Anda di halaman 1dari 39

Ekonomi Pangan

Konsep elastisitas
Teori biaya Harga pangan dan gizi
harga
Konsep
Elastisitas
Harga

Rachma Purwanti
Elastisitas Permintaan
% 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎
Ed =
% 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑟𝑠𝑒𝑏𝑢𝑡

Konsep elastisitas permintaan digunakan untuk mengukur


perubahan permintaan barang akibat adanya perubahan harga
barang tsb (Ed). Elastistas dinyatakan dengan persentase.
∆𝑄/𝑄 ∆𝑄 𝑃 ∆ Q = besarnya perubahan jumlah
Ed = = 𝑥 barang yg diminta
∆𝑃/𝑃 ∆𝑃 𝑄
∆P = besarnya perubahan jumlah harga
P = harga
Q = jumlah barang
Saat harga singkong Rp. 4500 maka jml permintaan singkong 500 kg. setelah
terjadi kenaikan harga menjadi Rp. 5500 maka permintaan singkong menurun
sebesar 460 kg. maka elastisitas permintaan singkong:
∆ Q = - 40
∆P = 1000
P = 4500
Q = 500
∆𝑄 𝑃 −𝟒𝟎 4500
Ed = 𝑥 = 𝑥
∆𝑃 𝑄 𝟏𝟎𝟎𝟎 500
Ed = -0,36 (tanda minus menunjukkan hubungan negatif antara P dan Q  jika
terjadi kenaikan harga 1 % maka akan terjadi penurunan jumlah permintaan
sebesar 0,36%.
Jenis-jenis elastisitas
Inelastis sempurna

Inelasitis

Elastis unitary

Elastis

Elastis sempurn
Jenis-jenis elastisitas
Permintaan
P P (b) Permintaan elastis P (c) Permintaan inelastis
(a) Permintaan elastis
unitary D
A A
P1 P1 A
P1

B B
P2 P2 P2 B

0 Q1 Q2 Q 0 Q1 Q2 Q 0 Q1 Q2 Q

P P (e) Permintaan inelastis sempurna


(d) Permintaan elastis sempurna

D
D

0 Q 0 Q
7
Jenis-jenis elastisitas
Penawaran
Banyak barang substitusi

Faktor yang Kegunaan barang


mempengaruhi elastisitas
Besar persentase pendapatan yg
permintaan dibelanjakan

Jangka waktu saat permintaan


dianalisis
Sifat perubahan ongkos produksi

Faktor yang Jangka waktu analisis


mempengaruhi
elastisitas penawaran Jangka pendek

Jangka panjang
Jenis elastisitas yg lain

Elastisitas
harga silang

Elastisitas
pendapatan
Elastisitas Harga Silang
Elastisitas harga silang adalah persentase perubahan jumlah
barang yang diminta sebagai akibat adanya perubahan harga
barang lain (substitusi maupun komplementer).
% 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝐴
Ec =
% 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝐵
∆𝑄𝐴/𝑄𝐴 ∆𝑄𝐴 𝑃𝐵
Ec = = x
∆𝑃𝐵/𝑃𝐵 ∆𝑃𝐵 𝑄𝐴
Hubungan antara barang A dan barang B
Besaran Pengaruh Pengaruh Hubungan antar
Elastisitas kenaikan harga penurunan harga barang
barang B barang B
Ec > 0 (positif) Jumlah barang A Jumlah barang A yang Saling menggantikan
yang diminta naik diminta turun (Substitusi)

Ec = 0 Jumlah barang A Jumlah barang A yang Tidak berhubungan


yang diminta tidak diminta tidak berubah (independen)
berubah

Ec < 0 (negative) Jumlah barang A Jumlah barang A yang Saling melengkapi


yang diminta turun diminta naik (komplementer)
Contoh soal
Diketahui bahwa pada kurun waktu 2018- 2019 terjadi perkembangan permintaan
jagung dan singkong sebagai berikut:

Tahun Singkong Jagung


P (Rp) Q (Kg) P (Rp) Q (kg)
2018 5000 2000 6000 600
2019 4000 3000 10000 400

Tentukan elastisitas silang antara singkong dan jagung dan bagaimanakah


hubungan antara kedua barang tersebut?
∆𝑸𝑨 𝑷𝑩 𝟏𝟎𝟎𝟎 𝟔𝟎𝟎𝟎
Jawab: Ec = x = x = 𝟎, 𝟕𝟓 (> 𝟎), maka hubungan kedua barang
∆𝑷𝑩 𝑸𝑨 𝟒𝟎𝟎𝟎 𝟐𝟎𝟎𝟎
adalah saling menggantikan (substitusi).
Elastisitas Pendapatan
Perubahan pendapatan akan mempengaruhi jumlah barang yang
diminta (ceteris paribus), yang dapat diukur dengan elastisitas
pendapatan. Elastisitas pendapatan adalah persentase perubahan
jumlah barang yang diminta sebagai akibat adanya perubahan
pendapatan (income) konsumen sebesar 1%.
% 𝒑𝒆𝒓𝒖𝒃𝒂𝒉𝒂𝒏 𝒑𝒆𝒓𝒎𝒊𝒏𝒕𝒂𝒂𝒏 𝒃𝒂𝒓𝒂𝒏𝒈 𝑨
Ei =
% 𝒑𝒆𝒓𝒖𝒃𝒂𝒉𝒂𝒏 𝒑𝒆𝒏𝒅𝒂𝒑𝒂𝒕𝒂𝒏 𝒓𝒊𝒊𝒍
∆𝑸𝑨/𝑸𝑨 ∆𝑸𝑨 𝑰
Ei = = x
∆𝑰/𝑰 ∆𝑰 𝑸𝑨
Pengaruh elastisitas pendapatan dengan
jenis barang
Besaran Pengaruh Pengaruh Jenis barang
Elastisitas kenaikan penurunan
pendapatan pendapatan
Ei < 0 Jumlah barang yang Jumlah barang yang Inferior
diminta turun diminta naik

0 < Ei < 1 Jumlah barang yang Jumlah barang yang Kebutuhan pokok
diminta naik dengan diminta turun dengan %
% yang lebih rendah yang lebih rendah

Ei > 1 Jumlah barang yang Jumlah barang yang Mewah


diminta naik dengan diminta turun dengan %
% yang lebih tinggi yang lebih tinggi
Contoh soal
Diketahui bahwa perkembangan permintaan beras seorang konsumen. Pada
awalnya permintaan beras konsumen 20 kg per bulan pada sat pendapatan awal
Rp 2.000.000,0 Setelah terjadi kenaikan pendapatan konsumen sebesar Rp
200.000,00 maka permintaan beras menjadi 21 kg. tentukan elastisitas
pendapatan dari beras dan termasuk jenis barang apakah beras itu?
∆𝑸𝑨 𝑰
Ei = x
∆𝑰 𝑸𝑨
𝟏 𝟐.𝟎𝟎𝟎.𝟎𝟎𝟎
Ei = x = 0,5
𝟐𝟎𝟎.𝟎𝟎𝟎 𝟐𝟎

Dengan Ei = 0,5 (>0) maka beras termasuk jenis kebutuhan pokok. Apabila
pendapatan seorang konsumen naik sebesar 1% akan menyebabkan
peningkatan permintaan beras naik 0,5%.
Elastisitas Penawaran
Elastisitas penawaran (Es) yaitu persentase perubahan jumlah barang yang
ditawarkan akibat terjadinya perubahan harga sebanyak 1%

atau
Penafsiran terhadap elastisitas penawaran
Besaran Kategori Pengaruh bila harga turun Pengaruh bila harga naik
Elastisitas Elastisitas
Es > 1 Elastis Jumlah yang ditawarkan turun Jumlah yang ditawarkan naik
dengan % yang lebih besar dengan % yang lebih besar

Es < 1 Inelastis Jumlah yang ditawarkan turun umlah yang ditawarkan naik
dengan % yang lebih kecil dengan % yang lebih kecil

Es = 1 Unitary elastis Jumlah yang ditawarkan turun Jumlah yang ditawarkan turun
dengan % yang sama dengan % yang sama

Es = ∞ Elastis sempurna Tidak menjual sama sekali Menjual dengan segala


kemampuan
Es = 0 Inelastis sempurna Jumlah yang ditawarkan tidak Jumlah yang ditawarkan tidak
berubah berubah
Teori biaya, harga pangan dan zat gizi
Rachma Purwanti
Teori biaya
Biaya (Cost) : nilai suatu pengorbanan yang dilakukan
untuk memperoleh suatu hasil/tujuan tertentu.

Pengorbanan : uang, barang, tenaga, pikiran, waktu dan


kesempatan
Jenis Biaya
Biaya Tetap (Fixed Cost = FC)
• Biaya untuk faktor produksi tetap
• Secara relatif tak dipengaruhi oleh besarnya jumlah produksi/output
• Tetap harus dikeluarkan terlepas apakah pelayanan diberikan/tidak
• Sama dengan Biaya Investasi
• Contoh : pajak bumi dan bangunan, gaji karyawan, asuransi.
Biaya Variabel (Variable Cost = VC)
• Disebut sebagai Biaya Rutin  volumenya dapat direncanakan terlebih dulu
• Volume biaya dipengaruhi oleh banyaknya produksi/output
• Contoh : biaya obat, biaya bahan baku, ATK, biaya iklan, komisi salesman, dll
Jenis biaya

Biaya Total (Total Cost = TC)


• Penjumlahan antara Biaya Tetap
dan Biaya Variabel
• TC = FC + VC
Jenis biaya yang lain
Biaya Langsung (Direct Cost)
• Biaya yang berkaitan langsung dengan pelayanan kepada konsumen/pasien
• Ditempatkan pada unit-unit pelayanan konsumen (unit produksi)
• Contoh : semua biaya yang dikeluarkan oleh unit rawat jalan, rawat inap,
laboratorium, kamar operasi, rontgen, gawat darurat, dll
Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost)
• Biaya yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan kepada
konsumen/pasien
• Ditempatkan di unit-unit penunjang pelayanan
• Contoh : semua biaya yang dikeluarkan oleh bagian administrasi & keuangan,
instalasi gizi, laundry, sanitasi RS, biaya asuransi gedung, biaya sewa motor
Biaya Pemeliharaan
• Biaya yang berfungsi mempertahankan / memperpanjang kapasitas
barang investasi
• Contoh : Biaya pemeliharaan gedung, alat medis, alat kantor, kendaraan
Biaya Investasi
• Biaya yang kegunaannya dapat berlangsung untuk waktu lama (biasanya >
1 tahun)
• Hampir sama dengan Biaya Tetap
• Contoh : Biaya pembangunan gedung, pembelian mobil, dll.
Biaya Kesempatan
(Opportunity Cost)
Biaya yang terjadi karena suatu kesempatan yang hilang akibat
melakukan pilihan.
Merupakan dasar konsep ilmu Ekonomi  pilih memilih (the science of
choices).
Secara rasional  manusia sebagai “homo economicus” memilih yg
biayanya rendah sedangkan manfaat/hasilnya besar
Contoh: Berkaitan dengan alokasi sumber dana  suatu dana akan
dipakai untuk membeli stetoskop atau tensimeter, membangun RS atau
Puskesmas, program P2M atau membangun jembatan, dll
Contoh soal:
Seorang pengusaha catering mengeluarkan biaya tetap sebesar Rp. 3.000.000,00
selanjutnya memproduksi suatu paket menu dengan biaya variabel Rp.
10.000,00. Apabila jumlah paket menu yang diproduksi 600 buah, berapa biaya
total per paket?
TC = FC + VC
TC = 3.000.000/600 + 10.000
TC = 5.000 + 10.000
Jadi biaya total per paket menu adalah Rp. 15.000,00
Latihan
Seorang pengusaha minuman sari kacang hijau mengeluarkan
biaya tetap sebesar Rp. 1.500.000,00 selanjutnya memproduksi sari
kacang hijau dengan biaya variabel Rp. 2.000,00. Apabila jumlah
minuman sari kacang hijau yang diproduksi 1000 kotak, berapa
biaya total per unit minuman sari kacang hijau?
Seorang pengusaha roti mengeluarkan biaya tetap sebesar Rp.
2.500.000,00 selanjutnya memproduksi roti sebanyak 1000 potong,
biaya total per 1 potong roti Rp 4.000. Berapakah biaya variabel
yang dikeluarkan oleh pengusaha tersebut untuk memproduksi 1
potong roti?
Harga
Pangan
dan Zat
Gizi
Prinsip ekonomi
Konsumen ingin mendapatkan pangan yang berkualitas baik dengan harga
seminimal mungkin.

Namun, harga berkaitan dengan kualitas pangan.

Hal yang dipahami masyarakat yaitu:


pangan berkualitas baik biasanya pangan berkualitas buruk biasanya
harganya mahal harganya murah.

Ukuran kualitas pangan: kandungan zat gizi


Harga zat gizi
Harga yang harus dibayarkan untuk mendapatkan satu satuan zat gizi tertentu
(Rp/satuan zat gizi)
Harga zat gizi = harga pangan/ jumlah zat gizi
Contoh:
Harga protein = Rp/gram protein
Harga energi = Rp/kkal energi, dll
Faktor berat yang dapat dimakan (bdd) harus diperhitungkan sehingga jika bdd
tinggi maka harga zat gizi akan lebih murah.
Contoh:
Harga jagung 1 Kg adalah Rp. 12.000,00. Kandungan energi jagung 350
Kkal/100 g, dan bdd 90%.
Berapa harga per 1 Kkal dari jagung?
Jawab:
Harga pangan 1 Kg = Rp. 12.000,00
Jumlah energi 1 Kg = berat pangan x energi di DKBM/100 x bdd
= 1.000 g x 350 Kkal/100g x 90%
= 3.150 Kkal
Harga per 1 Kkal jagung = Rp 12.000,00 : 3.150 Kkal
= Rp. 3,81/Kkal
Latihan
1. Hitung harga pangan per gram dan harga zat gizi
(energi dan protein) sesuai data di tabel
2. Berapa harga sebuah kue yang mengandung 300 Kkal
yang berasal dari 65% jagung dan 35% ubi merah?
Bahan Harga bdd Energi Protein
pangan (Rp /Kg) (kkal/100 (g/100g)
g)
Jagung 8.500 90 350 6,0
Ketela 5.000 80 140 2,0
Ubi merah 6.000 95 120 4,0
latihan
3. Berapa harga kue yang beratnya 100 g dengan
komposisi bahan baku beras 30% dan pisang 70%?
4. Bagaimana komposisi sebuah kudapan yang
mengandung 300Kkal dan harga Rp. 2.500,00 yang
berasal dari beras dan pisang?
Bahan Harga bdd Energi Protein
pangan (Rp/Kg) (Kal/100 g) (g/100g)
beras 10.000 100 360 8,0
pisang 15.000 75 100 2,0
Kegunaan harga zat gizi
Dapat memberi alternatif pangan dari harga TERMAHAL sampai
yang TERMURAH dilihat dari harga pangan dan harga zat gizi.

Untuk menghitung biaya sebuah menu yang dibuat untuk


memenuhi kebutuhan sejumlah zat gizi yang berasal dari
sejumlah pangan yang diketahui harga pangan dan zat gizinya.

Berguna untuk perencanaan menu yang mensyaratkan faktor


kandungan zat gizi dan biaya tertentu.
Studi biaya pangan (WFP, 2017)
1. Harga zat gizi diperlukan untuk menyediakan pangan yang lebih
seimbang dan bergizi untuk masyarakat kurang mampu.
2. Mengevaluasi bahan-bahan makanan yang tersedia di pasar lokal
dapat memenuhi kebutuhan gizi makro dan mikro rumah tangga,
khususnya mereka yang termasuk kelompok rentan masalah gizi
seperti anak dibawah dua tahun (baduta), ibu hamil dan menyusui.
3. Memperkirakan biaya termurah dari kombinasi makanan yang
tersedia secara lokal, termasuk bahan pangan pokok (beras), yang
dapat memenuhi kebutuhan gizi semua anggota rumah tangga.
Hasil studi USDA
Telur, kacang-kacangan, daging, dan produk susu merupakan
sumber protein dengan harga terendah.
Susu dan produk susu merupakan sumber kalsium dengan harga
zat gizi yang terendah.
Sayur dan buah merupakan sumber vitamin C dengan harga zat
gizi terendah.
Susu, kentang, jus jeruk, sereal, dan kacang-kacangan merupakan
bahan makanan yang disukai.
Biji-bijian padat energy, gula, dan lemak/minyak menyediakan
kalori tinggi tetapi harga zat gizinya rendah.
Indonesia
Konsumsi diet bergizi dapat dilakukan dengan menggunakan bahan makanan
yang tersedia di pasar lokal. Beras, telur, tahu, ikan, sayuran hijau, tepung
terigu serta minyak fortifikasi telah diidentifikasi sebagai bahan makanan yang
tidak mahal tapi kaya zat gizi.

Merupakan diet termurah yang memenuhi kebutuhan energi, protein, lemak, 9


vitamin dan 4 mineral. Diet ini juga meliputi makanan pokok, dalam hal ini di
Indonesia adalah beras. Diet ini juga mengasumsikan bahwa anak usia 12-23
bulan menerima ASI dalam porsi per hari seperti yang rekomendasikan.
Dengan meningkatnya persentase berat badan lebih (overweight)
dan obesitas di Indonesia, yaitu terdapat 12% anak di bawah 5
tahun yang mengalami overweight dan masing-masing 25% orang
dewasa yang overweight dan 6% mengalami obesitas3, maka
paket berupa beras dan gula dapat berkontribusi memperburuk
masalah gizi tersebut.

Anda mungkin juga menyukai