Anda di halaman 1dari 9

TUGAS 1

Mata Kuliah : Bimbingan Konseling

Disusun oleh :
Azizah Nur Safitri ( K2317011 )
• Guru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap
pendidikan murid-murid, baik secara individual maupun secara klasikal, baik
di sekolah maupun di luar sekolah. (Djamarah, 1994:33).
• Pada sisi lain , Djamarah berpendapat bahwa guru adalah semua orang yang
berwenang dan bertanggung jawab untuk membimbing dan membina anak
didik, baik secara individual maupun klasikal di sekolah maupun di luar
sekolah. (Djamarah, 2000:32).
Kompetensi pedagogik Kompetensi Personal
yaitu kemampuan penguasaan materi pembelajaran adalah kemampuan kepribadian yang mantap,
secara luas dan mendalam yang meliputi : stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan
• Konsep, struktur, dan metode keilmuan/ bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.
teknologi/ seni yang menaungi/ sesuai dengan
Artinya guru memiliki sikap kepribadian yang
materi ajar.
mantap sehingga dapat menjadi sumber inspirasi
• Materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah;
bagi siswa dan diharapkan mampu melaksanakan tri
• Hubungan konsep antar mata pelajaran terkait;
pusat yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara
• Penerapan konsep-konsep keilmuan dalam
yaitu Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya
kehidupan sehari-hari; dan
Mangun Karsa, Tut Wuti Handayani.
• Kompetisi secara profesional dalam konteks
global dengan tetap melestarikan nilai dan
budaya nasional
Kompetensi Profesional Kompetensi Sosial
adalah kemampuan penguasaan materi yaitu merupakan kemampuan pendidik sebagai
pembelajaran secara luas dan mendalam yang bagian dari masyarakat untuk:
memungkinkan membimbing peserta didik • Berkomunikasi lisan dan tulisan.
memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan • Menggunakan teknologi komunikasi dan
dalam Standar Nasional Pendidikan. Meliputi : informasi secara fungsional;
• Memiliki pengetahuan yang luas berkenaan • Bergaul secara efektif dengan peserta didik,
dengan bidang studi atau subjek matter yang sesame pendidik, tenaga kependidikan,
akan diajarkan. orangtua/wali peserta didik; dan
• Mampu memilih model, strategi, dan metode • Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar
yang tepat serta mampu menerapkannya dalam
kegiatan pembelajaran
Penyelenggaraan bimbingan dan konseling di sekolah bukan hanya menjadi
tanggung jawab guru bimbingan dan konseling (guru BK) melainkan menjadi
tanggung jawab bersama semua guru, baik guru kelas maupun guru mata
pelajaran di bawah koordinasi guru bimbingan dan konseling.
Peran dan konstribusi guru kelas dan guru mata pelajaran tetap sangat
diharapkan guna kepentingan efektivitas dan efisiensi pelayanan bimbingan dan
konseling di sekolah, bahkan dalam batas-batas tertentu guru kelas maupun
guru mata pelajaran dapat bertindak sebagai pembimbing (konselor) bagi
siswanya.
1. Membantu pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa
2. Membantu guru pembimbing/konselor mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan layanan bimbingan
dan konseling, serta pengumpulan data tentang siswa-siswa tersebut.
3. Menerima siswa alih tangan dari guru pembimbing/konselor, yaitu siswa yang menuntut guru
pembimbing/konselor memerlukan pelayanan pengajar /latihan khusus (seperti pengajaran/ latihan perbaikan,
program pengayaan).
4. Membantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru-siswa dan hubungan siswa-siswa yang menunjang
pelaksanaan pelayanan pembimbingan dan konseling.
5. Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa yang memerlukan layanan/kegiatan bimbingan dan
konseling untuk mengikuti /menjalani layanan/kegiatan yang dimaksudkan.
6. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah siswa, seperti konferensi kasus.
7. Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayanan bimbingan dan konseling
serta upaya tindak lanjutnya.
Raka Joni (1979) berdasarkan Komisi Kurikulum Bersama P3G menetapkan dan
merumuskan bahwa untuk menjadi guru professional harus menguasai diantaranya,
yakni:
1. Menguasai bahan pelajaran
2. Mengelola program pembelajaran
3. Mengelola kelas
4. Menggunakan media dan sumber belajar
5. Menguasai landasan pendidikan
6. Mengelola interaksi belajar mengajar
7. Menilai prestasi belajar
8. Mengenal fungsi dan layanan bimbingan dan penyuluhan
9. Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah
10. Memahami dan menafsirkan hasil penelitian guna keperluan pengajaran.

Persiapan menjadi guru tidak semata-mata melalui jalur pendidikan formal. Faktor internal yang ada di
dalam diri seseorang juga mempengaruhi kesuksesan orang menjadi guru. Faktor internal seperti motivasi dan
bakat sangat berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang menjadi guru. Mereka sungguh- sungguh boleh
dikatakan sebagai guru-guru yang berbakat; tidak diragukan lagi mereka itu mampu memberi inspirasi.