Anda di halaman 1dari 32

9th Group

Akuntansi Transaksi
Salam dan Salam Paralel
Murabahah, Salam, dan Istishna’

http://www.free-powerpoint-templates-design.com
DEFINISI DAN PENGGUNAAN
DEFINISI

DEFINISI SALAM
Baissalam, atau biasa disebut
dengan salam, merupakan
pembelian barang yang
pembayarannya dilunasi
dimuka, sedangkan penyerahan
barang iserahkan di kemudian
hari. Akad salam ini digunakan
untuk memfasilitasi pembelian
suatu barang (biasanya barang
hasil pertanian) yang
memerlukan waktu untuk
memproduksinya
DEFINISI

DEFINISI SALAM PARALEL


Baissalam, atau biasa disebut
dengan salam, merupakan
pembelian barang yang
pembayarannya dilunasi
dimuka, sedangkan penyerahan
barang iserahkan di kemudian
hari. Akad salam ini digunakan
untuk memfasilitasi pembelian
suatu barang (biasanya barang
hasil pertanian) yang
memerlukan waktu untuk
memproduksinya
KETENTUAN SYAR’I

Hadits Nabi saw. riwayat Ibnu Abas


“barang siapa yang melakukan salaf (salam)
hendaknya ia melakukan dengan takaran yang jelas
dan timbangan yang jelas pula, untuk jangka waktu
yang diketahui”

DSN nomor 05/DSN-MUI/IV/2000 tentang jual beli


salam
ASPEK SYARIAH

Transaktor
Pembeli dengan syarat akil baligh, tidak gila, tidak sedang dipaksa

Objek salam

Ijab kabul
Pernyataan dari kedua belah pihak untuk berkontrak dengan cara penawaran
dari dsari penjual dan penerimaan yang disyaratkan oleh pembeli
Alur Transaksi Salam Dan Salam Paralel

PERTAMA KEEMPAT
Negosiasi dengan persetyjuan kesepakatan Setelah menyepakati transaksi salam kedu a
antara penjual dengan pembeli terkait transaksi tersebut bank langsung melakukan pembayaran
salam yang akan dilaksanakan kepada petani

KEDUA KELIMA
Setelah akad disepakati, pembeli melakukan Dalam jangka waktu tertentu petani mengirim
pembayaran yang dsiinginkan sesuai dengan produk salam dengan kesepakatan sesuai yang
kesepakatan yang sudah dibuat ditentukan

KEENAM
KETIGA
Bank menerima dokumen penyerahan produk
Penjual mulai memproduksi atau menyelesaikan
salam kepada nasabah dari petani
penanaman produk yang diiinginkan pembeli
CAKUPAN STANDAR
AKUNTANSI
Akuntansi salam diatur dalam PSAK Nomor 103
tentang akuntansi salam. Standar tersebut berisikan
tentang pengakuan dan pengukuran, baik sebagai
pembeli maupun sebagai penjual. Berbagai hal yang
perlu diperhatikan dalam ketentuan pengakuan dan
pengukuran salah adalah terkait dengan piutang salam,
modal usaha salam, kewajiban salam, penerimaan
barang pesanan salam, dana yang diterima oleh
pembeli dari penjual yang mampu, tetapi sengaja
menunda-nunda penyelesaian kewajibannya serta
tentang penilaian persediaan barang pesanan pada
periode pelaporan
Teknis Perhitungan Dan Penjurnalan Transaksi
Salam Bagi Bank Syariah
Transaksi Salam Pertama
PT Thariq Agro Mandiri, membutuhkan 100 ton biji jagung hibryda untuk keperluan ekspor 6 bulan yang akan datang. Pada tanggal 1 juni 20XA, PT Thariq Agro
Mandiri melakukan pembelian jagung dengan skema salam kepada Bank Syariah Sejahtera. Adapun informasi tentang pembelian barang tersebut adalah sebagai
berikut:
Spesifikasi barang : Biji jagung manis hybrida kualitas no.2
Kuantitas : 100 ton
Harga : Rp700.000.000 (Rp7.000.000 per ton)
Waktu penyerahan : dua tahap setiap tiga bulan sebayak 50 ton (2 September dan 2 Desember 20XA)
Syarat pembayaran : dilunasi pada saat akad ditandatangani
Transaksi Salam Kedua
Untuk pengadaan produk salam sebagaimana diinginkan oleh PT Thariq Agra Mandiri, bank syariah selanjutnya pada tanggal 2 juni 20XA mengadakan transaksi salam
dengan petani yang bergabung dalam KUD. Tunas Mulia dengan kesepakatan sebagai berikut:
Spesifikasi barang : Biji jagung manis hybrida kualitas no.2
Kuantitas : 100 ton
Harga : Rp650.000.000 (Rp6.500.000 per ton)
Penyerahan Modal : uang tunai sejumlah Rp650.000.000
Waktu penyerahan barang : dua tahap setiap tiga bulan sebanyak 50 ton (1 September dan 1 Desember 20XA)
Agunan : Tanah dan kendaraan senilai RP700.000.000
Syarat pembayaran : dilunasi pada saat akad ditandatangani
Denda kegagalan penyerahan karena kelalaian atau kesengajaan: 2% dari nilai produk yang belum diserahkan.
Penjurnalan Transaksi Salam
Transaksi pada Saat Akad
Disepakati

Pada saat akad disepakati,


pembeli disyaratkan untuk
sudah membayar produk salam
secara lunas. Berdasarkan
PSAK 103 paragraf 17,
disebutkan bahwa kewajiban
salam diakui pada saat penjual
menerima modal usaha sebesar
modal usaha salam yang
diterima.
Transaksi Saat Akad Disepakati
Berdasarkan kasus 10.1, pada saat bank syariah melakukan akad salam dengan PT Thariq Agro Mandiri (PT TAM) dan
menerima dana salam, maka jurnal transaksi tersebut adalah sebagai berikut:

Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)

01/06/XA Db.Kas/Rekening pembeli – PT 700.000.000


TAM

Kr. Utang Salam 700.000.000


Penyerahan Modal Salam dari Bank Syariah kepada
Pemasok atau Petani
Pada saat akad salam kedua dilakukan antara bank syariah dengan petani atau pemasok, bank syariah langsung
melakukan penyerahan modal salam kepada pemasok. Pemilihan pemasok dilakukan dengan pertimbangan kemampuan
pemasok menghasilkan produk sesuai dengan spesifikasi jagung yang diinginkan dan harga yang lebih rendah dibanding
harga penjualan salam bank syariah kepada Bulog.
Berdasarkan PSAK 103 paragraf 11 disebutkan bahwa piutang salam diakui pada saat modal usaha salam
dibayarkan atau dialihkan kepada penjual. Modal usaha salam dalam bentuk kas diukur sebesar jumlah yang dibayarkan
(PSAK 103 paragraf 12).
Misalkan pada tanggal 1 juni, bank syariah menyerahkan modal berupa uang tunai sebesar Rp650.000.000 ke rekening
KUD di bank maka jurnal saat penyerahan modal salam oleh bank syariah kepada KUD adalah sebagai berikut:

Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)

02/06/XA Db. Piutang salam 650.000.000

Kr.Kas/Rekening nasabah penjual - KUD TM 650.000.000


Penerimaan Barang Pesanan dari Pemasok
atau Petani
Berdasarkan PSAK 103 paragraf 16 disebutkan bahwa barang pesanan yang diterima diakui sebagai persediaan. Adapun
waktu penerimaan produk salam dari pemasok atau petani, dilakukan sesuai dengan tanggal kesepakatan.

Misalkan pada tanggal 1 September 20XA dan 1 Desember 20XA, KUD TM menyerahkan masing-masing 50 ton biji jagung
manis hybrida kualitas nomor 2 sebagaimana yang disepakati dalam perjanjian salam. Adapun nilai wajar produk tersebut
pada saat penyerahan sama dengan nilai kontrak yaitu Rp325.000.000 (50 ton x Rp6.500.000 per ton). Jurnal untuk saat
penyerahan produk salam dari KUD ke bank syariah adalah sebagai berikut:
Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)

01/09/XA Db. Persediaan produk salam 325.000.000

Kr. Piutang salam 325.000.000

Ket: penyerahan tahap pertama


sebanyak 50 ton biji jagung kualitas 2
dengan kualitas barang dan nilai wajar
barang sama dengan nilai kontrak.
01/12/XA Db. Persediaan produk salam 325.000.000

Kr. Piutang salam 325.000.000

Ket: penyerahan tahap pertama


sebanyak 50 ton biji jagung kualitas 2
dengan kualitas barang dan nilai wajar
barang sama dengan nilai kontrak.
Penyerahan Barang
Salam dari Bank Syariah
kepada Nasabah Pembeli
Penyerahan barang salam dari bank syariah kepada
nasabah pembeli dapat dilakukan oleh bank syariah
sendiri atau langsung dikirim oleh pemasok atau petani
kepada nasabah pembeli pada tanggal yang disepakati
oleh bank dengan nasabah pembeli. Berdasarkan
PSAK 103 paragraf 19 disebutkan bahwa kewajiban
salam dihentikan pengakuannya pada saat penyerahan
barang kepada pembeli pada saat penyerahan kepada
pembeli akhir tersebut, selisih antara perolehan barang
pesanan diakui sebagai keuntungan atau kerugian
KUD TM (Rp325.000.000), bank langsung mengirim produk salam ke gudang milik PT TAM pada tanggal 2
September 20XA dan 2 Desember 20XA pada kuantitas dan kualitas sesuai kesepakatan. Maka jurnal atas
pengiriman barang kepada nasabah pembeli tersebut adalah sebagai berikut:

Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)

02/09/XA Db. Utang salam 350.000.000

Kr. Persediaan produk salam 350.000.000

Kr. Pendapatan neto salam 25.000.000

2/12/XA Db. Utang salam 350.000.000

Kr. Persediaan produk salam 325.000.000

Kr. Pendapatan neto salam 25.000.000


VARIASI TRANSAKSI SALAM
Pemasok atau petani gagal
menyerahkan atau sebagian
produk salam pada masa akhir
kontrak
3
Variasi dalam penerimaan Pengenaan denda kepada penjual yang
barang pesanan dari pemasok
atau petani 2 4 gagal menyerahkan produk salam bukan
karena force majeur

Your Text Here


Penyerahan modal saham
dengan menggunakan asset
non-kas
1
1. Penyerahan
modal saham
dengan
menggunakan
asset non-kas
Nilai wajar asset salam non-kas sama dengan nilai
tercatatnya
Misalkan pada kasus, bank syariah menyerahkan modal berupa uang tunai ke rekening KUD di bank dan berupa mesin
pertanian. Misalkan mesin pertanian yang diserahkan memiliki nilai buku sebesar Rp. 25.000.000, (harga perolehan Rp.
30.000.000 dan akumulasi penyusutan Rp. 5.000.000). Peralatan tersebut selanjutnya diserahkan kepada KUD TM sebagai
pembiayaan berwujud non-kas dan dihargai dengan nilai Rp. 25.000.000. Maka jurnal untuk penyerahan transaksi asset
non-kas sebagai berikut:

Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)

Db. Piutang salam 25.000.000

Db. Akumulasi penyusutan 5.000.000

Kr. Asset salam-mesin pertanian 30.000.000


Nilai wajar aset salam non-kas sama lebih tinggi
dari nilai tercatatnya
Berdasarkan PSAK 103 paragraf 12 disebutkan selisih antara nilai wajar dan nilai tercatat modal usaha non-kas yang
diserahkan, diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada saat penyerahan modal usaha.
Misalkan mesin pertanian yang diserahkan memiliki nilai buku sebesar Rp25.000.000, (harga perolehan dan
akumulasi penyusutan Rp5.000.000). Peralatan tersebut selanjutnya diserahkan kepada KUD TM sebagai pembiayaan
berwujud non-kas dan dihargai dengan nilai Rp27.000.000. Maka jurnal untuk transaksi penyerahan aset non-kas adalah
sebagai berikut:

Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)

Db. Piutang salam 25.000.000

Db. Akumulasi penyusutan 5.000.000

Kr. Asset salam-mesin pertanian 30.000.000

Kr. Keuntungan pada saat penyerahan 2.000.000


Nilai wajar aset salam non-kas sama lebih rendah dari
nilai tercatatnya
Misalkan mesin pertanian yang diserahkan memiliki nilai buku sebesar Rp. 25.000.000, (harga perolehan Rp. 30.000.000
dan akumulasi penyusutan Rp. 5.000.000). Peralatan tersebut selanjutnya diserahkan kepada KUD TM sebagai
pembiayaan berwujud non-kas dan dihargai dengan nilai Rp. 23.000.000. Maka transaksi penyerahan aset non-kas adalah
sebagai berikut:

Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)


Db. Piutang salam 25.000.000
Db. Akumulasi penyusutan 5.000.000

Db. Kerugian saat penyerahan 2.000.000


Kr. Asset salam-mesin pertanian 30.000.000
2. Variasi
dalam
penerimaan
barang
pesanan dari
pemasok atau
petani
kualitas barang lebih rendah dan nilai wajar barang
lebih rendah dari nilai kontrak
Jika kualitas barang lebih rendah sehingga nilai wajar lebih rendah dari nilai kontrak berdasarkan PSAK 103 paragraf
13b(ii), barang pesanan yang diterima diukur sesuai nilai wajar pada saat diterima dan selisihnya diakui sebagai kerugian.
Misalkan pada tanggal 1 September 20XA, KUD TM hanya bisa menyerahkan 50 ton biji jagung manis hybrida kualitas
nomor 3. Adapun nilai waiar produk tersebut adalah Rp300.000.000 (50 ton x Rp6.000.000). Jurnal untuk saat penyerahan
produk salam dari KUD ke bank syariah adalah sebagai berikut.

Tanggal Rekening

Debit (Rp) Kredit (Rp)


1/9/XA Db. Persediaan salam - 50 ton biji jagung kualitas 3
300.000.000

Db. Kerugian penerimaan barang salam


25.000.000

Kr. Piutang salam 325.000.000


kualitas barang dan nilai wajar barang, lebih
tinggi dari nilai kontrak
Jika kualitas barang lebih tinggi sehingga nilai waiar lebih dari kontrak, berdasarkan PSAK 103 paragraf 13b(i), barang
pesanan yang diterima diukur sesuai nilai akad. Misalkan pada tanggal 1 September 20XA, KUD TM menyerahkan 50
ton biji jagung manis kualitas nomor 1. Adapun nilai wajar produk tersebut adalah Rp350.000.000 (50 ton x Rp6.500.000).
Jurnal saat penyerahan produk salam dari KUD ke bank syariah adalah sebagai berikut.

Tanggal Rekening

Debit (Rp) Kredit (Rp)


1/9/XA Db. Persediaan salam - 50 ton biji
jagung kualitas 1 325.000.000

Kr. Piutang salam 325.000.000


3. Pemasok
atau petani
gagal
menyerahkan
atau sebagian
produk salam
pada masa
akhir kontrak
Pada masa akhir kontrak, sangat mungkin pemasok atau petani gagal rnenyerahkan seluruh
atau sebagian produk salam. Kegagalan tersebut bisa disebabkan wabah yang tidak bisa
diatasi. Disamping itu pemasok atau petani juga tidak berhasil mendapatkan produk pengganti
dari pemasok petani lain. Dalarn kondisi tersebut, bank sebagai pembeli memiliki dua alternatif
pilihan yaitu pertarna memperpaniang pengiriman dan kedua membatalkan pembelian barang
yang dikirim,
Alternatif 1: Pembeli memperpaniang masa pengiriman
Berdasarkan PSAK 103 paragraf 1.3c(i) dinyatakan bahw•a jika tanggal diperpaniang, maka
nilai tercatat piutang salam sebesar bagian yang, belum dipenuhi dengan nilai yang tercantum
d'alam akad. l)cngan demikian, jika bank sebagai pernbeli menlilih alternatif memperpanjang
masa pengiriman, maka bank hanya rnelakukan revisi terhadap kesepakatan jual beli salam
dalam hal waktu penyerahan barang. balam hal ini tidak ada transaksi yang harus dijurnal oleh
bank.
Alternatif 2: Pembeli membatalkan pembelian barang yang belum dikirim
Berdasarkan PSAK 103 paragraf 13c(ii), disebutkan bahwa jika akad salam dibatalkan sebagian
atau seluruhnya, maka piutang salam berubah meniadi piutang yang harus dilunasi oleh penjual
sebesar bagian yang tidak dapat dipenuhi. Dengan demikian, iika pembeli membatalkan
pembelian barang yang belum dikirim, maka diperlukan iurnal untuk mengakui pembatalan
tersebut.
Jika pada Kasus 10.1, KUD TM gagal menyerahkan sisa produk salam yang disepakati dan bank memilih untuk
membatalkan pembelian barang yang belum dikirim, maka iurnal uncuk mengakui pembatalan tersebut adalah sebagai
berikut:
Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)
1/12/XA Piutang qardh KUD TM 325.000.000
Kr. Piutang salam - KUD TM 325.000.000
Selanjutnya untuk melunasi piutang KUD TM, terdapat beberapa alternatif yaitu il) dilunasi dengan dana kas KUD TM, (2)
dilunasi dengan penjualan jaminan. Adapun jurnalnya adalah sebagai berikut:

Alternatif 1: KUD melunasi dengan dananya sendiri


Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)
Db. Kas/rekening KUD TM 325.000.000
Kr. Piutang qardh KUD TM 325.000.000
Alternatif 2: Bank mengeksekusi jaminan atas akad salarn. Jika terjadi penjualan dengan hasil lebih kecil dari piutang
salam, misalkan dalam kasus KUD TM hanya sebesar Rp300.000.000 maka jurnalnya adalah:
Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)
Db. Kas 300.000.000
Db. Piutang qardh KUD TM 25.000.000
Kr. Piutang salam 325.000.000
Jika penjualan jaminan dengan hasil lebih besar dari piutang salam, misalkan dalam kasus KUD TM hanya sebesar Rp.
350.000.000 maka jurnalnya adalah:

Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)

Db. Kas 350.000.000

Kr. Rekening KUD TM 25.000.000

Kr. Piutang salam 325.000.000


4. Pengenaan
denda kepada
penjual yang
gagal
menyerahkan
produk salam
bukan karena
force majeur
PSAK 103 paragraf 15 menyatakan bahwa pembeli dapat mengenakan denda kepada pernasok yang gagal menyerahkan
produk salam iika pemasok tersebut pada dasarnya mampu, tetapi sengaja tidak melakukannya. Denda tidak berlaku bagi
peniual yang tidak mampu menunaikan kewaiibannya karena force maieur. Adapun besar denda yang dikenakan menurut
PSAK 103 paragraf 15 adalah sebesar yang disepakati dalam akad. Denda yang diterima Oleh bank sebagai pembeli
diakui sebagai bagian dana kebaiikan (dana qardh) (PSAK 103 paragraf 14).

Misalkan, pada Kasus 10.1, KUD TM gagal menyerahkan produk salam kepada bank syariah senilai Rp325.000.000 pada
waktu jatuh tempo. Sesuai dengan kesepakatan KUD dikenakan denda 2% dari nilai produk yang belum direalisir atau
sebesar Rp6.500.000. Adapun jurnal penerimaan denda adalah sebagai berikut.

Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)

01/12/XA Db. Kas/Rekening-KUD 6.500.000

Kr. Dana kebajikan 6.500.000


Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)
01/12/XA Db. Utang salam 350.000.000
Kr. Persediaan 325.000.000
Kr. Pendapatan neto salam 25.000.000
02/12/XA Db. Utang salam 350.000.000

Kr. Persediaan 325.000.000

Kr. Pendapatan neto salam 25.000.000

Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)

Db. Persediaan-mesin pertanian 25.000.000

Kr. Kas 25.000.000


Thank you
ANY QUESTION ?