Anda di halaman 1dari 42

TEKNIK SWITCHING &

REKAYASA TRAFFIK

MODUL 02
Edi Soerjanto, Ir. MSi
MODUL 02

TEKNIK SWITCHING
Circuit Switched
• Sentral Telpon Otomat
Packet Switch
• Datagram
• Virtual Switching
TEKNIK SWITCHING
Teknik switching (penyambungan) selalu ada dalam proses telekomunikasi, baik voice
maupun data.
• Switching dalam teknik jaringan telekomunikasi adalah melakukan proses
menghubungkan dua pelanggan sehingga keduanya dapat berbicara satu sama
lain, atau dapat mengirimkan data ke pelanggan lain.
• Masing-masing pelanggan menggunakan perangkat terminal (handset, handphone,
laptop, dsb) yang mempunyai identitas khusus (berupa nomor pelanggan/address)
sehingga penyambungan dilakukan dengan menemu kenali dan menghubungkan
identitas pelanggan tersebut.
• Jaringan telekomunikasi terdiri dari banyak titik penyambungan sehingga setiap
pelanggan telepon atau data dalam jaringan dapat saling dihubungkan melalui
junction atau trunk.
• Hubungan antar switching disebut Junction. Penyambungan merupakan masalah
kompleks dalam pendefinisian fungsi, features, kemajuan teknologi dan operasinya.
8 Fungsi Dasar Penyambungan

• Interkoneksi
• Informasi penerimaan
• Pengendalian
• Informasi pengiriman
• Kesiagaan (alerting)
• Test kesibukan
• Penjagaan kondisi pelanggan (attending)
• Pengawasan (supervisi)
Syarat Penyambungan
• Tiap pemakai berkomunikasi dengan pemakai lain dengan terminal yang
mempunyai fungsi sama.
• Waktu penyambungan harus jauh lebih kecil dibanding waktu hubungan.
• Informasi utama yang disalurkan adalah suara atau data.
• Ketersediaan pelayanan harus setiap saat 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan 365
hari setahun.
• Privacy pelanggan harus dapat dijamin kecuali dalam beberapa kasus, misalkan
politik.
• Grade of Service (GOS) maximum pada jam sibuk 5 % . Untuk perencanaan
sebaiknya diambil angka 1% (tergantung investasi yang dapat diberikan dan
tuntutan pelanggan serta tarif).

GOS (Grade of Service) adalah probabilitas banyak call yang akan direject (lost call) oleh sistem.
Teknik Switching

Dalam jaringan telekomunikasi, teknik switching


dibedakan dalam 2 (dua) macam :

• Circuit Switching
• Packet Switching
Call Set Up pada Circuit Switching
• Untuk call setup dan pengendalian, maupun untuk keperluan administratif
lain, digunakan suatu kanal signaling yang dedicated dari node terakhir ke
jaringan.
• Metode untuk membangun, memonitor perkembangan dan mengakhiri
suatu koneksi disebut signaling yang dilakukan dengan memanfaatkan suatu
kanal, secara CAS atau CCS7. Cara signaling lain adalah R5 atau R7.
• Common Associated Signaling (CAS) , yaitu metoda signaling yang
menggunakan kanal pembicaraan itu sendiri sebagai jalur signaling.
Sedangkan Common Channel Signaling 7 (CCS7) menggunakan suatu kanal
terpisah khusus untuk keperluan signaling dan pengontrolan.
• Misalkan link antar telephone exchanges untuk komunikasi call setup dan
informasi control, yang menggunakan TDM untuk transportasi data di sirkuit
tersebut). Contoh, Plain Old Telephone Service (POTS) untuk CAS dan ISDN
untuk CCS7
Sentral Telepon Otomat

Sebelum dikenal teknologi digital, digunakan circuit


switching/penyambungan pada Sentral Telepon Otomatis
(STO), yang dilakukan dengan beberapa jenis komponen
yaitu :
• Selektor
• Crossbar switch
• Rele
Selektor
• Selektor merupakan alat pemilih yang menghubungkan satu masukkan
(inlet) dengan beberapa pilihan keluaran (outlet). Selektor elektromekanik
digerakkan secara elektromagnetik maupun dengan mempergunakan
elektromotor. Selektor banyak digunakan pada awal teknologi switching.
• Selektor dalam keadaan awal berada pada home position, saat menerima
impuls dari telepon, wiper selektor akan berpindah. Perpindahannya
ditentukan oleh besarnya impuls tadi. Setiap output selector dihubungkan
dengan telepon lain.
• Selektor yang hanya memiliki outlet satu arah disebut Uniselector,
sedangkan yang memiliki outlet pada sisi horizontal dan vertikal disebut
Two-Motion Selector. Selektor yang digunakan untuk switching adalah Two-
motion selector. Selektor ini memiliki 10 baris outlet dan 10 kolom outlet,
sehingga 1 inlet dapat dihubungkan dengan 100 outlet. Digit pertama akan
menggerakkan wiper ke arah vertikal, sedangkan digit kedua ke arah
horizontal.
Selector
Crossbar Switch
• Crossbar switch atau switch yang terdiri dari garis/batang yang
bersilangan adalah sistem switch yang menghubungkan beberapa
titik input output yang berbentuk matriks.
• Crossbar switch menggunakan rele elektromagnet dan terdiri dari 10
horizontal bar yang digerakkan oleh 5 pasang rele elektromagnet dan
20 vertikal bar yang digerakkan 20 rele elektromagnet, sehingga
memiliki 200 titik persilangan.
Crossbar Switch
Rele
• Selain selektor dan crossbar switch, rele banyak
digunakan sebagai komponen pembentuk Sentral
telepon. Berdasarkan dasar fisika yang membentuk
rele, rele terdiri atas rele elektrostatis, rele
elektromagnetis, rele thermo, SCR (Silicon
Controlled Rectifier), Rele cahaya dan transistor.
Selektor dan crossbar pada dasarnya juga adalah
rele, namun memiliki banyak outlet.
• Rele elektromagnetis adalah rele yang paling
banyak digunakan sebelum ditemukan sentral
digital, contohnya adalah rele Reed dan rele Ferred.
Rele ini menggunakan magnetik reed yang memiliki
kelebihan, antara lain frekuensi kontak yang besar,
ukurannya kecil, waktu kontaknya cepat serta
dapat digerakkan hanya dengan pulsa satu mdetik.
• Pada perkembangan selanjutnya rele elektronik
banyak dipakai pada generasi switching modern.
Juga penggunaan rele elektronik dalam bentuk IC.
Circuit Switching

Circuit Switching adalah jenis koneksi temporer yang dibentuk antara


dua titik. Ketika proses berlangsung, jalur temporer tersebut akan tetap
dipertahankan hingga koneksi selesai.

Cara kerja Circuit Switching


• Sebelum koneksi berjalan, akan di bentuk jalur virtual yang bersifat
sementara. Dalam pembentukan jalur virtual terdapat 2 node/simpul
yang dibuat yaitu node penerima dan node pengirim.
Circuit Switch – Jaringan Telepon

Long distance connection dikenal juga dengan Sambungan Interlokal


Circuit Switch – Jaringan Data
Circuit Switching
Circuit Switching digunakan untuk menghubungkan pasangan terminal dengan cara menyediakan
sirkuit atau kanal yang tersendiri dan terus menerus selama hubungan berlangsung :
• Sirkuit yang holded tidak dapat dipakai oleh yang lain
• Jumlah sirkuit lebih kecil dibandingkan kapasitas.
Jaringan circuit switching, kinerjanya tergantung pada loss bukan pada delay, tetapi pada digital
switching juga menimbulkan delay.

Tiga fase circuit switching, yaitu :


• Pembentukan hubungan
• Transfer suara/data
• Pembubaran (terminasi) hubungan
Jaringan circuit switching digunakan untuk hubungan yang bersifat :
• Real time-speech, contoh : telepon
• Real time-data very high bit transmitted
Contoh : Jaringan telepon, ISDN (Integrated Services Digital Networks)
• Dalam sistem switching, pengirim atau masukan (inlet) disambungkan ke
penerima atau keluaran (outlet) selama pengalihan informasi. Untuk tiap
hubungan diperlukan satu rangkaian. Jika pihak yang dituju sibuk ataupun tidak
berada dalam keadaan siap menerima informasi, hubungan tidak dapat
dilaksanakan atau gagal. Informasi yang hendak dikirimkan dapat hilang.
Jaringan telepon menggunakan cara ini.
• Untuk transmisi data, komunikasi biasanya dilakukan dengan cara melalui
transmisi data dari sumber ke tujuan melalui simpul-simpul (node) jaringan
switching perantara. Simpul switching bertujuan menyediakan fasilitas switching
yang akan memindah data dari simpul ke simpul sampai mencapai tujuan.
• Ujung perangkat yang ingin melakukan komunikasi disebut terminal. Terminal
bisa berupa komputer, monitor televisi, telepon atau perangkat komunikasi
lainnya. Sedangkan perangkat yang tujuannya menyediakan komunikasi disebut
simpul. Simpul-simpul saling dihubungkan melalui jalur transmisi. Masing-masing
terminal terhubung ke sebuah simpul. Kumpulan simpul-simpul itulah yang
disebut sebagai jaringan komunikasi.
• Simpul yang hanya terhubung dengan simpul lain, tugasnya hanya
untuk switching data secara internal (ke jaringan). Sedangkan yang
terhubung ke satu terminal atau lebih, fungsinya selain menerima
data juga sekaligus mengirimkannya ke terminal yang terhubung.
• Jalur simpul-simpul biasanya dimultiplexingkan, baik dengan
menggunakan Frequency Division Multiplexing (FDM) maupun Time
Division Multiplexing (TDM).
• Tidak ada saluran langsung diantara sepasang simpul. Sehingga
diharapkan selalu memiliki lebih dari 1 jalur disepanjang jaringan
untuk tiap pasangan terminal untuk mempertahankan reliabilitas
jaringan.
Circuit Switching
Routing pada Circuit Switching
Jalur komunikasi A–D terbentuk melalui routing
atau jalur yang terbaik dan akan tetap
tersambung selama komunikasi berlangsung,
selama belum diputus oleh salah satu pihak.
Keuntungan teknik switching
1. Sekali koneksi terjadi :
• Jaringan transparan (seolah hanya koneksi
langsung antar stations).
• Fixed data rate tanpa adanya delay.
2. Sangat baik untuk komunikasi real time

Kelemahan teknik switching


• Selama koneksi berlangsung, time slot akan
selalu diduduki walaupun tidak ada data yang
dikirim.
• Delay sebelum terbentuknya hubungan (call set
up delay).
Packet Switching
• Sebuah metode yang digunakan untuk memindahkan data dalam jaringan
internet. Dalam packet switching, seluruh paket data yang dikirim dari
sebuah node akan dipecah menjadi beberapa bagian. Setiap bagian
memiliki keterangan mengenai asal dan tujuan dari paket data tersebut.
Hal ini memungkinkan sejumlah besar potongan-potongan data dari
berbagai sumber dikirimkan secara bersamaan melalui saluran yang sama,
untuk kemudian diurutkan dan diarahkan ke rute yang berbeda melalui
router.
• Packet Switching tidak mempergunakan kapasitas transmisi yang melewati
jaringan. Data dikirim keluar berupa rangkaian potongan-potongan kecil
secara berurutan yang disebut paket. Masing-masing paket melewati
jaringan dari satu titik ke titik lain dari sumber ke tujuan. Pada setiap titik
seluruh paket diterima, disimpan dengan cepat dan ditransmisikan ke titik
berikutnya.
• Fungsi utama dari jaringan packet-switched adalah menerima paket dari
stasiun pengirim untuk diteruskan ke stasiun penerima.
Paket Switching

• Paket Switching terdiri dari beberapa titik (multiple points). Data


dipecah-pecah menjadi paket-paket kecil kemudian dikirim. Jalur
pengiriman data bisa berbeda-beda (tidak tetap) sesuai kondisi
network tersebut.
• Perbedaan mendasar antara circuit switching dan paket switching
adalah jalur pengiriman data. Circuit switching menggunakan jalur
yang tetap sedangkan paket switching bisa menggunakan jalur yang
berbeda tergantung kondisinya.
Cara kerja Packet Switching
• Sebelum data dikirim data dipecah-pecah terlebih dahulu menjadi
paket-paket dan diberi nomor urut. Antara paket switching dan circuit
switching sama-sama menggunakan virtual circuit.
• Paket-paket tersebut ditransfer melalui rute yang berbeda-beda yang
ditentukan oleh router. Jadi, hal ini berbeda dengan circuit switching
yang menggunakan jalur tetap.
• Dan akhirnya data diterima oleh node penerima dan data tersebut
disusun ulang sesuai urutan.
Packet Switching
• Dalam Packet Switching, data yang ditransmisikan dibagi-bagi ke
dalam paket-paket kecil. Jika source mempunyai message yang lebih
panjang untuk dikirim, message itu akan dipecah ke dalam barisan-
barisan paket. Tiap paket berisi data dari user (header) dan info
control. Info control berisi minimal adalah info bagaimana paket
dapat melalui jaringan dan mencapai alamat tujuan.
• Umumnya header berisi :
• Source (sender’s) address
• Destination (recipient’s) address
• Packet size
• Sequence number
• Error checking information
Keuntungan Packet Switching
• Efisiensi line sangat tinggi; hubungan single node-to-node dapat dishare secara
dinamis oleh banyak paket. Paket-paket diqueue dan ditransmisikan secepat
mungkin. Secara kontras, dalam circuit switching, waktu pada link node-to-node
adalah dialokasikan terlebih dahulu menggunakan time-division multiplexing.
• Jaringan packet-switched dapat membuat konversi data-rate. Dua buah station
yang berbeda data-ratenya dapat saling menukar paket.
• Ketika traffic mulai padat, beberapa call diblok, yang menunjukkan jaringan
menolak permintaan koneksi tambahan sampai beban di jaringan menurun.
Dalam packet switchied network, paket masih dapat diterima akan tetapi delay
delivery bertambah.
• Prioritas dapat digunakan. Jadi kalau sebuah node mempunyai sejumlah queued
packet untuk ditransmisikan, paket dapat ditransmisikan pertama kali
berdasarkan prioritas yang lebih tinggi. Paket-paket ini mempunyai delay yang
lebih kecil daripada lower-priority packets.
Kelemahan
• Tidak memberikan garansi Quality of Service (QoS) : delay antrian,
jitter, loss packet dan throughput.
• Contoh teknologi layanan packet switched :
o Public data network
o Frame relay
o Internet (connectionless)
o LAN (connectionless)
Packet Switching
Datagram
• Node-node jaringan memproses tiap paket secara independen. Jika
host A mengirim dua paket berurutan ke host B pada sebuah jaringan
paket datagram, jaringan tidak dapat menjamin bahwa kedua paket
tersebut akan dikirim bersamaan. Kenyataannya, kedua paket
tersebut dikirimkan dalam rute yang berbeda. Paket-paket tersebut
disebut datagram.
• Implikasi dari switching paket datagram :
o Urutan paket dapat diterima dalam susunan yang berbeda ketika dikirimkan.
o Tiap paket header harus berisi alamat tujuan yang lengkap.
Datagram Packet Switching
Kelebihan & Kelemahan Datagram
Kelebihan
• Tidak ada waktu call setup
• Adaptasi yang cepat jika terjadi congestion/network overload.
• Adaptasi yang cepat jika terjadi node failure

Kelemahan
• Kedatangan paket bisa tidak sesuai dengan urutannya.
• Adanya beban pemrosesan karena setiap paket di proses di setiap node
• Receiver tidak memiliki persiapan terhadap paket yang datang
Proses Koneksi
Proses komunikasi antara penerima dan pengirim melibatkan 3 (tiga) fase yaitu:
Circuit Establishment
• Membuat sebuah jalur virtual yang digunakan untuk dilalui paket data. Kemudian
terjadi komunikasi antara node pengirim dan node penerima, lalu node penerima
mengirim sinyal pemberitahuan bahwa data yang dikirim siap diterima.
Data Transfer
• Pada Fase ini data akan dipecah-pecah dan dikirim melalui jalur yang telah
ditentukan dalam fase pertama.
Circuit Termination
• Apabila data sudah dikirim, node pengirim mengirimkan sinyal kepada node
penerima untuk mengkahiri koneksi yang berarti data yang dikirim tadi sudah
diterima node penerima.
Virtual Switching
• Virtual Circuit Packet Switching adalah gabungan dari circuit
switching dan paket switching. Seluruh data ditransmisikan sebagai
paket-paket. Seluruh paket dari satu deretan paket dikirim setelah
jalur ditetapkan terlebih dahulu (virtual circuit).
• Urutan paket yang dikirimkan dijamin diterima oleh penerima. Paket-
paket dari virtual circuit yang berbeda masih dimungkinkan terjadi
interleaving.
• Pengiriman data dengan virtual circuit melalui 3 (tiga) fase :
• Penetapan VC
• Pentransferan data
• Pemutusan VC
Virtual Circuit Packet Switching
Kelebihan & Kelemahan VC
Kelebihan
• Kedatangan paket sesuai urutannya.
• Terdapat mekanisme error control.
• Penetapan satu rute untuk satu koneksi.
• Penerima telah bersiap untuk menerima paket yang datang

Kelemahan
• Adanya delay saat connection setup.
• Adaptasi terhadap node failure kurang baik.
• Adaptasi terhadap network overload kurang baik
Perbedaan Datagram dan Virtual Circuit
Datagram (Connectionless)
• Tiap paket memiliki alamat tujuan yang lengkap
• Penentuan routing dilakukan terhadap setiap paket di setiap node
• Paket-paket yang berbeda namun berasal dari pesan yang sama dapat menggunakan
rute yang berbeda, tergantung kepadatan jalur.
• Paket-paket akan mencari alternatif routing dimana akan mengabaikan node yang gagal

Virtual Circuit (Connection Oriented)


• Route antar station dikonfigurasi sebelum terjadi transfer data
• Setiap paket memiliki VC identifier.
• Penetapan routing dilakukan sekali untuk semua paket.
• Semua paket akan melalui rute yang sama
• Apabila ada node yang gagal, semua virtual circuit yang mendefinisikan lewat node
tersebut akan lenyap
CONTOH PACKET SWITCH
ATM SWITCH

53 bytes each
Format Header Cell ATM