Anda di halaman 1dari 72

Percobaan 8:

Reaksi pada beberapa Senyawa Logam


Transisi Deret Pertama

Firda Novi Azizah (160331605645)


Muhammad Roy Asrori (160331605651)
Zelina Widjaja (160331605638)
Firda Novi Azizah

Tujuan Percobaan :
Mahasiswa dapat :
(1) Mengidentifikasi sifat-sifat fisika dan kimia beberapa senyawa dari unsur-unsur
transisi deret pertama
(2) Membuat dan mengidentifikasi sifat-sifat beberapa persenyawaan logam
mangan
Firda Novi Azizah

Tujuan Percobaan :
Mahasiswa dapat :
(1) Mengidentifikasi sifat Mangan(IV) dan Mangan(III) terhadap H2SO4
(2) Mengidentifikasi sifat Krom(III) terhadap NaOH dan NH4OH
(3) Mengidentifikasi sifat garam Ba2+,Pb2+,Sr2+,Ag+ terhadap KMnO4 dan K2Cr2O7
(4) Mengidentifikasi sifat NH4OH, NaOH, KMnO4,K4[Fe(CN)6], K3Fe(CN)6], dan KSCN
terhadap garam Besi(II) dan Besi(III)
(5) Mengidentifikasi sifat garam Fe2+, Co2+, Ni2+ terhadap NaOH dan NH4OH
(6) Mengidentifikasi sifat garam Kobalt(II) dan Nikel(II) terhadap Na2CO3 dan Na2HPO4
(7) Membuat dan mengidentifikasi sifat-sifat Mangan(IV) dan Mangan(III)
Firda Novi Azizah
Dasar Teori
• Unsur transisi merupakan unsur yang atom netralnya memiliki orbital d dan f yang terisi electron
sebagian
• Unsur transisi deret pertama : Sc, Ti, V, Cr, Mn, Fe, Co, Ni, Cu, Zn
• Konfigurasi electron unsur transisi deret pertama :

21Sc= [Ar] 4s2 3d1 26Fe = [Ar] 4s2 3d6


22Ti = [Ar] 4s2 3d2 27Co = [Ar] 4s2 3d7
23V = [Ar] 4s2 3d3 28Ni = [Ar] 4s2 3d8
24Cr = [Ar] 4s1 3d5 29Cu = [Ar] 4s1 3d10
25Mn = [Ar] 4s2 3d5 30Zn = [Ar] 4s2 3d10
• Unsur transisi memiliki bilangan oksidasi (biloks)lebih dari satu,kecuali Sc dan Zn,
• contoh : Mn
25Mn = [Ar] 4s2 3d5 ,maka electron maksimum yang dapat dilepaskan sampai +7(Oksidator kuat), +6,
+4, +3, +2
Firda Novi Azizah
• Diagram Potensial Reduksi Mn
a. Potensial reduksi Mn dalam suasana asam
-1,20 +1,5 +1,0 +2,26 +0,56
Mn Mn2+ Mn3+ MnO2 MnO42- MnO4-

+1,239 +1,69

b. Potensial reduksi Mn dalam suasana basa


-1,58 -0,2 +0,1 +2,26 2- +0,56
Mn Mn(OH)2 Mn(OH)3 MnO2 MnO4 MnO4-

+0,03 +0,56
Firda Novi Azizah

Larutan KMnO4 dalam suasana asam direduksi


menjadi Mangan(II) dengan reduktor seng amalgam
• Reaksi Redoks
R. Reduksi : 2 MnO4-(aq) + 16 H+(aq) +10 e → 2 Mn2+(aq) + 8 H2O(l) E0=+1,51V
R. Oksidasi: 5 Zn(s) → 5 Zn2+(aq) + 10 e E0=+0,76V
2 MnO4-(aq) + 16 H+(aq) + 5 Zn(s) → 2 Mn2+(aq) + 5 Zn2+(aq) + 8 H2O(l) E0sel=+2,27V

Reduktor = Zn
Oksidator=KMnO4
Firda Novi Azizah
Percobaan 1 Pembuatan Senyawa Mn (VI)

+ 1 mL
H2SO4 + MnO2
encer
3mL + H2SO4
KMnO4 Disaring
encer
0.01 M
+ 1 mL
NaOH + MnO2
encer
Firda Novi Azizah
DATA HASIL PENGAMATAN
Pembuatan Senyawa Mangan(VI) KMnO4 Kalium permanganate
Garam netral
Prosedur Pengamatan Pengamatan Larutan warna ungu
Sebelum Sesudah
a. 1 ml KMnO4 0,01M KMnO4 = larutan - H2SO4 Asam Sulfat
berwarna ungu Larutan tidak
berwarna
+ 1 ml H2SO4 H2SO4 = larutan tidak
Asam Oksi
encer berwarna
+ seujung sendok MnO2 = Serbuk warna Terbentuk suspensi MnO2 Mangan(IV) Oksida
Oksida indiferen
MnO2 hitam berwarna ungu
Serbuk Hitam

disaring Larutan berwarna


ungu K2MnO4 Kalium Manganat
Percobaan 1 : Garam netral
+ 1 ml H2SO4 H2SO4 = larutan tidak Tidak dilakukan Larutan hijau tua
Kiri : KMnO4 + NaOH + MnO2
encer berwarna
Kanan : KMnO4 + H2SO4 + MnO2
Reaksi Redoks
Reaksi Reduksi : MnO4-(aq) + e- → MnO42-(aq) E0 = + 0,56
Reaksi Oksidasi: MnO2(s) + 2 H2O(l) → 4 H+(aq) + MnO42-(aq)+ 2e- E0 = - 2,26 V 2− 3
Mn + 4
--------------------------------------------------------------------------------------- ------------2
Oksidator = KMnO4 RT 𝑂4 𝐻
2MnO4-(aq) + MnO2(s) + 2 H2O(l) → 3 MnO42-(aq) + 4 H+(aq) E0 = -1,70V
Reduktor = MnO2 E = E0 − 𝑙𝑛
Reaktan = KMnO4, MnO2, nF MnO− 4
2
R. Molekul : 2KMnO4(aq) + MnO2(s) + 2 H2O(l) → 3K2MnO4 (aq) + 4H2MnO4(aq) H2O
Tidak terjadi secara spontan : Tidak terbentuk larutan hijau tua Produk = MnO42-, H+
Firda Novi Azizah
DATA HASIL PENGAMATAN KMnO4 Kalium permanganate
Garam netral
Pembuatan Senyawa Mangan(VI) Larutan warna ungu

Prosedur Pengamatan Sebelum Pengamatan Sesudah NaOH Natrium Hidroksida


Larutan tidak berwarna
b. 1 ml KMnO4 0,01M KMnO4 = larutan - Basa kuat
berwarna ungu

+ 1 ml NaOH encer NaOH = larutan tidak - MnO2 Mangan(IV) Oksida


berwarna Oksida indiferen
+ seujung sendok MnO2 = Serbuk warna Terbentuk suspensi Serbuk Hitam
MnO2 hitam berwarna ungu Percobaan 1 :

Kiri : KMnO4 + NaOH + MnO2 K2MnO4 Kalium Manganat


disaring Larutan berwarna hijau
Garam netral
Kanan : KMnO4 + H2SO4 + MnO2 Larutan hijau tua
+ 1 ml H2SO4 encer H2SO4 = larutan tidak Larutan menjadi berwarna
berwarna merah

Reaksi Redoks 2 Oksidator = KMnO4


Reaksi Reduksi : MnO4 (aq) + e → MnO4 (aq)
- - 2- 0
E = + 0,56 V Reduktor = MnO2
Reaksi Oksidasi: MnO2(s) + 4 OH-(aq) → 2 H2O(l) + MnO42-(aq) + 2 e- E0 = - 0,59 V Reaktan = KMnO4, MnO2, H2O
Produk = MnO42-, H+
--------------------------------------------------------------------------------------- ----------------
– 2 MnO4-(aq) + MnO2(s) + 4OH-(aq) → 3 MnO42-(aq) + 4 H+(aq) E0 = - 0,03 V 3
2−
R.Molekul : 2KMnO4(aq) + MnO2(s) + 4NaOH(aq) → K2MnO4aq) + Na2MnO4 (aq)4 2H2O(aq) RT Mn 𝑂4
E = E0 − 𝑙𝑛
Tidak terjadi secara spontan : Terbentuk larutan hijau tua
nF MnO−
4
2 𝑂𝐻 − 4
Firda Novi Azizah

Kesimpulan Percobaan 1

• Pembuatan senyawa Mn (VI) :


– Basa : E0 = - 0,03 V Lebih mungkin terjadi
– Asam : E0 = - 1,70 V
Firda Novi Azizah
Percobaan 2 Pembuatan Senyawa Mangan (III)

0,2 gram MnSO4

+ 2 mL H2SO4 encer

+ 10 tetes H2SO4 pekat

Didinginkan

+ KMnO4 0,1 M
Firda Novi Azizah
DATA HASIL PENGAMATAN
Pembuatan Senyawa Mangan(III)
Prosedur Pengamatan Sebelum Pengamatan Sesudah
KMnO4 Kalium permanganate
Garam netral
- 0,2 gram MnSO4 MnSO4 = serbuk merah - Larutan warna ungu
muda
MnSO4 Mangan(II) Sulfat
+ 2 ml H2SO4 encer H2SO4 = Larutan tidak Larutan tetap tidak Serbuk merah muda
Garam netral
berwarna berwarna
H2O Air
+ 10 tetes H2SO4 pekat Larutan tetap tidak Oksida indiferen
berwarna Cairan tidak berwarna

+ tetes KMnO4 0,1M KMnO4 = larutan Terbentuk endapan coklat H2SO4 Asam sulfat
berwarna ungu Asam oksi
Larutan tidak berwarna
• Reaksi Redoks (suasana asam) Oksidator = KMnO4
R : 8 H+(aq) + MnO4-(aq) + 5 e → Mn2+(aq) + 4 H2O(l) E0 = +1,51 V Reduktor = MnSO4
O : 5Mn2+(aq) →5 Mn3+(aq) + e E0 = -1,51 V Reaktan = MnO4-, Mn2+, H+
---------------------------------------------------------------------------------------------- Produk = Mn3+-, H2O
8 H+(aq) + MnO4-(aq) + 4 Mn2+(aq) ← → 5 Mn3+(aq) + 2 H2O(l) E0 = 0 V Spektator = K+, SO42-

RM : 8 H2SO4(aq) + 2KMnO4(aq) + 8MnSO4aq) → 5Mn2(SO4)3(aq) + 8H2O(l) + K2SO4(aq)


EE -
RT
0
ln
 
Mn 3
5

Reaksi dalam Kesetimbangan nF  4


  
Mn 2 MnO -4 H 
8
Firda Novi Azizah
Percobaan 3a Reaksi Persenyawaan Krom (III)

+ NaOH
(hingga
berlebih)
2mL CrCl3
+ NH3 (hingga
berlebih)
Firda Novi Azizah
DATA HASIL PENGAMATAN
Reaksi persenyawaan Krom(III)
Prosedur Pengamatan Pengamatan
Sebelum Sesudah
a. + 1 ml larutan CrCl3 = Larutan -
CrCl3 warna biru dongker
+ NaOH tetes NaOH= larutan tidak -Larutan berwarna
demi tetes berwarna hijau tua
+ NaOH sampai -Terbentuk suspense
berlebih hijau, endapan dapat
larut

Rxn : CrCl3(aq) + 3 NaOH(aq) → Cr(OH)3(s) + 3NaCl(aq)


RIT : Cr3+(aq) + 3 Cl-(aq) + 3 Na+(aq) + 3 OH- (aq) → Cr(OH)3(s) + 3 Na+(aq) + 3 Cl-(aq)
Percobaan 3a
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
RIB : Cr3+(aq) + 3 OH- (aq) → Cr(OH)3(s) Krom (III) +

Penambahan NaOH berlebih :


a. NH3,
b. NaOH
Cr(OH)3(s) + 3 NaOH(aq) → Na3[Cr(OH)6](aq)
Firda Novi Azizah

CrCl3 Krom(III) Klorida


Garam normal
Larutan warna biru
NaOH Natrium Hidroksida
Basa kuat
Larutan tidak berwarna
Cr(OH)3 Krom(III) Hidroksida
Basa lemah Reaktan : CrCl3, NaOH,
Endapan hijau Produk : NaCl,
Na3[Cr(OH)6] Natrium heksahidroksokromat(III) Na3[Cr(OH)6]
Senyawa kompleks Spektator : NaCl
Larutan hijau
Firda Novi Azizah
DATA HASIL PENGAMATAN
Reaksi persenyawaan Krom(III)
Prosedur Pengamatan Pengamatan
Sebelum Sesudah
+ 1 ml larutan CrCl3 CrCl3 = Larutan -
warna biru dongker
+ NH4OH tetes demi NH4OH= larutan -Terbentuk endapan
tetes tidak berwarna hijau
+ NH4OH sampai -Endapan tidak dapat
berlebih larut
Percobaan 3a
Rxn : CrCl3(aq) + 3 NH4OH(aq) → Cr(OH)3(s) + NH4Cl(aq) Krom (III) +
RIT : Cr3+(aq) + 3 Cl-(aq) + 3 NH4+(aq) + 3 OH- (aq) → Cr(OH)3(s) + 3 NH4+(aq) + 3 Cl-(aq) a. NH3,
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
b. NaOH
RIB : Cr3+(aq) + 3 OH-(aq) → Cr(OH)3(s)

Penambahan NH4OH berlebih :

Cr(OH)3(s) + 3 NH4OH(aq) → [Cr(NH3)6]3+(aq) + 3 OH- (aq) + 6 H2O(l)


Firda Novi Azizah

CrCl3 Krom(III) Klorida


Garam normal
Larutan warna biru
NH4OH Amonium Hidroksida
Basa lemah
Larutan tidak berwarna
Cr(OH)3 Krom(III) Hidroksida
Basa lemah Reaktan : CrCl3, NaOH,
Endapan hijau Produk : NaCl,
[Cr(NH3)6]3+ Ion heksaaminkromium(III) Na3[Cr(OH)6]
Senyawa kompleks Spektator : NaCl
Firda Novi Azizah

• Cr(OH)3(s) → Cr(OH)3(aq)
• Cr(OH)3(aq) → 3+
← Cr (aq) + 3 OH (aq)
-

• -----------------------------------------------------
• Cr(OH)3(s) ← → Cr3+(aq) + 3 OH-(aq) Ksp = 6,3 . 10-31

Terbentuk endapan : melewati Ksp


Zelina Widjaja
Percobaan 4 Kromat & Bikromat yang Tak Larut

A. B.
K2CrO4 K2Cr2O7

+ 2mL
+ 2mL BaCl2 + 2mL SrCl2 + 2mL AgCl
PbCl2

Endapan + Endapan + Endapan + Endapan +


Asam Asetat Asam Asetat Asam Asetat Asam Asetat
DATA HASIL PENGAMATAN Zelina Widjaja
Kromat dan Bikromat yang Tidak larut
Prosedur Pengamatan Sebelum Pengamatan Sesudah
a. +1 ml Larutan BaCl2 Larutan tidak berwarna -
+ Larutan K2CrO4 Larutan warna kuning -Terbentuk endapan kuning muda
+CH3COOH untuk endapan CH3COOH=Larutan tidak berwarna -Endapann tidak larut

4. K2CrO4 + BaCl2
Rx mol K 2 CrO 4 (aq)  BaCl 2 (aq)  BaCrO 4 ( s)  2 KCl( aq)
Rx I T 2 K  (aq)  CrO 24- (aq)  Ba 2 (aq)  2 Cl - (aq)  BaCrO 4 ( s)  2 K  (aq)  2 Cl - (aq)
Rx net CrO 24- (aq)  Ba 2 (aq)  BaCrO 4 ( s)

K2CrO4 Kalium Kromat Garam basa Kuning


Teori : BaCl2 Barium Klorida Garam netral Tidak berwarna
- Terbentuk endapan Barium Kromat :
BaCrO4 Barium Kromat Garam basa Endapan kuning
endapan
penambahan kuning
asam asetat
- Endapan KCl Kalium Klorida Garam netral Tidak berwarna
BaCrO 4tidak
( s)  larut dalamaq
CH 3 COOH( CH
)3 COOH
CH3COOH Asam asetat Asam non oksi Tidak berwarna
Zelina Widjaja
Prosedur Pengamatan Sebelum Pengamatan Sesudah
a. +1 ml Larutan BaCl2 Larutan tidak berwarna -
+ Larutan K2Cr2O7 Larutan warna orenge -Terbentuk endapan kuning pucat
+CH3COOH untuk endapan CH3COOH=Larutan tidak berwarna -Endapann tidak larut

4. K2Cr2O7 + BaCl2
Rx mol K 2 Cr2 O 7 (aq )  BaCl 2 (aq)  BaCr2 O 7 ( s )  2 KCl( aq)
Rx I T 2 K  (aq)  Cr2 O 72- (aq)  Ba 2 (aq)  2 Cl - (aq)  BaCr2 O 7 ( s )  2 K  (aq)  2 Cl - (aq)

Rx net Cr2 O 72- (aq)  Ba 2 (aq )  BaCr2 O 7 ( s )

K Cr O Kalium Bikromat Garam basa Oranye


Teori : 2 2 7

- Terbentuk endapan
penambahan Barium bikromat : BaCl2
asam asetat Barium Klorida Garam netral Tidak berwarna
7 ( s )  CH 3 kuning
BaCr2 Oendapan COOH(aq) 
 BaCr2O7 Barium Bikromat Garam basa Kuning pucat
- Endapan tidak larut dalam CH3COOH KCl Kalium Klorida Garam netral Tidak berwarna
CH3COOH Asam asetat Asam non oksi Tidak berwarna
Zelina Widjaja
b. +1 ml Larutan Pb(NO3)2 Larutan tidak berwarna -
+ Larutan K2CrO4 Larutan warna kuning -Terbentuk endapan kuning cerah
+CH3COOH untuk endapan CH3COOH=Larutan tidak berwarna -Endapann tidak larut

4. K2CrO4 + PbCl2
Rx mol K 2 CrO 4 (aq)  PbCl 2 (aq)  PbCrO 4 ( s)  2 KCl( aq)
Rx I T 2 K  (aq)  CrO 24- (aq)  Pb 2 (aq)  2 Cl - (aq)  PbCrO 4 ( s )  2 K  (aq)  2 Cl - (aq)

Rx net CrO 24- (aq)  Pb 2 (aq)  PbCrO 4 ( s)

Teori : K2CrO4 Kalium Kromat Garam basa Kuning


- Terbentuk
penambahanendapan kuning Timbal
asam asetat PbCl2 Timbal Klorida Garam asam Tidak berwarna
PbCrO 4 ( s ) Kromat
 CH 3 COOH(aq) 

PbCrO4 Timbal Kromat Garam netral Endapan kuning
- Tidak larut dalam CH3COOH
KCl Kalium Klorida Garam netral Tidak berwarna
CH3COOH Asam asetat Asam non oksi Tidak berwarna
Zelina Widjaja
b. +1 ml Larutan Pb(NO3)2 Larutan tidak berwarna -
+ Larutan K2Cr2O7 Larutan warna orenge -Terbentuk endapan kuning cerah
+CH3COOH untuk endapan CH3COOH=Larutan tidak berwarna -Endapann tidak larut

4. K2Cr2O7 + PbCl2
Rx mol K 2 Cr2 O 7 (aq )  PbCl 2 (aq )  PbCr2 O 7 ( s )  2 KCl( aq )
Rx I T 2 K  (aq)  Cr2 O 72- (aq )  Pb 2 (aq )  2 Cl - (aq )  PbCr2 O 7 ( s )  2 K  (aq )  2 Cl - (aq )

Rx net Cr2 O 72- (aq )  Pb 2 (aq)  PbCr2 O 7 ( s )

Teori : K2Cr2O7 Kalium Bikromat Garam basa Oranye


- Terbentuk
penambahan endapan kuning Timbal
asam asetat PbCl2 Timbal Klorida Garam asam Tidak berwarna
PbCr2 O 7 ( s )Bikromat
 CH 3 COOH(aq ) 

PbCr2O7 TimbalBikromat Garam netral Kuning cerah
- Tidak larut dalam CH3COOH
KCl Kalium Klorida Garam netral Tidak berwarna
CH3COOH Asam asetat Asam non oksi Tidak berwarna
Zelina Widjaja
c. +1 ml Larutan SrCl2 Larutan tidak berwarna -
+ Larutan K2CrO4 Larutan warna kuning -Tidak terbentuk endapan, larutan
tetap kuning
+CH3COOH untuk endapan CH3COOH=Larutan tidak berwarna Tidak dilakukan
4. K2CrO4 + SrCl2
Rx mol K 2 CrO 4 (aq)  SrCl 2 (aq)  SrCrO 4 ( s)  2 KCl( aq)
Rx I T 2 K  (aq)  CrO 24- (aq)  Sr 2 (aq)  2 Cl - (aq)  SrCrO 4 ( s)  2 K  (aq)  2 Cl - (aq)
Rx net CrO 24- (aq)  Sr 2 (aq)  SrCrO 4 ( s)

Teori : K2CrO4 Kalium Kromat Garam basa Kuning


- Terbentuk endapan
penambahan kuning Stronsium
asam asetat
SrCl2 Stronsium Klorida Garam asam Tidak berwarna
SrCrO 4 ( s) Kromat
CH 3 COOH(aq)  
SrCrO4 Stronsium Kromat Garam netral Kuning
- Larut dalam CH3COOH
KCl Kalium Klorida Garam netral Tidak berwarna
CH3COOH Asam asetat Asam non oksi Tidak berwarna
Zelina Widjaja
c. +1 ml Larutan SrCl2 Larutan tidak berwarna -
+ Larutan K2Cr2O7 Larutan warna orenge -Tidak terbentuk endapan, larutan
tetap kuning
+CH3COOH untuk endapan CH3COOH=Larutan tidak berwarna Tidak dilakukan

4. K2Cr2O7 + SrCl2
Rx mol K 2 Cr2 O 7 (aq )  SrCl 2 (aq)  SrCr2 O 7 ( s )  2 KCl( aq)
Rx I T 2 K  (aq)  Cr2 O 72- (aq)  Sr 2 (aq)  2 Cl - (aq)  SrCr2 O 7 ( s )  2 K  (aq)  2 Cl - (aq)
Rx net Cr2 O 72- (aq)  Sr 2 (aq)  SrCr2 O 7 ( s )

Teori : K2Cr2O7 Kalium Bikromat Garam basa Oranye


- Terbentuk endapan
penambahan kuning Stronsium
asam asetat SrCl2 StronsiumKlorida Garam asam Tidak berwarna
SrCr2 O 7 ( s )Bikromat
 CH 3 COOH(aq) 
 SrCr2O7 Stronsium Bikromat Garam netral Kuning
- Larut dalam CH3COOH
KCl Kalium Klorida Garam netral Tidak berwarna
CH3COOH Asam asetat Asam non oksi Tidak berwarna
Zelina Widjaja
d. +1 ml Larutan AgNO3 Larutan tidak berwarna -
+ Larutan K2CrO4 Larutan warna kuning -Terbentuk endapan warna merah

+CH3COOH untuk endapan CH3COOH=Larutan tidak berwarna Endapan tidak dapat larut
4. K2CrO4 + AgCl
Rx mol K 2 CrO 4 (aq)  2 AgCl (aq)  Ag 2 CrO 4 ( s )  2 KCl( aq )
Rx I T 2 K  (aq)  CrO 24- (aq)  2 Ag  (aq)  2 Cl - (aq)  Ag 2 CrO 4 ( s)  2 K  (aq)  2 Cl - (aq)

Rx net CrO 24- (aq)  2 Ag  (aq)  Ag 2 CrO 4 ( s)

Teori :
- Terbentuk
penambahan asam endapan
asetat merah Perak K2CrO4 Kalium Kromat Garam basa Kuning
Ag 2 CrO 4 ( s ) Kromat
CH 3 COOH(aq) 
- Tidak larut dalam CH3COOH AgCl Perak Klorida Garam asam Tidak berwarna
Ag2CrO4 Perak Kromat Garam netral Merah
KCl Kalium Klorida Garam netral Tidak berwarna
CH3COOH Asam asetat Asam non oksi Tidak berwarna
Zelina Widjaja
d. +1 ml Larutan AgNO3 Larutan tidak berwarna -
+ Larutan K2Cr2O7 Larutan warna orenge -Terbentuk endapan warna merah bata
+CH3COOH untuk endapan CH3COOH=Larutan tidak berwarna Endapan tidak dapat larut

4. K2Cr2O7 + AgCl
Rx mol K 2 Cr2 O 7 (aq )  2 AgCl (aq )  Ag 2 Cr2 O 7 ( s )  2 KCl( aq )
Rx I T 2 K  (aq )  Cr2 O 72- (aq )  Ag  (aq )  2 Cl - (aq )  Ag 2 Cr2 O 7 ( s )  2 K  (aq )  2 Cl - (aq )

Rx net Cr2 O 72- (aq )  Ag  (aq )  Ag 2 Cr2 O 7 ( s )

Teori : K2Cr2O7 Kalium Bikromat Garam basa Oranye


- Terbentuk
penambahanendapanasam asetatmerah Perak
AgCl Perak Klorida Garam asam Tidak berwarna
)  CH 3 COOH(aq ) 
Ag 2 Cr2 O 7 ( sBikromat 
Ag2Cr2O7 Perak Bikromat Garam netral Merah
- Tidak larut dalam CH3COOH
KCl Kalium Klorida Garam netral Tidak berwarna
CH3COOH Asam asetat Asam non oksi Tidak berwarna
Zelina Widjaja

Kemudahan Membentuk Endapan


No Senyawa Ksp
1 SrCrO4 2,2 . 10-5
2 BaCrO4 1,2 . 10-10
3 Ag2CrO4 2,4 . 10-12
4 PbCrO4 2,8 . 10-13
• SrCrO4 < BaCrO4 < Ag2CrO4 < PbCrO4
• SrCr2O7 < BaCr2O7 < Ag2Cr2O7 < PbCr2O7
Zelina Widjaja

1-2 mL 1-2 mL
Fe2(SO4)3 FeSO4

tetes2 tetes2 tetes2 tetes2 tetes2 tetes2


NaOH NH4OH KMnO4 K4[Fe(CN)6] K3[Fe(CN)6] KSCN
Zelina Widjaja
Prosedur Pengamatan Sebelum Pengamatan Sesudah
a. Larutan FeSO4 Larutan berwarna hijau pucat -
+ beberapa tetes NaOH Larutan tidak berwarna Terbentuk endapan hijau
dengan NaOH
Fe(OH) 2 ( s) H  Fe(OH) 2 (aq)
2 O(l )

Rx mol FeSO 4 (aq)  2 NaOH(aq)  Fe(OH) 2 ( s)  Na 2SO 4 (aq)


 Fe 2 (aq)  2 OH - (aq)
Fe(OH) 2 (aq) ←
Rx I T Fe 2 (aq)  SO 24 (aq)  2 Na  (aq)  2 OH - (aq)  Fe(OH) 2 ( s)  2 Na  (aq)  SO 24- (aq)
 Fe 2 (aq)  2 OH - (aq)
Fe(OH) 2 ( s) ←
Fe 2 (aq)  2 OH - (aq)  Fe(OH) 2 ( s)
Rx net
 
Ksp  Fe 2 OH - 
2
 1,8  10 15
(vogel) = endapan hijau

FeSO4 Besi (II) sulfat Garam asam Hijau pucat


NaOH Natrium hidroksida Basa Tbw
Fe(OH)2 Besi (II) hidroksida Basa Hijau
Na2SO4 Natrium sulfat Garam netral Tbw
Zelina Widjaja
a. Larutan Fe2(SO4)3 Larutan berwarna kuning -
+ beberapa tetes NaOH Larutan tidak berwarna Terbentuk endapan oranye tua
Rx mol Fe 2 (SO 4 ) 3 (aq)  6 NaOH(aq)  2 Fe(OH) 3 ( s)  3 Na 2 SO 4 (aq) Fe(OH) 3 ( s) H  Fe(OH) 3 (aq)
2 O(l )

3 2  
Rx I T 2 Fe (aq)  3 SO 4 (aq)  6 Na (aq)  6 OH (aq)  2 Fe(OH) 2 ( s)  6 Na (aq)  3 SO 4 (aq)  Fe 3 (aq)  3 OH - (aq)
- 2-
Fe(OH) 3 (aq)←
3
Rx net 2 Fe (aq)  6 OH (aq)  2 Fe(OH) 3 ( s)  Fe 3 (aq)  3 OH - (aq)
-
Fe(OH) 3 ( s) ←
(Vogel) = endapan coklat kemerahan  
Ksp  Fe 3 OH - 
3
 4  10 38

Fe2(SO4)3 Besi (III) sulfat Garam asam Kuning


NaOH Natrium hidroksida Basa Tbw
Fe(OH)3 Besi (III) hidroksida Basa Coklat
Na2SO4 Natrium sulfat Garam netral Tbw
Zelina Widjaja
b. Larutan FeSO4 Larutan berwarna hijau pucat -
+ beberapa tetes NH4OH Larutan tidak berwarna Terbentuk endapan hijau

Rx mol FeSO 4 (aq)  2 NH 4 OH(aq)  Fe(OH) 2 ( s)  (NH 4 ) 2 SO 4 (aq) Fe(OH) 2 ( s) H  Fe(OH) 2 (aq)
2 O(l )

Rx I T Fe 2 (aq)  SO 24 (aq)  2 NH 4 (aq)  2 OH - (aq)  Fe(OH) 2 ( s)  2 NH 4 (aq)  SO 24- (aq)  Fe 2 (aq)  2 OH - (aq)
Fe(OH) 2 (aq) ←
Rx net Fe 2 (aq)  2 OH - (aq)  Fe(OH) 2 ( s) Fe(OH) 2 ( s)  2
← Fe (aq)  2 OH (aq)
-

(vogel) = endapan hijau  


Ksp  Fe 2 OH - 
2
 1,8  10 15

FeSO4 Besi (II) sulfat Garam asam Hijau pucat



NH4OH Amonium Basa Tbw ←
hidroksida
Fe(OH)2 Besi (II) hidroksida Basa Hijau
(NH4)2SO4 Amonium sulfat Garam asam Tbw
Zelina Widjaja
b. Larutan Fe2(SO4)3 Larutan berwarna kuning -
+ beberapa tetes NH4OH Larutan tidak berwarna Terbentuk endapan merah agak
coklat
Rx mol Fe 2 (SO 4 ) 3 (aq)  6 NH 4 OH(aq)  2 Fe(OH) 3 ( s)  3 (NH 4 ) 2 SO 4 (aq)
Fe(OH) 3 ( s) H  Fe(OH) 3 (aq)
2 O(l )

Rx I T 2 Fe 3 (aq)  3 SO 24 (aq)  6 NH 4 (aq)  6 OH - (aq)  2 Fe(OH) 2 ( s)  6 NH 4 (aq)  3 SO 24- (aq)


3
 Fe 3 (aq)  3 OH - (aq)
Fe(OH) 3 (aq) ←
Rx net 2 Fe (aq)  6 OH (aq)  2 Fe(OH) 3 ( s)
-

 Fe 3 (aq)  3 OH - (aq)
Fe(OH) 3 ( s)←
(Vogel) = endapan coklat kemerahan  
Ksp  Fe 3 OH - 
3
 4  10 38

Fe2(SO4)3 Besi (III) sulfat Garam asam Kuning


NH4OH Amonium Basa Tbw
hidroksida
Fe(OH)3 Besi (III) hidroksida Basa Cokelat merah
(NH4)2SO4 Amonium sulfat Garam asam Tbw
Zelina Widjaja
c. Larutan FeSO4 Larutan berwarna hijau pucat -
+ beberapa tetes KMnO4 berasam Larutan berwarna ungu Larutan berwarna jingga
dengan KMnO4 berasam
reduksi : MnO -4 (aq)  8 H  (aq)  5 e  Mn 2 (aq )  4 H 2 O(l ) E 0  1,51 V
oksidasi : 5 Fe 2 (aq )  5 Fe 3 (aq)  5 e E 0  0.77 V
redoks : 5 Fe 2 (aq)  MnO -4 (aq )  8 H  (aq)  5 Fe 3 (aq)  Mn 2 (aq)  4 H 2 O(l ) E 0  0,74 V
reaksi molekul :10 FeSO 4 (aq)  2 KMnO 4 (aq)  8 H 2 SO 4 (aq)  5 Fe 2 (SO 4 ) 3 (aq)  2 MnSO 4 (aq)  8 H 2 O(l )

FeSO4 Besi (II) sulfat Garam asam Hijau pucat


KMnO4 Kalium Basa Tbw
permanganat
H2SO4 Asam Sulfat Asam oksi Tbw
Fe2 (SO4)3 Besi (III) Sulfat Garam asam Tbw
MnSO4 Mangan sulfat Garam asam Jingga
Zelina Widjaja
c. Larutan Fe2(SO4)3 Larutan berwarna kuning -
+ beberapa tetes KMnO4 berasam Larutan berwarna ungu Larutan tetap berwarna ungu

Fe 2 (SO 4 ) 3 (aq)  KMnO 4 (aq)  H 2SO 4 (aq) 


Fe2(SO4)3 Besi (III) sulfat Garam asam Kuning


KMnO4 Kalium Basa Tbw
permanganat
H2SO4 Asam Sulfat Asam oksi Tbw
Zelina Widjaja
d. Larutan FeSO4 Larutan berwarna hijau pucat -
+ beberapa tetesK4[Fe(CN)6] Larutan berwarna kuning Terbentuk endapan biru muda
dengan K4[Fe(CN)6]

   
Rx mol FeSO 4 (aq )  K 4 Fe(CN)6 (aq )  K 2 Fe 2 Fe(CN)6 ( s )  K 2 SO 4 (aq )

Fe 2 (aq)  SO 24 (aq)  4K  (aq)  Fe(CN)6  (aq)  K 2 Fe 2 Fe(CN)6 ( s)  2 K  (aq)  SO 24 (aq)
4
Rx I T

Fe 2 (aq)  2 K  (aq)  Fe(CN)6  (aq)  K 2 Fe 2 Fe(CN)6 ( s)


4
Rx net

(Vogel) = endapan biru muda

FeSO4 Besi (II) sulfat Garam asam Hijau pucat


K4[Fe(CN)6] Kalium Basa Tbw
heksasianoferat
Zelina Widjaja
d. Larutan Fe2(SO4)3 Larutan berwarna kuning -
+ beberapa tetes K4[Fe(CN)6] Larutan berwarna kuning Terbentuk endapan biru tua

Rx mol 2 Fe 2 (SO 4 ) 3 (aq )  3 K 4 Fe(CN)6 (aq )  Fe 4 Fe(CN)6 3 ( s )  2 K 2 SO 4 (aq )

2 Fe 3 (aq)  6 SO 24 (aq)  12 K  (aq)  3 Fe(CN)6  (aq)  Fe 4 Fe(CN)6 3 ( s )  12 K  (aq)  6 SO 24 (aq)
4
Rx I T

2 Fe 3 (aq)  3 Fe(CN)6  (aq)  Fe 4 Fe(CN)6 3 ( s)


4
Rx net

(Vogel) =endapan biru tua (biru prusia)

Fe2(SO4)3 Besi (III) sulfat Garam asam Kuning


K4[Fe(CN)6] Kalium Senyawa kompleks Tbw
heksasianoferat
Zelina Widjaja
e. Larutan FeSO4 Larutan berwarna hijau pucat -
+ beberapa tetes K3[Fe(CN)6] Larutan berwarna kuning Larutan berwarna biru tua

dengan K3[Fe(CN)6]

reduksi : Fe(CN)6  (aq)  e  Fe(CN)6  (aq) E 0  0,36 V


3 4

EE -
 
RT Fe3 Fe(CN)6 
4

 
0


ln
Fe 2 Fe(CN)6 
3
oksidasi : Fe 2 (aq)  Fe 3 (aq)  e E 0  - 0,77 V nF
redoks : Fe 2 (aq)  Fe(CN)6  (aq)  Fe 3 (aq)  Fe(CN)6  (aq) E 0  - 0,41 V
3 4

4 Fe3 (aq)  3Fe(CN)6  (aq)  Fe 4 Fe(CN)6 3 (s)


4

(Vogel) = endapan biru Turnbull : identik dengan biru prusia

FeSO4 Besi (II) sulfat Garam asam Hijau pucat


K3[Fe(CN)6] Kalium Basa Tbw
heksasianoferat
Zelina Widjaja
e. Larutan Fe2(SO4)3 Larutan berwarna kuning -
+ beberapa tetes K3[Fe(CN)6] Larutan berwarna kuning Larutan berwarna hijau lumut

2 Fe 2 (SO 4 ) 3 (aq)  K 3 Fe(CN)6 (aq)  4 FeFe(CN)6 (aq)  3 K 2SO 4 (aq)

(Vogel) = larutan berwarna coklat

Fe2(SO4)3 Besi (III) sulfat Garam asam Kuning


K3[Fe(CN)6] Kalium Senyawa kompleks Kuning
heksasianoferat
Zelina Widjaja
f. Larutan FeSO4 Larutan berwarna hijau pucat -
+ beberapa tetes KSCN Larutan tidak berwarna Larutan berwarna merah

dengan KSCN

FeSO4 (aq)  KSCN(aq)  Fe(SCN)2 (aq)  K 2SO4 (aq)

FeSO4 Besi (II) sulfat Garam asam Hijau pucat


KSCN Kalium tiosianat Garam basa Tbw
Fe(SCN)2 Besi (II) tiosianat Garam netral Merah
K2SO4 Kalium sulfat Garam netral Tbw
Zelina Widjaja
f. Larutan Fe2(SO4)3 Larutan berwarna kuning -
+ beberapa tetes KSCN Larutan tidak berwarna Larutan berwarna merah pekat

Fe 2 (SO 4 ) 3 (aq)  6 KSCN(aq)  2 Fe(SCN)3 (aq)  3 K 2SO 4 (aq)


(Vogel) = larutan berwarna merah

Fe2(SO4)3 Besi (III) sulfat Garam asam Kuning


KSCN Kalium tiosianat Garam basa Tbw
Fe(SCN)3 Besi (III) tiosianat Garam netral Merah
K2SO4 Kalium sulfat Garam netral Tbw
Reaksi Persenyawaan Garam Kobal(II) M ROY ASRORI

Persenyawaan
kobalt(II)

A. 3-4 mL C. CoCl2
B. sedikit CoCl2
CoCl2 encer

tetes2 NaOH tetes2 NH4OH kertas saring


diuapkan
hingga berlebih hingga berlebih dibasahi CoCl2

dibiarkan di dibiarkan di dikeringkan di


udara udara lampu spirtus
M ROY ASRORI
Percobaan-6: Reaksi Persenyawaan Kobalt(II) Prosedur Pengamatan Pengamatan
Sebelum Sesudah
A.1 Reaksi dengan NaOH (a.1) 1 ml larutan Larutan -
Rx mol CoCl 2 (aq)  2 NaOH(aq)  Co(OH) 2 ( s)  2 NaCl(aq) CoCl2 berwarna merah
Rx I T Co 2 (aq)  2 Cl  (aq)  2 Na  (aq)  2 OH - (aq)  CoOH) 2 ( s )  2 Na  (aq)  2 Cl - (aq)
+NaOH tetes NaOH = Larutan -Terbentuk
Rx net Co 2 (aq)  2 OH - (aq)  Co(OH) 2 ( s)
demi tetes sampai tidak berwarna endapan warna
berlebih biru
Co(OH) 2 (aq)  NaOH(aq) berlebih  endapan ti dak larut
+Endapan Endapan Biru Endapan abu-abu
(Teori) = endapan biru
diambil dan
Keterangan = pengamatan sesuai teori
dibiarkan di udara
terbuka


reduksi : O 2 ( g )  4 H  (aq)  4 e  2 H 2 O(l ) E 0  1,229 V


oksidasi : Co(OH) 2 ( s )  OH - (aq)  Co(OH) 3 ( s)  e  4 E 0  0,17 V
redoks : 4 Co(OH) 2 ( s )  O 2 ( g )  2 H 2 O(l )  4 Co(OH) 3 ( s ) E 0  1,159 V

teori = endapan pink (merah muda)


Keterangan = pengamatan tidak sesuai teori
M ROY ASRORI

reaksi dengan NaOH


Reaktan = Produk =
CoCl2= kobal(II) klorida, garam netral, larutan, warna pink Co(OH)2= kobal(II) hidroksida, basa, padatan, warna biru
NaOH = Natrium hidroksida, basa, larutan, tidak berwarna NaCl = Natrium klorida, garam netral, larutan, tidak berwarna
spektator = Cl- , Na+
reaksi dengan NaOH berlebih

Reaktan =
Co(OH)2 =
NaOH =

reaksi redoks dibiarka di udara terbuka


reduktor = Co(OH)2 oksidator = O2= oksigen, gas, tidak berwarna
M ROY ASRORI
A.2 Reaksi dengan NH4OH Prosedur Pengamatan Pengamatan
Sebelum Sesudah
Rx mol CoCl 2 (aq)  2 NH 4 OH(aq)  Co(OH) 2 ( s)  2 NH 4 Cl(aq)
Rx I T Co 2 (aq)  2 Cl  (aq)  2 NH 4 (aq)  2 OH - (aq)  Co(OH) 2 ( s)  2 NH 4 (aq)  2 Cl - (aq) (a. 2) 1 ml larutan Larutan -
Rx net Co 2 (aq)  2 OH - (aq)  Co(OH) 2 ( s) CoCl2 berwarna merah
+NH4OH tetes NH4OH = -Terbentuk
Rx mol Co(OH) 2 ( s)  6 NH 4 OH(aq) (berlebih)  Co(NH 3 ) 6 OH2 (aq)  6 H 2 O(l ) demi tetes sampai Larutan tidak endapan warna
Rx I T Co(OH) 2 ( s)  6 NH 3 (aq)  6 H 2 O(aq)  Co(NH 3 ) 6 2 (aq)  2 OH - (aq)  6 H 2 O(l ) berlebih berwarna biru tosca
Rx net Co(OH) 2 ( s)  6 NH 3 (aq)  Co(NH 3 ) 6 2 (aq)  2 OH - (aq) +Endapan Endapan Biru Endapan menjadi
diambil dan tosca warna hijau
(Vogel) = larutan coklat kekuningan dibiarkan di udara
Keterangan = pengamatan tidak sesuai teori terbuka

Co(OH) 2 ( s ) H  Co(OH) 2 (aq)


2 O(l )

Co(OH) 2 (aq)  Co 2 (aq)  2 OH - (aq)



Co(OH) 2 ( s )  Co 2 (aq)  2 OH - (aq)


Ksp  Co 2 OH -   2
 2,5  10 -16


reduksi :O 2 (g)  4 H ( aq )  4 e  2 H 2 O( l ) E 0
  1 , 229 V
: Co(NH  ( aq )  Co(NH 
2 3
oksidasi 3 )6 ( aq )  OH -
3 )6 ( aq )  e  4 E 0
  0 ,108 V
: 4 Co(NH  ( aq )  O 2 ( g )  2 H 2 O( l )  4 Co(NH 
2 3
redoks 3 )6 3 )6 ( aq ) E 0
  1 ,121 V

(Vogel) = larutan merah kecoklatan


Keterangan = pengamatan tidak sesuai teori
Co(H 2 O) 6 Cl 2 (aq)  2 NH 4 OH(aq)  [Co(H 2 O) 4 (OH) 2 ](s)  2 NH 4 Cl(aq)  2 H 2 O(l ) M ROY ASRORI
[Co(H 2 O) 4 (OH) 2 ](s)  6 NH 4 OH(aq)  Co(NH 3 ) 6 OH2 (aq)  8 H 2 O(l )

Co 2  Ar  3d 7 4s 0 4p 0 4d 0

reaksi dengan NH4OH


Reaktan = Produk =
CoCl2= kobal(II) klorida, garam netral, larutan, warna pink Co(OH)2= kobal(II) hidroksida, basa, padatan, warna biru
NH4OH = Amonium hidroksida, basa, larutan, tidak berwarna NH4Cl = Amonium klorida, garam netral, larutan, tidak
spektator = Cl- , NH4+ berwarna
reaksi dengan NH4OH berlebih

Reaktan = Produk = [Co(NH3)6][OH]2= heksaaminakobalt(II) hidroksida,


Co(OH)2 = garam kompleks, larutan, coklat kekuningan
NH4OH = H2O = air, oksida indiferen, cair, tidak berwarna
spektator = H2O
reaksi redoks dibiarka di udara terbuka
reduktor = [Co(NH3)6]2+ oksidator = O2
B. Penguapan larutan CoCl2 M ROY ASRORI
Prosedur Pengamatan Pengamatan
reaksi yang ditulis: Sebelum Sesudah

CoCl2 6H 2 O(aq) 
 CoCl2 (l )  6 H 2 O(g ) (b) 1 ml Larutan -
larutan CoCl2 berwarna
merah
diuapkan - -Terdapat uap
sampai kering air pada
dinding tabung
Terbentuk
larutan biru
tua

Co 2  Ar  3d 7 4s 0 4p 0 4d 0
reaksi yang seharusnya: + ukuran ligan ion klorida lebih besar dari ligan air → BK 6
Co(H 2 O)6 2 (aq)  4 Cl- (aq) 

CoCl4 2 (aq)  6 H 2 O(l ) menjadi BK 4
+ jari-jari ion Cl > O,
merah muda biru + kompleks kation menjadi kompleks anion
Keterangan: pengamatan sesuai teori
Reaksi kesetimbangan → pengaruh suhu dinaikkan → pergeseran kesetimbangan ke kanan (produk) → reaksi endoterm
M ROY ASRORI

pemanasan
Reaktan = Produk =
[Co(H2O)6]Cl2= heksaaquokobal(II) klorida, garam netral, [CoCl4]2-= ion tetraklorokobaltat(II)
larutan, warna pink H2O= air, oksida indiferen, cair, tidak berwarna
C. Kertas Saring Basah dengan CoCl2 M ROY ASRORI

reaksi yang ditulis: Prosedur Pengamatan Pengamatan Sesudah



Sebelum
CoCl2 6H 2 O(aq) 
 CoCl2 (l )  6 H 2 O(g )
(c) 1 ml larutan CoCl2 Larutan berwarna -
merah
kertas saring dibasahi -Kertas saring warna -Kertas saring menjadi
dengan CoCl2 putih warna pink
Dikeringkan dengan Kertas saring
pembakar spirtus berwarna biru
Setelah didiamkan
kembali ke warna
semula
Co 2  Ar  3d 7 4s 0 4p 0 4d 0

+ ukuran ligan ion klorida lebih besar dari ligan air → BK 6


reaksi yang seharusnya: menjadi BK 4
Co(H 2 O)6 2 (aq)  4 Cl- (aq) 

CoCl4 2 (aq)  6 H 2 O(l ) + jari-jari ion Cl > O,
merah muda biru + kompleks kation menjadi kompleks anion
Keterangan = pengamatan sesuai teori
Reaksi kesetimbangan → pengaruh suhu dinaikkan → pergeseran kesetimbangan ke kanan (produk) → reaksi endoterm
M ROY ASRORI

pemanasan
Reaktan = Produk =
[Co(H2O)6]Cl2= heksaaquokobal(II) klorida, garam netral, [CoCl4]2-= ion tetraklorokobaltat(II)
larutan, warna pink H2O= air, oksida indiferen, cair, tidak berwarna
M ROY ASRORI
Reaksi Persenyawaan Nikel(II)

larutan NiCl2

tetes2 NaOH tetes2 NH4OH


hingga berlebih hingga berlebih
M ROY ASRORI
Persenyawaan Nikel dengan NaOH

Rx mol NiCl 2 (aq)  2 NaOH(aq)  Ni(OH) 2 ( s)  2 NaCl(aq)


Rx I T Ni 2 (aq)  2 Cl  (aq)  2 Na  (aq)  2 OH - (aq)  Ni(OH) 2 ( s)  2 Na  (aq)  2 Cl - (aq)
Rx net Ni 2 (aq)  2 OH - (aq)  Ni(OH) ( s)
2

Ni(OH) 2 ( s)  NaOH(aq) berlebih  endapan ti dak larut

(Vogel) = endapan hijau


Keterangan = pengamatan sesuai teori
Prosedur Pengamatan Pengamatan Sesudah
Sebelum
a. Larutan NiCl2 Larutan warna hijau -
Ni(OH) 2 ( s) H  Ni(OH) 2 (aq)
2 O(l )

 Ni 2 (aq)  2 OH - (aq)
Ni(OH) 2 (aq)← +NaOH sedikit demi NaOH = larutan tidak NaOH<< terbentuk
sedikit sampai berlebih berwarna endapan hijau muda
Ni(OH) 2 ( s)  Ni 2 (aq)  2 OH - (aq) NaOH>> endapan

 
Ksp  Ni 2 OH - 2
 2  10 15 tidak dapat larutan,
larutan tidak berwarna
M ROY ASRORI

reaksi dengan NaOH

Reaktan = Produk =
NiCl2= Nikel(II) klorida, garam netral, larutan, warna hijau Ni(OH)2= Nikel(II) hidroksida, basa, padatan, warna hijau
NaOH = Natrium hidroksida, basa, larutan, tidak berwarna NaCl = Natrium klorida, garam netral, larutan, tidak berwarna
spektator = Cl- . Na+
reaksi dengan NaOH berlebih

Reaktan =
Ni(OH)2 =
NaOH =
M ROY ASRORI
Persenyawaan Nikel dengan NH3
Rx mol NiCl 2 (aq)  2 NH 4 OH(aq)  Ni(OH) 2 ( s)  2 NH 4 Cl(aq)
Rx I T Ni 2 (aq)  2 Cl  (aq)  2 NH 4 (aq)  2 OH - (aq)  Ni(OH) 2 ( s)  2 NH 4 (aq)  2 Cl - (aq)
Rx net
Ni 2 (aq)  2 OH - (aq)  Ni(OH) 2 ( s)

Ni(OH) 2 ( s)  6 NH 3 (aq)  Ni(NH 3 ) 6  (aq)  2 OH - (aq)


2

Prosedur Pengamatan Pengamatan


(Vogel) = larutan biru tua
Keterangan = pengamatan sesuai teori Sebelum Sesudah
b. Larutan Larutan -
NiCl2 warna hijau
Ni(OH) 2 ( s) H  Ni(OH) 2 (aq)
2 O(l ) +NH4OH NH4OH = NH4OH<<
sedikit demi larutan tidak larutan hijau
 Ni 2 (aq)  2 OH - (aq)
Ni(OH) 2 (aq)←
sedikit sampai berwarna tosca
 Ni 2 (aq)  2 OH - (aq)
Ni(OH) 2 ( s)← berlebih NH4OH>>
 
Ksp  Ni 2 OH - 2
 2  10 15 endapan biru
kemudian
endapan larut
Ni(H 2 O)6 Cl 2 (aq)  2 NH 4 OH(aq)  [Ni(H 2 O) 4 (OH) 2 ]( s)  2 NH 4 Cl(aq)  2 H 2 O(l ) M ROY ASRORI
[Ni(H 2 O) 4 (OH) 2 ]( s)  6 NH 4 OH(aq)  Ni(NH 3 ) 6 OH2 (aq)  8 H 2 O(l )

Ni 2  Ar  3d 8 4s 0 4p 0 4d 0

ada bentuk [Ni(NH3)4]2+ → BK 4 → adanya penambahan amonia dengan konsentrasi lebih rendah

reaksi dengan NH4OH


Reaktan = Produk =
NiCl2= Nikel(II) klorida, garam netral, larutan, warna hijau Ni(OH)2= Nikel(II) hidroksida, basa, padatan, warna hijau
NH4OH = Amonium hidroksida, basa, larutan, tidak berwarna NH4Cl = Amonium klorida, garam netral, larutan, tidak
spektator = Cl- , NH4+ berwarna
reaksi dengan NH4OH berlebih
Reaktan = Produk=
Ni(OH)2 = [Ni(NH3)6][OH]2= heksaminonikel(II) hidroksida, garam
NH4OH = kompleks, larutan biru tua
spektator = -
M ROY ASRORI
Garam-Garam yang Tidak Larut

. 1) tambah Na2S,
2) tambah NH3 dan
Na2S lagi

FeSO4 CoCl2 NiCl2


M ROY ASRORI
Percobaan-8: Garam-garam yang Tidak Larut
Reaksi dengan Na2S

Rx mol FeSO 4 (aq)  Na 2 S(aq)  FeS(s)  Na 2 SO 4 (aq)


2  
Rx I T Fe (aq)  SO 4 (aq)  2 Na (aq)  S (aq)  FeS(s)  2 Na (aq)  SO 4 (aq)
2- 2- 2-

Rx net Fe 2 (aq)  S 2- (aq)  FeS(s)

(Vogel) = endapan hitam


Keterangan = pengamatan sesuai teori Prosedur Pengamatan Pengamatan
Sebelum Sesudah
a1) Larutan Larutan tidak -
FeSO4 berwarna
FeS(s) H  FeS(aq)
2 O(l )

+larutan Na2S Larutan tidak Terbentuk


FeS(aq)  Fe 2 (aq)  S 2- (aq) berwarna endapan hitam

FeS(s)  Fe 2 (aq)  S 2- (aq) + larutan Larutan tidak Tetap tidak terjadi
←2 2-
  
Ksp  Fe S  6,3  10 18 NH4OH berwarna perubahan
+Na2S Larutan tidak Endapan hitam
berwarna semakin banyak
M ROY ASRORI

reaksi dengan Na2S

Reaktan = Produk =
FeSO4= Besi(II) sulfat, garam netral, larutan, warna hijau pudar FeS= besi(II) sulfida, garam netral, padatan, warna hitam
Na2S = Natrium Sulfida, garam netral, larutan, tidak berwarna Na2SO4 = Natrium sulfat, garam netral, larutan, tidak berwarna
spektator = Na+ , SO42-
reaksi setelah penambahan NH3, Na2S
M ROY ASRORI
Reaksi dengan Na2S

CoCl (aq)  Na S(aq)  CoS(s)  2 NaCl( aq)


2 2
Rx mol
2  
Rx I T Co (aq)  2 Cl (aq)  2 Na (aq)  S (aq)  CoS(s)  2 Na (aq)  2 Cl (aq)
- 2- -

2
Rx net Co (aq)  S (aq)  CoS(s)
2-

(Vogel) = endapan hitam dari larutan basa atau netral


Keterangan = pengamatan sesuai teori Prosedur Pengamatan Pengamatan
Sebelum Sesudah
a2) Larutan Larutan merah -
CoCl2
CoS(s) H  CoS(aq)
2 O(l )
+larutan Na2S Larutan tidak Terbentuk
CoS(aq)  Co 2 (aq)  S 2- (aq) berwarna endapan hitam

 Co 2 (aq)  S 2- (aq)
CoS(s) ← + larutan Larutan tidak Tetap tidak
  
Ksp  Co 2 S 2-  4,0  10 21 NH4OH berwarna terjadi perubahan
+Na2S Larutan tidak Endapan hitam
berwarna semakin banyak
M ROY ASRORI

reaksi dengan Na2S

Reaktan = Produk =
CoCl2= Kobalt(II) klorida, garam netral, larutan, warna pink CoS= kobalt(II) sulfida, garam netral, padatan, warna hitam
Na2S = Natrium Sulfida, garam netral, larutan, tidak berwarna Na2SO4 = Natrium sulfat, garam netral, larutan, tidak berwarna
spektator = Cl- , Na+
reaksi setelah penambahan NH3, Na2S
M ROY ASRORI
Reaksi dengan Na2S
NiCl (aq)  Na S(aq)  NiS( s)  2 NaCl(aq)
Rx mol 2 2
2   
Rx I T Ni (aq)  2 Cl (aq)  2 Na (aq)  S (aq)  NiS( s)  2 Na (aq)  2 Cl (aq)
2- -

2
Rx net Ni (aq)  S (aq)  NiS( s)
2-

(Vogel) = endapan hitam dari larutan basa atau netral


Keterangan = pengamatan sesuai teori Prosedur Pengamatan Pengamatan
Sebelum Sesudah
a3) Larutan Larutan warna -
NiCl2 hijau
+larutan Na2S Larutan tidak Terbentuk
NiS( s) H  NiS( aq)
2 O(l )

berwarna endapan hitam


NiS( aq)  Ni 2 (aq)  S 2- (aq)
← 2 + larutan Larutan tidak Tetap tidak terjadi
NiS( s)  Ni (aq)  S 2- (aq) NH4OH berwarna perubahan

  
Ksp  Ni 2 S 2-  3,2  10 19 +Na2S Larutan tidak Endapan hitam
berwarna semakin banyak
M ROY ASRORI

reaksi dengan Na2S

Reaktan = Produk =
NiCl2= Nikel(II) klorida, garam netral, larutan, warna hijau NiS= Nikel(II) sulfida, garam netral, padatan, warna hitam
Na2S = Natrium Sulfida, garam netral, larutan, tidak berwarna Na2SO4 = Natrium sulfat, garam netral, larutan, tidak berwarna
spektator = Na+ , Cl-
reaksi setelah penambahan NH3, Na2S
M ROY ASRORI

Garam-Garam yang Tidak Larut

garam-garam
tidak larut

ditambah ditambah
Na2CO3 Na2HPO4

CoCl2 CoCl2

NiCl2 NiCl2
M ROY ASRORI

Reaksi dengan Na2CO3

Rx mol CoCl 2 (aq)  Na 2 CO 3 (aq)  CoCO3 ( s)  2 NaCl(aq)


2  
Rx I T Co (aq)  2 Cl (aq)  2 Na (aq)  CO 3 (aq)  CoCO3 ( s)  2 Na (aq)  2 Cl (aq)
- 2- -

Rx net Co 2 (aq)  CO 32- (aq)  CoCO3 ( s)

teori = terbentuk gel biru yang berubah pink saat dibiarkan


Keterangan = pengamatan sesuai teori
Prosedur Pengamatan Sebelum Pengamatan Sesudah
b1) larutan CoCl2 Larutan warna merah -
+Na2CO3 dan diamati Larutan tidak berwarna Terbentuk endapan ungu
muda(<<<)

CoCO 3 ( s ) H  CoCO 3 (aq )


2 O(l )

CoCO 3 (aq )  Co 2 (aq )  CO 32- (aq )


← 2
CoCO 3 ( s )  Co (aq )  CO 32- (aq )
← 2-

Ksp  Co CO   1,4  10
2
3
13
M ROY ASRORI

reaksi dengan Na2CO3


Reaktan = Produk =
CoCl2= Kobalt(II) klorida, garam netral, larutan, warna pink CoCO3= kobalt(II) karbonat, garam netral, padatan, warna
Na2CO3= Natrium karbonat, garam netral, larutan, tidak ungu
berwarna NaCl = Natrium klorida, garam netral, larutan, tidak berwarna
spektator = Na+ , Cl-
M ROY ASRORI

Reaksi dengan Na2CO3


Rx mol NiCl 2 (aq)  Na 2 CO 3 (aq)  NiCO 3 ( s)  2 NaCl(aq)
2  
Rx I T Ni (aq)  2 Cl (aq)  2 Na (aq)  CO 3 (aq)  NiCO 3 ( s)  2 Na (aq)  2 Cl (aq)
- 2- -

Rx net Ni 2 (aq)  CO 2- (aq)  NiCO ( s)


3 3

teori = terbentuk gel hijau


Keterangan = pengamatan sesuai teori

Prosedur Pengamatan Sebelum Pengamatan Sesudah


b2) larutan NiCl2 Larutan warna hijau -
+Na2CO3 dan diamati Larutan tidak berwarna Terbentuk endapan hijau
muda(>>>)

NiCO 3 ( s ) H  NiCO 3 (aq )


2 O(l )

NiCO 3 (aq )  Ni 2 (aq )  CO 32- (aq )



NiCO 3 ( s )  Ni 2 (aq )  CO 32- (aq )


Ksp  Ni 2
CO   6,6  10
2-
3
-9
M ROY ASRORI

reaksi dengan Na2CO3

Reaktan = Produk =
NiCl2= Nikel(II) klorida, garam netral, larutan, warna hijau NiCO3= NikelII) karbonat, garam netral, padatan, warna hijau
Na2CO3= Natrium karbonat, garam netral, larutan, tidak NaCl = Natrium klorida, garam netral, larutan, tidak berwarna
berwarna
spektator = Na+, Cl-
M ROY ASRORI

Reaksi dengan Na2HPO4


Rx mol 3 CoCl 2 (aq)  2 Na 2 HPO 4 (aq)  Co 3 (PO 4 ) 2 ( s)  4 NaCl(aq)  2 HCl( aq)
Rx I T 3 Co 2 (aq)  6 Cl - (aq)  4 Na  (aq)  2 HPO 24- (aq)  Co 3 (PO 4 ) 2 ( s)  4 Na  (aq)  6 Cl - (aq)  2H  (aq)
Rx net 3 Co 2 (aq)  2 HPO 2- (aq)  Co (PO ) ( s)  2H  (aq)
4 3 4 2

teori = Co3(PO4)2 endapan violet


Keterangan = pengamatan sesuai teori
Prosedur Pengamatan Sebelum Pengamatan Sesudah
b.3) larutan CoCl2 Larutan warna merah -
+Na2HPO4 dan diamati Larutan tidak berwarna Terbentuk endapan ungu
(>>>)

Co 3 (PO 4 ) 2 ( s ) H  Co 3 (PO 4 ) 2 (aq)


2 O(l )

Co 3 (PO 4 ) 2 (aq)  Co 2 (aq)  PO 34- (aq)



Co 3 (PO 4 ) 2 ( s )  Co 2 (aq)  PO 34- (aq)

  
Ksp  Co 2 PO 34-  2,05  10 35
M ROY ASRORI

reaksi dengan Na2HPO4

Reaktan = Produk =
CoCl2= Kobalt(II) klorida, garam netral, larutan, warna pink Co3(PO4)2= kobalt(II) fosfat, garam netral, padatan, warna
Na2HPO4= Natrium monohidrofosfat, garam asam, larutan, ungu
tidak berwarna NaCl = Natrium klorida, garam netral, larutan, tidak berwarna
spektator = Na+, Cl- HCl: asam klorida, asam non oksi, larutan, tidak berwarna
M ROY ASRORI

Reaksi dengan Na2HPO4


3 NiCl 2 (aq)  2 Na 2 HPO 4 (aq)  Ni 3 (PO 4 ) 2 ( s)  4 NaCl(aq)  2 HCl( aq)
Rx mol
2   
Rx I T 3 Ni (aq)  6 Cl (aq)  4 Na (aq)  2 HPO 4 (aq)  Ni 3 (PO 4 ) 2 ( s)  4 Na (aq)  6 Cl (aq)  2H (aq)
- 2- -

2 
Rx net 3 Ni (aq)  2 HPO 4 (aq)  Ni 3 (PO 4 ) 2 ( s)  2H (aq)
2-

teori = Ni3(PO4)2 berwarna endapan hijau cerah


Keterangan = pengamatan sesuai teori
Prosedur Pengamatan Sebelum Pengamatan Sesudah
b.4) larutan NiCl2 Larutan warna hijau -
+Na2CO3 dan diamati Larutan tidak berwarna Terbentuk endapan hijau
muda (<<<)

Ni 3 (PO 4 ) 2 ( s ) H  Ni 3 (PO 4 ) 2 (aq)


2 O(l )

Ni 3 (PO 4 ) 2 (aq)  Ni 2 (aq)  PO 34- (aq)



Ni 3 (PO 4 ) 2 ( s )  Ni 2 (aq)  PO 34- (aq)
←3-

Ksp  Ni 2
PO   4,74  10
4
32
M ROY ASRORI

reaksi dengan Na2HPO4

Reaktan = Produk =
NiCl2= Nikel(II) klorida, garam netral, larutan, warna hijau Ni3(PO4)2= Nikel(II) fosfat, garam netral, padatan, warna hijau
Na2HPO4= Natrium monohidrofosfat, garam asam, larutan, NaCl = Natrium klorida, garam netral, larutan, tidak berwarna
tidak berwarna HCl: asam klorida, asam non oksi, larutan, tidak berwarna
spektator = Na+, Cl-
SEKIAN
SEMOGA BERMANFA'AT