Anda di halaman 1dari 72

EVOLUSI VERTEBRATA

DISUSUN OLEH
KELOMPOK 1
KELOMPOK 1
DEANITA RAMADHANA ARINDA
01 16308141002

AFRIAN YOGA ANJASFARA


02 16308141003

03 YUSTICHIA ENDRASTRI
16308141006

04 KRISNA DWI MONIKAWATI


16308141043

05 HERLINDA SUKMANINGTYAS
16308144005

06 RINDA FATIN AISYAH


16308144018

FARID ABDUL AZIZ


07 16308144034
EVOLUSI VERTEBRATA
01 PENDAHULUAN
02 PISCES

03 AMPHIBI

04 REPTIL

05 AVES

06 MAMALIA
PENDAHULUAN
Pendahuluan
Evolusi adalah perubahan generasi ke generasi yang menurunkan sifat
yang berbeda dari nenek moyang dan berlangsung dalam waktu yang
lama yang mencakup segala aspek kehidupan dari bentuk asal
kehidupan yang sederhana menuju yang ke lebih kompleks dan terjadi
pada tingkat poulasi.
Ciri-ciri dan pola perkembangan tubuh hewan vertebrata, terlebih dahulu
harus dipelajari pengertian dari istilah-istilah yang lazim digunakan dalam
ilmu anatomi. Hal ini penting untuk menunjang dalam mempelajari ciri-ciri
tubuh hewan vertebrata. Di samping itu, penting juga mempelajari
morfologi dan anatominya. Sedangkan untuk mendapatkan gambaran
tentang pola perkembangan struktur tubuh hewan Vertebrata, yang
pertama kali harus dipelajari adalah klasifikasi dari Chordata, selain itu
juga dipelajari perubahan-perubahan yang terjadi pada hewan-hewan
Vertebrata baik ditinjau secara evolusi maupun secara embriogeni.
PISCES
PISCES
Anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang h
idup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan
kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan
jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia.
Ada spesies ikan yang hidup di air tawar dan sebagian ik
an primer air tawar, misalnya ikan paru-paru. Jenis ikan te
rtentu mungkin memiliki periode hidup di laut atau air pay
au dan meneruskan hidupnya di air tawar atau sebaliknya
. Ikan yang selalu berpindah hidupnya dari air tawar ke air
asin atau sebaliknya dari air asin ke air tawar sepanjang
hidupnya (diadromous), misalnya ikan salmon Pasifik dan
sidat air tawar
PLACODER
MI

CHONDRICH
AGNATHA PISCES THYES

OSTEICHTH
YES
• Verterbrata pertama yang ditemukan belum memiliki rahang sehingga
bentuk mulutnya hampir mirip mulut cacing
• Hidup dengan dengan menghisap zat-zat organik dari dasar sungai
• Pertukaran gas terjadi pada pasangan-pasangan insang interna
• Tidak memiliki sirip dan ikan tersebut bergerak dengan gerakan undulasi
• Notokord dipertahankan selama hidupnya dan tidak pernah diganti secara
sempurna dengan kerangka yang terdiri atas tulang rawan
• Tidak memiliki sisik
AGNATHA • Contoh: Ostrachodermi (Punah) dan Cyclostomata (lamprey dan hagfishes)
• Mempunyai rahang dan sirip yang berpasangan
• Adanya rahang: membantu memangsa hewan yang lebih
kecil secara aktif, Adanya sirip: membantu lokomosi dengan
menstabilkan ikan tersebut di dalam air
• Sebagian besar dari ikan-ikan ini kemudian punah, tetapi
beberapa diantaranya menghasilkan garis keturunan yang
mengembangkan dua kelas besar ikan masa kini yaitu, ikan
tulang rawan) dan ikan tulang sejati (Osteichthyes).
PLACODERMI • Ikan pada kelas ini punah pada saat zaman devon. Terjadi
seleksi alam dikarenakan mengeringnya air sungai dan danau
• Ikan bertulang rawan, buktinya ditemukan ikan hiu yang tersusun
dari tulang rawan.
• Ikan hiu mempunyai rahang yang berkembang dari kedua pasang
pertama lengkung insang.
• Kulit kuat dan diliputi oleh sisik tipe placoid, Terdapat banyak
kelenjar mukosa.
• Mulut terletak di sebelah ventral dari bagian kepala, dengan
dilengkapi oleh gigi-gigi yang kuat karena sudah beremail.
Mempunyai lubang hidung atau lubang nostril yang jumlahnya satu
dua buah yang biasanya tidak berhubungan dengan cavum oris.
CHONDRICHTHYES • mempunyai rahang bawah atau yang disebut mandibula dan rahang
atas biasanya disebut maxilla
KELAS
CHONDRICHTHYES
• Tulang belakang sesungguhnya adalah jaringan
Ordo Chimaeriformes kapur
• sirip pectoral bertipe archipterygeal

Ordo
Chondrenchelyformes
• Ikan-ikan yang sudah mempunyai tulang sejati
• Kulit pada umumnya ditutupi oleh sisik dan banyak mengandung
kelenjar mukosa. Adapun tipe-tipe sisiknya adalah sisik ganoid,
cycloid, dan ctenoid, tetapi ada beberapa spesies yang tidak
bersisik.
• Pada bagian tengah dari punggung terdapat sirip
• Mulut pada umumnya terletak di bagian anterior dan bergigi
• Bentuk tubuhnya bermacam-macam. Namun kebanyak berbentuk

Osteichthyes gelendong pipih yang berarti ukuran tingginya dapat mencapai lebih
dari lebarnya sehingga apabila dilakukan pemotongan, penampang
melintangnya berbentuk oval
KELAS OSTEICHTHYES (ikan bertulang keras)

• Ikan bersisik dengan tubuh seperti hiu


Superordo Paleonisci • Ekor biasanya heterocercal
(paleoniscoids) • Ada satu sirip dorsal

• Ukuran sedang mencapai 1 m, primitif, memanjang


Superordo Polypteri • Sirip caudal simetris
(ikan bersisik ganoid) • Sirip dorsal terbagi kedalam sejumlah sirip terpisah
• Mempunyai kantung udara

• Ukuran sedang besarnya hingga 9 m, primitif


Superordo • Ekor heterocercal
Chondrostei (ikan • Mulut subterminal
• kantung udara perut di dalam dan muncul dari sisi dorsal perut; ada katup
ganoid bertulang rawan) spiral di usus
Superordo
• Ukuran sedang hingga besar (0,7 - 3 m), ikan bersirip pendek
Holostei (ikan • Ekor heterocercal
• Sisik ganoid atau sikloid
ganoid • Terdapat sejumlah lipatan pada bagian dalam permukaan, dan
tersambung ke sisi dorsal dari perut, terdapat katup spiral di
bertulang usus.
keras)

Superordo
Teleostei (ikan • Ukuran tubuh sangat kecil hingga besar
• sisik ganoid kurang sempurna pada beberapa spesies, biasanya
bertulang sikloid atau ktenoid
• ekor biasanya homocercal
keras tingkat
tinggi)
AMPHIBI
Kata amphibi berasal dari bahasa Yunani yang
terdiri dari dua kata, yaitu: “Amphi” (rangkap)
“bios” (hidup)

AMFIBI diartikan sebagai hewan bertulang


belakang (vertebrata) dengan kelembaban kulit
yang tinggi, tidak tertutupi oleh rambut dan
hidup di dua alam, yaitu di air dan di daratan
Ciri-ciri penting dari amfibi yang masih ada adalah
1.Memiliki kelembaban, kulit permeabel yang dicapai melalui lendir
kelenjar yang menjaga kelembapan kulit; dengan demikian, pertukaran
oksigen dan karbon dioksida dengan lingkungan dapat terjadi melalui
itu (respirasi kulit).
2.Memiliki gigi pedicellate (gigi di mana akar dan mahkota yang kaku,
yang dipisahkan oleh zona jaringan noncalcified) dan amphibiorum
papilla dan basilaris papilla (struktur telinga bagian dalam yang sensitif
terhadap frekuensi di bawah dan di atas 10,00 hertz, masing-masing).
3.Memiliki operkulum auricular, yang merupakan tulang tambahan di
telinga yang mentransmisikan suara ke telinga bagian dalam. Semua
amfibi dewasa yang masih ada adalah karnivora.
4.Beberapa amfibi terestrial memiliki lidah lengket yang digunakan
untuk menangkap mangsa.
Terjadi vertebrata
penyesuaia primitif
n sirip jenis mengembang
Semua ikan kan paru-
vertebrata berevolusi paru primitif,
menjadi misalnya
memiliki pada
anatomi tungkai dan kelompok
dasar serupa kaki Choanichthye
ikan yang tetrapoda. s.
sama

Selama zaman Terjadi


Devon banyak kompetisi
sumber air, untuk
kolam atau
danau yang mendapatkan
secara oksigen
bertahap terlarut dalam
mengering dan air, sehingga
menjadi Insang
daratan menjadi tidak
efisien
• Amfibia yang paling awal adalah Diplovert
ebron. Amfibia ini hanya berjaya selama za
man Karbon. Bumi ditutupi oleh rawa yang
luas, kehidupan tumbuhan yang berlimpah,
dan terdapat banyak insekta untuk di maka
n oleh amfibia.
• Tetrapoda awal yang pindah ke darat memiliki
akses ke sumber-sumber nutrisi baru dan rel
atif sedikit predator. Hal ini menyebabkan dist
ribusi luas dari tetrapoda selama periode Car
boniferous awal: kadang-kadang disebut “Za
man Amfibi.”
Zaman Amphibia diikuti oleh suatu periode
(Permian) ketika bumi menjadi lebih dingin
dan lebih kering. Penurunan kejayaan ami
bi terjadi yang berlangsung terus sampai se
karang
Amfibi terbagi menjadi 3 ordo

Urodela
(Salamander)

Anura(Katak
dan bangkong)

Apoda
(Caecilians)
Ordo Urodela (Salamander)
Masih dijumpai lebih dari
300 spesies

Tubuh panjang

Memiliki 4 tungkai

Berekor
Ordo Urodela (Salamander)
Berjalan dengan gerakan sisi ke sisi yang mungkin
mirip dengan tetrapoda kuno

Kebanyakan Salamander tidak memiliki paru-paru,


jadi mereka melakukan pertukaran gas melalui
lapisan kulit dan mulut mereka.

Tetap karnivora dari larva hingga dewasa


Ordo Anura (Katak)

Lebih dari 3000 spesies

Kelompok terbesar dari amfibi

Hidup di semua lingkungan di bumi kecuali di daerah kutub dan gurun


paling kering
Caecilians (Apoda)
Ciri sama dengan amfibi pada umumnya tapi tidak berkaki

Hidup di daerah tropis

Merupakan predator

Memiliki tanpa lengan atau kaidak memiliki kaki atau lengan


untuk menggali, jadi harus bergerak seperti cacing tanah.

Menggunakan kerangka hidrostatik untuk mengeraskan


tubuh dan menggerakkan kepalanya ke depan seperti alat
bor.
Bahu yang besar dan
tulang pinggul yang k
uat untuk menyokong
berat tubuh merupak
an adaptasi untuk da
pat hidup di darat
Adaptasi

Lidah berotot memungkinkan


amphibi untuk menangkap m
akanan.
Adaptasi
• Telinga tengah me
ngalami perkemba
ngan untuk memb
antu pendengaran
ketika keluar dari
air.
Amphibi memiliki jantung beruang 3
Adaptasi
Bernafas melalui kulit atau menggu
nakan insang/paru-paru
Telur tidak bercangkang
Karena tidak mempunyai kulit dan t
elur yang kedap air, maka tak ada s
atu amfibia pun yang dapat menyes
uaikan sepenuhnya dengan keadaa
n daratan
Reptilia merupakan hewan vertebrata berdarah dingin (Poikilothermic) yang
dapat menyesuaikan suhu tubuh dengan lingkungan sekitarnya. Tubuh reptilia
tertutup oleh sisik yang tesusun oleh keratin dan berbentuk rata maupun berduri.
Fungsi sisik dari tubuh reptilia adalah untuk mengatur sirkulasi air yang
memungkinkan agar reptilia terhindar dari ancaman dehidrasi saat jauh dari
wilayah perairan (McDiarmid dkk.,2012).

Reptilian merupakan hewan darat pertama.


Reptilia berkembang dari amphibi jaman Karbon.
Reptil awal yang berkembang disebut dengan Kotilosaurus.
Kelebihannya dibanding amphibi ialah :

Perkembangan telur yang bercangkang dan berisi kuning telur


yang dapat diletakkan di tanah tanpa kemungkinan menjadi
kering

Telur bercangkang, kedap air dan kedap sperma sehingga


perkembangan telur terjadi bersamaan dengan perkembangan
fertilisasi internal.

Embrio dilindungi oleh cairan yang terdapat dalam amnion,


mendapat makanan dari kantong kuning telur (yolk), bernapas
melalui korion dan alantois, dan menyimpan limbah metabolisme
di dalam kantong yang dibentuk oleh alantois.
Reptil awal kakinya Perkembangan kulit
pendek menjulur ke kering
samping tubuh memungkinkan
menghabiskan meningalkan air
sebagian besar dengan aman tetapi
waktu di air dan di kulit tersebut tidak
darat hanya untuk dapat digunakan
bertelur. untuk bernapas.

Penyempurnaan paru-
Namun semakin paru dikembangkan
keringnya pada zaman dengan pembesaran
Permian, modifikasi rongga rusuk terjadi,
lain untuk hidup di sekat parsial dalam
daratan kering ventrikel mengurangi
berevolusi. percampuran darah
yang mengandung O2
dengan darah yang
kurang O2 dan
memungkinkan
efisiensi peredaran
darah.
Kotilosaurus mengalami radiasi adaptif
dan menghasilkan 5 keturunan utama :
Pelikosaurus

Chelonia (penyu)

Plesiosaurus

Ikhtiosaurus

Diapsida
Pelikosaurus

• Pelikosaurus menghabiskan sebagian besar hidupnya di air dengan kaki yang berada di bawah se
hingga memungkinkan untuk berlari lebih cepat dan lebih ringan di darat

• Dari pelicosaurus berevolusi sekelompok reptil darat yaitu Terapsida

• Pada awal zaman Mesozoikum, Terapsida merupakan reptilia yang paling banyak jumlahnya, tap
i mereka segera dilampaui oleh kelompok lain. Namun, hal tersebut hanya bersifat sementara (jut
a tahun), karena keturunan terapsida yaitu mamalia, pada akhirnya menguasai bumi ini.
Chelonia (Penyu)
Dari asal-usulnya dalam era Mesozoikum awal sampai sekarang, sebagian besar penyu hidup di
air tawar atau di lautan. Meskipun habitatnya demikian, mereka tidak meninggalkan warisan ad
aptasi darat mereka.

Mereka bernapas dengan paru-paru dan meletakkan telur bercangkangnya di darat. Penyu air ta
war merayap ke darat untuk membuat lubang dalam pasir atau tanah untuk bertelur.

Meskipun tidak punah, penyu merupakan kelompok yang paling menonjol, karena masih ada se
telah berada di bumi selama 200 juta tahun, dimana sebagian besar reptilia sezamannya telah pu
nah.
Plesiosaurus dan Ikhtiosaurus

Anggota kedua garis keturunan reptilia laut yang berkembang dalam periode Jura tetapi punah
pada akhir zaman Mesozoikum.

Mereka pemakan ikan, hal ini sesuai dengan kehidupan di laut. Namun kenyataanya, anggota t
ubuh yang menyelip di sirip sangat sesuai untuk lokomosi di darat sehingga iktiosaurus memper
tahankan telur di dalam tubuh induk dan tidak bertelur di darat. Anak yang dilahirkan hidup dan
aktif, seperti halnya ikan hiu berenang.
Diapsida mempunyai struktur tulang lengkung ganda yang khas di daerah temporal tengkorak

Diapsida mempunyai adaptasi fisiologis yang penting untuk hidup di darat yang tidak dipunyai kelompok l
ain yaitu kemampuan mengubah limbah N menjadi senyawa asam urat yang hampir tidak larut. Asam urat
keluar sebagai pasta putih bersama feses.

Kemampuan kelompok ini dan keturunannya mengekresikan limbah nitrogen sehingga membebaskan mer
eka hampir seluruhnya dari ketergantungan pada air minum.
Evolusi kelompok reptil ini diikuti beberapa cabang yaitu
menghasilkan kadal dan ular (Ordo Squamata) dan sekelo
mpok reptil mirip kadal yang keturunannya masih ada di
Selandia Baru yaitu Tuatara (Sphenodon).

Kadal masa kini timbul di periode Jura merupakan pengh


uni gurun pasir dan hutan daerah panas.

Satu kelompok kadal periode Kreta menjadi hewan melia


ng. Kaki hewan mereduksi dan menjadi ular (Sisa kaki be
lakang masih dapat ditemukan pada Boa dan Phiton.
Kadal masa kini pertama kali timbul di peri
ode Jura merupakan penghuni gurun pasir
dan hutan daerah panas.

Satu kelompok kadal periode Kreta menjad


i hewan meliang. Kaki-kaki hewan ini mer
eduksi dan menjadi ular (Sisa kaki belakan
g masih dapat ditemukan pada Boa dan Phi
ton.
Tekodon merupakan cabang kedua reptil darat yang mengeks
kresikan asam urat. Hewan tersebut dapat berlari cepat di dara
tan dan menggunakan ekor panjang untuk keseimbangan.
Fosil dari tekodon tingkat tinggi menunjukkan adanya penutu
p insulasi tubuh dan suatu histologi tulang yang menandakan
bahwa hewan-hewan ini dapat mempertahankan suhu tubuh y
Buaya
ang relatif tinggi dan teratur baik. Hal ini digabung dengan ke
cepatan dan toleransi terhadap keadaan gersang.
Buaya dan Aligator (Ordo Crocodila) merupakan keturunan te
kodon yang tidak punah.
Buaya dan Aligator (Ordo Crocodila) meninggalkan lokomosi
dengan 2 kaki dari moyangnya tekodon tetapi mempertahanka
n kaki belakang yang lebih besar.
Aligator
• Pada akhir zaman Trias muncul 2 Ordo dari Dinosaurus yang masin
g- masing mengalami radiasi adaptif yakni Saurischian dan Ornithis
chian.
• Pada era Mesozoicum bumi dihuni oleh Dinosaurus. Bila melihat ke
rangka yang elah direkontruksi dari hewan seperti Tyrannosaurus (p
anjang 14,5 m dan tinggi 5,8 m) dan Brachiosaurus (bobot mendek
ati 90 ton). Meskipun yang mewakili hanya 2 dari 15 ordo reptilia y
ang ada pada waktu itu, dinosaurus saja sudah membuktikan bahwa
era Mesozoikum sebagai “Zaman Reptilia”.
• Dua kelompok Mesozoicum menjadi reptil terbang.
• Cara berjalan 2 kaki dari tekodon telah membebaskan kaki depan di
gunakan sebagai sayap. Salah satu kelompok tersebut adalah Pteros
aurus yang menguasai udara selama sebagian besar dari era Mesozo
icum.
Perbandingan alat gerak pada Pisces, Amphibia dan Reptilia
AVES
Evolusi Burung
• Hubungan kekerabatan antara burun
g dan dinosaurus pertama kali dikemuk
akan pada abad ke sembilan belas set
elah ditemukannya burung primitif Arch
aeopteryx di Jerman.
• Sebagian besar ilmuwan mendukung p
endapat bahwa burung adalah hasil ev
olusi dari kelompok dinosaurus tetrapo
da pada Era Mesozoik.
Burung memiliki banyak sekali ciri rangka yang unik dengan dinosaurus.

lebih dari dua puluh fosil spesies dinosaurus telah ditemukan memiliki bulu. Bahkan ada juga
dinosaurus kecil, misalnya Microraptor dan Anchiornis, yang memiliki bulu lengan dan kaki yang
panjang yang membentuk sayap

Avialan pada masa Jurassik, Pedopenna, juga memiliki bulu kaki yang panjang.

Witmer menyimpulkan bahwa bukti ini cukup untuk menunjukkan bahwa evolusi burung terjadi
melalui tahapan empat sayap
• Bukti fosil juga menunjukkan bahwa burung dan di
nosaurus memiliki ciri-ciri yang sama seperti misal
nya tulang terpneumatisasi yang berongga, gastro
lit dalam sistem pencernaan, pembuatan sarang d
an perilaku mengerami telur. Penemuan jaringan l
unak Tyrannosaurus rex memungkinkan dilakukan
nya perbandingan anatomia sel dan pengurutan p
rotein dari jaringan kolagen, dan kedua metode itu
menunjukkan bahwa T. rex dan burung berkerabat
dekat, bahkan kekerabatan di antara burung deng
an dinosaurus lebih dekat daripada kekerabatan a
ntara mereka dengan Alligator (Asara, JM, 2007).
Pada masa kini hanya ada sedikit ilmuwan yang
masih meragukan asal usul burung dari dinosau
rus, dan mereka mengusulkan bahwa burung be
revolusi dari reptil archosaurus jenis lainnya. Di
antara konsensus yang mendukung moyang din
osaurus, urutan pasti yang mengakibatkan munc
ulnya burung awal dalam teropoda maniraptoran
adalah topik yang masih diperdebatkan.
Ornithologist mengenal 27 ordo dari burung yang masih hidu
p,dan beberapa diantaranya terancam punah.
Ada 3 kelompok ordo yaitu : Ratitae ;burung –burung yang be
rukuran besar,tidak dapat terbang,Carinatae; adalah jenis bur
ung yang dapat terbang,kedua kelompok ini digolongkan seb
agai Superordo.
Diantara kedua superordo tersebut ada kelompok burung inte
rmediet yaitu burung yang tidak terlalu mahir terbang kelomp
ok tersebut termasuk superordo Tinamae.
1. Pelayaran Beagle
Darwin berangkat dari Britania Raya naik kapal
HMS Beagle pada bulan Desember 1831, misi pelaya
ran kapal tersebut untuk mendata daerahdaerah di se
panjang rentangan garis pantai Amerika Selatan yang
masih kurang dikenal saat itu. Ketika anak buah kapal
mengadakan survei di pesisir, Darwin menghabiskan
sebagian besar waktunya di pantai, mengamati dan m
engumpulkan spesimen ribuan fauna dan flora Amerik
a Selatan yang eksotik dan beragam
Ketika kapal berlayar dan mengelilingi benua tersebut, Darwin me
ngamati berbagai adaptasi tumbuhan dan hewan yang menempati lingkung
an yang sangat beranekaragam, seperti: hutan belantara Brazil, padang ru
mput Argentina, daerah terpencil Tierra del Fuego dekat Antartika, dan ketin
ggian yang menjulang dari puncak Pegunungan Andes.
Darwin mencatat banyak flora dan fauna di berbagai daerah Ameri
ka Selatan tersebut. la menemukan flora dan fauna di benua itu memiliki ciri
khas yang sangat berbeda dengan flora dan fauna di benua Eropa. Namun,
hal tersebut belumlah mencengangkan. Darwin juga mencatat bahwa flora d
an fauna di daerah tropis benua tersebut lebih dekat kekerabatannya denga
n spesies yang hidup di daerah beriklim sedang di Amerika Selatan dibandin
gkan dengan spesies yang hidup di daerah beriklim sedang di daratan Erop
a. Selain itu fosil di Amerika Selatan yang ditemukan Darwin, meskipun jela
s berbeda dari spesies modern, memiliki banyak kemiripannya dengan flora
dan fauna yang hidup di benua tersebut.
Sebagian spesies hewan di
kepulauan Galapagos tidak
ditemukan di tempat lain di dunia,
meskipun ada kemiripan dengan
spesies yang hidup di daratan
Amerika Selatan. Sepertinya pulau
itu telah ditempati oleh flora dan
fauna yang bermigrasi dari
daratan Amerika Selatan yang
kemudian berkembang biak dan
menjadi beraneka ragam di pulau-
pulau yang berbeda.
Sebaran geografis dari
spesies-spesies tersebut
membingungkan Darwin.
Yang lebih membingungkan
lagi adalah fauna di
Galapagos (kepulauan
gunung berapi yang relatif
masih baru yang terletak di
daerah Ekuador sekitar 900
km ke arah barat dari pantai di
Amerika Selatan). Untuk lebih
jelasnya coba Anda amati
Gambar 1.5.
Di antara sebagian banyak burung yang dikumpulkan Darwin di kepulauan tersebut, terdapat 13
jenis burung finch yang meskipun mirip, nampaknya merupakan spesies yang berbeda.
Tiga belas jenis burung Finch yang
ditemukan di kepulauan Galapagos,
meskipun mirip tetapi merupakan spesies
yang berbeda (Strickberger, 2000).
Ketika HMS Beagle berlayar di Galapagos,
Darwin telah selesai membaca buku
Charles Lyell yang berjudul Principles of
Geology. Ide Lyell bersama-sama dengan
pengalamannya di kepulauan Galapagos,
telah membuat Darwin meragukan
pandangan gereja bahwa bumi statis dan
diciptakan hanya beberapa ribu tahun yang
lalu. Menurut pengamatannya, bumi ini
sudah sangat tua dan secara konstan
berubah. Di sini Darwin telah mengambil
satu langkah penting menuju pengenalan
bahwa kehidupan di bumi juga telah
berevolusi.
2. Darwin Memfokuskan pada Adaptasi
Darwin mulai mengevaluasi kembali semua yan
g teramati selama pelayarannya. Ia mulai memahami a
danya keterkaitan antara munculnya spesies baru den
gan proses adaptasi lingkungan. Menurutnya, spesies
baru muncul dari bentuk nenek moyangnya melalui aku
mulasi adaptasi yang terjadi secara bertahap terhadap
lingkungan hidup yang berbeda.
Contoh: suatu sawar geografis (seperti selat yang mem
isahkan pulau-pulau di lautan) mengisolasi dua popula
si suatu spesies tunggal, kedua populasi tersebut sem
akin lama semakin berbeda dalam penampakan, karen
a masing-masing populasi akan menyesuaikan dirinya
dengan keadaan lingkungan lokalnya.
Dari kajian yang dilakukan selama be
rtahun-tahun setelah pelayaran Darwin, pa
ra ahli biologi menyimpulkan bahwa faktor i
tulah yang terjadi pada burung finch di kep
ulauan Galapagos. Satu di antara banyak
perbedaan pada burung finch itu adalah pa
ruhnya, yang telah diadaptasikan dengan
makanan khas yang tersedia pada pulau-p
ulau tempat mereka tinggal.
Burung Finch asli kepulauan Galapagos. Kepulauan Galapagos mempunyai total 13
spesies burung Finch yang hubungan kekerabatannya sangat dekat, beberapa hanya
ditemukan pada sebuah pulau. Perbedaan yang paling menyolok di antara spesies-
spesies ini adalah pada paruhnya, yang diadaptasikan. untuk jenis makanan tertentu
(a) burung Finch darat besar (Geospiza magnirostris) memiliki paruh besar yang
diadaptasikan untuk memecah biji-bijian (b). burung Finch pohon yang berukuran
kecil (Camarhynchus parvulus) menggunakan paruhnya untuk memakan serangga
(c). burung Finch pelatuk (Camarhynchus pallidus) menggunakan duri kaktus atau
ranting kecil sebagai alat untuk mendeteksi rayap dan serangga pelubang kayu
lainnya (Cambell, 2003).
Evolusi Mammalia
EVOLUSI MAMMALIA
Mammalia pertama kali muncul pada
akhir periode Trias pada Era Mesozoikum atau s
ekitar 220 juta tahun yang lalu. Moyang dari ma
mmalia ini berasal dari hewan terapsida. Terapsi
da merupakan sekolompok synapsida yang term
asuk mammalia dan reptile mirip mammalia. Hal
ini dikarenakan, secara evolusi mammalia diyaki
ni berasal dari reptile walaupun belum ada bukti
otentik adanya bentuk peralihan tersebut.
Mammalia Mesozoikum merupakan h
ewan kecil yang sangat aktif, sebagian besar pe
makan insekta, dan biasanya merupakan hewan
nocturnal. Kemampuan aktif ini berhubungan de
ngan kemampuannya untuk memelihara suhu tu
buh yang tetap (homoiotherm) dan perkembang
Gambar 1. Salah satu mammalia primitif, yaitu
an jantung yang beruang 4.
moyang mammalia dari terapsida.
RADIASI ADAPTIF Mammalia
SECARA BESAR-BESARAN

Radiasi adaptif besar-besaran pad


a mammalia atau biasa dikenal dengan zama
n mammalia atau “the age of mammalia” terja
di pada era cenozoic. Era cenozoic berarti ke
hidupan baru yang merupakan era terakhir da
ri tiga era klasik geologi.
Pada masa ini, terjadi pergeseran
kerak bumi dan terbentuk gunung-gunung yan
g memicu pergantian iklim. Kondisi yang men
guntungkan tersebut menyebabkan mammali
a mengalami radiasi adaptif secara besar-bes
aran sehingga mammalia mendominasi bumi
mulai dari hutan tropis, hutan kayu, dan pada
ng rumput.
SPESIES MODERN ERA CENOZOIC

Epoch (kala) % of modern spe


cies
Pleistocene 90-100
Pliocene 50-90
Miocene 20-40
Oligocene 10-15
Eocene 1-5
Paleocene 0
Evolusi mammalia sejak pertama berlangsung terjadi melalui beberapa
jalur yang berbeda. Dari kelompok tersebut hanya tiga
yang sampai sekarang masih hidup, yaitu:

Monotremata, yaitu Marsupialia atau Eutheria, yaitu


mammalia berparuh dan Diprotodontia, yaitu mammalia yang memiliki
bertelur, tidak memiliki mammalia berkantung plasenta. Plasenta ini
putting susu, dan dan perkembangan digunakan sebagai
menyedot susu dari embrionik diselesaikan saluran memberi nutrisi
rambut induknya. Misal: dalam kantung kepada anakan yang
platypus marsupial. Misal: berada di dalam perut.
(Ornithorynchus Kanguru (Marcropus sp.) Misal: tikus, kelinci,
anatinus), dan echidnia. kuda, dan badak.
Selama kira-kira 70 tahun, dalam Era Mesozoikum mammalia berplasenta hany
a diwakili oleh satu ordo. Tetapi pada Era Cenozoikum mammalia telah beradiasi menjadi
14 ordo yang berbeda, yaitu:
1. Insectivora, contoh: cerucut
2. Pemakan semut berisik
3. Edentata, contoh: arnadilo
4. Chiroptera, contoh: kelelawar
5. Rodensia, contoh: bajing, tikus, berang-berang
6. Lagomorpha, contoh: kelinci, terwelu
7. Carnivora, contoh: kucing, anjing
8. Ungulata berkaki ganjil, contoh: zebra, kuda, badak
9. Ungulata berkaki genap, contoh: unta, jerapah, bison
10. Cetacea, contoh: paus, lumba-lumba
11. Sirenia, contoh: dugong
12. Proboscidae, contoh: gajah
13. Aardvarks
14. Primata, contoh: kera besar, manusia
Keragaman spesies tercapai pada masa Cenozoikum karena lenyapnya sebagi
an besar reptile sehingga berbagai macam habitat tersedia untuk dihuni mammalia.
Pada era Cenozoic terjadi beberapa peristiwa pada mammalia, misalnya:
1. Evolusi kuda

Kuda mengalami evolusi


dikarenakan oleh factor
lingkungan. Perubahan terletak
pada jumlah jari dan
membesarnya jari kuda yang
menyesuaikan tempat berpijak,
perubahan geraham yang
menyesuaikan jenis
makananannya, dan leher
berubah menjadi panjang untuk
memperluas jangkauan
pandangan terhadap predator
sehingga kuda modern tampak
lebih kekar dan kuat.
2. Evolusi Gajah
a. Moeritherium
Mamalia prasejarah ini berkerabat dengan gajah dan, lebih jauh lagi, sapi laut.
Mereka hidup di masa Eocene. Spesies Moeritherium adalah hewan mirip babi yang hidup
sekitar 37-35 juta tahun lalu. Bentuk Moeritherium menyerupai tapir modern atau kuda nil p
igmitif.
b.Barytherium
Barytherium adalah genus dari keluarga punah (Barytheriidae) dari binatang be
rbelalai primitif yang hidup pada Oligosen akhir Eocene dan awal di Afrika Utara.
c. Numidotherium
Numidotherium adalah sebuah genus punah berbelalai awal ditemukan pada ta
hun 1984, yang hidup selama Eosen tengah sekitar 46 juta tahun lalu di Afrika Utara, berat

200 kilogram.
d. Dheinotherium
Deinotherium atau disebut Gading Pencangkul, adalah kerabat raksasa dari gaj
ah modern yang muncul di Pertengahan Miosen dan berlanjut hingga Awal Pleistocene.
e. Platybelodon
Platybelodon adalah genus mamalia herbivora besar terkait dengan gajah u
rutan Proboscidea. Ini tinggal di Epoch Miosen, dan dari Afrika, Eropa, Asia dan Ameri
ka Utara. Platybelodon sebelumnya diyakini telah makan di daerah rawa dari sabana r
umput menggunakan gigi untuk sekop sampai vegetasi akuatik dan semi-akuatik.
f. Mastodon
Mastadon atau mastodont (bahasa Yunani: μαστός, "puting" dan οδούς, "gigi") adalah spesies
mamalia bergading besar dari genus Mammut yang ditemukan di Asia, Afrika, Eropa, Amerika Utara dan Am
erika Tengah.
g. Anancus
Tingginya 2,5 m (8 kaki) mirip binatang gajah modern dan memiliki dua taring, sedangkan gom
photheres lainnya punya empat. Selain dari kaki yang agak pendek, Anancus memiliki satu perbedaan utam
a dibandingkan dengan gajah modern: gading jauh lagi, sampai 4 m (13 kaki) panjang.
h. Cuvieronius
Cuvieronius ini dinamai naturalis Perancis Georges Cuvier, berdiri 2.7m (9 kaki) tinggi dan tam
pak seperti seekor gajah modern kecuali untuk berbentuk spiral nya gading.
i. Stegodon
Stegodon adalah genus dari subfamili Stegodontinae yang telah punah dari ordo Proboscidea.
Stegodon hidup di benua Asia selama era Pliosen dan Pleistosen
j. Mamut
Mamut adalah genus gajah purba yang telah punah. Gadingnya melingkar membentuk kurva k
e arah dalam dan, dalam spesies utara, dengan rambut panjang. Mereka hidup dalam masa Pleistosen seja
k 1,6 juta tahun lalu sampai sekitar 10.000 tahun lalu.
k. Loxodonta
Gajah Afrika adalah spesies gajah di Loxodonta genus, salah satu dari dua generasi yang ada
di Elephantidae.
l. Gajah asia
Gajah Asia lebih kecil dari gajah Afrika dan memiliki titik badan tertinggi di kepala. Kembali mer
eka adalah cembung atau tingkat. Telinga mereka kecil dengan batas dorsal lateral dilipat.
Kecenderungan Evolusi Mammalia

1. Ukuran bertambah besar


2. Spesialisasi otak
3. Spesialisasi gigi
4. Spesialisasi kaki dan tungkai (perissodavtyla : kuku ganjil, artiodact
yla : kuku genap)
TERIMA KASIH