Anda di halaman 1dari 41

Kajian Daya Saing Tenaga

Kerja Lokal Dalam Memenuhi


Kebutuhan Dunia Usaha Di
Kabupaten Kutai Kartanegara

Balitbangda 2016
Laporan Sementara
Heru Suprapto
Latar Belakang
 Kabupaten Kutai Kartanegara (PDRB per
kapitanya sebesar 213,14 juta rupiah dan
ekonominya tumbuh sebesar minus 1,35
persen.
 Selanjutnya Kelesuan ekonomi Dunia juga
mengakibatkan menurunnya kemampuan
perusahaan membayar tenaga kerja.
 Sebagaimana ditetapkan bahwa Upah
Minimum Kabupaten pada tahun 2016 ini
hanya sebesar Rp 2.305.000,- hanya naik
sebesar Rp 9.196,- atau 0,4% dari tahun
sebelumnya Rp 2.295.804
 Perekonomian Kabupaten Kutai
Kartanegara sampai saat ini masih sangat
bergantung pada sektor pertambangan
yang mayoritas diekspor ke pasar global.
 Sehingga perekonomian Kabupaten Kutai
Kartanegara secara umum dipengaruhi
oleh perekonomian global.
PDRB
Angkatan Kerja dan PDRB
Sektor AK PDRB 2015*
1. Pertanian 94.711 9.548
2. Pertambangan 40.949 103.171
3. Industri Pengolahan 14.778 3.126
4. Listrik, Gas dan Air 2.289 59
5. Bangunan 10.042 5.914
6. Perdagangan 42.751 3.354
7. Angkutan 10.657 1.423
8.. Keuangan 2.475 779
9. Jasa Kemasyarakatan 57.097 2.667
275.749 130.041
PHK
 Januari Hingga Maret tahun 2016 tercatat
2.057 tenaga kerja terkena PHK di Kaltim,
Balikpapan menyumbanng 721, Kutai
kartanegara 448 Orang, faktor ekonomi
yang menyebabkan hal tersebut.
 Diketahui tahun 2015 jumlah yang telah
kena PHK sebesar 9.164 Orang. Diketahui
sektor yang mendominasi dampak PHK
tersebut adalah sektor pertambangan dan
Migas
Ketenagakerjaan
1. Penduduk Usia Kerja menurut Pendidikan (BPS, sakernas)
TAHUN
PENDIDIKAN
2011 2012 2013 2014 2015
≤SD 178.256 215.308 206.672 220.709 177.045
SMTP 116.185 111.653 124.120 132.140 119.613
SMTA Umum 110.392 99.925 100.344 99.689 140.063
SMTA
19.879 18.852 27.336 23.798 33.934
Kejuruan
DIPLOMA
I/II/III/ 8.646 5.751 6.818 4.804 7.281
AKADEMI
UNIVERSITAS 16.675 19.621 19.821 20.005 33.395
JUMLAH 450.033 471.110 485.111 501.145 511.331
Tujuan Penelitian
Studi penelitian ini memiliki tujuan sebagai
berikut:
1. Mengetahui Kapasitas Tenaga Kerja Lokal
dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja
Pada sector Migas, Pertambangan, Perkebunan,
dan Industri.
2. Mengetahui kebijakan internal Perusahaan
terhadap keberpihakan tenaga kerja local.
3. Mengetahui regulasi daerah dan
implementasinya dalam mendukung daya saing
tenaga kerja local.
Kerangka Teoritis
 Tenaga kerja adalah penduduk dalam usia
kerja yang siap melakukan pekerjaan, antara
lain mereka yang sudah bekerja, mereka
yang sedang mencari pekerjaan, mereka
yang bersekolah, dan mereka yang mengurus
rumah tangga. (MT Ritonga & Yoga Firdaus,
2007:2) ( BPS : > 15 Tahun)
Daya Saing
 Daya saing tenaga kerja menurut Porter (1990)
adalah suatu konsep daya saing yang diterapkan
pada level nasional yang mencirikan produktifitas
dan diukur sebagai nilai output yang dihasilkan
oleh seorang tenaga kerja.
 World Economic Forum (WEF) lembaga yang rutin
menerbitkan “Global Competitiveness Report”
mendefenisikan daya saing tenaga kerja sebagai
kemampuan tenaga kerja suatu bangsa untuk
menggerakkan perekonomian nasional yang
mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi dan
berkelanjutan
Variabel Penelitian
Variabel Referensi

1. Kualitas Produktivitas  (Umar dalam A.A. anwar


Tenaga Kerja Lokal Prabu Mangkunegara,
Culture (Budaya Kerja) 2009:18-19 )
2. Kondisi Kerja (Work  WEF_Global
Condition) Competitiveness
3. Aktifitas Kerja (Work Report_2014-15 (Hal
Activity)
215)
4. Daya Saing
(Competitiveness)  Carlos E. Siburian, SST
5. Kebijakan Pemerintah
6. Lowongan Pekerjaan
Metodologi
 Data mencakup dua jenis data, yaitu data primer dan
data sekunder:
1. Data primer yang menjadi bahan utama dalam kajian
ini bersumber dari Kuisioner
2. Data sekunder bersumber dari data Sakernas BPS
2015
 Metode analisis diskriptis : Analisis deksriptif yang
bersifat eksploratif
 Lokasi Penelitian : Tenggarong Seberang, Loa Kulu,
Anggana, Muara jawa, Sanga-Sanga, Kota Bangun, Muara
Wis.
 Sektor Penelitian : Pertambangan (Migas, Batubara),
Perkebunan, Industri, Jasa.
 Sampel Terpilih
Sebaran Sampel
No KECAMATAN YANG NAMA PERUSAHAAN ALAMAT
DIKUNJUNGI
1. SANGA-SANGA PT. Pertamina Sanga-Sanga
PT. Ramli Bersaudara Kel. Jawa
PT. Sarijaya Sanga-sanga
2. TENGGARONG PT. Bukit Baiduri Energy Teluk Dalam
SEBERANG PT. Kitadin Embalut
PT. Mahakam Sumber Jaya Separi
3. LOA KULU PT. Mega Persada Prima Loa Kulu
PT. Multi Harapan Utama Loa Kulu
4. MUARA JAWA PT. Total Indonesie Data di kantor pusat/ bpp
5. KEMBANG JANGGUT PT. Rea Kaltim Plantations Kembang janggut
PT. Rencana Multi Baratama Hambau
PT. Mahakam River Coal Loa Sakoh

6. KENOHAN PT. Joswa mahakam Mineral Kenohan


PT. Silva Duta Lestari Kenohan
PT. Rea Kaltim Plantations Kenohan
PT. Tunas Prima Sejahtera Kenohan
HASIL PENELITIAN
 Gambaran Umum Ketenagakerjaan
(Sumber Data Sekunder : BPD Sakernas
Agustus 2015)
 Daya saing tenaga kerja (Data primer)
.
1 Angkatan Kerja Menurut Pendidikan

TAHUN
PENDIDIKAN
2011 2012 2013 2014 2015
≤SD 117.322 140.334 122.697 136.356 95.621
SMTP 69.389 55.554 58.224 65.834 55.856
SMTA Umum 80.283 71.718 70.979 73.555 91.742
SMTA
16.054 12.889 22.969 19.630 25.681
Kejuruan
DIPLOMA
I/II/III/ 7.897 4.841 5.106 4.304 6.820
AKADEMI
UNIVERSITAS 15.244 18.679 19.821 18.820 31.426
JUMLAH 306.189 304.015 299.796 318.499 307.146
2. Angkatan Kerja Menurut Daerah

TAHUN
DAERAH
2011 2012 2013 2014 2015
Perkotaan 96.578 91.246 96.851 91.434 112.642
Perdesaan 209.611 212.769 202.945 227.065 194.504
JUMLAH 306.189 304.015 299.796 318.499 307.146
JENIS
KELAMIN
Laki-Laki 215.239 221.902 216.674 221.830 231.836
Perempuan 90.950 82.113 83.122 96.669 75.310
JUMLAH 306.189 304.015 299.796 318.499 307.146
3. Penduduk Yang Bekerja berdasarjan jenis
Kelamin

TAHUN
DAERAH
2011 2012 2013 2014 2015
Perkotaan 87.890 79.179 85.376 82.152 98.873
Perdesaan 194.769 200.859 192.981 211.966 176.876
JUMLAH 282.659 280.038 278.357 294.118 275.749
JENIS
KELAMIN
Laki-Laki 200.159 206.478 202.386 204.473 211.566
Perempuan 82.500 73.560 75.971 89.645 64.183
JUMLAH 282.659 280.038 278.357 294.118 275.749
4. Penduduk Yang bekerja menurut
Pendidikan
TAHUN
PENDIDIKAN
2011 2012 2013 2014 2015
≤SD 112.593 133.225 115.780 130.235 91.673
SMTP 61.495 49.284 54.085 61.075 51.213
SMTA Umum 72.221 63.026 64.128 63.931 75.240
SMTA
15.137 12.319 20.478 17.990 21.774
Kejuruan
DIPLOMA
I/II/III/AKADE 6.937 4.841 4.447 3.813 5.103
MI
UNIVERSITAS 14.276 17.343 19.439 17.074 30.746
JUMLAH 282.659 280.038 278.357 294.118 275.749
5. Penduduk Bekerja Menurut
lapangan Usaha
TAHUN
LAPANGAN USAHA *)
2011 2012 2013 2014 2015
1. Pertanian, kehutanan,
108.052 119.179 90.053 99.485 94.711
perburuan dan perikanan
2. Pertambangan dan
47.973 44.666 41.904 49.811 40.949
penggalian
3. Industri pengolahan 10.681 7.231 11.912 17.469 14.778
4. Listrik, gas dan air 2.289
5. Bangunan 8.291 13.949 15.379 16.817 10.042
6. Perdagangan besar,
eceran, rumah makan, 48.525 42.717 51.416 58.810 42.751
dan hotel
7. Angkutan, pergudangan
10.124 8.286 13.036 8.532 10.657
dan komunikasi
8. Keuangan, asuransi,
usaha persewaan
3.350 3.433 7.686 2.594 2.475
bangunan, tanah, dan jasa
perusahaan
9. Jasa kemasyarakatan 45.663 40.577 46.971 40.600 57.097
JUMLAH 282.659 280.038 278.357 294.118 275.749
6. Penduduk bekerja menurut
Jenis/Jabatan
JENIS TAHUN
PEKERJAAN/JABATAN*) 2011 2012 2013 2014 2015
0/1. Tenaga profesional,
29.287 23.074 20.856 18.602 24.171
teknisi dan yang sejenis
2. Tenaga kepemimpinan
1.043 1.645 648 1.842 4.911
dan ketatalaksanaan
3. Tenaga tata usaha dan
20.682 17.213 20.488 16.791 31.585
yang sejenis
4. Tenaga usaha penjualan 39.455 36.351 39.059 47.813 36.403

5. Tenaga usaha jasa 11.828 16.985 20.243 20.273 11.741


6. Tenaga usaha pertanian,
kehutanan, perburuan, 104.905 118.793 87.029 96.306 87.196
dan perikanan
7/8/9. Tenaga produksi,
operator alat-alat
73.492 64.611 87.729 91.520 76.276
angkutan dan pekerja
kasar
X/00. Lainnya 1.967 1.366 2.305 971 3.466

JUMLAH 282.659 280.038 278.357 294.118 275.749


7. Penduduk Yg Bekerja menurut
Status Pekerjaan
TAHUN
STATUS PEKERJAAN*)
2011 2012 2013 2014 2015
1. Berusaha sendiri 59.674 41.970 64.754 52.913 60.857
2. Berusaha dibantu
40.665 43.771 30.670 37.972 21.485
buruh tidak tetap
3. Berusaha dibantu
9.201 6.865 9.160 10.424 14.190
buruh tetap
4. Buruh/
125.006 128.116 132.506 143.445 148.537
Karyawan/Pegawai
5. Pekerja bebas di
2.367 10.876 2.192 3.898 4.580
Pertanian
6. Pekerja bebas di
2.537 7.308 11.236 11.174 7.009
Non Pertanian
7. Pekerja tidak
43.209 41.132 27.839 34.292 19.091
dibayar
JUMLAH 282.659 280.038 278.357 294.118 275.749
8. Pengangguran Terbuka
TAHUN
PENDIDIKAN
2011 2012 2013 2014 2015
≤SD 4.729 7.109 6.917 6.121 3.948
SMTP 7.894 6.270 4.139 4.759 4.643
SMTA Umum 8.062 8.692 6.851 9.624 16.502
SMTA Kejuruan 917 570 2.491 1.640 3.907
DIPLOMA
960 659 491 1.717
I/II/III/AKADEMI
UNIVERSITAS 968 1.336 382 1.746 680
JUMLAH 23.530 23.977 21.439 24.381 31.397
9. Pengangguran Terbuka menurut
kategori
TAHUN
KATEGORI
2011 2012 2013 2014 2015
Mencari Pekerjaan 13.142 15.253 0 23.617 31.132
Mempersiapkan
235 0
Usaha/Pekerjaan
Merasa tidak
Mungkin
10.063 8.489 0 265
Mendapatkan
Pekerjaan
Sudah Punya
Pekerjaan, tetapi 325 0 764
Belum Mulai Bekerja
JUMLAH 23.530 23.977 0 24.381 31.397
Daya Saing Tenaga Kerja
Hasil Penelitian
No KECAMATAN YANG NAMA PERUSAHAAN DATA MASUK
DIKUNJUNGI
1. SANGA-SANGA PT. Pertamina Ya
PT. Ramli Bersaudara Belum
PT. Sarijaya Ya
2. TENGGARONG PT. Bukit Baiduri Energy Ya
SEBERANG PT. Kitadin Belum
PT. Mahakam Sumber Jaya Belum
3. LOA KULU PT. Mega Persada Prima Ya
PT. Multi Harapan Utama Belum
4. MUARA JAWA PT. Total Indonesie Ya
5. KEMBANG JANGGUT PT. Rea Kaltim Plantations Ya
PT. Rencana Multi Baratama Belum
PT. Mahakam River Coal Belum

6. KENOHAN PT. Joswa mahakam Mineral Ya


PT. Silva Duta Lestari Belum
PT. Tunas Prima Sejahtera Ya
1. Distribusi TK berdasarkan Jabatan
Kategori Jumlah %
No TK TK
Jabatan TK Lokal JL TK TK Lokal
Pendatang Pendatang
1 Top Managemen 5 17 22 23% 77%
Middle
2
Managemen 11 18 29 38% 62%
3 Low Managemen 24 25 49 49% 51%
Tenaga Kerja
4
Produksi/ Operator 112 26 138 81% 19%
Tenaga Kerja
5 Maintenance/
Electrical 39 8 47 83% 17%
Tenaga Kerja
6
kategori Lainnya 17 10 27 63% 37%
7 Lainnya ............ 258 25 283 91% 9%
Jumlah 466 129
1. Distribusi TK berdasarkan Jabatan ...2
Kategori Jumlah %
No
TK Lokal TK Pendatang TK Lokal TK Pendatang
1 Top Managemen 5 17 1% 13%
Middle
2
Managemen 11 18 2% 14%
Low
3
Managemen 24 25 5% 19%
Tenaga Kerja
4 Produksi/
Operator 112 26 24% 20%
Tenaga Kerja
5 Maintenance/
Electrical 39 8 8% 6%
Tenaga Kerja
6
kategori Lainnya 17 10 4% 8%
7 Lainnya ............ 258 25 55% 19%
Jumlah 466 129 100% 100%
2. Kualitas Produktivitas
Tenaga Kerja Lokal vs Pendatang
INDIKATOR RERATA KETERANGAN
1 Kedisiplinan 1,33 Lebih Buruk
2 Prestasi Kerja 1,33 Lebih Buruk
3 Kesopanan 1,67 Sama Saja
4 Tingkat pendidikan 1,33 Lebih Buruk
5 Keterampilan Kerja 1,33 Lebih Buruk
6 Kemampuan Kerjasama 2,00 Sama Saja
7 Loyalitas 1,67 Sama Saja
8 Masa Kerja 2,33 Sama Saja
9 Kerajinan 2,00 Sama Saja
10 Kualitas kerja 1,00 Lebih Buruk
11 Kerja Keras 1,67 Sama Saja
12 Integritas 2,00 Sama Saja
3. Culture (Budaya Kerja)
Tenaga Kerja Lokal vs Pendatang
No Insikator Rerata Keterangan
Dimensi Sikap
1 Mau menerima arahan pimpinan 2,00 Sama Saja
Senang menerima tanggung jawab
2
kerja 2,00 Sama Saja
3 Melaksanakan pekerjaan sesuai tugas 1,67 Sama Saja
4 Dapat mengatasi kendala kerja 1,67 Sama Saja
5 Dapat mengatasi kendala kerja 1,67 Sama Saja
Dimensi Perilaku Saat Kerja
6 Disiplin saat kerja 2,00 Sama Saja
7 Jujur dalam kerja 2,33 Sama Saja
8 Komitmen kerja 2,00 Sama Saja
9 Tanggungjawab terhadap pekerjaan 1,67 Sama Saja
10 Mengevaluasi pekerjaan 1,67 Sama Saja
4. Kondisi Kerja (Work Condition)
Tenaga Kerja Lokal vs Pendatang

Indikator Rerata Keterangan


Daya tahan terhadap Kondisi
Fisik pada lingkungan kerja
1 3,00 Lebih Baik
(Kondisi Alam, Suhu Udara,
Debu, dsb)
Daya tahan terhadap sistem
kerja (contoh : Pengaturan
2 2,33 Sama Saja
Jam kerja mingguan, Shift,
Dsb)
5. Aktifitas Kerja (Work Activity)
Tenaga Kerja Lokal vs Pendatang
No Indikator Rerata Keterangan
Tingkat Keselamatan dan Kesehatan
1
Kerja 1,67 Sama Saja
Ketaatan penggunaan fasilitas
2 Fasilitas Produksi/ Kerja sesuai
standar 1,67 Sama Saja
Kepatuhan pelaksanaan Standar
3
Operational Prosedur kerja 1,67 Sama Saja
6. Daya Saing (Competitiveness)
Tenaga Kerja Lokal vs Pendatang
No Indikator Rerata Keterangan
1 Daya Saing Upah 1,67 Sama Saja
2 Kecepatan/ Kecekatan Kerja 1,67 Sama Saja
3 Kualitas Hasil Kerja 1,67 Sama Saja
Tingkat pengulangan
4
kesalahan pekerjaan 2,00 Sama Saja
Tingkat pemborosan sumber
5
daya 2,00 Sama Saja
7. Kebijakan Pemerintah
 Penilaian Responden terhadap kebijakan
pemerintah
No Indikator Rerata Keterangan
Ketersediaan infrastruktur pelayanan
1 1,67 Cukup
informasi pasar tenaga kerja
Hubungan industrial yang harmonis
2 antara serikat pekerja dan 2,67 Baik
pengusaha
Sosialisasi pemahaman aturan
utama ketenagakerjaan, termasuk
3 2,33 Cukup
prinsip Kesempatan dan Perlakuan
yang Sama dalam Pekerjaan
8. LOWONGAN PEKERJAAN
 Jika ada lowongan pekerjaan, manakah yang
akan anda prioritaskan pada posisi berikut
No Indikator Rerata Keterangan
1 Top Management 1,33 TK Pendatang
2 Middle Management 1,67 Sama Saja
3 Low Management 2,33 Sama Saja
Tenaga Kerja Produksi/
4
Operator 2,67 TK Lokal
Tenaga Kerja Maintenance/
5
Electrical 2,67 TK Lokal
Tenaga Kerja Keamanan (
6
Satuan Pengamanan) 3,00 TK Lokal
Tenaga kerja Kategori
7
lainnya........................ 2,67 Sama Saja
Kesimpulan Sementara
 Berdasarkan Jabatan Distribusi Tenaga Kerja Lokal
Tenaga Kerja Produksi/ Operator ; Untuk Top,
Midle, Low Management lebih banyak diisi oleh
TK Pendatang; Sedangkat TK Lokal lebih banyak
sbg tk Prod/ Operator, maintenance/electrical, Tk
Lainnya.

 Kualitas Produktivitas TK yang diukur melalui 12


Indikator, dibanding TK Pendatang TK Lokal
lebih rendah pada 5 indikator : Kedisiplinan,
Prestasi Kerja, Tingkat PDD, Ketrampilan Kerja,
dan Kualitas Kerja. 7 Indikator lainnya sama
yaitu : Kesopanan, Kemampuan Kerjasama,
Loyalitas, Kerja Keras dan Integritas.
Kesimpulan Sementara ...lanjutan
 Penilaian responden terhadat 10 indikator Budaya
Kerja baik dimensi Sikap maupun perilaku Saat
Kerja antara TK Lokal dan TK Pendatang tidak ada
perbedaan/ Sama Saja.
 Variabel kondisi kerja pada indikator Daya tahan
terhadap Kondisi Fisik pada lingkungan kerja
(Kondisi Alam, Suhu Udara, Debu, dsb) ,TK Lokal
lebih baik, sedangakan idikator Daya tahan
terhadap sistem kerja adalah sama saja.
 Penilaian Responden terhadap variabel Aktifitas
Kerja (Work Activity) antara TK Lokal dg TK
Pendatang adalah sama saja.
Kesimpulan Sementara ...lanjutan
 Penilaian responden terhadap Variabel
Daya Saing (Competitiveness) antara TK
Lokal dg TK Pendatang adalah Sama Saja.
 Penilaian Responden terhadap kebijakan
pemerintah pada indikator : Hubungan
industrial yang harmonis antara serikat
pekerja dan pengusaha adalah Baik, 2
Indikator lainnya Cukup.
Kesimpulan Sementara ...lanjutan
Jika ada Lowongan pekerjaan, Prioritaskan
pada posisi :
 Top Mgm adalah TK Pendatang,
 Midle Mgm & Low Mgm adalah prioritas
sama,
 Untuk Posisi Tk Produksi/ Operator;
maintenance/ Electrical; dan Keamanan
adalah Prioritas TK Lokal.
Rekomendasi :
Umum
 Peningkatan pelatihan yang berkaitan dengan
teknologi tepat guna, pengembangan
kewirausahaan, keterampilan pendukung lainnya
serta pengembangan karakter tenaga kerja yang
unggul.
 Pembentukan kurikulum di Sekolah Kejuruan dan
Perguruan Tinggi mengenai karakteristik
tenaga kerja yang berkualitas. Dengan
demikian lulusan yang dihasilkan merupakan
tenaga kerja yang siap masuk di dunia kerja bukan
saja dari sisi kompetensi kerja melainkan juga dari
karakter/etika tenaga kerja yang berkualitas
Rekomendasi
Khusus :
 Sosialisasi mengenai peluang dan kelebihan
dari sektor informal perlu lebih ditingkatkan
kepada pencari kerja lokal. Sosialisasi
bisa dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja
KUKAR, melalui wadah media cetak, media
elektronik, seminar dan lainnya kepada
para pencari kerja lokal. Dengan demikian
diharapkan pencari kerja dapat terserap
oleh dunia kerja dengan cara berusaha
sendiri/wirausaha.
Rekomendasi :
Regulasi
 Perlu disusun Perda yang mengatur perekrutan tenaga kerja
dimana perusahaan diwajibkan untuk memprioritaskan tenaga
kerja lokal daripada tenaga kerja pendatang.
 Tenaga kerja pendatang bisa direkrut jikalau lowongan pekerjaan
yang ada memiliki tingkat kualifikasi dan keterampilan yang
langka dan tidak bisa dipenuhi oleh tenaga kerja lokal.
 Hal ini biasanya terjadi pada perusahaan yang menggunakan
peralatan canggih atau jasa konsultan. Selain itu, posisi manajerial
sebaiknya dialokasikan juga untuk tenaga kerja lokal.
 Jika kualitas tenaga kerja lokal masih kurang untuk posisi
manajerial, perusahaan atau pemerintah bisa melakukan
pembinaan dan pengembangan SDM bagi tenaga kerja lokal yang
direkomendasikan untuk promosi jabatan.