Anda di halaman 1dari 22

Materi Tutorial On Line

Mata Kuliah Akuntansi Keuangan Menengah II (EKMA4313)

AKTIVA TETAP BERWUJUD, PEROLEHAN,


PENGGUNAAN, PEMBERHENTIAN,
DEPRESIASI DAN PEMBERHENTIANNYA

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS TERBUKA

Oleh Dr. Rofiqoh Ferawati, SE, M.EI


Kompetensi Khusus
Setelah mengikuti Tuton ini, mahasiswa diharapkan mampu
menjelaskan:

1 • Pengertian, Karakteristik, dan Perolehan

2 • Pengeluaran dan Pemberhentian

3 • Pengertian, Tujuan dan Metode Penyusutan

4 • Penilaian Kembali Aktiva Tetap


PENGERTIAN

• Aktiva Tetap : Kekayaan perusahaan


yang mempunyai manfaat ekonomis
lebih dari satu periode akuntansi
• Aktiva Tetap Berwujud : Aktiva yang
memiliki bentuk fisik, dimiliki dan
digunakan oleh perusahaan dalam
melaksanakan operasi normalnya serta
mempunyai manfaat dalam jangka
panjang atau masa kegunaan yang
relative permanen
Pengertian

• Berdasarkan PSAK 16, Aset tetap adalah aset berwujud yang:


1. dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan
barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau
untuk tujuan administratif; dan
2. diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu
periode.

Berdasarkan definisi di atas, pengertian aset tetap mencakup :


 aset Berwujud, seperti tanah, bangunan, peralatan dan mesin,
jalan dan irigasi, aktiva tetap lainnya;
 tujuan penggunaan, untuk kegiatan operasional dan bukan
untuk dijual kembali dalam kegiatan normal peruasahaan; dan
 lama digunakan, lebih dari satu periode akuntansi.
PSAK Lain Terkait Aset

• PSAK 13, bila entitas membeli aset dengan tujuan akan dijual
kembali karena entitas meyakini tanah tersebut akan
mengalami peningkatan nilai maka aset tersebut merupakan
properti investasi.
• PSAK 14, bila entitas membeli aset dengan tujuan untuk dijual
kembali maka aset tersebut merupakan persediaan.
KARAKTERISTIK

• Mempunyai bentuk fisik


• Relatif Permanen
• Digunakan dalam Operasi Perusahaan
• Tidak dimaksudkan untuk dijual kembali
PENGERTIAN

• Harga Perolehan : Jumlah kas atau setara setara kas yang


dibayarkan atau nilai wajar imbalan lain yang diberikan untuk
memperoleh suatunaktiva pada saat perolehan atau konstruksi.
• Menurut PSAK no.16 tahun 2002 harga perolehan : suatu aktiva
tetap terdiri dari harga belinya, termasuk bea impor dan PPN
masukan tak boleh restitusi dan setiap biaya yang dapat
didistribusikan secara langsung hingga aktiva tersebut dalam
kondisi siap pakai; setiap potongan dagang dan rabat yang
dikurangkan dari harga pembelian.
CARA PEROLEHAN

• Aktiva tetap berwujud diperoleh dari pembelian


• Aktiva tetap berwujud diperoleh dari membuat sendiri
• Aktiva tetap berwujud diperoleh dari hasil pertukaran dengan
aktiva tetap berwujud milik perusahaan
• Aktiva tetap berwujud diperoleh dari hasil pertukaran dengan
surat berharga perusahaan
• Aktiva tetap berwujud yang diperoleh dari pemberian maupun
yang berasal dari temuan tidak mengakibatkan timbulnya
pengorbanan ekonomis bagi perusahaan.
Pengakuan Aktiva Tetap

Manfaat ekonomis yang muncul


Besar kemungkinan mencakup:
(probable) manfaat • Pendapatan dari penjualan
ekonomi di masa barang atau jasa
yang akan datang • Penghematan biaya, atau
• Manfaat lain dari penggunaan
aset tersebut

Bukti Pembelian aktiva yang


Biaya perolehan aset mengidentifikasikan harga
dapat diukur secara perolehan
andal
Pemberhentian Pengakuan Aktiva tetap

• Dilepaskan (seperti penjualan dan hal lain yang tidak


diinginkan misal: kebakaran, hilang dll)
• Tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan
dari penggunaan atau pelepasannya.
Pengukuran Aktiva Tetap

• Harga perolehan adalah jumlah kas atau setara kas yang


dibayarkan atau nilai wajar imbalan lain yang diberikan untuk
memperoleh suatu aktiva pada saat perolehan atau
konstruksi.
• Harga peroleha aktiva tetap terdiri:

Estimsi Awal
Biaya yang
Biaya
diatribusikan
Pembongkaran
langsung Harga
Harga Beli dan
agar aset Perolehan
pemindahan
siap
aset dan
digunakan
restorasi
Penentuan Metode Pengukuran Aktiva Tetap

• Model Biaya
Setelah diakui sebagai aset, maka suatu aset tetap dicatat
sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
akumulasi rugi penurunan nilai aset.
• Model Revaluasi
Setelah diakui sebagai aset, maka aset tetap yang nilai
wajarnya dapat diukur secara andal harus dicatat pada jumlah
revaluasinya, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi
akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai
yang terjadi setelah tanggal revaluasi.
 Metode Proporsional
 Metode Eliminasi
Pengeluaran Selama Penggunaan Aktiva Tetap

• Pengeluaran Penghasilan (Revenue Expenditure)


- Rutin
- Bernilai relatif kecil
- Tidak menyebabkan bertambah panajangnya masa
kegunaan atau menambah manfaat untuk masa yang akan
datang
• Pengeluaran Modal (Capital Expenditure)
- Jarang terjadi dan bukan pengeluaran yang diharapkan
terjadi
- Menyangkut jumlah yang material
- Kepastian memberia tambahan manfaat di masa yang akan
datang dan/atau memperpanjang umur ekonomisnya
Penyajian Aktiva Tetap

• Aset Tetap disajikan di Neraca (Laporan Perubahan Ekuitas)


di bagian aset tidak lancar.
• Contoh Penyajian Aset Tetap PT. T&Y
Pengungkapan Aktiva Tetap

• Dasar pengukuran yang digunakan


• Metode penyusutan yang digunakan.
• Umur manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan.
• Jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan.
• Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode.
• Keberadaan dan jumlah retriksi atas hak milik, dan aset tetap yang dijaminkan
untuk utang.
• Jumlah pengeluaran yang dakui dalam jumlah tercatat konstruksi dalam
pengerjaan.
• Jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan aset tetap.
• Jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk aset tetap yang mengalami
penurunan nilai, hilang atau dihentikan yang dimasukkan dalam Laporan Laba
Rugi komprehensif.
• Sifat dan dampak perubahan estimasi akuntansi yang berdampak material
pada periode berjalan atau diperkirakan berdampak material pada periode
berikutnya (seperti nilai residu; biaya pembongkaran, pemindahan atau
restorasi; umur manfaat; dan metode penyusutan
Penyusutan Aktiva Tetap

Pengertian penyusutan/depresiasi
• Penyusutan dilakukan terhadap aktiva tetap yang nyata datau
berwujud
• Penyusutan merupakan pengalokasian dari baya yang telah di
keluarkan untuk mendapatkan aktiva tersebut setelah
dikurangi dengan niali sisanya
• Pengalokasian harus dilakukan secara rasional dan sistematis
sesuai dengan umur ekonomis yang diharapkan atas aktiva
tetap
• Penyusutan merupakan proses pengalokasian harga
perolehan dan bukan merupakan proses penilaian
Metode Penyusutan

Biaya Depresiasi

Taksiran
Nilai Biaya Masa Metode Depresiasi
Manfaat

Ekspektasi
penggunaan
aset,
Metode Metode Metode
Keusangan Metode
Harga Nilai teknis dan Aktivitas/ Pembeba- Depresi-
komersial, Garis
Perolehan Residu Unit nan yang asi
Pembatasan Lurus
legal atau Produksi menurun Khusus
penggunaan
aset
Faktor-Faktor Pembebanan Penyusutan

• Metode Penyusutan
 Metode aktivitas
 Metode garis lurus
 Pembebanan yang menurun
 Metode Jumlah Angka Tahun
 Metode Persentase Tetap dan Nilai Buku
 Metode Depresiasi khusus
 Metode Persediaan
 Metode Sistem Retirement dan Replacement
 Metode Umur Komposit
Penurunan Nilai Aktiva

• Penurunan nilai dari aset merupakan suatu kondisi di mana


nilai tercatat dari aset (carrying amount) melebihi jumlah
terpulihkan (recoverable amount).
• Pengukuran penurunan nilai dengan dilakukan pengujian atas
penurunan nilai dengan membandingkan antara jumlah
tercatat dari aset dengan jumlah terpulihkan.
 Jika jumlah tercatat > jumlah terpulihkan maka selisih
diakui sebagai rugi penurunan nilai dan nilai tercatat aset
diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan.
 Jika jumlah tercatat < jumlah terpulihkan maka tidak
terdapat penurunan nilai.
• Pengakuan rugi penurunan nilai aset:
 Tidak direvaluasi diakui dalam laporan rugi komprehensif,
 Revaluasian diakui dalam pendaptan komprehensif lainnya.
Penyajian dan Pengungkapan
Penyusutan dan Penurunan Nilai Aktiva Tetap

• Keberadaan dan jumlah pembatasn hak milik dan aset tetap


yang dijaminkan untuk utang.
• Jumlah pengeluaran yang diakui sebagai aset dalam
penyelesaian
• Jumlah komitmen kontraktual dalam memperoleh aset tetap
• Jumlah kompensasi pihak ketiga atas set tetap yang
dimasukkan ke laba rugi.
• Jika ada perubahan estimasi terkait dengan masa manfaat,
nilai residu atau metode penyusutan.
Daftar Pustaka

 Halim, Abdul. (2010). Akuntansi Keuangan Menengah II.


Jakarta: Universitas Terbuka
 Harnanto. (1992). Akuntansi Keuangan Intermediate, liberty,
Yogyakarta.
 Kieso, Donal E. dan Jerry J. Weygandt. (1987). Intermediate
Accounting, Edisi 5, John Wiley & Sons, New York
 Ikatan akuntan Indonesia. (1999). Standar Akuntansi
Keuangan- Buku Satu, Salemba Empat, Jakarta Ikatan
Akuntan Indonesia. Standar Akuntansi Keuangan.
Selamat Belajar