Anda di halaman 1dari 24

PENERAPAN BIOSECURITY

(KEAMANAN BIOLOGI) PADA


PERIKANAN BUDIDAYA
Apakah Biosecurity
( Pengamanan Biologi) ?
Terminologi mengenai biosecurity masih relatif baru

Definisi biosecurity dalam akuakultur adalah upaya


pengamanan sistem budidaya dari kontaminasi patogen
akibat transmisi jasad dan jasad pembawa patogen
(carrier) dari luar dengan cara-cara yang tidak merusak
lingkungan.
Biosecurity dapat didefinisikan agak berbeda
berdasarkan tingkat pengaturan yang berbeda (global,
nasional, farm,hatchery, pertambakan) karena adanya
perbedaan kepentingan (biodiversity, dampak terhadap
manusia, import, eksport, dll)
Apakah Biosecurity ?

 Biosecurity merupakan satuan tindakan yang dapat


menggurangi resiko masuknya penyakit dan
penyebarannya dari suatu tempat ke tempat lainnya
(lotz, 1997)
 Biosecurity adalah tindakan untuk mengeluarkan
pathogen tertentu dari kultivan yang dibudidayakan di
kolam induk, pembenihan maupun kolam
pembesaran dari suatu wilayah atau negara dengan
tujuan untuk pencegahan penyakit (Lightner, 2003)
Peranan biosecurity dalam akuakultur

Aquaculture adalah dalam keadaan transisi, awal


tergantung alam intensif ke arah
pengendalian
Intensifikasi dalam akuakultur telah mengakibatkan
berbagai masalah, seperti biologi, lingkungan , sosial
dan penyakit.
Sebagai contoh : intensifikasi dalam budidaya udang
menyebabkan perkembangan yang pesat 1980 - 1990,
tetapi hancur karena penyakit
Peranan biosecurity

Beberapa faktor yang menyebabkan berkembangnya


penyakit dalam budidaya :
Tranfer induk dan benih serta hasil panen secara
bebas antara hatchery, lokasi budidaya, daerah
dan negara
Tidak dilakukan skrining terhadap induk dan benih
Teknologi budidaya yang tidak ramah lingkungan

Biosecurity diperlukan dalam akuakultur agar industri ini


berkelanjutan
Penerapan Biosecurity
Internal Biosecurity
Membatasi pergerakan ikan/udang, karyawan dan peralatan
Monitoring kesehatan ikan/udang
Menggunakan sistem produksi yang aman
Meminimalkan masukan patogen potensial dan pemindahan
(transfer) melalui vektor ikan/udang
External Biosecurity
Memfilter dan mendisinfeksi sumber air
Memverifikasi dan menggunakan ikan/udang dan pakan bebas
penyakit
Membatasi pergerakan ikan/udang, karyawan dan peralatan
Membatasi jalan masuk bagi umum
Meminimalkan masuknya patogen potensial dan pemindahan
(transfer) melalui vektor ikan/udang
Melakukan manajemen efluen
Pembagian wilayah penerapan Biosecurity dalam
suatu lokasi budidaya

Klasifikasi Area Unit Kegiatan


Karantina (Patogen ada / diduga ada) Laboratorium patologi
Sensitivitas tinggi (Resiko patogen Bangunan pemeliharaan induk,
masuk / keluar tinggi.) larva, lab. Alga, frezeers dan
pakan
Sensitivitas sedang (Resiko patogen Tambak/kolam, pematang
masuk / keluar Rendah)

Sensitivitas rendah (Resiko patogen Kantor, toko, gudang, bengkel,


masuk / keluar hampir tidak terjadi.) perumahan
Peraturan yang diterapkan pada wilayah
aplikasi Biosecurity

Wilayah karantina
Karyawan yang dapat masuk terbatas, hanya petugas
Mengganti alas kaki/sepatu/pakaian kerja/sarung tangan
waktu masuk/keluar lab.
Mencuci tangan dengan larutan virusida waktu
masuk/keluar lab.
Pemindahan atau pemasukan alat dari atau ke dalam lab
harus melalui sterilisasi terlebih dahulu
Lap dan sarung tangan bekas yang digunakan di lab
harus dicuci dulu dengan larutan virusida sebelum
dibuang
Peraturan yang diterapkan

Wilayah sensitivitas tinggi


Karyawan yang dapat masuk terbatas, hanya petugas
Mengganti alas kaki/sepatu/pakaian kerja/sarung tangan
waktu masuk/keluar bangunan pemeliharaan induk dan
hatchery
Mencuci tangan dengan larutan desinfektan waktu
masuk/keluar bangunan pemeliharaan induk dan
hatchery
Pemindahan atau pemasukan alat dari atau ke lokasi
harus melalui sterilisasi terlebih dahulu
Menggunakan pakaian kerja dan sarung tangan steril
ketika menangani ikan/udang
Peraturan yang diterapkan

Wilayah sensitivitas sedang


Karyawan yang dapat masuk terbatas hanya untuk
petugas atau pengunjung yang dikawal oleh petugas
dan telah mendapatkan ijin dari manajer
Alas kaki harus didisinfeksi dan tangan harus dicuci
sewaktu berpindah dari satu tempat ke tempat lain
dan sewaktu masuk/keluar lokasi budidaya
Peralatan (jala, anco, keranjang, dll) harus didisinfeksi
sebelum digunakan atau sewaktu dipindahkan ke
tempat lain
Peraturan yang diterapkan

Wilayah sensitivitas rendah


Pengunjung dapat masuk ke wilayah ini dengan
mendapatkan ijin dari petugas atau manajer
Wilayah ini bebas untuk keluar/masuk karyawan atau
peralatan
Contoh : Penerapan biosecurity pada usaha budidaya
udang

Tindakan fisik
Membuat pembatas untuk mengisolasi secara fisik
lokasi budidaya dengan daerah sekelilingnya
Melakukan tindakan kerantina terhadap benih
udang yang akan dipelihara di tambak
Memfilter air yang akan digunakan untuk
pemeliharaan
Tidak dilakukan penggantian air pemeliharaan,
kecuali dilakukan treatment terlebih dahulu
terhadap air yang baru
Melakukan manajemen sedimen tambak dengan
baik
Penerapan biosecurity

Tindakan kimiawi
Melakukan treatment air pemeliharaan dengan
bahan kimia
Melakukan disinfeksi terhadap semua bahan
dan peralatan yang digunakan dalam bekerja
di lokasi budidaya udang
Penerapan biosecurity

Tindakan biologi
Menggunakan benih udang yang SPF
(Spesific Pathogen Free) dan SPR (Spesific
Pathogen Resistant)
Menggunakan imunostimulan untuk
meningkatkan sistem kekebalan udang
PENERAPAN BIOSECURITY DI TAMBAK
Bagaimana bila tetap terjadi serangan
patogen ?

Tingkatkan kandungan oksigen dalam air


Stabilkan temperatur, pH dan salinitas air pemeliharaan
Kurangi jumlah pakan yang diberikan
Kurangi lumpur di dasar tambak
Kurangi bahan organik dalam tambak
Biofiltrasi air untuk mengurangi kadar ammonia dan nitrit
Aplikasikan probiotik
Kesimpulan : Prinsip Biosecurity

 Penerapan sistem Best management Practices


(BMP)... Good Aquaculture Practices (GAP)
 Pengelolaan Inang (ikan/Udang)
 Penggunaan Benih SPF dan SPR
 Monitoring kesehatan ikan

 Good Aquaculture Practices (GAP) : Per.17/MEN/2010 (Pengendalian


Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan yang masuk Ke Dalam Wilayah
RI)
 Pedoman dan tata cara budidaya termasuk memelihara dan/atau
membesarkan hasil perikanan serta memanen hasilnya dengan baik
dalam lingkungan yang terkontol sehingga memberikan jaminan
keamanan pangan dari pembudidaya dengan memperhatikan sanitasi,
pakan, benih,obat ikan, residu dan bahan kimia serta bahan biologis
finish