Anda di halaman 1dari 38

TEXT-BOOK READING

DIAGNOSIS KLINIS DAN PENATALAKSANAAN AWAL PADA PENYAKIT NEUROPATI :


CARPAL TUNNEL SYNDROME, TARSAL TUNNEL SYNDROME, PERONEAL PALSY,
DAN HORNER SYNDROME

Diajukan kepada :
Dr. Tutik Ermawati, Sp.S

Disusun oleh :
Faishal Hanif
G4A015152

SMF ILMU PENYAKIT SARAF


FAKULTAS KEDOKTERAN
JURUSAN KEDOKTERAN UMUM
UNIVERSITAS JENDERAL SODIRMAN
RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO
PURWOKERTO

2016
DEFINISI

Neuropati akibat kompresi dari nervus medianus di tingkat


pergelangan tangan, ditandai dengan bukti peningkatan tekanan
dalam terowongan karpal dan penurunan fungsi saraf di tingkat itu

EPIDEMIOLOGI

 Carpal tunnel syndrome merupakan salah satu neuropati kompresi


esktremitas atas yang paling sering dijumpai.
 Perempuan > Laki laki
 Usia > 50 th
 Hubungan positif antara kecepatan dan kekuatan gerakan tangan
dengan CTS
Setiap kondisi yang mengakibatkan semakin padatnya terowongan ini dapat menyebabkan
terjadinya penekanan pada nervus medianus sehingga timbullah CTS.

Gerakan yang berulang-ulang pada pergelangan tangan meningkatkan risiko CTS.

Etiologi Contoh
Herediter Neuropati herediter
Trauma Dislokasi, Fraktur, Gerakan fleksi ekstensi berulang
Infeksi Tenosinovitis
Metabolik Amiloidosis, Gout
Endokrin DM, Hipotiroid
Neoplasma Lipoma, mieloma
Degeneratif OA
Iatrogenik Pemasangan shunt untuk dialisis
TEORI KOMPRESI MEKANIK

Invaginasi Nodus
Kompresi N. Ranvier dan Konduksi saraf
Medianus demyelinisasi terganggu
lokal

TEORI INSUFISIENSI MIKROVASKULAR

Kurang asupan Nyeri dan


oksigen dan Iskemia gangguan
nutrisi konduksi

TEORI GETARAN

Getaran
Edema
berulang di Iskemia
epineural
carpal tunnel
PENEGAKKAN DIAGNOSIS

• Gangguan sensorik >> motori


• Parestesia, hipoestesia, burning pain
• Keluhan memberat saat malam, berkurang jika bergerak, dipijat,
dan istirahat
DIAGNOSIS BANDING
1. Cervical Radiculopathy
Nyeri dan kehilangan sensasi sesuai dermatom. Keluhan memberat
dengan gerakan leher.

2. Thoracic Outlet Syndrome


Kesulitan menggenggam dan atrofi otot interinsik.

3. Pronator Teres Syndrome


Nyeri pada telapak tangan.

4. de Quervain’s Syndrome
Nyeri ibu jari dan pergelangan tangan memberat dengan penekanan
PENATALAKSANAAN

KONSERVATIF

1. Medikamentosa
a. Obat-obatan oral yang dapat diberikan : NSAID, diuretik, piridoksin, dan
kortikosteroid.
Paling efektif  Kortikosteroid (Prednisolon 20 mg/hari selama 2 minggu;
dilanjutkan 10 mg/hari selama 2 minggu.
b. Injeksi
MP 40 mg + Lidokain 10mg diinjeksikan ke dalam carpal tunnel.

2. Non-Medikamentosa
OPERATIF

Dilakukan pada pasien yang tidak membaik dengan tatalaksana


konservatif, mengalami atrofi otot, atau kelemahan motorik

Terdapat prosedur open incission dan endoskopik

PROGNOSIS

Ad Vitam : Bonam
Ad Fungsionam : Dubia ad Bonam
Ad Sanationam : Dubia ad Bonam
DEFINISI

Tarsal tunnel syndrome (TTS) adalah sekumpulan gejala yang muncul akibat
kompresi N. Tibialis saat melintasi terowongan tarsal yang terletak pada
pergelangan kaki.

EPIDEMIOLOGI

Kejadian TTS merupakan kasus yang jarang ditemui dan diagnosisnya jarang
ditegakkan.
Sejauh ini belum ada penelitian yang menunjukkan prevalensi TTS.
ANATOMI

Nervus tibialis memberikan persarafan motorik ke semua otot fleksor bertis


dan otot plantar pedis serta memberikan persarafan sensorik ke otot betis
bagian medial dan telapak kaki.
ETIOLOGI

Gerakan dorsofleksi dan plantar fleksi yang berulang seperti yang terjadi
saat berjalan, berlari dan melompat dapat meningkatkan tekanan dalam
tarsal tunnel dan menyebabkan iritasi.

FAKTOR INTERINSIK : Kelainan anatomi, tendonopati, osteofit, dan


space occupying lession seperti ganglia atau lipoma.

FAKTOR EKSTRINSIK : trauma, malformasi bentuk kaki, penggunaan alas


kaki yang terlalu ketat

PATOGENESIS

Etiologi
Iskemia Nyeri
(Kompresi)
PENEGAKKAN DIAGNOSIS

Gejala parestesi, rasa


panas/terbakar,
tersetrum di bagian
telapak kaki yang
dipersarafi N. Tibialis

• Keluhan muncul di ibu jari lalu diikuti jari lainnya dan menyebar
hingga tumit.
• Progresif
• Keluhan diperberat dengan berjalan/berdiri lama.
• Memberat malam hari
• Pasien sering meninggikan kaki saat tidur untuk mengurangi
nyeri
TES PROVOKASI TTS

TEST DORSOFLEKSI-EVERSI
TINNEL TEST
(10-15 dt)
DIAGNOSIS BANDING

• Polineuropati : Keluhan kesemutan biasanya muncul di kedua kaki


• Sindroma Kompartemen yg menyebabkan penekanan N. Tibialis
• Radikulopati : kelainan sensorik dan motorik
• Calcaneal spur, arthritis : Nyeri nosiseptik
TATALAKSANA

KONSERVATIF

1. Medikamentosa
Belum ada penelitian yang memberikan data terapi terbaik
Injeksi anestesi lokal + Kortikosteroid ke dalam tarsal tunnel dapat
mengurangi keluhan. Pemberian injeksi berulang tidak direkomendasi

2. Non-Medikamentosa
a. Mengistirahatkan ekstremitas bawah
b. Penggunaan alas tambahan pada sepatu

OPERATIF
Tidak membaik dengan terapi konservatif. :
Nyeri berat  Prosedur Operasi secepatnya
Nyeri moderate  Terapi konservatif lanjutkan 6 bulan.

Prosedur  Open Incission dan Endoskopik


PROGNOSIS

Ad Vitam : Bonam
Ad Fungsionam : Dubia ad Bonam
Ad Sanationam : Dubia ad Bonam
DEFINISI

Peroneal Palsi adalah sebuah gejala foot drop akut dan progresif disertai
gangguan sensorik sepanjang regio kruris lateral dan dorsum pedis
yang merupakan neuropati akibat tekanan

EPIDEMIOLOGI

Persebaran menurut ras dan jenis kelamin belum jelas.


Dapat terjadi pada segala usia, tetapi cederung jarang pada anak
ETIOLOGI

Penyebab paling sering adalah terjadinya kompresi di dekat caput


fibula
Trauma : dislokasi lutut, cedera pergelangan kaki yang parah, luka
robek, dan trauma tumpul secara langsung.
Iatrogenik : pasca operasi panggul, lutut, dan pergelangan kaki.

FAKTOR RISIKO

Hilangnya berat badan secara signifikan  hilangnya lemak


subkutaneus  kompresi nervus peroneus pada kaput fibula.

Menyilangkan kaki dan jongkok terlalu lama


PATOGENESIS DAN PATOFISIOLOGIS

Kerusakan
Kompresi Iskemia
akson
PENEGAKAN DIAGNOSIS

ANAMNESIS

Keluhan Utama : Foot drop dapat terjadi secara akut atau terjadi selama beberapa hari
sampai beberapa minggu. Nyeri biasanya bukan merupakan keluhan utama

Disestesia mungkin muncul di sepanjang lateral kaki, dorsal pedis, dan/atau ibu jari kaki.

PEMERIKSAAN FISIK

Pasien akan berjalan dengan kelemahan atau paralisis dorsofleksor sehingga lutut
ipsilateral akan terangkat lebih tinggi dari lutut yang lain.
PENATALAKSANAAN

KONSERVATIF

1. Modifikasi aktifitas  Kurangi Jongkok


2. Penggunaan night splints
3. Rehabilitasi

OPERATIF Tergantung pada etiologi

PROGNOSIS

Setelah dekompresi, prognosis sangat baik


DEFINISI

sekumpulan gejala yang disebabkan oleh terganggunya suplai


persarafan simpatis ke mata dan bercirikan dengan trias klasik
yaitu miosis, ptosis parsial dan anhidrosis.

Sinonim : Bernard-Horner Syndrome, Occulosympatetic Palsy


ANATOMI
ETIOLOGI
PATOGENESIS DAN PATOFISIOLOGI

Kelumpuhan M.
Ptosis
Mulleri

Kelumpuhan M.
ETIOLOGI Miosis
Dillator Pupil

Gangguan
persarafan simpatis Anhidrosis
kelenjar keringat

ANHIDROSIS dapat mengenai seluruh bagian setengah wajah apabila lesi berada
di serabut preganglion. Apabila mengenai serabut postganglion, anhidrosis hanya
terjadi pada bagian dahi.
PENEGAKKAN DIAGNOSIS

PTOSIS MIOSIS ANHIDROSIS

Lokasi lesi dapat ditentukan dengan pemeriksaan fisik tambahan yaitu :


1. Tes Kokain Topikal : Kokain hidroklorida 4 – 10% diteteskan ke kedua mata. Setelah
didiamkan 60 menit akan tampak anisokor yang semakin jelas. Pupil pada sisi yang sehat akan
berukuran lebih besar daripada pupil di sisi lesi.

2. Tes hidroksiamfetamin
Hidroksiamfetamin 1% diteteskan ke kedua mata, 24 jam setelah tes kokain dilakukan.
Tes ini berguna untuk menentukan lokasi lesi. Pada lesi preganglion, serabut saraf post ganglion
masih baik sehingga masih dapat melepaskan norepinefrin dan menyebabkan dilatasi pupil. Apabila
lesi terletak postganglion, maka pemberian hidroksiamfetamin tidak menimbulkan dilatasi akibat
ketidakmampuan melepaskan norepinefrin
Pemeriksaan Penunjang

Dilakukan sesuai kecurigaan penyebabnya.


. Radiografi dada dengan menggunakan foto polos maupun
MRI dapat dilakukan mengingat karsinoma bronkogenik
merupakan penyebab sindroma Horner yang paling sering.
Apabila ditemukan kecurigaan adanya stroke, CT-Scan
kepala dapat dilakukan
DIAGNOSIS BANDING

1. Argyll Robertson pupil


Kerusakan jalur parasimpatis sentral  hilangnya refleks pupil  Ketika
cocaine diteteskan ke mata, pupil akan berdilatasi pada sisi
kontralateral

2. Kondisi Khusus
• Pemakaian unilateral obat-obatan miotikum seperti pilocarpine,
neostigmine, physostigmine, carbachol, dan Methacholine dapat
menyebabkan miosis unilateral.
• Keracunan obat-obatan sistemik jenis narkotika dan barbiturat dapat
menyebabkan miosis bilateral.
• Lesi pada pons biasanya berhubungan dengan pin-point pupil. Akan tetapi
dapat ditemukan kehilangan kesadaran, dan tetraparese spastik dengan
refleks yang meningkat.
TATALAKSANA

Penatalaksanaan yang sesuai untuk sindroma Horner tergantung pada


etiologi yang mendasarinya.
TERIMA KASIH