Anda di halaman 1dari 19

KONSEP DASAR

UJI HIPOTESIS
PERTEMUAN KE-2

SELFIAH, SE., MSA.


Konsep Dasar Uji Hipotesis
Pernyataan dugaan atau
Hipotesa pernyataan sementara

.
■ Hipotesa Statistik : suatu pernyataan atau perkiraan mengenai satu atau
lebih populasi
■ Pengujian hipotesis berhubungan dengan penerimaan atau penolakan
suatu hipotesis.
■ Kebenaran (benar atau salahnya) suatu hipotesis tidak akan pernah
diketahui dengan pasti, kecuali kita memeriksa seluruh populasi (
memeriksa seluruh populasi apakah mungkin ???????? )
Lalu apa yang harus kita lakukan, jika tidak mungkin untuk memeriksa
seluruh populasi untuk memastikan kebenaran suatu hipotesis ?
■ Maka Kita dapat mengambil sampel secara acak dengan beberapa teknik
sampling dan dengan menggunakan informasi tersebut (atau bukti) dari
sampel itu untuk menerima atau menolak suatu hipotesis.
Pengertian Hipotesis
■ Hipotesis berasal dari bahasa yunani yang mempunyai dua arti kata yaitu kata “hupo”
berarti lemah atau kurang atau dibawah (sementara) dan “thesis” berarti (pernyataan
atau teori, proposisi atau pernyataan yang disajikan sebagai bukti.).
■ Jadi, hipotesis merupakan pernyataan sementara yang masih lemah kebenarannya
dan perlu dibuktikan atau dugaan yang sifatnya masih sementara.. Kemudian para ahli
menafsirkan arti hipotesis sebagai perkiraan terhadap hubungan antara dua buah
variable atau lebih. Sehingga dapat diartikan bahwa hipotesis adalah jawaban atau
perkiraan (dugaan) sementara yang harus diuji lagi kebenarannya.
■ Hipotesis statistik adalah suatu pernyataan atau perkiraan mengenai keadaan
populasi yang sifatnya masih sementara atau lemah kebenarannya.
■ Hipotesis statistik dapat berbentuk suatu variabel seperti Binomial, Poisson, dan
Normal atau nilai dari suatu parameter, seperti rata-rata, varians, simpangan baku dan
proporsi. Hipotesis statistik akan diterima jika hasil pengujian membenarkan
pernyataannya dan akan ditolak jika terjadi penyangkalan (penyanggahan) dari
pernyataan tersebut .
Pengertian Pengujian Hipotesis

Pengujian Hipotesis adalah suatu prosedur yang dilakukan dengan tujuan memutuskan
apakah kita menerima atau menolak suatu hipotesis itu.
Dalam pengujian hipotesa, keputusan yang dibuat itu mengandung ketidakpastian, artinya
keputusan itu bisa benar atau salah, sehingga menimbulkan resiko.
Besar kecilnya resiko dinyatakan dalam bentuk probabilitas.
Pengujian hipotesis merupakan bagian terpenting dari statistik inferensi (statistic induktif),
karena berdasarkan pengujian tersebut, pembuatan keputusan atau pemecahan
persoalan sebagai dasar penelitian lebih lanjut dapat terselesaikan.
Bentuk-bentuk Hipotesis
1. Hipotesis Deskriptif.
■ Hipotesis deskriptif adalah perkiraan tentang nilai suatu variabel mandiri. Tidak
membuat perbandingan atau hubungan.
■ Dalam perumusan hipotesis statistik, antara hipotesis nol (H0) dan hipotesis
alternative (H1) selalu berpasangan, bila salah satu ditolak, maka yang lain diterima
sehingga dapat dibuat keputusan yang tegas, yaitu kalau H0 ditolak pasti H1
diterima.
2. Hipotesis Hubungan (Asosiatif)
■ Hipotesis asosiatif adalah suatu pernyataan yang menunjukkan perkiraan tentang
hubungan antara dua variable atau lebih.
Prosedur Pengujian Hipotesis

Prosedur pengujian hipotesis statistik adalah langkah-langkah yang dipergunakan dalam


menye-lesaikan pengujian hipotesis tersebut.

Penerimaan suatu hipotesis terjadi karena TIDAK CUKUP BUKTI untuk MENOLAK hipotesis
tersebut dan BUKAN karena HIPOTESIS ITU BENAR
DAN
Penolakan suatu hipotesis terjadi karena TIDAK CUKUP BUKTI untuk MENERIMA hipotesis
tersebut dan BUKAN karena HIPOTESIS ITU SALAH
Langkah-langkah Pengujian Hipotesis

■ Tentukan HO dan H1
■ Tentukan statistik uji (z atau t)
■ Tentukan arah pengujian (1 atau 2)
■ Taraf nyata pengujian ( atau /2)
■ Tentukan nilai titik kritis atau daerah penerimaan atau penolakan HO
■ Cari nilai statistik hitung
■ Tentukan kesimpulan (terima atau tolak HO)
Menentukan Formulasi Hipotesis
■ Hipotesis nol / nihil (HO) : Hipotesis nol adalah hipotesis yang dirumuskan sebagai suatu
pernyataan yang akan di uji. Hipotesis nol tidak memiliki perbedaan atau perbedaannya nol
dengan hipotesis sebenarnya.
■ Hipotesis alternatif/ tandingan (H1 / Ha): Hipotesis alternatif adalah hipotesis yang di rumuskan
sebagai lawan atau tandingan dari hipotesis nol. Dalam menyusun hipotesis alternatif, timbul 3
keadaan berikut.
■ H1 menyatakan bahwa harga parameter lebih besar dari pada harga yang dihipotesiskan.
Pengujian itu disebut pengujian satu sisi atau satu arah, yaitu pengujian sisi atau arah kanan.
■ H1 menyatakan bahwa harga parameter lebih kecil dari pada harga yang dihipotesiskan.
Pengujian itu disebut pengujian satu sisi atau satu arah, yaitu pengujian sisi atau arah kiri.
■ H1 menyatakan bahwa harga parameter tidak sama dengan harga yang dihipotesiskan.
Pengujian itu disebut pengujian dua sisi atau dua arah, yaitu pengujian sisi atau arah kanan dan
kiri sekaligus.
Perlu Diperhatikan
■ Penolakan atau Penerimaan Hipotesis dapat membawa kita pada 2 jenis kesalahan (kesalahan= error = galat), yaitu :
Galat jenis 1  penolakan hipotesis nol (H0) yang benar
Galat jenis 1 dinotasikan sebagai  (disebut juga tarif nyata uji)
Galat jenis 2  penolakan hipotesis nol (H0) yang salah
Galat jenis 2 dinotasikan sebagai β
■ Prinsip pengujian hipotesis yang baik adalah meminimalkan nilai  dan β
■ Dalam perhitungan, nilai  dapat dihitung sedangkan nilai β hanya bisa dihitung jika nilai hipotesis alternatif sangat
spesifik.
■ Pada pengujian hipotesis, kita lebih sering berhubungan dengan nilai . Dengan asumsi, nilai  yang kecil juga
mencerminkan nilai β yang juga kecil.
■ Prinsip pengujian hipotesa adalah perbandingan nilai statistik uji (z hitung atau t hitung) dengan nilai titik kritis (Nilai z
tabel atau t Tabel)
■ Titik Kritis adalah nilai yang menjadi batas daerah penerimaan dan penolakan hipotesis.
■ Nilai  pada z atau t tergantung dari arah pengujian yang dilakukan.
Arah Pengujian Hipotesis

• H0 : ditulis dalam bentuk persamaan (menggunakan tanda =)


Uji Satu Arah • H1 : ditulis dalam bentuk lebih besar (>) atau lebih kecil (<)

Uji Dua Arah • H0 : ditulis dalam bentuk persamaan (menggunakan tanda =)


• H1 : ditulis dengan menggunakan tanda ≠
Jenis-jenis Pengujian Hipotesis
Berdasarkan Jenis Parameternya
■ Pengujian hipotesis tentang rata-rata adalah pengujian hipotesis mengenai rata-rata populasi
yang di dasarkan atas informasi sampelnya.
■ Pengujian hipotesis tentang proporsi adalah pengujian hipotesis mengenai proporsi populasi
yang di dasarkan atas informasi sampelnya.
■ Pengujian hipotesis tentang varians adalah pengujian hipotesis mengenai varians populasi
yang di dasarkan atas informasi sampelnya.
Berdasarkan Jumlah Sampelnya
■ Pengujian hipotesis sampel besar:Pengujian hipotesis sampel besar adalah pengujian
hipotesis yang menggunakan sampel lebih besar dari 30 (n > 30).
■ Pengujian hipotesis sampel kecil:Pengujian hipotesis sampel kecil adalah pengujian hipotesis
yang menggunakan sampel lebih kecil atau sama dengan 30 (n ≤ 30).
Jenis-jenis Pengujian Hipotesis
Berdasarkan Jenis Distribusinya
■ Pengujian hipotesis dengan distribusi Z adalah pengujian hipotesis yang menggunakan
distribusi Z sebagai uji statistik. Tabel pengujiannya disebut tabel normal standard. Hasil uji
statistik ini kemudian di bandingkan dengan nilai dalam tabel untuk menerima atau menolak
hipotesis nol (Ho) yang di kemukakan.
■ Pengujian hipotesis dengan distribusi t adalah pengujian hipotesis yang menggunakan
distribusi t sebagai uji statistik. Tabel pengujiannya disebut tabel t-student. Hasil uji statistik ini
kemudian di bandingkan dengan nilai dalam tabel untuk menerima atau menolak hipotesis nol
(Ho) yang di kemukakan.
■ Pengujian hipotesis dengan distribusi χ2 ( kai kuadrat) adalah pengujian hipotesis yang
menggunakan distribusi χ2 sebagai uji statistik. Tabel pengujiannya disebut tabel χ2. Hasil uji
statistik ini kemudian di bandingkan dengan nilai dalam tabel untuk menerima atau menolak
hipotesis nol (Ho) yang di kemukakan.
■ Pengujian hipotesis dengan distribusi F (F-ratio) adalah pengujian hipotesis yang
menggunakan distribusi F (F-ratio) sebagai uji statistik. Tabel pengujiannya disebut tabel F.
Hasil uji statistik ini kemudian di bandingkan dengan nilai dalam tabel untuk menerima atau
menolak hipotesis nol (Ho) yang di kemukakan.
Jenis-jenis Pengujian Hipotesis
Berdasarkan Arah atau Bentuk Formulasi Hipotesisnya
■ Pengujian hipotesis dua pihak (two tail test): Pengujian hipotesis dua pihak adalah pengujian
hipotesis di mana hipotesis nol (Ho) berbunyi “sama dengan” dan hipotesis alternatifnya (H1)
berbunyi “tidak sama dengan” (Ho = dan H1 ≠)
■ Pengujian hipotesis pihak kiri atau sisi kiri: Pengujian hipotesis pihak kiri adalah pengujian
hipotesis di mana hipotesis nol (Ho) berbunyi “sama dengan” atau “lebih besar atau sama
dengan” dan hipotesis alternatifnya (H1) berbunyi “lebih kecil” atau “lebih kecil atau sama
dengan” (Ho = atau Ho ≥ dan H1 < atau H1≤ ). Kalimat “lebih kecil atau sama dengan” sinonim
dengan kata “paling sedikit atau paling kecil”.
■ Pengujian hipotesis pihak kanan atau sisi kanan: Pengujian hipotesis pihak kanan adalah
pengujian hipotesis di mana hipotesis nol (Ho) berbunyi “sama dengan” atau “lebih kecil atau
sama dengan” dan hipotesis alternatifnya (H1) berbunyi “lebih besar” atau “lebih besar atau
sama dengan” (Ho = atau Ho ≤ dan H1 > atau H1 ≥). Kalimat “lebih besar atau sama dengan”
sinonim dengan kata “paling banyak atau paling besar”
Definisi dan Kegunaan Data
Data sebagai sesuatu yang dimiliki oleh anggota dari populasi yang dapat diukur. (Kountur,2005)
Data terdiri dari pengukuran-pengukuran pada karakteristik yang menarik. (Agresti dan Finlay,
1997)
Kegunaan data terkait dalam bidang manajemen dan bisnis yakni dasar suatu perencanaan, alat
pengendalian terhadap implementasi perencanaan, dan dasar evaluasi hasil kerja akhir.
Persyaratan data yang baik, meliputi: objektif, representative, kesalahan sampling kecil, relevant,
dan mutakhir.
SKALA DATA
Data kualitatif (kategorikal) Data kuantitatif (angka nominal)

Skala Nominal Skala Ordinal Skala Interval Skala Rasio

Suhu:
Pendidikan: Interval suhu antara 20°-30° sama dgn
Agama: ≤ SMA =1 suhu antara 40°-50°
Islam =1 Diploma =2
Kristen =2 Sarjana =3 Waktu:
Hindu =3 Pascasarjana =4 Interval jam 07.00 – 10.00 sama dgn jam
Budha =4 08.00 – 11.00
Pendapatan:
Jenis Kelamin: ≤ 2 juta =1
Wanita =0 Di atas 2jt – 3jt =2 Volume Produksi:
Pria =1 Di atas 3jt – 5jt =3 Tahun 2011 = 2 ton
≥ 5 juta =4 Tahun 2012 = 6 ton
Volume produksi th 2012 lebih besar dari
volume produksi th 2001
SUMBER DAN PENGUMPULAN DATA

Sumber Data Pengumpulan Data

Sumbernya Cara
Wawancara Observasi Dokumentasi
Perolehannya

• Internal • Primer • Sistematis • Partisipan • Tercetak


• Eksternal • Sekunder • Tidak sistematis • Nonpartisipan • Tergambar
• terekam
POPULASI DAN SAMPEL
• Kumpulan dari seluruh elemen sejenis namun dapat dibedakan
satu sama lain karena karakteristiknya.
POPULASI • Wilayah generalisasi suatu objek yang terdiri dari keseluruhan
elemen yang dapat teridentifikasi dan memiliki ciri-ciri tertentu.
• Sebagian dari populasi atau elemen-elemen yang ada di dalam
SAMPEL populasi.
• Merupakan himpunan bagian dari populasi.

Sampel yang baik merupakan sampel yang dapat mewakili sebanyak mungkin karakteristik
populasi, dapat mengukur sesuatu yang seharusnya memang akan diukur (valid). Sampel juga
harus memiliki tingkat presisi estimasi, semakin kecil tingkat perbedaan di antara rata-rata
populasi dengan rata-rata sampel, maka semakin tinggi tingkat presisi sampel tersebut.

Salah satu syarat utama yang harus terpenuhi dalam menentukan ukuran sampel secara
kuantitatif adalah ukuran populasi yang diketahui.
METODE
PENGAMBILAN DATA SAMPEL

• Simple Random Sampling


• Multistage Random Sampling
Random • Cluster Sampling
• Systematic Random Sampling

• Convenience Sampling
Nonrandom • Purposive Sampling
• Snowball Sampling
Terima kasih