Anda di halaman 1dari 22

Hubungan hukum, hakim, dan

undang-undang

FADILA BALKIS ( 073 )


PIPIT SETIAWATI ( 072 )
AGITHA DWI MAHARANI ( 069 )
GHINA AYU AMARTA P ( 067 )
GITA AURELIA ( 060 )
PENGERTIAN HUKUM

Mochtar Kusumaatmadja SM Amin

 Hukum adalah keseluruhan  Hukum adalah kumpulan


asas-asas dan kaedah-kaedah peraturan-peraturan yang
yang mengatur kehidupan terdiri dari norma-norma dan
pergaulan manusia dalam sanksi-sanksinya
masyarakat meliputi lembaga-
lembaga dan proses-proses
yang mewujudkan berlakunya
kaedah itu dalam masyarakat
sebagai kenyataan.
PENGERTIAN HAKIM

 HAKIM ADALAH PEJABAT PERADILAN NEGARA YANG


DIBERI WEWENANG OLEH UNDANG – UNDANG
UNTUK MENGADILI .
 PASAL 1 BUTIR 8 KUHAP :
 HAKIM ADALAH ORANG YANG MENGADILI PERKARA
DALAM PENGADILAN ATAU MAHKAMAH .
PENGERTIAN UNDANG -UNDANG

 UNDANG UNDANG ADALAH HUKUM YANG TELAH


DISAHKAN OLEH BADAN LEGISLATIF ATAU UNSUR
PEMERINTAHAN LAINNYA .
. Aliran Legisme

 Aliran ini menganggap bahwa semua hukum terdapat


dalam UU. Atau berarti hukum identik dengan UU.
Hakim di dalam melakukan tugasnya terikat pada UU,
sehingga pekerjaannya hanya melakukan pelaksanaan
UU belaka (wetstoepassing), dengan jalan
pembentukan silogisme hukum, atau
juridischesylogisme, yaitu suatu deduksi logis dari
suatu perumusan yang luas, kepada keadaan khusus,
sehingga sampai kepada suatu kesimpulan.
pengertian lain juga di sebutkan bahwa Aliran
Legisme adalah menjujung tinggi azas
legalitas atau mengedepankan peraturan
perundang-undangan yang berlaku di dalam
suatu wilayah tertentu sebagai sumber hukum
yang paling utama di dalam proses penegakan
hukum.
PANDANGAN ALIRAN LEGISME

 1) hukum itu harus tertulis


 2) kedudukan hakim pasif
 3) hakim hanya sebagai terompet uu
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

KELEBIHAN KELEMAHAN

 1) tidak mengakui hukum yang


tidak tertulis padahal hukum
 1) mendapat kepastian yang tidak tertulis dapat
hukum melengkapi uu malahan hukum
 2) hakim tidak bisa tidak tertulis (kebiasaan) dapat
menyampingkan uu di kuatkan
sewenang-wenang
oleh pengadilan
 2) hakim terlalu terikat oleh
uu,padahal sikap uu terbatas
 3) hakim tidak boleh
melakukan penafsiran
. Aliran Begriffsjurisprudenz

 Aliran yang membolehkan hakim melakukan


penemuan hukum, diawali dengan yang dikenal
sebagai begriffsjurisprudenz dalam pengertian lain
juga Aliran Begriffjurisprudenz. Adalah Setiap
putusan baru dari hakim harus sesuai dengan system
hukum. . Aliran ini memulai memperbaiki kelemahan
yang ada pada ajaran legisme.
PANDANGAN ALIRAN
Begriffsjurisprudenz

 1) hakim harus memperluas uu


 2) hakim dituntut menggunakan rasio dan
logika dalam menentukan hukum, dan dapat
dimungkinkan rasa keadilan
 3) hakim tidak dapat dipersalahkan karena
baginya berlaku asas lex dura sedtramen
artinya hukum itu keras tapi memang
demikian adanya
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

KELEBIHAN KELEMAHAN

 1) menghargai logika dan  1) selalu mendewa-dewakan


rasio hakim logika dan rasio sehingga
menyampingkan prasaan dan
 2) hakim diperbolehkan keadilan
interprestasi dan  2) keadilan dan manfaat
kontruksi kemasyarakatan tidak dijadikan
bahan pertimbangan
 3) hukum dapat dirobah oleh
dogma
. Aliran Freiredits Schule

 Sebagai kritikan terhadap aliran Begriffsjurisprudenz,


muncul aliran Interessenjurisprudenz
(Freirechtsshule). Menurut aliran ini, undang-undang
jelas tidak lengkap.pengertian lain dari aliran ini
adalah Menurut aliran ini, undang-undang jelas tidak
lengkap. Undang-undang bukan satu-satunya sumber
hukum, sedangkan hakim dan pejabat lainnya
mempunyai kebebasan yang seluas-luasnya untuk
melakukan “penemuan hukum” dengan memperluas
dan membentuk peraturan melalui putusannya.
contoh aliran Freiredits Schule:

 Fauzi menjadi hakim (amin), terus ada kasus tentang


seseorang yang mencuri uang dengan menggunakan
internet (Crack/hacker). lalu didalam kodifikasi tidak
diatur pencurian dengan menggunakan internet,
tetapi karena Fauzi menggunakan aliran bebas
sebagai pencipta hukum, maka Fauzi memutus bahwa
itu termasuk tindakan pidana pencurian walaupun
lewat dunia internet.
PANDANGAN ALIRAN Interessenjurisprudenz
Atau Freirechtsschule

 1) aliran ini menolak pandangan 1 dan 2


 2) hakim tidak terikat oleh uu
 3) hakim diberikan (frei ermessen)
kebebasan berpendapat
KELEBIHAN DAN KELAMAHAN

KELEBIHAN KELEMAHAN

 1 ) hakim diberi  1 ) kesewenang-


kebebasan menilai wenangan hakim
dan menimbang hakim terlalu
kepentingan- berkuasa (subjektif)
kepentingan
masyarakat
. Aliran Soziologisme Rechts Schule

 Reaksi terhadap Aliran Freiredits Schule, aliran ini


memunculkan aliran soziologische rechtsshule yang
pada pokoknya hendak menahan kemungkinan
munculnya kesewenang-wenangan hakim. Pengertian
lain dari aliran ini ialah terutama hendak menahan dan
menolak kemungkinan kesewenang-wenangan dari
hakim, berhubungan dengan adanya “freies
Ermessen” dari aliran hukum bebas di atas.
PANDANGAN Aliran Soziologische
Rechtsshule

 1). kebebasan hakim harus dibatasi


 2) putusan hakim harus berdasarkan
uu,rasakeadilan, dan kesadaran hukum yang
hidup dalam masyarakat
 3) hakim harus mempunyai pengetahuan yang
luas tentang kemasyarakatan
KELEBIHAN DAN
KELEMAHAN
KELEBIHAN : hakim bisa memutuskan hukum
yang adil yang sesuai dengan hukum yang hidup
dalam masyarakat
Aliran Sistem Hukum Terbuka

 Aliran Sistem Hukum Terbuka (open system v/h recht) diwakili


oleh Paul Scholten, berpendapat bahwa hukum itu merupakan
suatu sistem; bahwa semua peraturan-peraturan itu saling
berhubungan yang satu ditetapkan oleh yang lain; bahwa
peraturan-peraturan tersebut dapat disusun secara mantik dan
untuk yang bersifat khusus dapat dicari aturan-aturan umumnya,
sehingga sampailah pada asas-asas. Pengertian lain dari aliran ini
adalah merupakan satu sistem yang berarti semua aturan saling
berkaitan aturan-aturan dapat di susun. Sistem hukum
membutuhkan putusan-putusan atau penetapan-penetapan
yang senantiasa menambah luasnya system hukum tersebut.
Karena sistem hukum bersifat terbuka.
PANDANGAN Aliran Sistem
Hukum Terbuka (Open System Van
Het Recht)

 1) hukum itu merupakan suatu sistem dan sistem itu


bersifat terbuka tetapi juga ada yang tertutup
(mengenai pembagian hak yang diatur oleh uu)
 2) hakim harus melakukan penafsiran yang luas tetapi
dikaitkan dengan sistem yang lain
 3) hakim dalam melaksanakan hukum menambahkan
sesuatu yang baru dengan mempertimbangkan
hubungannya dengan yang telah ada.
PARA TOKOH

 Tokoh dari Aliran Silogisme atau Legisme yaitu : Hans


Kelsen dan Nawiasky
 Tokoh dari Aliran Begriffsjuriprudenz yaitu : Rudolf
von Jhering
 Tokoh dari Aliran Soziologische Rechtsshule :
Hamaker dan Hymans dari Negeri Belanda dan dari
Amerika misalnya : Roscoe Pound.
 Tokoh dari Aliran interessenjurisprudenz : philip Heck
KESIMPULAN

 HUBUNGAN ANTARA UU HUKUM DAN HAKIM ADALAH


UNDANG – UNDANG MERUPAKAN SALAH SATU SUMBER
DARI HUKUM DAN HAKIM ADALAH ORANG YANG
MENERAPKAN UNDANG – UNDANG ATAU SUMBER
HUKUM LAINNYA .
 Sistem yang paling cocok di indonesia adalah aliran
Soziologische Rechtsshule karena dalam pengambilan
keputusan hakim harus merujuk pada uu,mementingkan
keadilan dan mempunyai pengetahuan yang luas tentang
masyarakat