Anda di halaman 1dari 14

ULKUS

KELOMPOK 3

INTAN PERMATASARI (1711008)


LILY INDRAYANI (1711015)
LUTFI HUSAINI (1711006)
MIFTACKUL NIKMAH (1711011)
LUTVI FEBRIANA (1711003)
DEFINISI
Diabetes melitus adalah penyakit hiperglikemia
yang ditandai oleh ketiadaan absolut insulin atau
insensitifitas sel terhadap insulin
Ulkus adalah luka terbuka pada permukaan kulit
atau selaput lender dan ulkus adalah kematian
jaringan yang luas dan disertai invasif kuman
saprofit.
Adanya kuman saprofit tersebut
menyebabkan ulkus berbau, ulkus diabetikum juga
merupakan salah satu gejala klinik dan perjalanan
penyakit DM dengan neuropati perifer.
KLASIFIKASI TIPE DM

Klasifikasi Klinis
1. Diabetes Melitus :
a) Tipe tergantung insulin (DMTI), Tipe I

b) Tipe tak tergantung insulin (DMTTI), Tipe II


(DMTTI yang tidak mengalami obesitas , dan
DMTTI dengan obesitas)

2. Gangguan Toleransi Glukosa (GTG)

3. Diabetes Kehamilan (GDM)


Klasifikasi risiko statistik

1. Sebelumnya pernah menderita


kelainan toleransi glukosa
2. Berpotensi menderita kelainan
toleransi glukosa
ETIOLOGI
Menurut Smeltzer dan Bare (2001), penyebab
dari diabetes melitus adalah:

1. Diabetes Melitus tergantung insulin (DMTI)


 Faktor genetic
 Faktor imunologi
 Faktor lingkungan
2. Diabetes Melitus tak tergantung insulin (DMTTI)
Faktor risiko yang berhubungan dengan proses terjadinya
DM tipe II, diantaranya adalah:
 Usia ( resistensi insulin cenderung meningkat pada usia di
atas 65 tahun)
 Obesitas
 Riwayat keluarga
 Kelompok etnik
3. Diabetes dengan Ulkus
 Faktor endogen

a) Neuropati
b) Angiopati
c) Iskemia
 Faktor eksogen

a) Trauma
b) Infeksi
PATOFISOLOGI
Menurut Smeltzer dan Bare (2001), patofisiologi
dari diabetes melitus adalah :
 Diabetes tipe I

 Diabetes tipe II
MANIFESTASI KLINIS
1. Diabetes Tipe I
 Hiperglikemia berpuasa
 Glukosuria, diuresis osmotik, poliuria, polidipsia,
polifagia
 Keletihan dan kelemahan
 Ketoasidosis diabetik (mual, nyeri abdomen, muntah,
hiperventilasi, nafas bau buah, ada perubahan tingkat
kesadaran, koma, kematian)

2. Diabetes Tipe II
 Lambat (selama tahunan), intoleransi glukosa
progresif
 Gejala seringkali ringan mencakup keletihan, mudah
tersinggung, poliuria, polidipsia, luka pada kulit yang
sembuhnya lama, infeksi vaginal, penglihatan kabur
 Komplikaasi jangka panjang (retinopati, neuropati,
penyakit vaskular perifer)
3. Ulkus Diabetikum
Proses mikroangipati menyebabkan sumbatan
pembuluh darah, sedangkan secara akut emboli
memberikan gejala klinis 5 P yaitu :
 Pain (nyeri)

 Paleness (kepucatan)

 Paresthesia (kesemutan)

 Pulselessness (denyut nadi hilang)

 Paralysis (lumpuh).
Bila terjadi sumbatan kronik, akan timbul
gambaran klinis menurut pola dari fontaine:

 Stadium I : asimptomatis atau gejala tidak khas


(kesemutan).
 Stadium II : terjadi klaudikasio intermiten

 Stadium III : timbul nyeri saat istitrahat.

 Stadium IV : terjadinya kerusakan jaringan


karena anoksia (ulkus).
Wagner (1983). membagi gangren kaki
diabetik menjadi Enam
tingkatan,yaitu:
 Derajat 0 :Tidak ada lesi terbuka, kulit masih utuh
dengan kemungkinan disertai kelainan bentuk kaki seperti
“ claw,callus “.
 Derajat I : Ulkus superfisial terbatas pada kulit.
 Derajat II :Ulkus dalam menembus tendon dan
tulang
 Derajat III : Abses dalam, dengan atau
tanpa osteomielitis.
 Derajat IV : Gangren jari kaki atau bagian distal kaki
dengan atau tanpa selulitis.
 Derajat V : Gangren seluruh kaki atau sebagian
tungkai.
KOMPLIKASI

1. Komplikasi akut
 Hipoglikemia.

 Ketoasidosis diabetic (DKA)

 Sindrom hiperglikemik hiperosmolar non ketotik


(HONK).
2. Komplikasi kronik
 Makrovaskular (penyakit pembuluh darah
besar),
 Mikrovaskular (penyakit pembuluh darah kecil),

 Penyakit neuropati
 Ulkus/gangren
Terdapat lima grade ulkus diabetikum antara lain:
a) Grade 0 : tidak ada luka
b) Grade I : kerusakan hanya sampai
pada permukaan kulit
c) Grade II : kerusakan kulit mencapai otot dan
tulang
d) Grade III : terjadi abses
e) Grade IV : Gangren pada kaki bagian distal
f) Grade V : Gangren pada seluruh kaki dan tungkai

3. Komplikasi jangka panjang dari diabetes