Anda di halaman 1dari 24

Gaya Hidup Sehat Cegah

Osteoporosis Melalui Aktivitas


Fisik dan Nutrisi Untuk Tulang
Sehat

Dr. Tanya TM Rotikan, SpKO


Ilmu Kedokteran Olahraga
FKUI / RSCM
Osteoporosis
Kelainan skeletal ( perubahan mikro arsitekstur )
Gangguan kekuatan tulang ( masa tl turun )
Resiko patah tulang meningkat

 Silent thief
 pencuri secara diam-diam dari massa
tulang
 Silent disease
Std awal tdk gejala, baru jelas BMD turun > 30%
Hilangnya arsitektur trabekulasi vertebra
dalam Micro CT-3 Dimensi Wanita Osteoporosis
Wanita normal
(dg. fraktur vertebra)

Loss of bone mass and horizontal trabeculae


Borah, et al. Anat. Rec. 2001
Remodelling Tulang
 Tulang organ dinamis, selalu berubah
dan mengalami pembaruan
 Pembaruan mulai dgn proses
pengeroposan tulang (sel osteoclast)
diikuti proses pembentukan tulang (sel
osteoblast) ditempat pengeroposan,
dilanjutkan mineralisasi shg diganti oleh
tulang baru yg kuat
 Proses pengeroposan dan pembaruan
berjalan seimbang  Remodelling
Remodeling Cycle
Osteoclast
precursor

Osteoclast Active osteoclast Bone remodelling


unit

Osteoid

Resorption Osteoblast

Activation Reversal Bone formation Mineralization

3 weeks 3 months
Komponen kekuatan tulang
Kwantitas tulang Kualitas tulang
Massa Makroarsitektur

Densitas mineral tulang Mikroarsitektur –


Koneksivitas
Ukuran Bone turnover:
- Resorpsi
- Formasi

Material Properties:
-Mineralisasi
-Microdamage
-Collagen cross
Chesnut et al. JBMR 2001; 16:
2163-72. linking
Klasifikasi Osteoporosis
(Riggs and Melton, 1983)
 Osteoporosis Primer
 Tipe 1  Osteoporosis pd
wanita pasca menopause
 Tipe 2  Osteoporosis senil
/penuaan

 Osteoporosis Sekunder
 Osteoporosis oleh penyakit,
efek samping obat, kondisi yg
mengakibatkan kelainan tlg
Puncak Massa Tulang yang
Tinggi Dipengaruhi :
 Latihan fisik yang baik, benar, terukur dan
teratur ( BBTT )

 Diet seimbang, kaya akan kalsium, cukup


vitamin D dan zat-zat lain utk tulang

 Hindari gaya hidup tak sehat : merokok,


alkohol, kafein dll.
Faktor-Faktor Umum Prediksi
Dari Osteoporosis
 Puncak massa tulang saat maturasi
 Kehilangan massa tulang pasca menopause
 Kehilangan massa tulang karena
bertambahnya usia yg dpt juga pd pria
 Faktor-faktor resiko
Faktor Resiko Osteoporosis

Yang tidak dapat diubah: Yang dapat diubah:

• Riwayat keluarga • Kurang aktifitas fisik


• Jenis kelamin perempuan • Asupan Kalsium rendah
• Usia • Kekurangan protein
• Ras Asia & Kaukasia • Kekurangan paparan sinar
• Menopause matahari
• Ukuran badan • Kurang asupan vitamin D
• Asupan Kafein tinggi
• Asupan alkohol
• Kebiasaan merokok
• Hormon Estrogen rendah
• Meminum beberapa jenis
obat (mis : steroid)
Bagaimana Cara Mendiagnosa
Osteoporosis
Diperlukan :
 Pemeriksaan klinis yang cermat
 Pemeriksaan penunjang
 Laboratorium

 Radiologi

 Densitometri  Pemeriksaan yang


sangat baik untuk mendeteksi adanya
osteoporosis dini
Kapan Curigai Adanya
Osteoporosis
Postur membungkuk ?
Nyeri tulang ?
Tubuh makin pendek ?

Dpt krn PATAH TL BELAKANG

>> WASPADA >> periksa ke DOKTER

 Patah krn trauma ringan di 3 daerah : Tulang


belakang, pergelangan tangan, panggul.
The Osteoporosis Continuum
( Postur Tubuh jadi Bungkuk )

Tl Blk Tl Blk
sehat Kifosis

50 Menopause 55+ Postmenopause 75+ Deformitas


Keluhan Risiko tinggi fraktur vertebra kifosis
gejala vasomotor dibanding tipe fraktur lain Risiko fraktur panggul
TB dpt turun sp 9 cm
POSTUR berubah
WHO Osteoporosis Guidelines
( Berdasarkan hasil pemeriksaan kepadatan
mineral tulang dgn alat Bone Densitometer )

T-Score
WHO, Guidelines for Preclinical Evaluation and Clinical Trials in Osteoporosis, 1998.
Densitas mineral tulang adalah indikator
yang baik untuk menentukan kenaikan
resiko fraktur
35
30
% vertebral fractures

25
20
15
10 2x

5
–1SD
0
-5 -4 -3 -2 -1 0

T–score
Watts, ASBMR 2001
Faktor resiko dari segi Nutrisi
 Kurang estrogen: gangguan haid,
menopause. Estrogen meningkatkan
penyerapan kalsium
 Merokok
 Alkohol, kafein berlebihan
 Serat berlebihan
 Kalsium rendah
 Vitamin D rendah
 Protein tinggi, diet tdk seimbang
Kebutuhan kalsium berdasarkan usia
Kebutuhan kalsium
Usia perhari (mg)
0 to 6 bulan 210
7 to 12 bulan 270
1 to 3 tahun 500
4 to 8 tahun 800
Tumbuh
9 to 18 tahun 1,300 cepat
19 to 50 tahun 1,000
> 50 tahun 1,200
Sumber: FAO/WHO: Human Vitamin and Mineral Requirements, 2002
Pencegahan Osteoporosis

1. Upaya promotif
2. Upaya pencegahan :
 Pencegahan primer : tetap sehat,

jangan osteoporosis, sjk anak2.


 Pencegahan sekunder : bila sdh
osteoporosis, jgn sp patah tulang.
 Pencegahan tertier : bila terjadi patah
tulang, jangan sampai cacat.
Tujuan Pencegahan
Osteoporosis
 Memaksimalkan massa tulang pada
semua usia dan jenis kelamin
 Pencegahan timbulnya jatuh atau
cedera dan pertahankan respon
proteksi diri dan keseimbangan
 Pengobatan bila diperlukan untuk
menurunkan resiko patah tulang
Tips Pencegahan Osteoporosis
 Hindari faktor2 resiko, dgn” Gaya hidup
sehat “ sjk anak2
 Latihan fisik yg baik, benar, teratur dan
terukur terutama dengan pembebanan
 Cukup aktivitas fisik dan sinar matahari
 Diet seimbang, Kalsium dan nutrisi tulang
yang cukup pada semua umur
 Untuk mengurangi kehilangan massa tulang
pasca menopause mungkin perlu obat
 Atasi osteoporosis dgn postur tetap tegak
Kesimpulan
 Osteoporosis merupakan masalah kesehatan
masyarakat yang saat ini muncul sebagai
konsekuensi usia harapan hidup meningkat
dan gaya hidup yang tidak sehat.
 Pencegahan osteoporosis mulai sejak dalam
kandungan sp dewasa pd wanita dan pria.
 Penderita osteoporosis dapat diobati dan
dicegah timbulnya patah tulang.
 Untuk tulang sehat perlu peranan seluruh
lapisan masyarakat, dgn gaya hidup sehat.
TERIMA KASIH