Anda di halaman 1dari 19

ASPEK FISIK & KIMIA

dalam KEAMANAN
PANGAN

SANMAMIN
BY VILDA ANA VS, M.GIZI
JENIS BAHAYA
BAHAYA FISIK

• Menyebabkan luka serius & kesakitan


akibat benda asing
• Berhubungan dg praktek2 buruk saat
proses pemanenan, pencucian, sortasi,
& pengemasan
• Contoh  potongan kayu, kerikil, pasir,
kaca, perhiasan, plastik, rambut, logam
MENCEGAH BAHAYA FISIK
• Mengeluarkan benda asing dg melakukan
sortasi dan pengamatan visual.
• Tidak menggunakan alat berlogam (stepler,
klips) u/ menutup bungkus pangan.
• Tidak menggaruk-garuk kepala ketika
bekerja.
• Tidak memakai perhiasan ketika bekerja.
BAHAYA KIMIA
• Palotoksin, amatoksin dlm jamur racun
• HCN dlm singkong racun
• Asam jengkolat dlm jengkol,
• Racun tetrodotoksin dlm ikan buntel
• Sebagian besar toksin penyebab penyakit tidak
berasa dan tidak bisa dihancurkan dg proses
pemasakan
Sumber bahaya KIMIA
• Penggunaan BTP dlm jumlah yg
berlebihan
• BTP yg sering kelebihan :
• pengawet dan pemanis buatan
• Penggunaan BT non pangan secara
sengaja
• Contoh: penggunaan formalin, boraks
pewarna tekstil u/ pangan
MENCEGAH BAHAYA KIMIA
• Bahan berbahaya (pestisida dan bahan kimia lainnya):
• Tidak disimpan bersama-sama dg bahan pangan
• Tidak disimpan dalam wadah makanan/botol minuman, dan
sebaliknya.
• Wadah diberi label yang jelas.
• Tidak menggunakan alat masak/wadah yg dilapisi logam berat
• Tidak menggunakan peralatan/pengemas yg bukan u/ pangan
• Tidak menggunakan pengemas bekas, kertas koran u/
membungkus pangan
Permasalahan dan Informasi
kegiatan yang berhubungan
dg kajian
risiko kimia
• Kerjasama dan keterbukaan antar instansi dlm
sharing data masih sulit dilakukan krn koordinasi
antar instansi masih kurang
• Kebijakan di suatu instansi terkadang menjadi
penghambat dlm memperoleh informasi dan data
yg berasal dari instansi pemerintah yg akan
digunakan u/ berbagai keperluan, misalnya
penelitian
• § Permasalahan keterbatasan dana masih menjadi
penghambat u/ pelaksanaan suatu kegiatan secara
total dan menyeluruh
• Peraturan Pemerintah No. 28 belum
terkomunikasi dengan baik ke Pemerintah
Daerah. Penerapan otonomi daerah
menjadi salah satu faktor penghambat
penerapan PP No 28 karena sebagian
kegiatan daerah dilakukan tanpa
berkomunikasi dan berkoordinasi d
Pemerintah Pusat.
• Penegakan hukum untuk kasus-kasus
penyalahgunaan bahan berbahaya pd
pangan masih sangat rendah.
TUGAS
• MEMBUAT MAKALAH SINGKAT TENTANG
KERACUNAN MAKANAN AKIBAT BAHAN
KIMIA
• MINIMAL 5 HALAMAN DENGAN FORMAT:
 Terdiri dari : COVER, PENDAHULUAN,
ISI,PENUTUP
HURUF ARIAL 11
 SPASI 1,5
 RATA KANAN RATA KIRI
 BUKAN BERUPA COPY PASTE DARI
WEBSITE