Anda di halaman 1dari 13

RESPON ORANG TUA

TERHADAP BAYI BARU


LAHIR
1. Ayu Dwirestiana P2.06.24.4.18.044
2. Erni Ramadhani P2.06.24.4.18.049
3. Ratnawiyati P2.06.24.4.18.069
1. BOUNDING ATTACHMENT

ikatan antara
Bounding
ibu dan bayi
ikatan Attachment
dalam bentuk
antara ibu  sentuhan
kasih sayang
dan bayi
dan belaian.

Menurut Klaus, Kenell (1992), Bounding


Attachment bersifat unik, spesifik, dan
bertahan lama
Prakondisi yang mempengaruhi ikatan (Mercer, 1996)

1. Kesehatan emosional orang tua


2. Sistem dukungan sosial
3. Suatu tingkat keterampilan dalam berkomunikasi dan dalam memberi asuhan yang kompeten
4. Kedekatan orang tua dengan bayi
5. Kecocokan orang tua-bayi

Prakondisi yang mempengaruhi ikatan (Mercer, 1996)

1. Perkenalan (Acquaintance), dengan melakukan kontak mata, menyentuh, berbicara dan


mengeksplorasi segera setelah mengenal bayinya.
2. Keterikatan (Bounding)
3. Attachment, perasaan kasih sayang yang mengikat individu dengan individu lain
Periode Keterikatan antara Ibu dan Bayi

• menerima fakta kehamilan dan mendefinisikan dirinya


sebagai seorang ibu
Prenatal

• Keterikatan ini menyebabkan respon yang menciptakan


Waktu Kelahiran interaksi dua arah yang menguatkan antara ibu dan bayinya
dan Setelahnya

• . Kemapuan untuk mengasuh agar menghasilkan bayi yang


sehat, dapat menciptakan perasaan puas, rasa percaya diri,
Postpartum dan
Pengasuh Awal
perasan berkompeten dan sukses terhadap diri ibu
Bayi atau ibu
sakit

Prematuritas Cacat Fisik

Ikatan
antara ibu
dan bayi
bisa
tertunda
2. RESPON AYAH DAN KELUARGA

faktor yang ikut mempengaruhi terciptanya bounding, salah satunya


keterlibatan ayah saat bayi dalam kandungan

Respon

Menyambut kelahiran bayinya tidak menginginkan kelahiran bayinya


dengan sangat suka cita karena jenis kelamin bayi yang dilahirkan
tidak sesuai keinginan

Bertambah giat dalam mencari


nafkah Kurang berbahagia karena kegagalan KB

Melibatkan diri dalam merawat bayi Anak yang lahir cacat menyebabkan rasa
malu baik bagi ibu, ayah dan keluarga
ibu dan ayah serta keluarga berprilaku terhadap bayi baru lahir
sebagian dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal

Internal
• Bagaimana mereka di urus oleh Eksternal
orang tua mereka. • Keinginan menjadi orang tua
• Kebudayaan yang yang telah diimpikan.
diinternailsasikan dalam diri • Sikap dan perilaku
mereka. Nilai – nilai kehidupan. pengunjung.
• Hubungan antar sesama.
• Riwayat kehamilan sebelumnya.
3. SIBLING RIVALRY

kompetisi antara saudara kandung untuk


mendapatkan cinta kasih, afeksi dan perhatian dari
satu atau kedua orangtuanya atau untuk
mendapatkan pengakuan atau suatu yang lebih.

Penyebab Sibling Rivalry

• Kompetensi (kemampuan).
• Ciri emosional, yakni tempramen, seperti halnya mudah bosan, mudah frustrasu, mudah
marah atau sebaliknya, tidak mudah bosan, tidak mudah frustrasi dan lain lain.
• Sifat perasaan anak seusia sampai dengan dua-tiga tahun, yakni apa yang disenangi adalah
miliknya, harus di fahami benar oleh orang tua.
• Kelemahan perkembangan
Segi Positif :
Sibling rivalry mendorong anak untuk mengatasi
perbedaan dengan mengembangkan beberapa
keterampilan penting, di antaranya adalah bagaimana
menghargai nilai dan perspektif (pandangan) orang lain.
Mengatasi sibling rivalry

1. Orang tua tidak perlu langsung campur tangan, kecuali saat terdapat tanda – tanda –
tanda akan terjadinya kekerasan fisik.
2. Orang tua harus dapat berperan memberikan otoritas kepada anak – anak sedemikian
rupa sehingga menyelesaikan masalah dengan anak – anak, bukan untuk anak – anak.
3. Cara memisah dua anak yang konflik menjurus ke fisik, tidak boleh menyalahkan salah
satu, akan tetapi keduanya dihargai
4. Jika anak – anak memperebutkan benda yang sama, lakukan teknik pengajaran agar
keduanya dapat menggunakan secara bergantian yang adil dan menggembirakan.
5. Memberikan kesempatan setiap anak untuk mengungkapkan apa yang dirasakan tentang
saudaranya
6. Jangan memberi tuduhan tertentu tentang negatifnya sifat anak, Kesabaran dan keuletan
Peran bidan dalam hal ini adalah :

• Membantu menciptakan terjadinya ikatan


antara ibu dan bayinya dalam jam pertama
sesudah kelahiran.
• Memberikan dorongan pada ibu dan keluarga
untuk memberikan respon positif tentang
bayinya, baik melalui sikap maupun ucapan dan
tindakan.
TERIMAKASIH ATAS
PERHATIANNYA