Anda di halaman 1dari 22

Asuhan keperawatan pada tetanus

neonatorum dan Perawatan Pencegahan


Infeksi Silang

Jessy yanti
Mega Selviana
Novinta Devi S
Novi Rahmawati
A. Definisi Tetanus Neonatorum
Tetanus neonatorum adalah suatu bentuk klinis
tetanus infeksius yang berat dan terjadi selama
beberapa hari pertama setelah lahir, disebabkan oleh
faktor-faktor seperti tindakan perawatan sisa tali pusat
yang tidak higienis atau kekurangan imunisasi maternal.
Etiologi dan Patogenesis Tetanus Neonatorum

Gambar Morfologi dan Daur Hidup Clostridium Tetani

Tetanus neonatorum disebabkan oleh bakteri


clostridium tetani. Bakteri ini terdapat banyak di alam,
di tanah, di feses kuda, dan binatang lainnya,
Faktor Resiko Terjadinya
Tetanus Neonatorum
• Kecelakaan
• Luka tusuk
• Luka operasi
• Karies gigi
• Radang telinga tengah
• Pemotongan tali pusat
Gambar Kondisi Tali Pusat Pada Tetanus Neonatorum
Manifestasi Klinis Tetanus Neonatorum
1. Bayi malas minum
2. Menangis yang terus menerus
3. Suhu tubuh bayi normal atau bisa meningkat atau subfebris
4. Kekakuan rahang atau trismus mulai terjadi
5. Mengakibatkan tangisan bayi berkurang dan akhirnya berhenti.
6. Trismus pada tetanus neonatorum tidak sejelas
7. Karena kekakuan otot leher lebih kuat dari otot masseter
8. Rahang bawah tertarik dan mulut justru agak membuka dan kaku sehingga
bentukan mulut menjadi mecucu seperti mulut ikan karper
9. Kekakuan pada wajah dimana bibir tertarik kearah lateral
10. Alis tertarik ke atas yang disebut risus sardonicus
11. Kaku kuduk, disfagia, dinding abdomen kaku dan mengeras serta kekakuan
pada seluruh tubuh
12. kejang akan terjadi secara spontan dan akhirnya terus menerus
13. Vasokonstriksi pada saluran napas
Gambar . Gambaran Klinis Tetanus Neonatorum
Diagnosa Tetanus Neonatorum

Tali pusat bayi dapat ditemui dalam kondisi kotor dan


berbau merupakan tanda port d’entree clostridium tetani.
Pemeriksaan dengan spatula lidah dapat digunakan untuk
mendeteksi dini penyakit ini.
Gambar Uji Spatula
Beberapa hasil pemeriksaan penunjang dibawah ini
dapat ditemui pada kasus tetanus, antara lain.

1. Pemeriksaan biakan pada luka


2. Nilai hitung leukosit dapat tinggi
3. Pemeriksaan cairan serebrospinal
4. Kadar antitoksin didalam darah 0,01 U/mL atau
lebih
5. Kadar enzim otot (kreatin kinase, aldolase) di
dalam darah dapat meningkat.
6. EMG dapat menunjukkan pelepasan subunit
motorik yang terus menerus
7. Dapat ditemukan perubahan yang tidak spesifik
pada EKG.
Komplikasi Tetanus Neonatorum

• Laringospasme
• Fraktur dari tulang punggung atau tulang panjang
• Hiperadrenergik
• Sepsis
• Pneumonia aspirasi
Penatalaksanaan Tetanus Neonatorum

1. Terapi suportif (sedasi, pelemas otot, dsb)


2. Menetralisir atau mencegah bertambahnya toxin
3. Berusaha membunuh kuman
Pengobatan
1. Pasang jalur IV dan beri cairan dengan dosis
rumatan
2. Berikan diazepam 10mg/kgbb/hari secara IV
dalam 24.
3. Berikan bayi Human tetanus imunoglobulin
500 U IM.
4. Tetanus toksoid 0,5 ml IM
5. Pemberian antibiotik
6. pengobatan untuk infeksi lokal tali pusat
7. Berikan ibunya imunisasi tetanus toksoid 0,5
ml
8. Perawatan lanjut bayi tetanus neonatorum
Pencegahan Tetanus Neonatorum

• Proses persalinan yang steril


• Perawatan tali pusat yang benar
• Perawatan luka
• Pendidikan dan pengarahan pada ibu hamil
• Imunisasi pada ibu hamil
Rekomendasi Jadwal Imunisasi Tetanus Toxoid (TT)
dan Tetanus Difteri Toxoid (Td

Dosis Jadwal Pemberian

TT1 atau Td1 Pada kontak pertama atau sedini mungkin


saat kehamilan

TT2 atau Td2 Paling sedikit 4 minggu setelah dosis


Pertama

TT3 atau Td3 6-12 bulan setelah dosis kedua atau pada
kehamilan berikutnya

TT4 atau Td4 1-5 tahun setelah dosis ketiga atau saat
kehamilan berikutnya

TT5 atau Td5 1-10 tahun setelah dosis keempat atau saat
kehamilan berikutnya
Tabel 5. Efikasi Vaksin Tetanus Toxoid Berdasarkan Dosis

Dosis Interval minimum Percent protected Durasi proteksi


antar dosis

TT1 - - -

TT2 4 minggu 80% 3 tahun

TT3 6 bulan 95% 5 tahun

TT4 1 tahun 99% 10 tahun

TT5 1 tahun 99% Mungkin seumur


Hidup
PERAWATAN BAYI DENGAN
PENCEGAHAN INFEKSI
Pengertian
Pencegahan infeksi merupakan
penatalaksanaan awal yang harus dilakukan
pada bayi baru lahir karena bayi baru lahir
sangat rentan terhadap infeksi
Tindakan pencegahan infeksi

• Mencuci tangan
• Memakai sarung tangan
• Memastikan semua peralatan steril
• Pakaian,handuk serta kain bersih
• Semua alat perawatan bersih
• Menganjurkan ibu menjaga kebersihan diri
• Menjaga kebersihan bayi
• Menjaga bayi dari orang orang yang infeksi
Prinsip Umum Pencegahan Infeksi
• Berikan perawatan rutin kepada bayi baru lahir.
• Pertimbangkan setiap orang (termasuk bayi dan staf)
berpotensi menularkan infeksi.
• Cuci tangan atau gunakan pembersih tangan beralkohol.
• Pakai – pakaian pelindung dan sarung tangan.
• Gunakan teknik aseptik.
• Pegang instrumen tajam dengan hati – hati dan bersihkan dan
jika perlu sterilkan atau desinfeksi instrumen dan peralatan.
• Bersihkan unit perawatan khusus bayi baru lahir secara rutin
dan buang sampah.
• Pisahkan bayi yang menderita infeksi untuk mencegah infeksi
nosokomial.
Asuhan Neonatus Pencegahan Infeksi
• Setelah enam jam pertama kehidupan atau setelah suhu
tubuh bayi stabil, gunakan kain katun yang direndam dalam
air hangat
• Bersihkan bokong dan area perineum bayi setiap kali
mengganti popok bayi
• Pastikan bahwa ibu mengetahui peraturan posisi penempatan
yang benar untuk meyusui
UpayaPencegahan InfeksiNosokomial

1. Pencegahan infeksi pada tali pusat


2. Pencegahan infeksi pada kulit
3. Pencegahan infeksi pada mata bayi baru lahir
4. Imunisasi
5. Staf perawatan
6. Desain ruang perawatan
7. Rawat gabung
8. Air Susu Ibu
9. Mencuci tangan
10. Isolasi
11. Pengunjung
12. Pengkontrolan terhadap epidemic
Terima kasih