Anda di halaman 1dari 9

Dosen Pengampu:

Drs. Tatang Suparman, M.Hum.

PENDAHULUAN SEMANTIK
Disusun oleh:
Muhammad Rizaldy Yusuf | 180110170006
Sahara Santana | 180110170036
Arsyad Dena Mukhtarom | 180110170080
ISTILAH SEMANTIK

Semantik di dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Inggris semantics, dari bahasa
Yunani sema (nomina) ‘tanda’: atau dari verba samaino ‘menandai’, ‘berarti’. Istilah
tersebut digunakan para pakar bahasa untuk menyebut bagian ilmu bahasa yang
mempelajari makna. Semantik merupakan bagian dari tiga tataran bahasa yang meliputi
fonologi, tata bahasa (morfologi-sintaksis), dan semantik.
RUANG LINGKUP SEMANTIK

 Semantik dapat mencakup bidang yang lebih luas, baik dari segi struktur dan fungsi
bahasa maupun segi interdisiplin bidang ilmu.

 Tetapi, dalam hal ini ruang lingkup semantik berkisar pada hubungan ilmu makna itu
sendiri di dalam linguistik, meskipun faktor nonlinguistik ikut memengaruhi sebagai fungsi
bahasa yang nonsimbolik.

 Semantik adalah studi suatu pembeda bahasa dengan hubungan proses mental atau
simbolisme dalam aktivitas bicara (Ency Britanica, 1965).
ISTILAH MAKNA

 Pengertian makna (sense—bahasa Inggris) dibedakan dari arti (meaning) di dalam


semantik. Makna adalah pertautan yang ada di antara unsur-unsur bahasa itu sendiri
(terutama kata-kata).

 Makna menurut Palmer (1976:30) hanya menyangkut intrabahasa.

 Lyons (1977:204) menyebutkan bahwa mengkaji atau memberikan makna suatu kata
ialah memahami kajian kata tersebut yang berkenaan dengan hubungan-hubungan
makna yang membuat kata tersebut berbeda dari kata-kata lain.

 Arti dalam hal ini menyangkut makna leksikal dari kata-kata itu sendiri, yang cenderung
terdapat di dalam kamus, sebagai leksem.
ISTILAH MAKNA

Makna memiliki tiga tingkat keberadaan, yakni:

 Pada tingkat pertama, makna menjadi isi dari suatu bentuk kebahasaan,

 Pada tingkat kedua, makna menjadi isi dari suatu kebahasaan,

 Pada tingkat ketiga, makna menjadi isi komunikasi yang mampu membuahkan informasi
tertentu.
ISTILAH MAKNA

 Makna sebuah kalimat sering kali tidak bergantung pada sistem gramatikal dan leksikal
saja, tetapi bergantung pada kaidah wacana.

 Makna sebuah kalimat yang baik pilihan katanya dan susunan gramatikalnya sering tidak
dapat dipahami tanpa memperhatikan hubungannya dengan kalimat lain dalam
sebuah wacana.
SEMANTIK DAN LINGUISTIK

 Linguistik membatasi diri pada garapan bentuk dan makna, sedangkan acuan
bergantung pada pengalaman penutur bahasa itu sendiri.

 Semantik lebih menitikberatkan pada bidang makna dengan berpangkal dari acuan dan
bentuk (simbol).

 Acuan dapat berupa konkret dan abstrak.


SEMANTIK DAN LINGUISTIK

 Hubungan antara kata dan makna dapat dimengerti oleh setiap pembicara.

 Kata merupakan unsur bahasa yang dapat digunakan secara praktis, dan dengan kata
kita dapat berpikir efektif.

 Orang yang berpikir dalam menemukan ide akan berpikir “I can’t think of the right word”
(saya tak tahu kata yang tepat); tak pernah kita dengar orang mengatakan “Saya tak
tahu prefiks yang tepat”.
TERIMA KASIH.