Anda di halaman 1dari 39

PERILAKU HIDUP

BERSIH
DAN SEHAT
Dr. Haris Budi Widodo
KAMPUNG (URBAN SLUM)
KENAPA PHBS ??
Kebijakan nasional promosi kesehatan untuk
mendukung upaya peningkatan perilaku sehat yang
ditetapkan dalam Visi Nasional Promosi Kesehatan
sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI. No.
1193/MENKES /SK/X/2004 salah satu program
unggulannya dalam visi promosi kesehatan yaitu
“Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2010” (PHBS 2010).
• Misi promosi kesehatan: melakukan
upaya pemberdayaan masyarakat di
bidang kesehatan, yang salah
satunya dengan cara menjembatani,
menggalang kemitraan dan membina
suasana yang kondusif demi
terwujudnya perilaku hidup bersih
dan sehat (PHBS) di masyarakat.
• Perilaku hidup bersih dan sehat adalah
sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas
dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran
yang menjadikan seseorang atau keluarga
dapat menolong diri sendiri di bidang
kesehatan dan berperan aktif dalam
mewujudkan kesehatan masyarakatnya (Pusat
Promosi Kesehatan, 2006).
• Saat ini kondisi umum kesehatan masyarakat
Indonesia masih memprihatinkan, angka
penyakit infeksi tinggi karena terabaikannya
keadaan lingkungan yang bersih dan sehat.
• Hal tersebut dapat dicegah dengan perilaku
hidup bersih dan sehat, salah satunya dengan
cara mencuci tangan pakai sabun terutama
setelah buang air besar dan sebelum makan
(www.jurnalbogor.com. 2008).
• Sedikitnya ada 10 penyakit bisa
dicegah dari tangan yang bersih
karena penyakit yang disebabkan
tidak mencuci tangan, diantaranya
diare, cacingan, flu burung, tifus,
disentri, kolera, hepatitis A, ISPA,
SARS.
• Perilaku hidup bersih dan sehat
(PHBS) merupakan program yang
sasarannya meliputi 5 tempat atau
tatanan, yaitu tatanan rumah
tangga, tatanan institusi
pendidikan, tatanan tempat kerja,
tatanan tempat-tempat umum dan
tatanan sarana/institusi kesehatan.
PHBS Tatanan Rumah Tangga
• Salah satu tatanan PHBS yang
berhubungan dengan upaya
masyarakat agar mampu berperan
sebagai pelaku dalam pembangunan
kesehatan untuk menjaga,
memelihara dan meningkatkan
derajat kesehatannya sendiri serta
berperan aktif dalam mewujudkan
kesehatan masyarakatnya.
• Rumah tangga adalah wahana
atau wadah yang terdiri dari
bapak, ibu dan anak-anaknya dan
anggota keluarga lainnya dalam
melaksanakan kehidupannya
sehari-hari (Pusat Promosi
Kesehatan, 2006).
• Perilaku hidup bersih dan sehat di
rumah tangga adalah upaya untuk
memberdayakan anggota rumah tangga
agar sadar, mau dan mampu melakukan
perilaku hidup bersih dan sehat, untuk
memelihara dan meningkatkan
kesehatannya, mencegah risiko
terjadinya penyakit dan melindungi diri
dari ancaman penyakit serta berperan
aktif dalam gerakan kesehatan
masyarakat.
• Pembinaan PHBS di rumah tangga merupakan
salah satu upaya strategis untuk
menggerakkan dan memberdayakan keluarga
atau anggota rumah tangga untuk hidup
bersih dan sehat.
• Melalui upaya ini, setiap rumah tangga
digerakkan untuk berperan aktif dalam
mewujudkan kesehatan masyarakatnya dan
mengembangkan upaya kesehatan bersumber
masyarakat.
MANFAAT PHBS
• Setiap rumah tangga meningkat kesehatannya dan tidak
mudah sakit.
• Rumah tangga sehat dapat meningkat produktivitas kerja
anggota keluarga
• Dengan meningkatnya kesehatan anggota rumah tangga maka
biaya yang tadinya dialokasikan untuk kesehatan dapat
dialihkan untuk biaya investasi seperti biaya pendidikan dan
usaha lain yang dapat meningkatkan kesejahteraan anggota
rumah tangga
• Salah satu indikator menilai keberhasilan Pemerintah Daerah
Kabupaten /Kota dibidang kesehatan
• Meningkatnya citra pemerintah daerah dalam bidang
kesehatan. Dapat menjadi percontohan rumah tangga sehat
bagi daerah lain.
Indikator PHBS Tatanan Rumah Tangga
• Perilaku hidup bersih dan sehat yang
dilakukan masyarakat cukup banyak,
tetapi karena keterbatasan sumber
daya untuk mengevaluasi, maka
perlu ditetapkan beberapa perilaku
yang sangat sensitif sebagai
indikator.
• Indikator PHBS tatanan rumah tangga adalah
suatu alat ukur atau merupakan suatu
petunjuk yang membatasi fokus perhatian
untuk menilai keadaan atau permasalahan
kesehatan di rumah tangga.
• Indikator PHBS tatanan rumah tangga
diarahkan pada aspek program prioritas yaitu
kesehatan ibu dan anak (KIA), gizi, kesehatan
lingkungan, gaya hidup dan upaya kesehatan
masyarakat.
• Indikator PHBS tatanan rumah tangga yang
digunakan di Jawa Tengah terdapat 16
variabel, yang terdiri dari 10 indikator
nasional dan 6 indikator lokal Jawa Tengah.
a) Indikator nasional
• Indikator nasional yaitu meliputi:
1. Ibu hamil yang persalinannya ditolong oleh
tenaga/petugas kesehatan
2. Keluarga yang memiliki bayi, dan bayinya
diberi ASI esklusif selama usia 0 sampai 6
bulan
3. Anggota keluarga mengkonsumsi
beranekaragam makanan dalam jumlah
cukup untuk mencapai gizi seimbang
4. Anggota rumah tangga menggunakan air
bersih dan sehat
5. Anggota rumah tangga menggunakan
jamban sehat
6. Anggota rumah tangga menempati ruangan
rumah minimal 9 m² per-orang
7. Anggota rumah tangga menggunakan
lantai rumah yang kedap air
8. Anggota rumah tangga melakukan
aktifitas fisik/olah raga
9. Anggota rumah tangga tidak merokok
10.Anggota rumah tangga menjadi peserta
jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK).
b) Indikator lokal Jawa Tengah terdiri dari:
1) Penimbangan balita
2) Anggota rumah tangga membuang sampah
pada tempat yang semestinya
3) Anggota rumah tangga terbiasa mencuci
tangan sebelum makan dan sesudah buang
air besar (BAB)
4) Anggota rumah tangga menggosok gigi
minimal 2 kali sehari
5) Anggota rumah tangga tidak minum minuman
keras dan tidak menyalahgunakan narkoba
6) Anggota rumah tangga melakukan
pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
• PHBS yang dijalankan dengan baik cukup
efektif untuk mengurangi angka kesakitan.
• Kejadian penyakit diare dapat diturunkan
sebesar 42-47%, yaitu dengan mencuci tangan
menggunakan sabun setelah buang air besar
dan sebelum makan, serta perilaku tersebut
dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit
infeksi pernafasan akut.
• Sehubungan dengan itu maka The Ghana
Community Water and Sanitation Agency
(GCWSA) telah mengkampanyekan program
handwashing with soap (HWWS) atau
mencuci tangan dengan sabun bagi
masyarakat Gana (Curtis dan Cairncross, 2003
dalam Scott et al, (2007).
Strata PHBS
• Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
dikelompokkan dalam strata yang
menggambarkan nilai atau tingkat kualitas
PHBS sesuai dengan jumlah nilai yang
didapatkan dari hasil penjumlahan semua
indikator yang ada.
• Penentuan strata PHBS terdiri dari 2 kategori,
yaitu perhitungan strata PHBS di rumah
tangga dan strata PHBS berdasarkan
kelompok masyarakat, seperti strata di
tingkat RT, RW, desa/kelurahan, kecamatan,
kabupaten/kota.
• Strata PHBS meliputi tingkatan sehat pratama,
sehat madya, sehat utama dan sehat
paripurna.
• Strata PHBS kelompok ditentukan berdasarkan
tingkat strata sehat utama dan sehat
paripurna di rumah tangga.
• Sehat pratama untuk strata PHBS di rumah
tangga yaitu apabila nilai rumah tangga
berdasarkan keseluruhan indikator yang ada,
jumlahnya antara 0 sampai dengan 5.
• Sehat madya apabila nilai rumah tangga
antara 6 sampai dengan 10,
• Sehat utama apabila nilainya 11 sampai
dengan 15
• Sehat paripurna apabila mendapat nilai
rumah tangga sejumlah 16.
• Strata PHBS kelompok dihitung berdasarkan
persentase dari penjumlahan rumah tangga sehat
utama dan sehat paripurna, dengan perhitungan:

Rumah tangga sehat utama + Rumah tangga sehat paripurna x 100%


Jumlah rumah tangga

• Strata sehat pratama untuk PHBS kelompok


ditetapkan apabila mencapai nilai persentase 0
sampai dengan 24,4%; sehat madya apabila
nilainya 24,5% sampai dengan 49,4%; sehat
utama nilainya 49,5% sampai dengan 74,4% dan
sehat paripurna apabila mencapai nilai
persentase 74,5% atau lebih.
• Sebuah Keluarga dengan 3 orang anak menempati rumah tipe 45,
lantai terbuat dari keramik. Kalau membuang air besar keluarga
tersebut masih ke sungai di belakang rumah. Anak yang besar
berumur 18 tahun kadang-kadang merokok, sedangkan adik
bungsunya berumur 3 tahun setiap ada kegiatan posyandu selalu
ditimbang. Seluruh anggota keluarga tidak pernah menggunakan
obat-obat terlarang yang tidak direkomendasikan oleh dokter.
Keluarga tersebut makan dengan gizi seimbang. Kedua anaknya
menggosok gigi secara teratur demikian juga ibunya, namun
bapaknya tidak. Keluarga tersebut aktif dalam kegiatan
pemberantasan sarang nyamuk di kampungnya. Keluarga tersebut
tidak terdaftar sebagi peserta dana sehat yang dikoordinir oleh
puskesmas setempat. Kalau membuang sampah keluarga tersebut
ke sungai di belakang rumah. Anggota rumah tangga tersebut
terbiasa mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air
besar, namun seluruh anggota keluarga jarang sekali melakukan olah
raga. Berdasarkan informasi, kedua anak tersebut pada saat
dilahirkan ditolong oleh bidan desa yang ada di samping rumahnya,
namun berumur 4 bulan anak tersebut sudah diberi susu formula.
Anak tersebut pernah sakit dan oleh dokter diberi obat dalam
Di suatu Dasa Wisma Salome terdapat Kepala Keluarga di
bawah ini dengan skor PHBS sebagai terlihat pada Tabel 1
berikut:
Tabel 1. Skor PHBS Tatanan Rumah Tangga Dasa Wisma
Salome Tahun 2010
No. Nama Kepala Keluarga Skor
PHBS
1 Mochammad Nazaruddin 6
2 Abubakar Basir 7
3 Panji Gumilang 9
4 Malinda Dee 11
5 Wayan Kencana 10
6 Syukri Fadoli 6
7 Suryo Panji Asmoro 15
8 Bustanul Adfal 13
9 Darsono Dwijo Asmoro 16
10 Sumanto Adi Wijoyo 12