Anda di halaman 1dari 24

Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha Tangerang

Coass Periode 11 Maret – 14 April 2019

Gangguan Afektif Bipolar


Pembimbing :
dr. Rosmalia Suparso, Sp.KJ

Disusun Oleh :

• Vincent Vandesyo (406182102)


• Novitasari (406182103)
• Novia Calista (406182104)
DAFTAR ISI
 Pendahuluan

 Definisi Gangguan Bipolar

 Epidemiologi Gangguan Bipolar

 Etiologi Gangguan Bipolar

 Tanda dan Gejala Gangguan Bipolar

 Diagnostik Gangguan Bipolar


 Latar Belakang
 Pemeriksaan Penunjang Gangguan Bipolar

 Diferensial Diagnostik Gangguan Bipolar

 Tatalaksana Gangguan Bipolar

 Prognosis Gangguan Bipolar


 Komplikasi Gangguan Bipolar
Pendahuluan

Bunuh diri kini telah menjadi suatu masalah global dan merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh
dunia. World Health Organization (WHO) mencatat angka bunuh diri tahun 2009 di seluruh dunia mencapai angka 16 per
100.000 penduduk. WHO kawasan Asia Tenggara mencatat peningkatan angka bunuh diri dari 10 per 100.000 penduduk
pada tahun 1950an menjadi 18 per 100.000 penduduk pada tahun 1995 dan sekitar 73% kejadian bunuh diri di seluruh
dunia pada tahun 2009 terjadi di negara-negara berkembang.

Jumlah rata-rata penduduk Indonesia yang meninggal akibat bunuh diri mencapai 24 per 100.000 penduduk dengan
kata lain, sebanyak 50.000 orang dalam satu tahun. lainnya terutama di kota-kota besar di Indonesia, telah menjadi
masalah kesehatan masyarakat. Angka bunuh diri di Provinsi DKI Jakarta selama tahun 1995-2004 menunjukkan angka
5,8 per 100.000 penduduk dengan rasio laki-laki dan perempuan adalah 2,2 :1 dan metode yang digunakan adalah 41%
menggantung diri, 23% dengan menggunakan pestisida dan sisanya dengan cara lain.

Studi terbaru menunjukkan mayoritas bunuh diri di Indonesia berhubungan dengan masalah kesehatan mental.
Salah satu gangguan mental yang dapat membawa seseorang menuju keputusan bunuh diri adalah gangguan bipolar
yang sedang mengancam dunia termasuk Indonesia namun belum dikenali secara umum. Usia paling umum dalam onset
gangguan bipolar adalah 17-21 tahun sehingga gangguan bipolar sering disebut sebagai highly disabling illness, bahkan
sebuah studi yang dilakukan oleh WHO mengidentifikasikan gangguan bipolar sebagai penyebab utama ke-6 kecacatan di
seluruh dunia pada kelompok usia 15-44 tahun.
Gangguan Afektif Bipolar

Bipolar berasal dari dua kata yaitu bi = dua dan polar = kutub, maka bipolar adalah gangguan
perasaan dengan dua kutub yang berbeda atau bertolak belakang. Dua kutub yang di maksud
adalah manik dan depresi.

gangguan jiwa bersifat episodik dengan gejala manik, hipomanik, depresi dan campuran (rekuren
serta dapat berlangsung seumur hidup). Perubahan suasana perasaan (mood) atau afek, biasanya ke
arah depresi (dengan atau tanpa anxietas yang menyertainya), atau ke arah elasi (suasana perasaan
yang meningkat).

4
Gangguan Afektif Bipolar

3 Epidemiologi
Gangguan Mood Prevalensi Seumur Hidup
Gangguan Depresif
Gangguan depresif berat (MDD, Major Depressive Disorder) 10-25% untuk perempuan; 5-12% untukm laki-laki
Rekuren, dengan episode pulih sempurna, bersama dengan Sekitar 3% orang dengan MDD
gangguan distimik
Rekuren, tanpa episode pulih sempurna, bersama gangguan Sekitar 20-25% orang dengan MDD
distimik (depresi ganda)
Gangguan distimik
Gangguan bipolar Sekitar 6%
Gangguan bipolar I
Gangguan bipolar II 0,4-1,6%
Gangguan bipolar I atau bipolar II, dengan siklus cepat. Sekitar 0,5%
Gangguan siklotimik 5-15% orang dengan gangguan bipolar

0,4-1,0% (Kaplan, Sadock, & Grebb, 2010)

4
Gangguan Afektif Bipolar

Faktor
BioKimia

Faktor
2 Etiologi Genetik
Neurofisiologis

Bipolar
Kelainan Faktor
Tidur Psikodinamik

4
Gangguan Afektif Bipolar

.
4 Tanda dan Gejala

Episode manik

Paling sedikit 1 minggu (bisa kurang, bila dirawat) pasien mengalami mood
yang elasi, ekspansif, atau iritabel. Pasien memiliki, secara menetap, tiga
atau lebih gejala berikut (empat atau lebih bila hanya mood iritabel) yaitu:
a. Grandiositas atau percaya diri berlebihan
b. Berkurangnya kebutuhan tidur
c. Cepat dan banyaknya pembicaraan
d. Lompatan gagasan atau pikiran berlomba
e. Perhatian mudah teralih
f. Peningkatan energy dan hiperaktivitas psikomotor
g. Meningkatnya aktivitas bertujuan (social, seksual, pekerjaan dan
sekolah)
h. Tindakan-tindakan sembrono (ngebut, boros, investasi tanpa
perhitungan yang matang).

4
Gangguan Afektif Bipolar

Episode Depresi Mayor

Paling sedikit 2 minggu pasien mengalami lebih dari empat symptom atau
4 Tanda dan Gejala tanda yaitu :
• Mood depresif atau hilangnya minat atau rasa senang
• Menurun atau meningkatnya berat badan atau nafsu makan
• Sulit atau banyak tidur
• Agitasi atau retardasi psikomotor
• Kelelahan atau berkurangnya tenaga
• Menurunnya harga diri
• Ide-ide tentang rasa bersalah, ragu-ragu dan menurunnya konsentrasi
• Pesimis
• Pikiran berulang tentang kematian, bunuh diri (dengan atau tanpa
rencana) atau tindakan bunuh diri.

4
Gangguan Afektif Bipolar

.
4 Tanda dan Gejala

Episode campuran Episode hipomanik

Paling sedikit 1 minggu. Episode manik dan depresi yang terjadi secara Paling sedikit 4 hari, secara menetap, pasien mengalami peningkatan
bersamaan. Misalnya, mood tereksitasi (lebih sering mood disforik), mood, ekspansif atau irritable yang ringan, paling sedikit terjadi gejala
iritabel, marah, serangan panic, pembicaraan cepat, agitasi, menangis, ide (empat gejala bila mood irritable)
bunuh diri, insomnia derajat berat, grandiositas, hiperseksualitas, waham a. Grandiositas atau meningkatnya kepercayaan diri
kejar dan kadang-kadang bingung. Ka b. Berkurangnya kebutuhan tidur
c. Meningkatnya pembicaraan
d. Lompat gagasan atau pemikiran berlomba
e. Perhatian mudah teralih
f. Meningkatnya aktifitas atau agitasi psikomotor
g. Pikiran menjadi lebih tajam
h. Daya nilai berkurang

4
Gangguan Afektif Bipolar

5 Diagnostik

4
Gangguan Afektif Bipolar

5 Diagnostik

4
Gangguan Afektif Bipolar

5 Diagnostik

4
Gangguan Afektif Bipolar

5 Diagnostik

4
Gangguan Afektif Bipolar

.
6 . Pemeriksaan Penunjang

1. Darah Lengkap
6. Protein

2. Elektrolit
7. EKG

3. Hormon Tiroid
8. EEG

4. Kalsium
9. Kreatinin dan BUN
(Blood Urea Nitrogen)
5. Skrining Zat dan Alkohol

4
Gangguan Afektif Bipolar

.
. 7 Diferential Diagnostik

Hipertiroid
Depresi Intoksikasi
Skizofrenia Skizoafektif dan
Berat Obat
Hipotiroid

4
Gangguan Afektif Bipolar

T
a
t
a
l
6 a
k
s
a
n
a

4
Gangguan Afektif Bipolar

Non - Farmakologi

T
a o Terapi kognitif
t o Terapi interpersonal
a o Terapi perilaku
6 l
o Terapi berorientasi-psikoanalitik
a
k
o Terapi keluarga
s o Rawat Inap
a o Terapi Fisik
n
a

4
Gangguan Afektif Bipolar

.
.

4
Gangguan Afektif Bipolar

T
a
t
a
l
6 a
k
s
a
n
a

4
Gangguan Afektif Bipolar

.
.

4
Gangguan Afektif Bipolar

.
.

4
Gangguan Afektif Bipolar

.
.

gangguan bipolar I lebih buruk dibandingkan dengan


pasien dengan gangguan depresif berat.
40%-50% pasien gangguan bipolar I memiliki episode
7 Prognosis manik Kedua dalam waktu dua tahun setelah episode
pertama. Kira-kira 7% dari semua pasien gangguan
bipolar I tidak menderita gejala rekurensi, 45%
menderita lebih dari satu episode, dan 40%
menderita gangguan kronis

4
Gangguan Afektif Bipolar

.
.
K
o
m
p
8 l
i
k
a
s
i

4
Gangguan Afektif Bipolar