Anda di halaman 1dari 28

Bagian Ilmu Kesehatan THT-KL

Fakultas Kedokteran Referat


Universitas Pattimura April 2019

Christa Gisella Pirsouw


NIM. 2018-84-048

Pembimbing :
dr. Billy Y.R. Talakua, Sp. THT-KL

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK


BAGIAN ILMU KESEHATAN THT-KL
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS PATTIMURA
AMBON
 Rhinosinusitis  proses inflamasi yang melibatkan mukosa hidung dan sinus

paranasal

 Multinational questionnaire survey 2011  insiden rhinosinusitis akut 6-10%

 Prevalensi rhinosinusitis kronik 16% pada orang dewasa, meningkat seiring

peningkatan usia

 DEPKES RI 2003  penyakit hidung dan sinus pada urutan 25 dari 50 penyakit

peringkat utama atau sekitar 102.817 ps rawat jalan di RS


Fungsi respirasi

Fungsi pengidu

Fungsi fonetik

Fungsi statik dan mekanis

Refleks nasal
Pengatur kondisi udara

Penahan suhu

Keseimbangan kepala

Peredam perubahan tekanan udara

Membantu produksi mukus


3 guidelines yakni: RI,
JTFPP, CPG:AS

Akut (≤ 4 minggu) Subakut (4-8 minggu) Kronik (≥ 12 minggu)


Acute Bacterial Rhinosinusitis Acute Viral Rhinosinusitis
(ABRS) (AVRS)

• Tanda gejala persisten selama 10 hari dan tidak membaik


• Perburukan tanda gejala hari ke 3-4 dari permulaan gejala
• Tanda gejala membaik kemudian memburuk lagi (double sickening)
Infeksi

Pembengkakan mukosa hidung Oklusi/obstruksi ostium sinus Hipoksia lokal cavum sinus

peradangan Bakteri patogen dalam sinus Sekresi sinus terakumulasi


Faktor Mayor Faktor Minor

Nyeri pada wajaha Sakit kepala

Hidung tersumbat Demam

Sekret hidung/PND Halitosis

Sakit gigi

Hiposmia/anosmia Rasa lemah (fatigue)

Sekret purulent di rongga hidung Batuk

Demamb Sakit atau rasa penuh di telinga


Tujuan Prinsip Medikamentosa

Membuka
Mempercepat
sumbatan di Antibiotik
penyembuhan
KOM

Mencegah
Analgetik
komplikasi

Mencegah
terjadinya
Dekongestan
rhinosinusitis
kronik

Steroid
oral/topikal
Sinusitis kronik
dengan kelainan Polip ekstensif
reversible

Sinusitis kronik
Komplikasi orbita
yang disertai
dan intracranial
kista

Sinusitis kronik
yang tidak
membaik setelah
Indikasi Sinusitis jamur
pemberian terapi
adekuat
operasi
Komplikasi Prognosis
• Sinusitis kronik • 40% sembuh spontan tanpa
• Meningitis pemberian abx

• Abses otak • < 5% relaps setelah

• Komplikasi ekstra sinus pengobatan


Faktor genetik/fisiologik Faktor lingkungan Faktor struktural
Hipereaktivitas saluran nafas Alergi Deviasi septum
Immunodefisiensi Merokok Concha bullosa
Sensitivitas aspirin Iritasi/polusi Paradoxic middle turbinate
Disfungsi silia Virus Haller cells
Kistik fibrosis Bakteri Frontal cells
Penyakit autoimun Jamur Jaringan parut
Kelainan granulomatosis Stress Peradangan tulang, kelainan kraniofasialis,
benda asing, penyakit gigi, trauma mekanik,
barotrauma
Rhinogenik
Etiologi
rhinosinusitis
kronik
Dentogenik
3 faktor sinus
Obstruksi ostium sinus
1. Sekresi mucus normal
KOM  akumulasi Adanya gangguan pada
Inflamasi persisten (viskositas, vol, komposisi),
cairan  lingkungan 1 atau > faktor yang
mukosa hidung atau SPN 2. Transport mukosiliar normal
(mencegah kemungkinan lembab & suasana mempengaruhi memicu
dan mungkin tulang infeksi), hipoksia ideal untuk terjadinya rhinosinusitis
yang mendasarinya 3. Patensi KOM pertumbuhan kuman kronik
(mempertahankan drainase &
aerasi)
patogen
• Terjadi 60-65%
Rhinosinusitis • Muncul dengan gejala nyeri di
kronik tanpa wajah dan secret purulent
polip nasi yang prominen
Klasifikasi
Rhinosinusitis
kronik Rhinosinusitis • Sekitar 20%
kronik • Pasien mengeluhkan gejala
dengan polip obstruksi hidung dan
nasi
hiposmia/anosmia
Pemeriksaan Pemeriksaan
Anamnesis Penunjang
Fisik
Keluhan Rhinoskopi
subyektif anterior
(obstruksi Rhinoskopi
nasal, sekret, posterior
abnormalitas
penciuman,
nyeri pada
bagian wajah)
 CT-scan
 MRI
 Transluminasi
 Endoskopi nasal
Granulomatosis Ataksia-
Cystic fibrosis
Wegener telengiektasis

Immotile cilia Kartagener


Wiskott syndr.
syndr. syndr.

Yellow-nail
Young syndr.
syndr.
Medikamentosa
Antibiotik spectrum luas

Antiinflamasi

Dekongestan oral/topikal gol. Agonis α-adrenergic

Antihistamin

Nasal saline irrigation


Bedah sinus
endoskopi fungsional Operasi Caldwell-Luc
(BSEF/FESS)

Etmoidektomi Trepinasi sinus


eksternal frontal

Irigasi sinus
Komplikasi
Prognosis

1. Orbital cellulitis
2. Cavernous sinus thrombosis
3. Intracranial extension (brain Depends
abscess, meningitis)
4. Mucocele formation