Anda di halaman 1dari 7

BAHASA DAN KEPRIBADIAN INDONESIA

A. Pengembangan Kepribadian Indonesia Melalui


Bahasa Indonesia
o Kepribadian dan Sistem Pendidikan
Suatu jenis pengetahuan yang khusus yang didukung oleh setiap
masyarakat adalah pengetahuan yang berkaitan dengan kebudaannya
sendiri.Kata “kebudayaan” sekarang telah digunakan secara mengambang,boros
dengan arti,makna dan maksud yang berbeda-beda implikasinya.Maka di sini
digunakan kata kebudayaan untuk menandai apa yang dengan jelas bersifat khas
pada suatu masyarakat (di Indonesia,termasuk organisasinya,lembaga-
lembaga,hukum-hukum,kebiasaan-kebiasaan,pekerjaan,permainan,seni refleksi
hidup keagamaan dan sebagainya di dalam suatu totalitas).
 Pengembangan atau kemajuan
Unsur-unsur kepribadian yang harus dilatih di dalam proses pendidikan
adalah:
 Penginderaan (sensory,sensorimotor),
 Intelektual,
 sikap (affective),
 Kesosialan,
 Rasa keagamaan
 Kehalusan budi (refinement)
 Pengembangan Kepribadian
Menurut pendapat Moody (1971),Pengembangan kepribadian melalui
pendidikan dan pengajaran sastra dapat dijabarkan sebagai berikut.
 Penginderaan (Sensory)
 Kecerdasan,Intelek (Intellect)
 Perasaan
 Kesadaran Sosial
 Kesadaran Religius
B. Pendidikan Bahasa dan Watak
Ada 2 pertanyaan yang dapat dikemukakan untuk menilai pendidikan
pembelajaran sastra dalam hubungannya dengan pembentukan watak atau
pribadi seseorang,yaitu :
1. Pelajaran bahasa tampaknya berfungsi mengembangkan perasaan yang
tajam terhadap nilai-nilai pada subject yang mencapai keintiman terhadap
bahasa
2. Kemungkinan-kemungkinan studi tersebut dapat berperan menunjang
pengembangan kualitas-kualitas pribadi yang sangat kompleks itu yang
mencakup hal-hal misalnya kekerasan dan ketabahan hati,kekuatan dalam
mengatasi masalah,imajinatif dan kreatif
C. Fungsi Bahasa Indonesia dalam Pembangunan
Bangsa
o Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Era Otoda
 Berdasarkan Pasal 11 UU Nomor 22 Tahun 1999, tentang kewenangan Daerah
Kabupaten dan Daerah Kota mencakup semua kewenangan pemerintahan.
 Pasal 36 UUD 1945 menyatakan bahwa “Kami putra-putri Indonesia,
menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
o Ada beberapa dasar pembinaan bahasa Indonesia, yaitu:
 Keagamaan (religius),
 Kesejarahan (historis,politis),
 Kecendikiawan (intelektual)
 Kemasyarakatan (sosial)
o Pembinaan dan pengembangan bahasa mencakup dua arah,
yaitu:
 Masalah bahasa dan kemampuan sikap
 Masyarakat luas dan generasi muda
o Masalah Pembinaan Bahasa Indonesia Era Otoda
Adapun kendala dalam pembinaan bahasa Indonesia,khususnya di era otoda
yaitu:
1. Pelaksanaan pembinaan bahasa Indonesia kurang menarik
2. Hasilnya kurang nyata
3. bahasa Indonesia dianggap mudah
D. Pengembangan Kepribadian Melalui Bahasa
Indonesia
1. Bahasa dan kepribadian
Komunikasi (bahasa) sangat mempengaruhi kepribadian
seseorang.Dengan demikian,bahasa mampu mempengaruhi kepribadian suatu
bangsa,tidak terlepas pula bangsa Indonesia.Kita tahu bahwa bahasa sebagai
alat komunikasi lingual manusia,baik secara lisan maupun tertulis.
E. Fungsi Bahasa Indonesia dalam Mengembangkan
Kepribadian Indonesia
o Filsafat Bahasa dan Kepribadian
Kepribadian atau personality berasal dari bahasa Latin persona yang
berarti topeng atau pemain sandiwara.Dalam ilmu jiwa kajian pribadi lebih
banyak menyangkut wajah yang sebenarnya,yang berada di balik topeng.Ada
pula yang menyatakan kepribadian berasal dari bahasa Latin Persumpersona
yang berarti wajah sesungguhnya.
o Kesantunan Berbahasa Indonesia sebagai Pembentuk
Kepribadian Bangsa
Menurut pendapat Searle,Ada tiga macam tindakan yaitu:
 Pengujaran (utterance act) berupa kata atau kalimat,
 Tindak proposisional (proposisional act) berupa acuan atau prediksi, dan
 Tindak ilokusi (illocutionary act) dapat berupa pernyataan, pertanyaan, janji,
perintah, dan sebagainya.
o Fakta Pemakaian Bahasa Indonesia yang Santun
Fakta Pemakaian Bahasa Indonesia yang santun dapat diidentifikasi
sebagai berikut.
 Penutur berbicara wajar dengan akal sehat
 Penutur mengedepankan pokok masalah yang diungkapkan
 Penutur selalu berprasangka baik kepada mitra tutur
 Penutur terbuka dan menyampaikan kritik secara umum
 Penutur menggunakan bentuk lugas atau bentuk pembelaan diri secara lugas
sambil menyindir
 Penutur mampu membedakan situasi bercanda dengan situasi serius
o Sikap Pemakai Bahasa Indonesia yang negatif
Fenomena negatif yang masih terjadi di tengah-tengah masyarakat
Indonesia antara lain sebagai berikut.
 Banyak orang Indonesia memperlihatkan dengan bangga kemahirannya
menggunakan bahasa Inggris,walaupun mereka tidak menguasai bahasa
Indonesia dengan baik
 Banyak orang Indonesia merasa malu apabila tidak menguasai bahasa asing
(inggris) tetapi tidak pernah merasa malu dan kurang apabila tidak
menguasai bahasa Indonesia
 Banyak orang Indonesia menganggap remeh bahasa Indonesia dan tidak mau
mempelajari karena merasa dirinya telah menguasai bahasa Indonesia dengan
baik
 Banyak orang Indonesia merasa dirinya lebih pandai daripada yang lain
karena telah menguasai bahasa asing (inggris) dengan fasih, walaupun
penguasaan bahasa Indonesianya kurang sempurna.