Anda di halaman 1dari 21

SENI

PATUNG
OCTOBER 17, 2018
Seni Patung
 Patung diartikan sebagai plastic art atau seni
plastik karena patung identik dengan sebuah
cipta karya manusia yang meniru bentuk dan
memliki keindahan .
 Patung bersifat 3 dimensi atau benda yang
bervolume artinya bisa dilihat dari berbagai arah.
 Seni Patung adalah cabang seni rupa yang
dituangkan ke dalam bentuk tiga dimensi.
Beberapa pendapat tentang seni patung:
Mikke Susanto, seni patung adalah sebuah tipe karya tiga dimensi
yang bentuknya dibuat dengan metode subtraktif (mengurangi
bahan) atau aditif ( membuat model terlebih dahulu seperti
mengecor dan mencetak)
Soenarso dan Soeroto, seni patung adalah semua karya dalam
bentuk meruang
Menurut Kalians Besar Indonesia, adalah benda tiruan, bentuk
manusia dan hewan yang cara pembuatannya dengan dipahat
B.S Myers, adalah karya tiga dimensi yang tidak terikat pada latar
belakang apapun atau bidang manapun pada suatu bangunan.
Unsur-Unsur Rupa dalam Seni Patung
 Garis: Unsur rupa garis merupakan pertemuan dari suatu titik ke titik yang lain.
 Warna: suatu kualitas rupa yang membedakan kedua objek atau bentuk yang identik raut, ukuran, dan
nilai gelap terangnya.
 Tekstur (texture) ialah unsur rupa yang menunjukkan rasa permukaan bahan, sengaja dibuat dan
dihadirkan dalam susunan untuk mencapai bentuk rupa, sebagai usaha untuk memberikan rasa
tertentu pada permukaan bidang pada
 Raut (shape) adalah suatu bidang kecil yang terjadi karena dibatasi oleh sebuah kontur (garis) dan
atau dibatasi oleh adanya warna yang berbeda atau oleh gelap terang pada arsiran atau karena
adanya tekstur (Kartika, 2004 : 41). Di dalam karya seni, shape digunakan sebagai simbol perasaan
seniman di dalam menggambarkan objek hasil subjek matter.
 Bentuk (form) adalah wujud fisik yang dapat dilihat (Bastomi, 1992 : 55).
 Ruang (space) adalah unsur atau daerah yang mengelilingi sosok bentuknya.
 Suatu ruang yang dibatasi dengan bidang disebut volume. Volume dalam patung terwujud dalam
bentuk bagian-bagian dari keseluruhan massa, tercipta karena keluasan dan kedalaman (Tristiadi,
2003: 10).
 Unsur gelap terang disebut unsur cahaya, yang berasal dari matahari yang berubah-ubah derajat
intensitasnya, maupun sudut jatuhnya yang menghasilkan bayangan dengan keanekaragaman
kepekatannya (Sunaryo, 2002: 19).
Berdasarkan Unsur-Unsur Rupa dalam Seni Patung,
bahwa
Untuk mewujudkan hasil karya seni yang bernilai estetis tidak dapat
lepas dari unsur-unsur visual yang menyusunnya. Garis, warna,
tekstur, raut, bentuk, ruang, volume dan gelap terang adalah bahasa
visual yang dapat mengungkapkan emosi, sama persis dengan nada-
nada dalam musik yang langsung menyentuh dan menggetarkan
hati. Nada-nada tersebut adalah ungkapan dari semua yang ada di
dalam.
Jenis Patung dilihat dari cara pembuatannya

 Arca merupakan patung dengan bentuk


makhluk hidup seperti manusia dan
binatang.
 Relief merupakan karya seni patung yang
hanya bisa dinikmati dari arah depan
karena terletak pada dinding.
Jenis Patung dilihat dari Posisinya
 Torso: Patung badan, tanpa kepala, tangan maupun kaki
 Boss/sedada: Setengah badan (dari kepala sampoai dada, tanpa
tangan)
 Kepala: Patung kepala dan leher saja
 Free Standing: Patung selyryg tubuh dalam posisi berdiri
 Zonde: seluruh tubuh dalam posisi tidak berdiri (duduk, tiarap,
bersila, dll)
Seni patung dibedakan menjadi
6 fungsi :
Patung Religi
Patung Monumen
Patung Arsitektur
Patung Dekorasi
Patung Seni
Patung Kerajinan
Patung Religi
tujuannya adalah sebagai sarana
beribadah dan bermakna religius.
Pada zaman Hindu dan Buddha,
patung dibuat untuk menghormati
dewa atau mengenang orang orang
yang diagungkan
Patung monumen

Patung ini dibuat untuk


memperingati atau mengenang
peristiwa atau kejadian yang
bersejarah atau jasa seorang
pahlawan besar dalam sebuah
bangsa atau kelompok.
Patung arsitektur,

Patung yang bernilai estetika


dan berfungsi dalam
konstruksi bangunan
Patung dekorasi

Patung yang digunakan


untuk menghias bangunan
atau lingkungan taman
baik taman rumah maupun
taman bermain.
Patung seni,

Karya seni murni untuk


estetika yang hanya
dinikmati keindahan
bentuknya
Patung kerajinan

Hasil dari para pengrajin yang


dibuat untuk konsumerisme
Bentuk Patung
Patung figuratif/ realis, adalah patung yang
merupakan tiruan dari bentuk alam(manusia,
binatang dan tumbuhan). Patung ini nyata
dalam perwujudannya
Patung nonfiguratif/ imajinatif, adalah
patung yang sudah terlepas dari bentuk tiruan
alam dan bentuknya abstrak
Alat dan Bahan Seni Patung Pada umumnya
Bahan
 Bahan lunak, adalah material yang empuk dan mudah dibentuk (tanah liat, lilin,
sabun, plastisin). Kelebihan dan kekurangan bahan lunak adalah mudah
dibentuk tetaapi ukurannya kecil sehingga ada keterbatasana dalam berkarya.
 Bahan sedang, artinya bahan tidak lunak dan tidak keras ( kayu waru, kayu
sengon,, kayu randu dan kayu mahoni)
 Bahan keras. Contohnya, kayu jati kayu dan kayu uling, batu padas, batu granit,
andesit dan batu pualam(marmer)
 Bahan cor/cetak. Contohnya semen, pasir, gips, logam, timah, perak, emas, fiber
atau resin
 Bahan yang ada disekitar seperti kertas
Alat
 Butsir adalah alat untuk membuat patung terbuat dari kayu dan kawat
 Meja putar, fungsinya untuk memudahkan dalam mengontrol bentuk
patung dari berbagai arah
 Pahat adalah alat untuk memahat, mengurangi atau membentuk bahan
batu atau kayu
 Palu untuk memukul
 Tang untuk mengencangkan ikatan kawat
 Sendok adukan berfungsi untuk mengambil adonan dan menempelkannya
pada kerangka patung
Teknik Berkarya Seni Patung
Teknik pahat, yaitu mengurangi bahan menggunakan alat pahat
Teknik butsir, yaitu membentuk benda dengan mengurangi dan menambah
bahan. Alat yang digunakan adalah sudi
Teknik cor, yaitu membuat karya seni dengan membuat aat cetakan kemudian
dituangkan adonan
Teknik las, yaitu membuat karya seni dengan menggabungkan bahan satu ke
bahan yang lain untuk mendapatkan bentuk
Teknik cetak, yaitu membuat karya seni dengan cara membuat cetakan terlebih
dahulu
Teknik Assembling (merakit) membuat sebuah komposisi dari bermacam macam
material seperti benda, kertas kayu dan tekstil
Dasar-dasar Pembuatan Patung

 Menyusun dan membangun merupakan tindakan yang utama bagi pematung karena
keduanya menentukan keseluruhan wujud dari sebuah patung( G. Shidarta, 1987:33).
 Perbandingan, keserasian dan kesatuan dari bentuk patung harus diperhatikan. Bila ada
salah satu perbandingan yang tidak baik, akan menimbulkan kesan yang kurang serasi.
Karena itu, dalam mematung harus selalu diperhatikan masalah perbandingan, agar patung
mempunyai ukuran-ukuran yang sesuai dan serasi, agar tercipta bentuk kesatuan yang
seimbang.
 Keseimbangan (Balance), Dominasi dan Irama (Rhythem): Seorang pematung bekerja
dengan mempertimbangkan keseimbangan antara bagian-bagian dari patung dalam
menyusun bentuk. Keseimbangan bagian atas dengan bagian bawah atau antara bagian kiri
dan kanan dari sebuah patung untuk mendapatkan bentuk yang mantap.
Prinsip-Prinsip Desain dalam Seni Patung
• Keseimbangan (balance) dalam pembuatan adalah keadaan atau kesamaan antara
kekuatan yang saling berhadapan dan menimbulkan kesan seimbang secara visual ataupun
secara intensitas kekaryaan.
• Irama (rhythm) merupakan pengaturan unsur-unsur rupa secara berulang dan
berkelanjutan., sehingga bentuk yang tercipta memiliki kesatuan arah dan gerak yang
membangkitkan keterpaduan bagian-bagiannya (Sunaryo, 2002:35).
• Dominasi atau penonjolan mempunyai maksud mengarahkan perhatian orang yang
menikmati suatu karya seni yang dipandang lebih penting daripada hal-hal yang lain.
Penonjolan atau penekanan dilakukan dengan cara memberi intensitas, pemakaian warna
kontras, dan ukuran yang berlawanan.
• Kesebandingan (proporsi) merupakan pengaturan hubungan antara bagian yang satu
terhadap bagian keseluruhan (Sunaryo, 2002:31).
• Kesatuan (unity) merupakan prinsip pengorganisasian unsur rupa yang mana pertalian
yang erat antar unsur-unsurnya sehingga tidak dapat terpisahkan satu dengan yang lain,
serta tidak perlu ada penambahan lagi maupun yang dapat dikurangkan dari padanya.
Proses Penciptaan Karya Seni Patung
– Tahapan awal ini berupa upaya penemuan gagasan atau mencari sumber gagasan. Dalam tahapan ini
juga dapat dikatakan sebagai tahapan mencari inspirasi atau ilham yang terdapat pada lingkungan alam.
Mencari inspirasi adalah upaya seniman untuk mendapatkan ide-ide baru. Dorongan yang kuat
diperlukan oleh seniman dalam menciptakan karya seni.
– Tahapan menyempurnakan, mengembangkan, dan memantapkan gagasan awal: tahapan ini masih
harus diperbaiki menjadi gagasan yang sempurna, sehingga nantinya pada proses pembentukan sebuah
karya seni dapat dengan mudah divisualisasikan yang berupa rancangan atau desain.
– Tahapan visualisasi ke dalam medium: Penuangan konsep atau bentuk desain ke dalam medium,
mempermudah seniman dalam membuat dan menghasilkan sebuah karya seni. Pemilihan medium juga
harus diperhatikan dengan baik, karena medium sangat berpengaruh dalam proses penciptaan.