dari resolusi alat


ukur digital : DISTRIBUSI
RECTANGULAR

r – 0.5res/1.73 r + 0.5res/1.73
Resolusi timbangan elektronik r
yang digunakan = 1 mg 68.3%

r – 0.5res 100% r + 0.5res

artinya: semua nilai massa di antara r - 0.5 mg s.d. r + 0.5 mg akan


dibulatkan pada digit terakhir pembacaan timbangan r mg

(uB3) = 0.5 × resolusi timbangan / sqrt(3) = 0.5 mg / 1.73 = 0.289 mg


BAGAIMANA MENGESTIMASI KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN ?
ESTIMASI KETIDAKPASTIAN BAKU TIPE B
Ketidakpastian dari nilai skala
terkecil alat ukur analog :
DISTRIBUSI TRIANGULAR
Pengesetan meniskus pada
penentuan volume cairan
menggunakan gelas ukur dengan
nilai skala terkecil = 0.1 mL nst – a/3.46 nst + a/3.46
nst
Daya baca operator pada saat 68.3%
pengesetan meniskus dinyatakan tidak
nst - a 100% nst + a
lebih dari 0.1 nilai skala terkecil
= 0.1 × 1 mL = 0.1 mL = a
(uB4) = a(meniskus) / sqrt (6) = 0.1 mL / 3.46 = 0.0408 mL
μ + a mencakup 100% luas kurva, area μ + {a/sqrt(6)} mencakup 68.3% luas
kurva atau mempunyai tingkat kepercayaan yang sama dengan standar
deviasi
BAGAIMANA MENGESTIMASI KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN ?
PENGELOMPOKAN KETIDAKPASTIAN BAKU

yang bersumber dari pengukuran massa, um :


ketidakpastian hasil kalibrasi: uB1 = 0.6 mg = 0.0006 g
bila koreksi tidak digunakan: uB1’ = 1.848 mg = 0.001848 g
dari resolusi: uB3 = 0.289 mg = 0.000289 g

yang bersumber dari pengukuran volume, uV :


ketidakpastian hasil kalibrasi: uB2 = 0.1 mL
bila koreksi tidak digunakan: uB2’ = 0.231 mL
dari pengesetan meniskus: uB4 = 0.0408 mL

yang bersumber dari variasi data, urepeatability :


uA = 0.000007 g/mL
BAGAIMANA MENGESTIMASI KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN ?
PENGGABUNGAN KETIDAKPASTIAN

Persamaan umum penggabungan ketidakpastian:

N N 1 N
uc  
i 1
[ciu ( xi )]2  2   c c u( x )u( x )r ( x x )
i 1 j i 1
i j i j i j

Bila semua komponen ketidakpastian baku tidak berkorelasi (r = 0):

uc  [c1u ( x1 )]2  [c2u ( x2 )]2  ...  [cnu ( xn )]2


ACCURACY, PRECISI DAN ERROR

• AKURASI ADALAH UKURAN DARI SEBERAPA DEKAT PENGUKURAN DATANG KE NILAI AKTUAL ATAU
SEBENARNYA DARI APA PUN YANG DIUKUR

• UNTUK MENGEVALUASI AKURASI PENGUKURAN, NILAI YANG DIUKUR HARUS DIBANDINGKAN DENGAN
NILAI YANG BENAR.
AKURASI DIDEFINISIKAN SEBAGAI KETERDEKATAN HASIL PENGUKURAAAN SUATU ALAT UKUR TERHADAP
SUATU NILAI STANDAR YANG DISEPAKATI ATAU TERHADAP SUATU NILAI YANG BENAR (TRUE VALUE). PADA
BEBERAPA APLIKASI, AKURASI DAPAT DIARTIKAN BATAS PENYIMPANGAN PENGUKURAN ATAU BATAS
KESALAHAN INSTRINSIK.
AKURASI RELATIVE DINYATAKAN DENGAN :

A=1-

DIMANA :
A = AKURASI RELATIVE
YN = NILAI YANG SEBARNYA (EXPEXTED VALUE)
XN = NILAI YANG TERUKUR

AKURASI DAPAT PULA DINYATAKAN DALAM PROSEN AKURASI SEBAGAI BERIKUT :


A = 100 % - PROSENTASE ERROR
= A X 100 %
ACCURACY, PRECISI DAN ERROR

• PRESISI ADALAH UKURAN DARI SEBERAPA DEKAT SERANGKAIAN PENGUKURAN YANG SATU SAMA LAIN.
• UNTUK MENGEVALUASI KETEPATAN PENGUKURAN, ANDA HARUS MEMBANDINGKAN NILAI DARI DUA
ATAU LEBIH PENGUKURAN BERULANG.
SUATU ALAT UKUR YANG PRESISI BELUM MENJAMIN AKURASINYA KARENA
PRESISI INI HANYA DITENTUKAN OLEH NILAI YANG DIHASILKAN OLEH ALAT
UKUR YANG BERSANGKUTAN TANPA HARUS DIBANDINGKAN DENGAN
BESARAN TERUKUR YANG SEBENARNYA, YANG DIHASILKAN OLEH
PERALATAN STANDARD.
PRESISI SECARA MATEMATIK DAPAT DINYATAKAN SEBAGAI :
PRESISI = 1 -

DIMANA :
XN = NILAI DARI PENGUKURAN KE-N
XN = NILAI RATA-RATA DARI SUATU SET PENGUKURAN
ACCURACY, PRECISI DAN ERROR
MENENTUKAN KESALAHAN
• NILAI YANG DITERIMA ADALAH NILAI YANG BENAR BERDASARKAN REFERENSI YANG HANDAL.
• NILAI EKSPERIMENTAL ADALAH NILAI YANG DIUKUR DI LABORATORIUM. PERBEDAAN ANTARA NILAI
EKSPERIMENTAL DAN NILAI YANG DITERIMA DISEBUT KESALAHAN.
“PENYIMPANGAN (DEVIATION)” DAPAT DINYATAKAN SEBAGAI “KOREKSI (CORRECTION)” ATAU “KESALAHAN
(ERROR)”, DENGAN MODEL MATEMATIS :

E=R–T
ATAU
C=T–R

E = KESALAHAN
C = KOREKSI
R = PEMBACAAN ALAT UKUR ATAU NILAI NOMINAL BAHAN UKUR
T = ( TAKSIRAN ) NILAI BENAR
• KESALAHAN PERSEN ADALAH NILAI ABSOLUT DARI KESALAHAN DIBAGI DENGAN NILAI YANG DITERIMA,
DIKALIKAN DENGAN 100%.
KEBERTERIMAAN ANGKA

• ANGKA-ANGKA YANG SIGNIFIKAN DALAM PENGUKURAN MENCAKUP SEMUA ANGKA YANG DIKETAHUI,
DITAMBAH DIGIT TERAKHIR YANG DIPERKIRAKAN.

Beri Nilai