Anda di halaman 1dari 56

KONSEP

PERANCANGAN ARSITEKTUR – V

HOTEL dan MALL


NAMA MAHASISWA : AGUSMIRANDA
NIM : 1504104010041

PEMBIMBING : Ir. Bustari , M.T.

PRODI ARSITEKTUR
JURUSAN ARSITEKTUR DAN PERENCANAAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
HOTEL
PENDAHULUAN +
MALL

Aceh kekurangan hotel, khusunya hotel berbintang lima


yang dapat menunjang program pemerintah untuk
menarik para wisatawan ke Aceh.

Usaha Dinas Pariwisata Aceh dalam


mempromosikan wisata di Aceh
mendatangkan banyak turis setiap tahunnya
ke Aceh, Banda Aceh khususnya. Di Banda Aceh sendiri terdapat
beberapa hotel yang sudah
cukup terkenal di daerah
setempat, namun banyak
diantaranya tiidak
menyediakan sarana rekreasi
bagi pengunjung seperti pusat
perbelanjaan atau Mall.

SPA V
1
PENDAHULUAN

Menyediakan tempat penginapan yang memiliki fasilitas lengkap yang


dapat menunjang kebutuhan pengunjung dan pengguna hotel.
Ikut membantu pemerintah untuk mennarik wisatawan ke Aceh.
Diharapkan menjadi ikon baru kota Banda Aceh di bidang perhotelan.

Site terletak di wilayah perdagangan dan jasa sesuai dengan peraturan RTRW
Banda Aceh, dengan ukuran site yang bisa di bilang kecil untuk ukuran hotel yang
dilengkapi dengan pusat perbelanjaan dan fasilitas pendukung lainnya.
Masyarakat dari kelompok tertentu masih memberi pandangan negatif terhadap
keberadaan hotel di wilayah syariat Islam ini, terutama untuk hotel yang
berbintang 5.

SPA V
2
BINTANG
HOTEL
adalah suatu jenis
akomodasi yang
mempergunakan sebagian
atau seluruh bangunan,
untuk menyediakan jasa BINTANG BINTANG
penginapan, makan dan
minum, serta jasa lainnya JENIS
bagi umum, HOTEL
yang dikelola secara
komersial,

Dirjen Pariwisata–
Depparpostel
BINTANG BINTANG
SPA V
4
PENDAHULUAN
MAKSUD
DAN
LATAR PENDAHULUAN TUJUAN
BELAKANG
IDENTIFIKASI
MASALAH
STUDI
LITERATUR
DATA RTRW BANDA
ANALISA
VIEW
STUDI ACEH
KASUS
ANALISA
MATAHARI
STUDI
BANDING ANALISA SITE
SITE ANALISA
VEGETASI
TOPOGRAFI
KONSEP RUANG
DALAM ANALISA
POTENSI
KEBISINGAN

GUBAHAN
IDE KONSEP KONSEP STRUKTUR
BENTUK ANALISA
ANGIN
KONSEP
LANDSCAPING KONSEP UTILITAS
ANALISA
DRAINASE
DENAH PERANCANGAN DETAIL
ARSITEKTUR
UTILITAS
FASADE
LANDSCAPING BANGUNAN

FINISHING SPA V
3
No. Fasillitas Jenis Hotel

1. Jumlah kamar Standar 15 20 30 50 100


minimum
2. Luas kamar standar 20 m² 22 m² 24 m² 24 m². 26 m².
minimum
K 3. Jumlah kamar suite - 1 2 3 4
minimum
R Luas kamar suite - 44 m² 48 m² 48². 52 m².
4. Sumber :
I minimum
http://jenishot
T 5. Kamar mandi pribadi Ada Ada Ada Ada Ada el.info/klasifika
si-hotel-
E 6. Kamar mandi umum - - - Ada Ada
berdasarkan-
bintang
R 7. Instalasi air panas/dingin - - - Ada Ada

I
8. AC/Ventilasi Ada Ada Ada Ada Ada
A
9. Interior kualitas no.1 - - - - Ada

HOTEL 10. Restaurant - - Ada - Ada

11. Bar/cafe - Ada - Ada Ada

12. Kapasitas penerangan 50 - - - - Ada


lux

13. Sarana rekreasi dan olah - Ada Ada Ada Ada


raga

14. Lobby - Ada Ada Ada Ada


SPA V
15. Valet parking - - ada Ada Ada
5
Pengelompokan Hotel

Menurut Lokasi Menurut Jumlah Kamar

City Hotel Hotel yang terletak di pusat kota dan Small Hotel Merupakan hotel yangmemiliki jumlah
biasanya pengunjung datang dengan kamar yang kecil (maksimal 25 kamar),
tujuan bisnis atau dinas biasanya terletak di daerah dengan
angka kunjungan rendah.
Down Town Hotel Hotel yang berlokasi di dekat pusat
perdangan dan perelanjaan. Hotel ini
sering menjbadi sasaran pengunjung Merupakan hotel yang memiliki jumlah
yang ingin berwisata belanja atau
Medium Hotel kamar yang sedang (sekitar 29-299
menjalin relasi dagang kamar), biasanya terletak di daerah
dengan angka kunjungan sedang
Suburban Hotel/ Motel Hotel yang berlokasi di pinggir kota
dengan pengunjung dengan tujuan
untuk transit dengan waktu yang Merupakan hotel yang memiliki jumlah
singkat. Pengunjung yang memiliki
Large Hotel kamar yang besar (minimum 300
tingkat bepergian yang tinggi kamar), biasanya terletak di daer ah
menggemari hotel jenis ini dengan dengan angka kunjungan tinggi.
pertimbangan efesien waktu

Merupakan hotel yang dibangun di


Resort Hotel tempat wisata, tujuan jenis hotel ini
yaitu sebagai fasilitas akomodasi dari
suatu aktivitas wisata.

SPA V
Sumber : http://e-journal.uajy.ac.id/2058/3/2TA12390.pdf
4
Menurut Lama Tamu Menginap Menurut Tujuan Kedatangan Tamu
Business Hotel Merupakan hotel yang dirancang dengan
Transit Hotel Hotel yang memiliki waktu inap yang tidak lama
tujuan memberi fasilitas untuk melakukan
(harian). Hotel ini memiliki fasilitas yang dapat
bisnis.
memberikan layanan kepada konsumen dalam
waktu singkat, contohnya Merupakan hotel yang sebagian fasilitasnya
laundry, restoran dan agen perjalanan.
Pleasure Hotel ditujukan untuk memberi fasilitas kepada
pengunjung untuk berekreasi.
Semiresidental Hotel dengan rata-rata waktu inap yang cukup
lama (mingguan). Rancangan hotel ini perlu
Hotel dilengkapi dengan berbagai aktivitas, seperti
Country Hote Merupakan hotel khusus untuk tamu
fasilitas kebugaran (spa, Jogging track, kolam antarnegara. Pemilihan lokasi ditentukan oleh
renang) dan fasilitas rekreasi (restoran, taman beberapa pertimbangan khusus, seperti
bermain, persewaan kendaraan dan lain-lain). keamanan dan keselamatan pengunjung.
Maka, lokasi hotel ini dipilihkan di area pusat
kota agar dekat dari pusat pemerintahan
Residential Hotel Merupakan hotel yang memiliki waktu suatu Negaraatau ditempat yang memiliki
kunjungan yangpaling lama (bulanan). Pada nilai lebih pada lokasinya.
jenis hotel ini kenyaman dan keamanan harus
selalu dip erhatikan. Rancangan hotel ini perlu
dilengkapi dengan berbagai layanan fasilitas Merupakan hotel yang fasilitasnya dirancang
yang serupa dengan kehidupan sehari-hari,
Sport Hotel untuk
seperti fasilitas belanja, kebugaran, dan melayani pengunjung dengan tujuan
rekreasi. berolahraga. Hotel ini memiliki fasilitas yang
hampir serupa denganp leasure Hotel tetapi
memiliki fasilitas olah raga yang lebih lengkap

SPA V
Sumber : http://e-journal.uajy.ac.id/2058/3/2TA12390.pdf 4
Ruang – Ruang Pada Hotel

No. Front of the house


1. Ruang registrasi Penempatan ruang registrasi harus terlihat dan berada di area lobby. Tidak ada
aturan yang pasti tentang panjang meja registrasi ini, tetapi hotel berbintang yang
tamu mempunyai kamar berjumlah 100 sampai 200 kamar akan memerlukan dua meja
agar dapat melayani semua pengunjung dengan cepat

2. Servis Pada hotel berbintang, area penyimpanan kunci kamar dan


area penerima ditempatkan terpisah.
penyimpanan
kunci
3. Kasir Penempatan kasir berhadapan dengan registration desk.
Untuk hotel berbintang yang memiliki beberapa restoran dan fasilitas komersial
yang lain, perlu dilakukan pengaturan khusus untuk keuangan yaitu melalui
deposit box yang aman.

4. Ruang Peletakan ruang administrasi harus berhubungan langsung


dengan lobby. Untuk hotel berbintang, terdapat ruang
Administrasi manajer administrasi beserta ruang asistennya dan juga
terdapat ruang resepsionis yang berada di antara lobby dan
ruang manajer.
5. Lobby Lobby adalah ruangan yang cukup luas yang terletak dekat
penerimaan tamu di front office. Ruangan tempat duduk-duduk hotel biasanya
berada di lobby, yang merupakan
semacam ruang tunggu. Selain itu, ruangan ini juga
dilengkapi tempat duduk yang terpisah, yang disediakan bagi tamu untuk
beristirahat dan bersantai sambil membaca atau menonton televisi, dan lain-lain.
SPA V
Sumber : http://e-journal.uajy.ac.id/2058/3/2TA12390.pdf 4
7. Fasilitas transportasi Untuk menambah kenyamanan konsumen, sebuah hotel
yang berupa bangunan bertingkat harus dilengkapi
vertikal mekanik (elevator) dengan alat transportasi vertikal mekanik, biasanya
berupa lift (elevator) Penempatan elevator harus dapat
terlihat oleh publik dari berbagai arah sehingga harus
pula berdekatan dengan entrance dan registration desk.

8. Guest Room
Dalam menentukan rancangan guest room, pertimbangan
pertama terletak pada ukuran ruang. Panjang dan lebar
ruangan ditentukan oleh jumlah furnitur yang mengisi
ruangan dar tingkat kemewahan suatu hotel.
Guest room yang paling umum terdapat dalam suatu
hotel adalah twin bedroom, single bed room, dan suites
room.

Pertimbangan kedua adalah ukuran dari tipe tempat tidur


yang digunakan, yaitutipe king atau standart twin.
Pencahayaan dalam ruangan dankontrol pada guest
room juga harus dipertimbangkan secara hati-hati.
Tipe kontrol yang paling sederhana yaitu pengontrolan
pada pintu secara otomatis. Pada tipe ini lampu dalam
ruangan akan menyala begitu pintu dibuka.

SPA V
4
Ruang – Ruang Pada Hotel

No. Back of the house


1. Fasilitas Laundry Luasan ruang laundry tergantung dari aktivitas yang ada di
dalamnya. Untuk hotel berbintang, laundry berukuran cukup luas
dan berfungsi sebagai tempat mencuci, mengeringkan, setrika,
dan mesin press yang digunakan untuk melayani tamu dan juga
karyawan (Rutes, W. & Penner, 1992).

2. Housekeeping Department Ruang ini mempunyai berbagai fungsi yang meliputi ruang
kepala departemen dan ruang asisten. Selain itu, juga dibuat
gudang untuk menyimpan peralatan yang digunakan oleh
housekeeper dan tempat khusus untuk menjahit kain sprei, sarung
bantal, dan gorden yang dipersiapkan untuk pelayanan kamar
tamu hotel.

3. Servis makanan dan sayuran Aktivitas ini tidak terlalu membutuhkan ruang yang luas
karena makanan dan sayuran tersebut selalu berjalan dan
tidak bertahan lama di tempat tersebut. Setelah selesai
diperiksa, ditimbang dan disahkan, bahan pangan akan
dikirim ke gudang yang kering atau basah sesuai kebutuhan,
atau dimasukkan ke dalam pendingin untuk diawetkan.

4. Ruang Mekanikal Ruang ini berisi peralatan untuk heating dan coolling yang
berupa tank dan pompa untuk menjaga sistem operasi

mekanikal secara keseluruhan .

SPA V
4
MENURUT RUBINSTEIN MALL MERUPAKAN PENGGAMBARAN DARI KOTA YANG
MALL TERBENTUK OLEH ELEMEN-ELEMEN SEBAGAI BERIKUT :
Adalah jenis dari pusat
perbeejaan yang secara
arsitektur berupa bangunan
tertutup dengan suhu yang
diatur dan memiliki jalur
untuk berjalan- jalan yang
teratur sehingga berada STREET MALL YANG
diantara antar toko-toko SECONDARY ANCHOR MERUPAKAN
kecil yang berhadapan. - ANCHOR (MAGNET) (MAGNET SEKUNDER) YANG TRANSFORMASI DARI
WIKIPEDIA YANG MERUPAKAN MERUPAKAN TRANSFORMASI EDGES, SEBAGAI
TRANSFORMASI DARI DARI DISTRICT, PEMBATAS PUSAT
NODES DAPAT PULA PEWUJUDANNNYA BERUPA PERTOKOAN DI TEMPAT
BERFUNGSI SEBAGAI RETAIL STORE, SUPERMARKET, LUAR
LANDMARK SUPERSTORE, DAN BIOSKOP

https://wisuda.unud.ac.id/p
FASILITAS MALL df/1204205014-3-
BAB%20II%20-
 RESTAURANT KASINO %20Pemahaman%20Proyek.
pdf
ARENA BOWLING ICE SKATING
KEBUN BINATANG MINI PUSAT OLAH RAGA
PUSAT PAMERAN BIOSKOP
SPA V
PUSAT KEBUGARAN TEMPAT BERMAIN ANAK
6
Menurut Maithland dalam Yempormase (2013:11) dijelaskan bahwa terdapat
Bentuk Mall tiga bentuk umum mall denngan keuntungan dan kerugiannya masing-masing,
yaitu sebagai berikut :

Enclosed Mall (Mall Tertutup


Adalah mall dengan pelingkup
Keuntungan :
Berupa kenyamanan (climatic control).

Kerugian :
%2df
Biaya mahal dan kesan ruang kurag jelas.

Open Mall (Mall Terbuka) Integrated Mall (Mall Terpadu)


Adalah mall tanpa pelingkup
Keuntungan : Adalah penggabunngan dari mall
Kesan luas dan perencanaan teknis yang mudah terbuka dan tertutup.
sehingga biaya lebih murah.
Biasanya berupa mall tertutup dengan
akhirannmall terbuka.
Kerugian :
Kendala iklim dan cuaca (berpengaruh terhadap Hal iini juga merupakan salah satu solusi
kenyamanaan) dan kesan pewadahan yang krang. climatic control.

https://wisuda.unud.ac.id/pdf/1204205014-3-BAB%20II%20-%20Pemahaman%20Proyek.pdf
SPA V
6
Sistem mall menggunakan pedestrian
yang disisinya berderet retail tempat
Sistem Mall untuk berjualan Sehingga dengan Sumber :
demikian, pola https://wisuda.unud.a
mall
c.id/pdf/1204205014-
memiliki visual ruang yang lebih baik dan
menghindari kesan padat barang yang 3-BAB%20II%20-
sering membosankan konsumen. %20Pemahaman%20Pr
oyek.pdf

“M” berarti magnet atau generator


mall
yang menurut sumber ini dapat berupa
anchor
tenant
dari berbagai brand yang terkenal.
Pola Mall Hal tersebut dikarenakan brand yang terkenal
dapat menarik minat pengunjung dan
seringkali menjadi pusat perhatian dibanding
Sementara dalam dengan
hubungannya dengan retail yang lain
generator mall, sehingga brand tersebut diberikan ruang lebih
Darlow (1972) sebagai
menyebutkan anchor tenant
beberapa pola yang .
digunakan untuk
menata mall sebagai
berikut.
SPA V
jika
penataan sirkulasi mal hanya
Pola Aktifitas memiiki satu
koridor, diharapkan semua retail
Berdasarkan Pickard (2002) dijelaskan dapat dilewati pengunjung sehingga
kompleksitas kegiatan yang terjadi pada suatu retail sebagai semua retail
berikut memiliki nilai nilai komersial yang
sama.

Berdasarkan gambar di samping dapat


Shop Front disimpulkan bahwa display area atau ruang
pajang merupakan fokal poin yang menjadi daya
tarik terhadap konsumen dan dituntut juga
akses untuk barang dan pengelolaan yang tidak
mengganggu aktivitas utama. Sementara untuk
detail shop front atau fasad depan toko menurut
Beddington (1982:25) ada beberapa tipe, yaitu
sebagai berikut:

Sumber :
https://wisuda.unud.ac.id/pdf/120420501
4-3-BAB%20II%20-
%20Pemahaman%20Proyek.pdf SPA V
Sistem Sirkulasi Mall
Beddington (1982:32) menjelaskan beberapa pola sirkulasi untuk loading dan unloading dock seperti
gambar berikut

Sistem servis satu lajur Sistem servis dua lajur Sistem T


Sistem servis satu lajur Sistem T merupakan alternatif di tempat sempit dan
Sistem servis dua lajur memanfaatkan 2 untuk kelancaran sirkulasi
memanfaatkan satu lajur sisi lajur untuk loading dan unloading. sehingga truk barang tidak memerlukan ruang untuk
(kiri/kanan) untuk digunakan putar balik lagi.
sebagai loading danunloading
barang.

Pola Loading Deck


Dalam loading dan unloading barang
seringkali truk harus parkir dan
menunggu
giliran, berikut pola yang dijelaskan
dalam Beddington.

SPA V
Sumber : https://wisuda.unud.ac.id/pdf/1204205014-3-BAB%20II%20-
ALAMAT : TERLETAK DI KOMPLEKS
GRAND HYATT HOTEL
TENGGARA LANDMARK PLAZA
(bintang 5) INDONESIA. JL. M.H. THAMRIN,
JAKARTA

FASILITAS
Terdapat 18 kamar grand
suites. Memiliki 4 ruang pertemuan
15 premier suites. modern dengan pencahayaan
2 president suites. alami, area komunal dengan
Interior kelas no. 1. dapur pertunjukan, ruang
Tempat tidur terdiri dari 1 tamu, dan dua pondok
tempat tidur king-size, dan cabanaa serbaguna dan tiga
dua tempat tidur single. teras dengan pemandangan
Bathub marmer indah dan panorama kota
Sarapa kontimental Jakarta.
gratis.
Layanan antar kamar 24
jam gratis.
Kolam renang .

SPA V
Sumber : https://jakarta.grand.hyatt.com/en/hotel/meetings-and-events.html 7
STUDI BANDING
8

HAINAN BLUE BAY RESORT HOTEL YELLOW HOTEL VIVANTA HOTEL


PROFIL PROFIL
PROFIL
ARCHITECTS : GAD ARCHITECTS : WOW ARCHITECTS.
LOCATION : LINGSHUI, HAINAN, CHINA ARCHITECTS : PLAN ASSOCIATED ARCHITECT LOCATIONS : WHITEFIELD, BONGLORE,
ARCHITECTS IN CHARGE : ZHENG WEI, JIANG FANG. LOCATION : MEIA PRARA, LAGOS, ALGARVE, KARNATAKA, INDIA..
AREA : 62000.0 M². PORTUGAL. COLLABORATOR : SPAZZIO DESIGN
PROJECT YEAR : 2014. AREA : 22,298,28 sqm. ARCHITECTURE.
PROJECT YEAR : 2010 CLIENT : THE INDIAN HOTELS COMPANY LIMITED
TAKEN FROM : {IHLCL).
TAKEN FROM: AREA : 19638,0 M².
https://www.archdaily.com/556098/hainan-blue-
https://www.archdaily.com/204394/yellow-
bay-westin-resort-hotel-gad-zhejiang-greenton- hotel-plan-associated-architects TAKEN FROM :
architectural-design
https://www.archdaily.com/70727/vivanta-hotel-
wow-architects-warner-wong-design
HAINAN BLUE BAY RESORT HOTEL YELLOW HOTEL VIVANTA HOTEL

DENAH

Denah berbrntuk patahan dan


berbentuk persimpangan, hal ini
diadaptasi dari musik dan tarian
India yang terkesan dinamis.

DENAH
Denah hote berbentuk dinamis dan DENAH
memanjang , kamar tamu semuanya
didesain menghadap ke arah laut.
Mempunyai 6 inti bangunan yang memuat Denah berbentuk “U” yang beroriantasi
kearah laut. Menggabungkan garis dan
semua utilitas hotel.
bentuk-bentuk sederhana. 9
HAINAN BLUE BAY RESORT HOTEL YELLOW HOTEL VIVANTA HOTEL

POTONGAN

Dari potongannya terkihat bahwaHotel POTONGAN


Hainan memiliki area parkir yang terletak POTONGAN
di luar dan di dalam gedung,hampir semua Terletak di depan bukit pasir
kamar tamu didesain menghadap ke arah Meia Prara yang memiliki Sama halnya seperti denah pada
laut,memiliki bukaan yang lebar yang dapat bentuktopografi yang cukup potongn juga masih mengilhami tarian
di buka-tutp sehingga pengunjung dapat rumit. tradisional India,dengan penambahan
menikmati segarnya tiupan angin laut ruang bawah tanah sebanyak dua
kapanpun mereka inginkan. lantai. 10
HAINAN BLUE BAY RESORT HOTEL YELLOW HOTEL VIVANTA HOTEL

EKSTERIOR EXTERIOR
Berbentuk arsitektur kontemporeryang EXTERIOR
Arsiteknya menerapkan arsitektur yang menggabungkan garis dan bentulk-bentuk
santai dan modern, menerapkan bentuk sederhana. Dikelilingi oleh taman buatan yang di Banguna terlihat menyatu dari kejauhan secara
kurva sederhana dengan bukaan yang rawat dengan hati-hati. kontekstualdengan hijau dan birunya langit
Cahaya merupakan elemen penting dari hotel ini,
lebar,dan bentuk denah yang memanjang
yang dapat menciptakan suasana hati yang berbeda.
dan dinamis mengikuti alur dan betuk Dengan penggunaan cahaya seperti inimembuat
bibir pantai. hotel ini dengan mudah teridentifikasi dari jarak
jauh.
11
HAINAN BLUE BAY RESORT HOTEL YELLOW HOTEL VIVANTA HOTEL

INTERIOR
INTERIOR
Interior menggunakan warna-warna yang
netral dan didominasi oleh warna putih. Interior dominan warna putih dengan penggunaan
INTERIOR
Kamar tamu semuanya sebisa mungkin di warna-warna netral untuk furniturenya.
desain menghadap kelaut dengan Di beberapa sudut ruangan terdapat permainan Desain interior pada hotel ini merupakan
penggunaan dinding kaca yag besar dan gelap terang menggunakan cahaya lampu yang perpanjangan dari Arsitektur dan lansekap
lebar berfunngsi untuk memasukkan viiew memberi kesan hangat dan terlihat lebih privat, yang di implikasikan dengan nilai
laut kedalam ruangan. tidak ada informasi khusus mengapa hotel ini kontemporer
dinamakan hotel Yellow. 12
HAINAN BLUE BAY RESORT HOTEL YELLOW HOTEL VIVANTA HOTEL

FACADE FAÇADE FAÇADE


Kulit bangunan bermaterialkan dari susunan Selubung bangunan terdiri dari panel-panel kaca.
Selubung bangunan terbuat dari
panel kayu dan kaca Pengaturan susunannya saga ikomik, dan kaya warna
aluminium dan di topang oleh struktur
Di setiap terasnya menggabungkan hal ini melambangkan budayaa India yang terkenal
baja yang kokoh. Bentuknya sangat
pencahayaan RGB dan warna yang kontras dengan musik dan warnanya.
dinamis dan terlihat anggun Atap hijau dapat mengurangi panas (dengan
sebagai vocal point-nya.
penggunaan dinding kaca membuat menambahkan nilai tahan panas pada maassa).
hotel ini terkesan transparant. 13
KESIMPULAN
KESIMPULAN
HAINAN BLUE BAY RESORT HOTEL YELLOW HOTEL VIVANTA HOTEL
U

Denah dari Hotel Vivanta akan menjadi referensi


denah untuk perancagan nanti,
Denahnya terlihat sangat sederhana, dan
struktur organisasi ruagnya juga bagus.

Interior pada Hotel Hainan akan menjadi Permainan warna dan bentuk facade dari Hotel
Yellow akan menambah daya tarik tersendiri
referensi untuk konsep ruang dalamnya, jika diterapkan pada bangunan yang berada
karena ada kesinambungan dengan
konsep perancangan.
dipusat keramaian yang sama halnya dengan SPA V
letak site pada perancangan kali ini.
14
Peta Mikro

SPA V
16
KONSEP TEMA STYLE
“HITAM- “MODERN
PUTIH” SCANDINAVIAN”

TEMA
“HITAM- keindahan pemanfaatan kekuatan hitam dalam desain, baik
PUTIH” untuk menonjolkan atau pun menyatukan objek dalam ruang.
https://www.arsitag.com/article/kekuatan-
hitam-dalam-desain

Pertunjukkan cahaya
Polusi dari cahaya lampu bangunan menyebabkan keindahan
langit terhalangi, terutama bagi masyarakat perkotaan. Padahal,
saat langit semakin gelap, keindahan tatanan bintang semakin
terlihat. Konsep ini dimanfaatkan untuk menunjukkan keindahan
cahaya di dalam desain. Keindahan pencahayaan akan semakin
baik pada ruang dengan latar gelap.

Eksterior dengan warna gelap


Tidak hanya indah untuk interior, warna gelap juga mampu
menonjolkan keindahan karakternya pada eksterior
bangunan. Kejelasan bentuk dan sifat masif yang menonjolkan
kekokohan memberi kesan kuat dan elegan pada ekterior.

Mempercantik ekspos struktur


Tak bisa dipungkiri lagi, warna hitam sangat erat dengan karakter
kokoh. Jadi, untuk menampilkan keindahan struktur yang diekspos,
selain membiarkan kealamian warna bahan, warna hitam juga sangat
baik untuk digunakan.
SPA V
19
KONSEP STYLE style Scandinavian Design muncul pertama kalinya pada tahun 1950, terutama di negara-negara
“MODERN bagian Skandinavia (Eropa Utara) seperti Denmark, Norwegia, Swedia, dan Finlandia. Pergerakan
desain ini ditandai dengan karakteristik desain yang sederhana dan mengedepankan fungsi.
SCANDINAVIAN”

faktor yang perlu diperhatikan.


Fungsi
Desainer interior Indy Anindita menjelaskan bahwa masyarakat yang hidup di daerah Skandinavia sangat mengutamakan fungsi dari
sebuah perabot. Desain cenderung simpel, tidak banyak hiasan yang kurang penting atau bahkan bisa mengurangi fungsi utama dari
barang itu sendiri.

Humanisme
Masyarakat di negara-negara Skandinavia sangat memikirkan edukasi dan kebutuhan anak. Maka banyak rumah di sana yang dirancang khusus sesuai
kebutuhan anak juga keluarga

Pencahayaan
"Musim dingin di Swedia sangat panjang sehingga matahari jarang terlihat. Di sana orang hanya merasakan matahari 2-3 jam saja sehari. Jadi sangat

mendambakan matahari dan membuat mereka menjadi expert di bidang pencahayaan," terang lulusan Institut Teknologi Bandung ini .
Warna Alam
Orang Skandinavia senang mempergunakan apapun yang ada di lingkungan, termasuk inspirasi dalam pemilihan warna rumah. Mereka menghargai alam,
berusaha sedekat mungkin dengan alam karena cuaca yang selalu dingin kerap membuat mereka jarang keluar rumah.

Alami
Penggunaan bahan-bahan alami dan ramah lingkungan menjadi fokus utama dalam penataan gaya Scandinavian. Seperti kayu-kayu alami, atau tanaman hidup.

Inovasi
Perabot dan penataan disesuaikan dengan perkembangan gaya hidup manusia. Produk-produk yang digunakan pun sebisa mungkin bisa mengakomodasi

kehidupan manusia masa kini . SPA V


20
KONSEP Studi Banding Tema

Chrome hotel Lone Hotel ME Hotel


Profil Profil
Architect : 3LHD Architect : Foster + partners
Profil Location : roving, Croatia. Location : 30 Aldwych, London WC2R, UK
Furniture design : Numen/For Use-Sven Jonke, Area : 28070.o m²
Project Year : 2012
Architect : Sanjay Puri architect. Nikola Radeljkovic, Christof Katzler.
Photographs : Francisco Guerrero, Nigel
Landscape Design : Studio Koppo
Location : Kolkata, India. Client : Maistra d.d. Young/Foster+partners
Visual Identity : Bruketa & Zinic OM Manufactures : Sky-Frame
Sumber : https://www.archdaily.com/186661/chrome-hotel- Area : 29476.0 m²
sanjay-puri-architects Project Year : 2011 SPA V
Sumber : https://www.archdaily.com/338801/me-hotel-foster-
and-partners
Sumber : https://www.archdaily.com/155584/lone-hotel-3lhd
20
Chrome hotel Lone Hotel ME Hotel

Denah
Denah Denah berbentuk segitika sesuai dengan brntuk
Lantai Dasar berbentuk Y yang memungkinkan dan ukuran tapaknya, lantai 10 hotel terdapat
memiliki spesifikasi seperti skema organisasi teras dengan atap kaca yang menyuguhkan
Denah yang rasional dan fungsional, pandangan pemandangan kota yang spektakular. Letak core
berkualitas dari semua ruangan, dan dari hotel ini berada ditengah-tengah bangunan.
Denah berbentuk petak dengan tambahan
pengelompokan di sekitar lobi vertikal pusat
lipatan trapesium dibagian sisi sampingnya.
Chrome hotel Lone Hotel ME Hotel

Potongan
Hotel memiliki 3 lantai di bawah tanah, dua
Potongan lantai untuk basemant, satu lagi untuk area lobi
dan restaurant.
Dari potongan terlihat bahwa hotel ini memiliki
Dari potongan terlihat bahwa notel memiliki
satu basement kamarnya terletak di lantai 5-8 Potongan area Void yang unik, bentuk voidnya emakin
yang menampung sebanyak 63 kamar. Tiap-tiap lantai bangunan berkontraksi dari mengecil ke atas, dan di atas puncaknya
Di atas lantai 8 terdapat bar sedangkan tingkat ke tingkat. Menciptakan ketinggian yang terdapat sky light yang dapat memasukkan
restaurant terletak di lantai dua. meruncing di semua sudut cahaya matahari secara langsung.
Core banguna terletak di samping bangunan,
letak tangga darurat saling berdekatan
Chrome hotel Lone Hotel ME Hotel

Façade
Pada façade bangunan terdapat banyak jendela Façade
yang berbentuk bulang dengan diameter 45 cm, Cirikhas hotel ini terletak pada bentuk fasadnya Façade
bukaan tersebut memungkinkan cahaya alami yang didominasi oleh garis-garis horizontal Bentuk dari hotel ini sangat tegas, dengan
masuk ke ruang publik, setiap bukaan diterangi berwarna putihh dan bentuk yang dinamis warna dominan putih dan terlihat simetris,
oleh lampu Led yang meyala selama berjam-jam Hotel ini terlihat ikonik karna letaknya yang
ketika malam hari dan berubah-ubah warna diapid oleh jalan.
sepanjang malam yang membuat hitek ini
terkesan dinamis.
Chrome hotel Lone Hotel ME Hotel

Interior
Pada area bar dan resto, warna interiornya
dominan warna putih yang membuat koridor-
koridor sempit menjadi terkesan luas, di
tambah dengan garis-garis dinamis yang di
bagian atas plafonnya membuat ruang terkesan Interior
semakin dinamis. Terdapat juga koridor yang interior pada hotel ini didominasi oleh warna Interior
yang berwarna coklat seperti kayu yang Hotel ini identik dengan kemewahan, maka dari
putih, warna putih merupakan warna netral
dipadukan dengan permainan cahaya dan itu desainer interiornya berusaha membuat
sehingga sangat cocok jika di kombinasikan setiap sudut-sudut hotel ini terlihat elegant,
bentuk sehingga memberikan kesan hangat dan
dengan furniture dengan wrana-warna yang bahkan dindingpun tak luput dari kesan
kokoh.
berbeda pada setiap ruangannya. galamour hotel.
Pada lobby hotel warna interiornya tidak
Interiornya semakin terlihat dinamis dengan
didominasi oeh putih, melainkan terdiri dari
adanya permainan bentuk yang terdapat di lobi
beberapa warna hangat dan permainan dari
hotel. Void, koridor, dan juga balkon berbentuk
cahaya lampu.
dinamis yang menjadi cirikhas dari hotel ini.
Besaran Area Parkir
Konsep Ruang Luar

No. Nama Ruang Jumlah Luasan


Ruang Ruang (m²)
1. Gerbang masuk 1 6.00
2. Taman depan 1 55.86
3. Parkir 1 186.20
pengunjung
4. Parkir Pengelola 1 109.83
6. Keamanan 1 15.00
7. Ruang entrance 1 16.80
Luas Area Parkir 389.70
Sumber : http://e-journal.uajy.ac.id/2217/6/6TA12453.pdf

SPA V
19
Studi Aktifitas
Konsep Ruang Dalam

PENGELOLA PARKIR ENTRANCE KANTOR PENGELOLA FASILITAS PENDUKUNG PULANG

KAMAR HOTEL
PENYEWA PARKIR ENTRANCE RECEPTIONIST DAN FASILITAS CHECK OUT PULANG
PENDUKUNG

KARYAWAN PARKIR ENTRANCE RUANG KERJA FASILITAS PENDUKUNG PULANG

PENGUNJUNG PARKIR RUANG TUNGGU PULANG


ENTRANCE RECEPTIONIST

SPA V
19
Konsep Ruang Dalam Studi Aktifitas Dan Kebutuhan Ruang

Pengguna Aktivitas Kebutuhan Ruang Pengguna Aktivitas Kebutuhan Ruang


Memarkirkan Area parkir Memarkirkan kendaraan Area parkir
kendaraan
Masuk/keluar hotel Entrance hall Masuk/keluar hotel Entrance hall
Berinteraksi Lobby Berinteraksi Lobby
Melayani pengguna receptionist
Bekerja Ruang kerja
Mengurus Ruang administrasi
administrasi Mengikuti rapat Meeting room
Karyawan
Mengelola hotel Ruang pengelola
Pengelola Hotel Transaksi uang ATM
Mengadakan rapat Meeting room
Mengadakan acara Exhibition hall/mini hall
Makan dan minum Restaurant/coffe
shop/food court/pantry Makan dan minum Restaurant/coffe
Transaksi uang ATM shop/food court/pantry

Ibadah Mushalla Ibadah Mushalla


Buang air Toilet Buang air Toilet
Melayani kebersihan Ruang servis

Melayani keamanan Post satpam / ruang cctv

Mengontrol utilitas Ruang


elektrikal/mekanikal
SPA V
20
Konsep Ruang Dalam Studi Aktifitas Dan Kebutuhan Ruang

Pengguna Aktivitas Kebutuhan Ruang Pengguna Aktivitas Kebutuhan Ruang


Memarkirkan kendaraan Area parkir
Memarkirkan Area parkir
Masuk/keluar hotel Entrance hall
kendaraan
Check in/check out, receptionist
Masuk/keluar hotel Entrance hall
menadapatkan informasi
Menunggu Ruang tunggu menadapatkan receptionist
informasi
Membayar Kasir
Menunggu Ruang tunggu
Istirahat/tidur Kamar tamu
Berinteraksi Lobby Pengunju Transaksi uang ATM

Penyewa
Berpergian/trip wisata Travel agent ng Menghadiri acara Exhibition hall/mini hall
Makan dan minum Restaurant/coffe shop/food
court/pantry Berinteraksi Lobby
Transaksi uang ATM
Makan dan minum Restaurant/coffe
Mengadakan/mengikuti Exhibition hall/mini hall shop/food court/pantry
acara
Ibadah Mushalla Buang air Toilet

Mandi Kamar mandi Ibadah Mushalla

Buang air Toilet

Menikmati fasilitas hotel kolam renang, pusat


perbelanjaan
SPA V
20
Konsep Ruang Dalam Analisa Besaran Ruang Hotel

Lobby
No. Nama ruang Jumlah Luasan Ruang (m²)
1. Lobi 1 19.20 Area Hunian
2. Front office 1 6.72
No. Nama ruang Jumlah Luasan Ruang (m²)
3. Bellboy station 1 3.12
1. Single room 20 380.8
4. Lavatori lobi 1 23.4
2. Twin room 20 481.6
5. Lounge 1 21.45
3. Double room 10 263.2
Luas area lobi 163.89 4. Triple room 20 694.4

Area Komersial 5. Doubledouble 20 851.2


room
No. Nama ruang Jumlah Luasan Ruang (m²) 6. Suite room 4 208
1. Drugstrore 1 11.40 7. Room pool 1 78.00
2. Money Changer 1 4.20 8. Suite pool 1 78.00
3. Biro Perjalanan 1 11.40 9. Private dining 1 177.32
4. Ruang 1 18.00 10. Taman 1 186.30
Konektivitas
11. Sirkulasi 849.705
5. Ruang Serbaguna 1 81.4
6. Lavatori 1 12.00 Luas area hunian 4248.525
7. Sirkulasi 1 51.70

Luas area komersial 190.1 Sumber : http://e-journal.uajy.ac.id/2217/6/6TA12453.pdf


Konsep Ruang Dalam Analisa Besaran Ruang Hotel

Ruang Kantor Pengelola


No. Nama ruang Jumlah Luasan Ruang (m²)
1. Ruang tunggu 1 15.12

Area Relaksasi 2. Lavatori 1 22.40


3. R. sekretaris 1 14.56
No. Nama ruang Jumlah Luasan Ruang (m²)
4. R. Asisten 1 10.8
1. R. Reservasi 1 4.80 manager
2. R.Loker 1 9.60 5. R. operasional 1 7.28
3. R.Tunggu 1 9.60 6. R. Personalia 1 7.28
4. R.Ganti dan bilas 2 9.60 7. R. Teknik 1 7.28
5. R. Pijat dan refleksi 1 20.00 8. R. pemasaran 1 7.28
6. R. Istirahat 1 4.80 9. R. keuangan 1 7.28
7. R. Alat (perlengkapan) 1 3.20 10. R. Istirahat 1 25.5
8. Sirkulasi 17.47 11. Pantry 1 9.63
Luas area relaksasi 78.47 12. R. Rapat 1 24.00
13. R. Arsip 1 5.40
14. Sirkulasi 1 54.90

Luas area pengelola 218.71

Sumber : http://e-journal.uajy.ac.id/2217/6/6TA12453.pdf
Konsep Ruang Dalam Analisa Besaran Ruang Hotel

Area Restaurant Dan Bar


No. Nama ruang Jumlah Luasan Ruang (m²)
1. R. Makan 1 155.11
2. Lavatori 1 24.00
Area Rekreasi Dan Olahraga 3. Bar 1 31.75
4. Konter pemesanan 1 18.67
No. Nama ruang Jumlah Luasan Ruang (m²)
5. R. Barista 1 9.52
1. Ruang registrasi 1 4.80
6. Dapur masak 1 6.00
2. R. Istirahat 1 2.40
7. R. cuci 1 2.40
3. R.Ganti 1 15.60
8. R. Bahan 1 10.80
4. R.Fitnes 1 120.00
5. R. Alat 1 3.00 9. Gudangn bahan 1 6.00
10. Gudang 1 6.00
6. R. Biliar 1 16.32 alat/perlengkapan
7. Lapangan Voli 1 108.00 11. Dapur utama 1 18.67
8. Lavatori 1 12.00
12. R. pegawai 1 12.00
9. Sirkulasi 84.64
13. Lavatori pegawai 1 12.00
Luas area rekreasi dan olahraga 366.74 14. R. Kepala Koki 1 8.40
15. Entrance pegawai 1 3.00
16. Sirkulasi 1 95.64

Luas area restaurant dan bar 414.46


Sumber : http://e-journal.uajy.ac.id/2217/6/6TA12453.pdf
Konsep Ruang Dalam Analisa Besaran Ruang Hotel

Area Tata Graha


No. Nama ruang Jumlah Luasan Ruang (m²)
Area Kolam Renang 1. R. Istirahat 1 24.00

No. Nama ruang Jumlah Luasan Ruang (m²) 2. R. laundry 1 15.00

1. R. Ruang Registrasi 1 3.60 3. R.Jemur 1 11.25

2. R. Ganti 1 57.40 4. R.Linen 1 12.00

3. Lavatori 2 15.60 5. Gudang Linen 1 6.00

4. R.Berjemur 1 12.50 6. Gudang peralatan 1 6.00

5. R. tunggu 1 12.00 7. Ruang CS 1 6.00

6. Kolam dewasa 1 180.00 8. Dapur 1 4.66

7. Kolam anak 1 45.00 9. R.cuci 1 2.40

8. R. Peralatan 1 6.00 10. R. Bahan 1 0.80

9. Sirkulasi 97.35 11. R. Housekeeping 1 6.40


12. R. penerimaan 1 6.00
Luas area kolam renang 421.85
13. Sirkulasi 20.10

Luas area tata graha 120.61

Sumber : http://e-journal.uajy.ac.id/2217/6/6TA12453.pdf
Konsep Ruang Dalam Analisa Besaran Ruang Hotel

Luas Bangunan
No. Nama Area Jumlah Luasan Ruang (m²)
Area Utilitas
1. Area lobby 1 168.89
No. Nama ruang Jumlah Luasan Ruang (m²) 2. Area komersial 1 190.1
1. R. Kerja 1 3.10 3. Area hunian 1 4248.525
2. Gudang 1 12.00 4. Area relaksasi 1 78.47
3. Tandon Air 1 60.00 5. Kantor pengelola 1 218.71
4. R.Pompa 1 6.00 6. Area rekreasi dan 1 366.74
5. R. PLN 1 2.70 olah raga
6. R. Trafo 1 45.00 7. Area reataurant dan 1 414.46
bar
7. R. Generator 1 45.00
8. Area kolam renang 1 421.85
8. R. Sampah 1 2.40
9. Area tata graha 1 120.61
9. Sirkulasi 35.30
10. Area utilitas 1 194.30
Luas area utilitas 194.30 9. Sirkulasi 1605.66

Luas total bangunan 8028.315

Sumber : http://e-journal.uajy.ac.id/2217/6/6TA12453.pdf
Konsep Ruang Dalam Analisa Besaran Ruang Mall

Ruang Umum
No. Nama Ruang Standar Unit Kapasitas Luasan sumber
(m²/orang)
1. R. informasi 2 m²/orang 1 4 8 m² DA

2. Hall 1,5 m²/orang 1 800 1200 m² Asumsi

3. ATM centre 1,5 m²/orang 1 10 150 m² Asumsi

4. Toilet Pria 1,2 m²/orang 3 10 24 m² DA

5. Toilet Wanita 1,2 m²/orang 3 10 24 m² DA

6. Pos Satpam 2 m²/orang 4 3 24 m²

Total 1430 m²

Ruang Retail
No. Nama Ruang Standar Unit Kapasitas Luasan sumber
(m²/orang)
1. Tipe A 0.5 grid 30 1 1600 m² Asumsi
bangunan
2. Tipe B (6x10) 30 1 1440 m² Asumsi
m²/orang
3. Tipe C 120 m²/orang 30 1 4800 m² Asumsi

Total 7840 m² SPA V


20
Konsep Ruang Dalam Analisa Besaran Ruang Mall
Ruang Food Court
No. Nama Ruang Standar Unit Kapasitas Luasan sumber
(m²/orang)
1. Area Makan 1.6 m²/orang 1 50 320 m² Asumsi
2. Kasir 5 m²/orang 2 2 20 m² Asumsi
3. Stan Counter 12,5 m²/orang 15 4 750 m² Asumsi
4. R. pantry 1,4 m²/orang 15 3 65 m² DA
5. Gudang 10 m²/orang 1 1 10 m² DA
6. Toilet 1.2 m²/orang 2 10 24 m² DA

Total 1187 m²

Ruang Restaurant
No. Nama Ruang Standar Unit Kapasitas Luasan sumber
(m²/orang)
1. Area Makan 1,6 m²/orang 1 50 80 m² Asumsi
2. Kasir 5 m²/orang 2 2 20 m² Asumsi

3. Dapur 12,5 m²/orang 1 4 50 m² Asumsi


4. R. pantry 1,4 m²/orang 1 3 4,2 m² Asumsi

5. Gudang 10 m² 1 10 m² DA
6. R. pengelola 2,4 m²/orang 1 3 7,2 m² Asumsi

7. R. Karyawan 2,4 m²/orang 2 10 48 m² Asumsi


8. Toilet 1.2 m²/orang 2 10 24 m² DA

Total 243.4 m² SPA V


20
Konsep Ruang Dalam Analisa Besaran Ruang Mall
Bioskop
No. Nama Ruang Standar Unit Kapasitas Luasan sumber
(m²/orang)
1. Ruang Tunggu 0.5 m²/orang 1 250 125 m² Asumsi
2. R. Tiket/loket 1,2 m²/orang 4 2 9.6 m² Asumsi
3. R.pengelola 2,4 m²/orang 1 5 12 m² Asumsi
4. R. Karyawan 2,4 m²/orang 1 15 36 m² Asumsi

5. Studio 0,8 m²/orang 2 150 360 m² Asumsi


6. Cafetaria 1,6 m²/orang 1 20 30 m² Asumsi
7. R. peralatan 10 m²/orang 1 1 10 m² DA
8. Toilet 1,2 m²/orang 2 10 24 m² DA

Total 700 m²
Ruang Supermarket
No. Nama Ruang Standar Unit Kapasitas Luasan sumber
(m²/orang)
1. Area Penjualan 1,5 m²/orang 1 800 1200 m² DA
2. Kasir 5 m²/orang 10 2 100 m² Asumsi
3. R. Penitipan 0.6 m²/orang 1 40 24 m² Asumsi
4. R. Keranjang 0.02 m²/orang 1 200 4 m² Asumsi

5. R. Pengelola 2,4 m²/orang 1 5 12 m² DA


6. R. Karyawan 2,4 m²/orang 1 20 48 m² DA
7. Gudang 10 m²/orang 1 1 10 m² DA
8. Toilet 1,2 m²/orang 2 5 12 m² DA

Total 1410 m² SPA V


20
Konsep Ruang Dalam Analisa Besaran Ruang Mall

Ruang Pengelola
No. Nama Ruang Standar Unit Kapasitas Luasan sumber
(m²/orang)
1. R.rapat 2 m²/orang 1 15 3o m² Asumsi
2. R. tunggu 1,5 m²/orang 1 4 6 m² Asumsi
3. R. Sekretaris 2,4 m²/orang 1 3 7,2 m² Asumsi
4. R. Kepala bidang 10 m²/orang 1 2 20 m² Asumsi
operator
5. R. Kepala bidang 10 m²/orang 1 2 20 m² Asumsi
keuangan
6. R. Kepala bidang 10 m²/orang 1 2 20 m² Asumsi
pemasaran
7. Ruang Karyawan 10 m²/orang 1 2 20 m² DA
8. Toilet 1,2 m²/orang 1 2 3 m² DA

Total 126.2 m²
Area Parkir
No. Nama Ruang Standar Unit Kapasitas Luasan sumber
(m²/kendaraan)
1. Parkir 15 m²/ mobil 1 250 3750 m² Asumsi
Pengunjung 2 m²/ motor 250 500 m²
55 m²/bus 4 220 m²
2. Parkir Pengelola 15 m²/mobil 1 30 450 m² Asumsi
2 m²/motor 50 100 m²

Total 5020 m²
SPA V
20
Skema Jaringan Air Buangan
BAK
RIOL KOTA
Skema Jaringan Air Bersih KONTROL
TOILET
PDAM

MENGGUNAKAN DUA WASTAFEL SHAFT


SISTEM PASOKAN AIR
METERAN YAITU UP FEED
(RESERVOIR ATAS) PANTRY
DAN DOWN FEED
(RESERVOIR BAWAH).
RESERVOIR
BAWAH
FIRE
HYDRANT Skema Jaringan Air kotor
RESERVOIR
POMPA
ATAS
CLOSET
COOLING
TOWER
SHAFT
SHAFT
BAK
KONTROL

KERAN AIR
RESAPAN
SEPTIC
TANK

SPA V
Pipa Distribusi
Sistem Distribusi Air Bersih Pipa distribusi harus terbuat dari bahan-bahan
tahan karat dengan jenis sebagai berikut:
Menggunakan SistrmDown- Dalam sistem ini,
feed system air ditampung a. Logam (baja, besi atau tembaga yang digalvanis)
terlebih dahulu di
tangki bawah
(ground tank),
kemudian
dipompakan ke
tangki atas (upper
tank) yang
biasanya dipasang b. Plastik (PE, PVC)
di atas atap atau di
lantai tertinggi
bangunan. Dari
sini air
didistribusikan ke
seluruh bangunan.

SPA V
Hot Water System
Tangki air panas
Supply Air Bersih
Adalah tangki yang berfungsi
Dalam perhitungannya, kapasitas air sebagai penyimpan air panas
bersih yang perlu dicadangkan dengan cadangan isolaso panas
untuk keperluan air panas sebesar sehingga tidak terjadi reduksi
1/3 dari total kebutuhan air bersih panas pada saat distribusi
atau 1/3 dari debit kebutuhan total dilaksanakan. Tangki air panas
air bersih. Tangki air bersih yang
digunakan secara ekonomis dapat
tersebut harus mampu menahan
panas air sekitar 180° F atau 82°C.
Pompa
dijadikan satu dengan tangki air Untuk menghindari hal-hal yang
Dalam hot water system diperlukan
bersih untuk keperluan secara tidak diinginkan, tangki boiler
pompa, karena pada umumnya letak
umum. umumnya dilengkapi dengan katup
boiler ada di bagian bawah bangunan
pengaman. penyimpanan selama
(basement). Apabila letaknya di bagian
minimum 1 jam. Dilengkapi dengan
bawah bangunan, maka jenis pompa
lapisan
yang diperkukan adalah pompa tekan.

Boiler (tangki pemanas)


Pemipaan
Adalah unit pemanas air yang digunakan
dalam bangunan berlantai banyak untuk
keperluan supply air panas di bangunan Pipa air panas mempunyai fungsi yang spesifik yaitu
tersebut. mendistribusikan air pamas untuk bagian yang
Bagian-bagian boiler: diperlukan serta menjaga suhu agar tidak terlalu
banak mengalami penurunan. Dengan demikian:
a. Tangki persiapan/tangki air bersih a. Tahan pada suhu tinggi
yang mampu men-supply kebutuhan b. Anti bocor
pemanasan dalam waktu 1 jam. c. Kedap air
d. Dilapisi dengan serat kaca untuk menahan suhu
b. Alat pemanas (fire tube boiler). Terdiri dengan ketebalan minimum ¼ inch secara merata di
burner dan sistem kontrol (sensor) seluruh permukaan pipa.

SPA V
Hot Water System
Skema Hot Water System

Tandon air
Bersih

Sistem listrik dan panel kontrol


Bowler
a. Tegangan dan kuat arus listrik harus
(tangki
stabil apabila menggunakan unti
pemanas)
pemanas dengan sistem pemanasan
listrik.
b. Panel kotrol menunjukan indikasi dari:
Volume air panas dalam tanki air Tangki Air
panas Panas
Tekanan air
Suhu air panas
Volume bahan bakar apabila
mrnggunakan bahan bakar. Shaft Pompa Panel

Keran/Shower

SPA V
Sistem Pembuangan Limbah Lemak

Grease Trap merupakan Ukuran Grease Trap dapat disesuaikan


Grease Trap dipasang dibawah
alat penyaring minyak dan dengan kebutuhan dari limbah kotor yang kitchen sink agar limbah hasil
lemak dari aktivitas dibuang per harinya. Untuk skala kecil, cukup pencucian piring langsung
pencucian piring. Alat ini menggunakan Grease Trap yang memiliki daya tertampung dan tidak mengalir
berfungsi untuk memisahkan tampung berkisar antara 20 hingga 30 liter. masuk ke dalam saluran
minyak dan lemak dari air, Grease Trap terdiri atas beberapa sekat dan pembuangan. Dengan demikian,
sehingga minyak dan lemak ruang, tergantung kepada kapasitas daya penyumbatan pipa saluran akibat
tidak menggumpal atau tampungnya, serta memiliki dua saluran pipa tumpukan minyak dan lemak yang
membeku di pipa yaitu saluran pipa inlet (saluran pemasukan)
pembuangan yang bisa akan mencemari lingkungan dapat
dan saluran pipa outlet (saluran pengeluaran).
menyebabkan pipa dicegah
Biasanya untuk ukuran standar, Grease Trap
tersumbat. memiliki dua sekat dan tiga ruang.
SPA V
Sistem Pembuangan Air Hujan

Sistem pembuangan air hujan harus


merupakan system terpisah dari system
pembuangan air kotor maupun air bekas,
karena bila di campurkan sering terjadi
penyumbatan pada saluran dan air hujan
akan mengalir balik masuk ke alat plambing
yang terendah.

Pengaliran air hujan menggunakan sistem grafitasi


yang di kumpulkan pada 1 atau 2 titik aliran. Air
hujan nantinya juga dapat digunakan untuk
kebutuhan air bersih pada hotel dengan melalui
beberapa proses untuk mengurangi kadar asam
atau sifat basa dari air hujan hingga menjadi air
yang layak dikonsumsi
Sumber gambar :
https://tatyalfiah.wordpress.com/2012/07/22/perencanaa
n-penampungan-air-hujan-pah/2/

SPA V
Sistem Pembuangan Air Hujan

Perangkap yang terpasang harus berukuran minimal sama dengan pipa mendatar
yang terpasang bersama. Dan harus dilengkapi dengan pembersih di tiap ujungnya
Gutter yang terletak di dalam gedung. Pada ujung dimana air masuk, harus dilengkapi
(talang atap) dengan penahan kotoran agar system plambing air hujan tidak terganggu

Ukuran Leader dan Gutter


Leader (talang tegak)
Ukuran leader dibuat sama dengan outletnya, untuk menghindarikemacetan
aliran yang ditimbulkan oleh daun dan kotoran lainnya

Jarak maksimum antar leader adalah 22,86 m, aturan teramannya adalah untuk
setiap 13,94 m² luas atap dibutuhkan 1 inci luas leader. Angka-angka tersebut
dapat berubah akibat kondisi-kondisi yang terjadi di lapangan.

Ukuran outlet tergantung pada jumlah dan jarak antar outlet, kemiringan atap
dan betuk gutter

Jenis gutter terbaik adalah jika memiliki kedalaman minimal sama dengan
setengah kali lebarnya dan tidak lebih dari ¾ lebarnya.

Gambar peralatan penangkap air hujan


Sumber : https://id.carousell.com/p/harga-jual-talang-air-
metal-baja-galvanis-087770337444-149439362/
Sumber: SPA V
https://www.academia.edu/11345998/Prinsip_Dasar_Sistem_Peny
aluran_Air_Hujan
Perencanaan Sistem Penyaluran Air Hujan

Pembuangan air hujan gedung dan cabang-cabang mendatar ukuran


saluran pembuangan air hujan gedung dan setiap pipa cabang datarnya
dengan kemiringan 4% atau lebih kecil harus didasarkan atas jumlah
daerah drainase yang dilayaninya sesuai table di atas. Direncanakan pipa
pembuangan air hujan dan cabang"cabang mendatarnya memiliki
kemiringan 2%

Drainase bawah tanah)kuran pipa drainase bawah tanah yang


dipasang di bawah lantaiatau di sekeliling tembok luar gedung
harus 9 4 inc

Talang tegak air hujan)kuran talang tegak didasarkan pada luas atap yang
dilayaninya dansesuai table di samping. Bila atap tersebut dapat
tambahan air hujanharus ditambah dengan perhitungan -18 luas dinding
terluas yangdianggap sebagai atap

SPA V
Sumber: https://www.academia.edu/11345998/Prinsip_Dasar_Sistem_Penyaluran_Air_Hujan
Ketentuan Umum

Atap bangunan
Dalam hal denah bangunan gedung berbentuk gedung harus
T, L, atau U, maka harus dilakukan pemisahan dibuat dari
struktur atau dilatasi untuk mencegah konstruksi dan
terjadinya kerusakan akibat gempa atau bahan yang ringan
penurunan tanah . untuk mengurangi
intensitas
kerusakan akibat
gempa.

Penempatan
Bidang-bidang dinding-dinding
dinding sebaiknya penyekat dan
membentuk kotak- lubang-lubang
kotak tertutup pintu/jendela
untuk diusahakan
mengantisipasi sedapat mungkin
terjadinya simetris terhadap
kerusakan akibat sumbu-sumbu
gempa. denah bangunan
mengantisipasi
terjadinya
kerusakan akibat
gempa.

Sumber : Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 29/PRT/M/2006


Tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung SPA V
Konsep Sistem Struktur Utama Bangunan

Sistem Struktur Bangunan Tinggi Bearing Wall


Sistem struktur Fungsi utama dari sistem
merupakan struktur adalah untuk System struktur dindng pemikul adalah
penggabungan memikul secara aman dan system struktur yang menggunakan
dinding sebagai penopang atau sebagai
berbagai elemen efektif beban yang bekerja pemikul beban pada bangunan.
struktur secara tiga pada bangunan,serta
dimensi yang ukcup menyalurkan ke tanah
rumit. melalui pondasi.
Beban pada bangunan ditopang atau dipikul oleh
kolom dan balok. Dinding pada bangunan
menggunakan system struktur ini berfungsi hanya
sebagai pembatas.

Penambahan fungsi structural


pada dinding yang biasa kita gunakan hanya sebagai
pembatas, memerlukan perlakuan khusus yang harus
dipenuhi jika kita ingin menggunakannya.

Karena penyaluran beban vertical pada bangunan dilakukan oleh


dinding, denah perlantai bangunan bertingkat banyak yang
menggunakan system struktur dinding pemikul biasanya tipikal
atau seragam jadi tidak mengherankan, apabila bangunan
bertingkat banyak yang menggunakan system struktur dinding
pemikul biasanya adalah bangunan residensial seperti hotel dan
apartemen yang memiliki denah perlantai yang tipikal.
SPA V
Material Bearing Wall
Bearing Wall
TANAH
Ketebalan dinding harus diperhatikan secara seksama
karena berkaitan erat dengan Tanah juga merupakan bahan dasar material bangunan pada
berapa beban yang harus dipikul oleh dinding perlantai. awalnyadipakai sebagai material pembentuk dinding.

Dinding lantai terbawah


BETON
biasanya memiliki
ketebalan Sebagai material struktur dinding
yang terbesar, semakin pemikul
keatas
ketebalan dindingnya
biasanya
semakin menipis. Hal ini
disebabkan dinding
dilantai
paling bawah menopang
beban
lantai2 diatasnya

SPA V