Anda di halaman 1dari 28

AMENORE DAN DISMENORE

Puja Agung Antonius


pujaagungantonius@yahoo.com

Department of Obstetrics and Gynecology


Faculty of Medicine Andalas University
Fisiologi siklus haid
4

1
Sistem endokrin

Hormon akan dikeluarkan sebagai sinyal melalui aliran darah atau cairan
ekstraseluler dan akan diterima oleh sel-sel yang memiliki reseptor spesifik
terhadap hormon tersebut
GnRH
HIPOTALAMUS

HIPOFISIS
FSH
LH

ESTROGEN

PROGESTERON

OVARIUM
ENDOMETRIUM
Two cell two systems
FSH MATURASI FOLIKEL LH

ANDROGEN CHOLESTEROL HDL

LDL
ESTROGEN PROGESTERON

PERTUMBUHAN FOLIKEL ANDROGEN

SEL GRANULOSA SEL TEKA


NEGATIVE
FEEDBACK
OVULASI
FERTILISASI

PRESTIGMA OVULASI

OOSIT
ENZIM

OTOT POLOS

EKSPANSI
KUMULUS
PROSTAGLANDIN

MATURASI
KORPUS LUTEUM
LONJAKAN
LH
GnRH
HIPOTALAMUS

HIPOFISIS
FSH
LH

ESTROGEN

PROGESTERON

OVARIUM
ENDOMETRIUM
HAID

Lamanya haid bervariasi umumnya 4-6 hari, dan


umumnya akan sama dari siklus ke siklus pada siklus
ovulatoir.
Lamanya haid dikatakan tidak normal jika < 2 hari atau
> 7 hari
Jumlah darah haid normal adalah 25-60 mL

Yen, Jaffe, 2004

Tissue disruption >< Regeneration


Progesterone INFLAMASI
withdrawal

VASOKONSTRIKSI

VASODILATASI
MMP

EKSTRAVASASI DARAH

HEMATOMA

A. Spiralis sensitif
Lepasnya lapisan fungsional
terhadap hormon steroid

HAID
Progesterone withdrawal Lysosome endometrium

Asam arakidonat

Endothelin-1 PGF2α TXA2 PGE2 PGI2

Progesterone withdrawal
Aliran darah menurun

MMPs makrofag, PMN, limfosit

Iskemia endometrium

Destruksi matriks ekstraselular Permeabilitas vaskular


meningkat

HAID
Fraser I. Hum Reprod Update, vol 8, 2002
Hemostasis lokal endometrium

Prostaglandin

PGF2α TXA2 PGE2 + PGI2 Vasodilatasi

Vasokonstriksi Koagulasi Fibrinolisis

HAID STOP

Repair epitel

VEGF + Fibroblast growth factor + Estradiol


Amenore :
Definisi :
1. Belum mendapat haid, tanpa ada tanda-tanda
pertumbuhan seks sekunder sampai usia 14
tahun  Primer
2. Sampai umur 16 tahun dengan tanda-tanda seks
sekunder, namun belum dapat haid  Primer
3. Telah pernah mendapat haid kemudian tidak
mengalami haid kemballi dalam waktu 3 (tiga)
daur berturut-turut atau 6 (enam) bulan 
Sekunder
Pembagian :
• Amenore primer : sama sekali belum pernah
mengalami haid.
• Amenore sekunder : pernah mengalami haid
sebelumnya, untuk kemudian haid berhenti.
Fisiologis :
waktu nifas, menyusui, masa hamil, menopause
Patologis :
karena berbagai etiologi kelainan haid
>Amenore bisa disertai galaktore dan atau disertai
hirsutisme.
Fisiologi siklus haid
4

1
Dismenore

• Definisi : Nyeri yang dirasakan menjelang dan


saat haid.
• Pembagian :
 Dismenore primer/idiopatik/fungsional
Nyeri haid dimana tidak ditemukan sebab
patologisnya.
 Dismenore sekunder :
Nyeri haid yang disebabkan oleh faktor-faktor
atau penyebab yang dapat ditemukan
Dismenore primer :
• Terjadi dalam kurun waktu usia muda
• Derajat nyeri : ringan s/d berat
• Ringan : terasa pada hari pertama haid, tidak
memerlukan obat, tidak mengganggu aktviitas.
• Sedang : nyeri berlangsung 2-3 hari, lemas, sakit
kepala, diare (kadang), memerlukan obat dan
istirahat.
• Berat : nyeri hebat, > 2 hari, disertai keluhan
gastrointestinal, memerlukkan pengobatan dan
mengganggu aktivitas.
• Keluhan berkurang dengan meningkatnya usia dan
setelah persalinan
ETIOLOGY

Smooth muscle
contraction

PGF2a
PGE2
ETIOLOGY
ETIOLOGY

Phospholipid Prostaglandin
Arachidonic PGG2
from the Prostacyclin
acid PGH2
death cells Thromboxane

Phospholipase A2 COX Isomerase


Endometriosis
Pertumbuhan jaringan yang mirip dengan endometrium di luar kavum uteri
RISK FACTORS

Age < 20 years


Attempts to lose weight
Depression / anxiety
Disruption of social networks
Heavy menses
Nulliparity
Smoking
Patofisiologi Dismenore primer :
• Menurunnya progesteron pada akhir daur haid
ovulatoar

• Pemecahan lisosomal
• Pengeluaran enzim yg bekerja terhadap fosfolipid

• Bertambahnya sintesis prostaglandin dlam


endometrium (dan cairan haid)

• Bertambahnya tonus miometrium dan kontraksi


uterus

• Iskemi Uterus  Dismenore


Dismenore Sekunder :
• Dirasakan kala usia yang lebih lanjut (dari masa
remaja)
• Rasa nyeri mulai sebelum datang haid, dapat
berlangsung sepanjang haid, disertai keluhan lain
seperti : perdarahan banyak, dispareunia serta
keputihan
• Faktor penyebab
Infeksi panggul
Endometriosis
Mioma uteri
Adanya AKDR
Polip endometrium
Pengobatan :
• Simtomatis :
 Pemberian pemanasan (diatermi) lokal pada
daerah perut
 Penggunaan obat-obat analgetik, sedatif,
antispasmodik, diuretik (kadang).
 Latihan ringan untuk mengurangi faktor stress
 Istirahat rebah, pengaturan diet.
• Endokrinologis :
 Pemakaian pil kontrasepsi oral (bila tidak ada
kontra indikasi) menyebabkan terganggunya
ovulasi, kadar prostaglandin ditekan sehingga
kontraksi uterus berkurang.
 Sediaan tokolitik yang sifatnya menghambat
kontraksi otot uterus dapat mengurangi nyeri
• Operatif :
 Neurektomi prasakral memang rasional dan efektif
dalam mengatasi dismenore berat bila tidak dapat
ditanggulangi secara konservatif, tapi tindakan ini
banyak risiko dan tidak menjamin hasil yang
memuaskan
THANK YOU