Anda di halaman 1dari 48

LAPORAN MINI PROJECT

“ Gambaran Kejadian Gizi Kurang


di Desa Sukoharjo Wilayah Kerja
Puskesmas Kutoarjo tahun 2019 “

Oleh :

Arum Mananti Pradita,dr


LATAR BELAKANG
Usia balita merupakan periode
pertumbuhan dan perkembangan yang
sangat pesat. Oleh karena itu, kelompok
usia balita perlu mendapat perhatian,
karena merupakan kelompok yang rawan
terhadap kekurangan gizi.

Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan


adanya perbaikan status gizi pada
balita di Indonesia proporsi status
gizi buruk dan gizi kurang turun dari
19,6% saat ini menjadi 17,7%.
Kemenkes mengungkapkan Penelitian dari tahun 2014-
2016 tingginya angka kekurangan gizi itu tampak pada tiga
kategori kekurangan gizi salah satunya pada kategori
kekurangan gizi menurut indeks BB menurut usia, angkanya
mencapai 17%.
Padahal ambang batas angka kekurangan gizi WHO itu 10%.
Hasil Pemantauan Status Gizi tahun 2017 Prevalensi Gizi
Kurang Balita Umur 0-59 Bulan di Provinsi Jawa tengah
yaitu 14,0% yang berarti belum mencapai target nasional
perbaikan gizi tahun 2015 dan MDGs 2015 (10%) di
Kabupaten Purworejo pada tahun 2017 mencapai 16,7%.

Puskesmas Kutoarjo bulan Nopember tahun 2018 masih


terdapat anak yang mengalami kekurangan gizi tersebar di
tiga wilayah kerja Puskesmas Kutoarjo sebagai berikut
Kutoarjo 8,08%, Bandung 6,84%, Sukoharjo 8,77%.
RUMUSAN MASALAH

Bagaimana gambaran gizi kurang pada balita berdasarkan asupan makanan di Desa
Sukoharjo wilayah kerja Puskesmas Kutoarjo tahun 2019?

Bagaimana gambaran gizi kurang pada balita berdasarkan tingkat pendidikan ibu di Desa
Sukoharjo wilayah kerja Puskesmas Kutoarjo tahun 2019?

Bagaimana gambaran gizi kurang pada balita berdasarkan tingkat pengetahuan gizi ibu di
Desa Sukoharjo wilayah kerja Puskesmas Kutoarjo tahun 2019?

Bagaimana gambaran gizi kurang pada balita berdasarkan tingkat pendapatan keluarga
di Desa Sukoharjo wilayah kerja Puskesmas Kutoarjo tahun 2019?

Bagaimana gambaran gizi kurang pada balita berdasarkan pola asuh di Desa Sukoharjo
wilayah kerja Puskesmas Kutoarjo tahun 2019?

Bagaimana gambaran gizi kurang pada balita berdasarkan status gizi di Desa Sukoharjo
wilayah kerja Puskesmas Kutoarjo tahun 2019?
TUJUAN

UMUM :
Mengetahui gambaran kejadian gizi kurang pada
balita di Desa Sukoharjo

KHUSUS :
1. tingkat asupan makanan
2. tingkat pendidikan
3. tingkat pengetahuan
4. tingkat pendapatan
5. tingkat pola asuh
MANFAAT

Bagi Puskesmas

Bagi Dokter Internsip

Bagi Masyarakat

Bagi Peneliti lain


TINJAUAN PUSTAKA

Definisi

Gizi kurang pada balita adalah status gizi yang didasarkan


pada indeks berat badan menurut umur (BB/U) anak usia 0-
60 bulan yaitu kategori gizi kurang/underweight dengan
ambang batas Z-score -3 SD s/d < -2 SD.
Epidemiologi

Berdasarkan Pantauan Status Gizi (PSG) 2017 yang dilakukan Kementerian


Kesehatan, balita yang mengalami masalah gizi pada 2017 mencapai 17,8%,
sama dengan tahun sebelumnya.

Jumlah tersebut terdiri dari Balita yang mengalami gizi buruk 3,8% dan 14% gizi
kurang.
Di Indonesia, tercatat 4,5% dari 22 juta balita atau 900 ribu balita mengalami
gizi kurang atau gizi buruk dan mengakibatkan lebih dari 80% kematian anak.
ETIOLOGI

Langsung

Tidak langsung
Tingkat pendapatan

Menentukan jenis pangan apa yang disediakan untuk


konsumsi balita serta kuantitas ketersediaannya.
Selain itu diupayakan menanamkan pengertian kepada
para orang tua dalam hal memberikan makanan
terhadap anak dengan cara yang tepat dan dalam
kondisi yang higienis
Tingkat pengetahuan

Pengetahuan gizi yang baik akan menyebabkan seseorang


mampu menyusun menu yang baik untuk dikonsumsi.
Semakin banyak pengetahuan gizi seseorang,maka ia akan
semakin memperhitungkan jenis dan jumlah makanan yang
diperolehnya untuk dikonsumsi
Tingkat pendidikan

Tinggi rendahnya tingkat pendidikan ibu erat kaitannya


dengan tingkat pengetahuan terhadap perawatan
kesehatan, kesadaran terhadap kesehatan dan gizi anak-
anak dan keluarganya. Tingkat pendidikan turut pula
menentukan mudah tidaknya seseorang menyerap dan
memahami pengetahuan gizi yang mereka peroleh
Tingkat Pola Asuh

Dapat berupa sikap dan perilaku ibu maupun pengasuh lain


dalam kedekatannya dengan anak. Pola pengasuhan balita
berhubungan erat dengan pola pemberian konsumsi, karena
balita mempunyai hubungan kelekatan yang kuat terutama ibu
atau pengasuh lain, sehingga pola asuh mempunyai peran yang
cukup besar terhadap peningkatan status gizi balita
Penyakit Infeksi

Kurang gizi, dapat menyebabkan gangguan pada pertahanan tubuh.


Selain itu juga pada infeksi akan memberikan efek berupa gangguan
pada tubuh, yang dapat menyebabkan kekurangan gizi.
Penyakit infeksi dapat menyebabkan kurang gizi sebaliknya kurang
gizi juga menyebabkan penyakit infeksi
INTERPRETASI ANTROPOMETRI MENURUT WHO

Berdasarkan Berat Badan menurut Umur (0 bulan-60 bulan) diperoleh kategori


:
1. Tergolong gizi sangat kurang jika hasil ukur < -3 SD.
2. Tergolong gizi kurang jika hasil ukur -3 SD sampai dengan < -2 SD.
3. Tergolong gizi baik jika hasil ukur -2 SD sampai dengan 2 SD.
4. Tergolong gizi lebih jika hasil ukur > 2 SD.
Berdasarkan pengukuran Tinggi Badan (0 bulan- 60 bulan) atau Panjang
Badan menurut Umur diperoleh kategori:
1. Sangat pendek jika hasil ukur < -3 SD.
2. Pendek jika hasil ukur -3 SD sampai dengan < -2 SD.
3. Normal jika hasil ukur -2 SD sampai dengan 2 SD.
4. Tinggi jika hasil ukur > 2 SD.
Berdasarkan BB menurut TB diperoleh Kategori:
1. Sangat kurus jika hasil ukur < -3 SD.
2. Kurus jika hasil ukur -3 SD sampai dengan < -2 SD.
3. Normal jika hasil ukur -2 SD sampai dengan 2 SD.
4. Gemuk jika hasil ukur > 2 SD.

Berdasarkan pengukuran LiLA diperoleh Kategori:


1. Normal jika hasil ukur >12,5 cm.
2. Kurang jika hasil ukur ≤11,5 cm sampai dengan 12,5 cm.
3. Buruk jika hasil ukur <11,5 cm.
Metode Pengukuran Konsumsi Makanan dengan Food Recall 24jam

Dilakukan dengan mencatat jenis dan jumlah bahan makanan yang


dikonsumsi pada periode 24 jam yang lalu. Dalam metode ini, responden, ibu
atau pengasuh disuruh menceritakan semua yang dimakan dan minum
selama 24 jam yang lalu (kemarin).

Apabila pengukuran hanya 1x24 jam maka data yang diperoleh kurang
representif maka untuk menggambarkan kebiasaan makanan individu
ditanyakan secara teliti dengan menggunakan alat ukur rumah tangga
(sendok,piring,gelas dll) oleh karena itu, recall 24 jam dapat sebaiknya
dilakukan berulang atau harinya tidak berturut-turut.
Kebutuhan Zat Gizi Balita Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi
(AKG) Rata-Rata Per Hari

Usia BB(Kg) TB (cm) Energi (Kkal) Protein (g) Karbo(kh) Besi/Fe(mg)


0 – 6 bln 6 61 550 12 58 -
7 –12 bln 9 71 725 18 82 7
1 – 3 thn 13 91 1125 26 155 8
4 – 6 thn 19 112 1600 35 220 9
PEMBERIAN MAKANAN BALITA DAN ANAK

INISIASI MENYUSU DINI

ASI EKSKLUSIF 0-6 BULAN


METODE PENELITIAN

Kerangka
Konsep

GIZI
KURANG
Jenis Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan
metode observasi dengan pendekatan deskriptif

Lokasi Dan Waktu Penelitian


Penelitian ini dilaksanakan di Desa
Sukoharjo Wilayah kerja Puskesmas
Kutoarjo Bulan Maret – April Tahun 2019
Populasi dan Sampel
Populasi adalah semua balita yang menderita gizi kurang
yang terdapat di Desa Sukoharjo Puskesmas Kutoarjo pada
tahun 2018 yaitu sebanyak 5 balita.

Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan objek


yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi. Metode
pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan
menggunakan Accidental Sampling. Jumlah sampel untuk
penelitian ini adalah sebanyak 5 balita.
INSTRUMEN PENELITIAN
PENGUMPULAN DATA
Kuesioner
Data Primer dan Data
Timbangan digital Sekunder
Formulir foodrecal 24jam

ANALISA DATA

Medote penelitian : yang


disajikan dalam bentuk tabel
dan grafik serta teks singkat
DEFINISI
OPERASIONAL

Rumus yang di gunakan untuk mengukur presentase dari


jawaban yang di dapat dari kuesioner menurut Arikunto
(2013), yaitu

□ = Jumlah nilai yang benar x 100%


Jumlah soal
membuat kategori seseorang menjadi tiga tingkatan yang didasarkan
pada nilai persentase yaitu sebagai berikut:
Tingkat kategori Baik jika nilainya ≥ 76-100 %.
Tingkat kategori Cukup jika nilainya 60–75 %.
Tingkat kategori Kurang jika nilainya ≤ 60 %.
Perhitungan tingkat konsumsi energi ditentukan
menggunakan rumus :
%AKG = x 100 %

Hasil perhitungan persentase tingkat konsumsi


energi,berdasarkan pemenuhan AKG (Angka
Kecukupan Gizi ) yaitu sebagai berikut :
- Defisit Tingkat Berat : < 70% AKG
- Defisit Tingkat Sedang :70-79%AKG
- Defisit Tingkat Ringan :80-89%AKG
- Normal :90-110%AKG
- Di Atas Kecukupan :>110 % AKG
Va ria bel Definisi opera sional Instrum en Hasil ukur
penelitia n
1.BAIK : 90-110 %
Asupa n Pem beria n pola Foodrecall Baik ≥100%
2.DEFISI :RINGAN : 80-89AKG
m akanan m akan pada balita 24jam 3.DEFISIT SEDANG
Sedang : :70-79%
80-90% AKG
4.DEFISIT
Kura ng BERAT <70%
:70-80% AKG
5.DIATAS KECUKUPAN
Defisit : < 70% AKG : >110%
Pengeta huan Hasil pemahaman Kuisoner 1. baik jika ≥ 76%-100%
responden m engenai 2. cukup jika 60%-75%
gizi pada balita 3. kura ng jika <60%
Pendidika n Jenjang pendidika n Kuisoner 1. Tida k sekola h
terakhir yang 2. SD
ditam atkan ibu 3. SMP
4.SMA
5.D3
Pendapatan Pendapatan sela ma Kuisoner 1. Rp <500.000,-
satu bula n 2. Rp 500.000 -Rp1.000.000,-
3.Rp 1.000.000-
Rp 2.000.000,-
4.>Rp 2000.000,-
Pola asuh Pera n ibu pada balita Kuisoner 1. baik jika ≥ 76%-100%
2. cukup jika 60%-75%
3. kura ng jika <60%
Sta tus gizi Kondisi balita yang Tim banga n 1 Gizi buruk. < -3 SD
ditentukan dengan digita l 2.Gizi kurang-3 SD s/d < -2 SD
m elakukan 3. Gizi baik -2 SD s/d +2 SD
pengukura n 4.Gizi lebih >2 SD
antropometri Bera t
Badan m enurut
(BB/U)
Distribusi Frekuensi Tingkat Asupan Makan
Hasil Pengamatan Food Recall 24 jam
Responden : Ridwan
Tanggal Keterangan Energi Protein Lemak KH

Rata-rata asupan (Kkal) (gr) (gr) (gr)


energi, lemak, dan 20/03/19 Kebutuhan menurut
AKG 1600 35 62 220
karbohidrat Ridwan Asupan makanan 695,7 29,7 32,7 64,6
< 70%, hal tersebut % asupan 43,5 84,8 52,7 29,3
berarti asupan 29/03/19 Kebutuhan menurut
AKG 1600 35 62 220
makan Ridwan Asupan makanan 802,7 30,3 37 73,4
termasuk dalam % asupan 50,2 86,5 59,6 33,4
kategori defisit. 02/04/19 Kebutuhan menurut
AKG 1600 35 62 220
Asupan makanan 986,8 34,7 17,7 165,3
% asupan 61,7 99,1 28,5 75,1
Rata-rata % asupan makanan 51,8% 90,1% 46,9% 45,9%
selama 3 kali kunjungan
Distribusi Frekuensi Tingkat Asupan Makan
Hasil Pengamatan Food Recall 24 jam
Responden : Mahesa
Tanggal Keterangan Energi Protein Lemak KH
Rata-rata asupan (Kkal) (gr) (gr) (gr)
energi, lemak, dan 20/03/19 Kebutuhan menurut
karbohidrat AKG 1125 26 44 155
Asupan makanan 537,9 19,3 19,7 73,7
Mahesa < 70%, hal % asupan 47,8 74,2 44,7 47,5
tersebut berarti 29/03/19 Kebutuhan menurut
asupan makan AKG 1125 26 44 155
Asupan makanan 658,2 37,7 27,6 71,9
Mahesa termasuk % asupan 58,5 145 62,7 46,3
dalam kategori 02/04/19 Kebutuhan menurut
AKG 1125 26 44 155
defisit. Asupan makanan 598,9 22,7 18,8 74,4
% asupan 53,2 87,3 42,7 48
Rata-rata % asupan makanan 53,1% 102,1 50,0% 47,2%
selama 3 kali kunjungan
Distribusi Frekuensi Tingkat Asupan Makan
Hasil Pengamatan Food Recall 24 jam
Responden : Januar
Tanggal Keterangan Energi Protein Lemak KH

Rata-rata asupan (Kkal) (gr) (gr) (gr)


20/03/19 Kebutuhan menurut
energi, lemak, AKG 1600 35 62 220
protein dan Asupan makanan 877,8 26,4 37,1 109,4
% asupan 54,9 75,4 59,8 49,7
karbohidrat
29/03/19 Kebutuhan menurut
Januar < 70%, hal AKG 1600 35 62 220
tersebut berarti Asupan makanan 729,8 19,2 17 120,8
% asupan 45,6 54,8 27,4 54,9
asupan makan 02/04/19 Kebutuhan menurut
Januar termasuk AKG 1600 35 62 220
Asupan makanan 526,2 13,5 9 96,8
dalam kategori % asupan 32,9 38,5 14,5 44
defisit. Rata-rata % asupan makanan 44,5% 56,2% 33,9% 49,5%
selama 3 kali kunjungan
Distribusi Frekuensi Tingkat Asupan Makan
Hasil Pengamatan Food Recall 24 jam
Responden : Fajar
Tanggal Keterangan Energi Protein Lemak KH

(Kkal) (gr) (gr) (gr)


Rata-rata asupan 20/03/19 Kebutuhan menurut
energi, lemak, dan AKG 1600 35 62 220
Asupan makanan 744,1 25,5 24,5 102,8
karbohidrat Fajar
% asupan 46,5 72,8 39,5 46,7
< 70%, hal 29/03/19 Kebutuhan menurut
tersebut berarti AKG 1600 35 62 220
asupan makan Asupan makanan 779,4 36,9 40,1 72,3
Fajar termasuk % asupan 48,7 105,4 64,7 32,9
02/04/19 Kebutuhan menurut
dalam kategori
AKG 1600 35 62 220
defisit. Asupan makanan 627,6 31,3 20,9 76,7
% asupan 39,2 89,4 33,7 34,9
Rata-rata % asupan makanan 44,8% 89,2% 45,9% 38,2%
selama 3 kali kunjungan
Distribusi Frekuensi Tingkat Asupan Makan
Hasil Pengamatan Food Recall 24 jam
Responden : Yurida Tanggal Keterangan Energi Protein Lemak KH

(Kkal) (gr) (gr) (gr)


Rata-rata asupan 20/03/19 Kebutuhan menurut
AKG 1600 35 62 220
energi, lemak,
Asupan makanan 865,4 30,9 42,3 93,7
protein dan % asupan 54,1% 88,3% 68,2% 42,6%
karbohidrat 29/03/19 Kebutuhan menurut
Yurida < 70%, hal AKG 1600 35 62 220
tersebut berarti Asupan makanan 706,8 24,2 37,5 70,3
% asupan 44,2% 69,1% 60,5% 31,9%
asupan makan
02/04/19 Kebutuhan menurut
Yurida termasuk AKG 1600 35 62 220
dalam kategori Asupan makanan 428 9,1 14,4 67,5
defisit. % asupan 26,8% 26% 23,2% 30,6%
Rata-rata % asupan makanan 41,7 61,2 50,6 35,0
selama 3 kali kunjungan
Grafik hasil : Distribusi Responden berdasarkan Tingkat
Pendidikan Ibu
Grafik hasil : Distribusi Responden berdasarkan
Tingkat Pendapatan Ibu
Grafik hasil : Distribusi Responden
berdasarkan Tingkat Pengetahuan Ibu
Grafik hasil : Distribusi Responden berdasarkan Tingkat Pola
asuh Ibu
Tabel hasil : Distribusi Responden berdasarkan Tingkat
Status Gizi Balita

Nama Usia BB TB Status gizi Berdasarkan hasil


penelitian yang telah
(BB/U) dilakukan diketahui Kelima
Ridwan 58 bulan 13 91,5 -2,55 responden balita
diperoleh data tingkat
Mahesa 24 bulan 9,4 81 -2,29 Status Gizi Kurang sesuai
Januar 57 bulan 13,7 105 -2,00 dengan standar deviasi
Z-skor yakni Prevalensi
Fajar 60 bulan 14,1 103 -2,00 Anak Balita Gizi Kurang /
Yurida 55 bulan 12,5 98,7 -2,68 Underweight (BB/U < -2SD
SIMPULAN

1. Diketahui seluruh balita yang jadi responden termasuk


dalam Status Gizi Kurang dengan penilaian rujukan
STANDAR DEVIASI < -2 SD
2.Diketahui sebagain besar menyelesaikan tingkat
pendidikan yakni tamat SMP
3. Diketahui sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan
baik
4. Diketahui sebagian besar memiliki tingkat pendapatan
perbulan 500.000-1.000.000
5. Diketahui sebagian besar pola asuh memiliki tingkat
pola asuh baik
formulir foodrecall 24 jam