Anda di halaman 1dari 22

PRESENTASI BAB 9

Muhammad Farhan Azis & Jogi Pardede / Akuntansi 2016


Akuntansi Keuangan Menengah 1 CB
PERSEDIAAN : MASALAH PENILAIAN
TAMBAHAN
Tujuan Pembelajaran :

 Memahami aturan-aturan LCNRV


 Mengidentifikasi masalah-masalah yang berhubungan dengan komitmen
pembelian
 Menentukan nilai persediaan akhir menggunakan metode laba kotor
 Menentukan nilai persediaan akhir menggunakan metode persediaan eceran
 Menyajikan dan menganalisis persediaan dalam laporan keuangan
SUB BAB 9

A. LOWER-OF-COST-OR-NET REALIZABLE VALUE (LCNRV)


B. DASAR PENILAIAN
C. METODE LABA KOTOR UNTUK MENGESTIMASI PERSEDIAAN
D. METODE PERSEDIAAN ECERAN
E. PENYAJIAN DAN ANALISIS
A. LOWER-OF-COST-OR-NET
REALIZABLE VALUE (LCNRV)
Nilai realisasi bersih (NRV) adalah perkiraan harga jual pada kondisi bisnis normal
yang dikurangi dengan perkiraan biaya penyelesaian dan penjualan yang dapat
diestimasi secara tepat. Jumlah tersebut dikurangkan dengan marjin laba normal
untuk mendapatkan nilai realisasi bersih yang dikurangi marjin laba normal.
Aturan umum dalam LCM persediaan dinilai sebesar nilai terendah antara biaya
dan harga pasar, dan harga pasar dibatasi sampai dengan jumlah yang tidak
melebihi nilai realisasi bersih maupun lebih rendah dari nilai realisasi bersih
dikurangi dengan marjin laba normal.
Metode Pengaplikasian LCM
Pencatatan Harga Pasar dan Bukan Biaya

Ending inventory (cost) $ 415,000


Ending inventory (LCM) 350,000
Adjustment to LCM $ 65,000

Allowance Loss on inventory 65,000


Method Allowance on inventory 65,000

Direct Cost of goods sold 65,000


Method Inventory 65,000
Evaluasi atas aturan LCM :

 Penurunan nilai aktiva dan pencatatannya sebagai beban diakui bukan pada
periode penjualan, tetapi pada periode ketika kerugian utilitas tersebut
terjadi
 Aplikasi aturan LCM menghasilkan ketidak-konsisten akibat persediaan
perusahaan dinilai menurut biaya dalam satu periode dan pada harga pasar
dalam periode berikutnya.
 LCM menilai persediaan dalam neraca secara konservatif, tetapi dampaknya
terhadap laporan laba rugi kemungkinan bersifat konservatif.
 Aplikasi aturan LCM menggunakan laba normal dalam menentukan nilai
persediaan,.
B. DASAR PENILAIAN

Menurut IFRS, pengukuran nilai realisasi bersih digunakan untuk persediaan yang
behubungan dengan aktivitas pertanian. Umumnya aktivitas ini tergolong ke
dalam dua tipe, aset biologi dan hasil panen. Aset biologi diklasifikasikan sebagai
aset jangka panjang, yang terdiri dari hewan dan tumbuhan yang dapat
dimanfaatkan hasilnya. Sementara hasil panen atau dubidaya meliputi susu, bulu,
dan daging. Perlakuan akuntansi dari keduanya adalah sebagai berikut :
 Aset biologi diukur pada pengakuan awal dan pada akhir periode sebesar nilai
wajarnya yang dikurangi nilai realisasi bersih. Perusahaan mencatat untung
atau rugi dikarenakan perubahan pada nilai realisasi bersih aset biologi.
 Hasil panen diukur sebesar nilai wajarnya dikurangi nilai realisasi bersih.
Sekali dipanen, nilai realisasi bersih dari hasil panen menjadi biayanya, dan
aset ini dicatat sama dengan persediaan lainnya.
 Milking Cows
Carrying value, January 1 460,000
Change in fair value due growth & price change 35,000
Decrease in fair value due to harvest (1,200)
Change in carrying value 33,800
Carrying value, January 31 493,800
Milk harvested during January 36,000

 Pencatatan Carrying Value


Biological Asset-Milking Cows 33,800
Unrealized Holding Gain or Loss 33,800
 Pencatatan Hasil Panen Selama Periode
Milk Inventory 36,000
Unrealized Holding Gain or Loss 36,000
 Pencatatan Penjualan Produk Jadi
Cash 38,500
Cost of Good Sold 36,000
Milk Inventory 36,000
Sales 38,500
Penilaian dengan Menggunakan Nilai
Penjualan Relatif
No. of Price Selling Relative Total Cost Cost
Group Lots per Lot Price Sales Price Cost Allocated Per Lot
1 9 $ 3,000 $ 27,000 $27,000/127,800 $89,460 $18,900 $ 2,100
2 15 4,000 60,000 60,000/127,800 89,460 42,000 2,800
3 17 2,400 40,800 40,000/127,800 89,460 28,560 1,680
$127,800 $89,460
Lots Price Total Cost Total Cost Calculation of Net Income
Group Sold per Lot Sales Per Lot of Goods Sales $ 80,000
1 4 $ 3,000 $ 12,000 $ 2,100 $ 8,400 Cost of good sold 56,000
2 8 4,000 32,000 2,800 22,400 Gross profit 24,000
3 15 2,400 36,000 1,680 25,200 Expenses 18,200
$ 80,000 $ 56,000 Net income $ 5,800
Komitmen Pembelian Satu Masalah Khusus

 Kelangsungan hidup dan profitabilitas perusahaan bergantung pada


ketersediaan persediaan barang dagang yang mencukupi untuk memenuhi
semua pesanan konsumen. Sehingga sangat wajar apabila sebuah perusahaan
membuat komitmen pembelian terhadap persetujuan pembelian persediaan
dibayar di muka.
 Apabila harga kontrak melebihi harga pasar dan kerugian diestimasi akan
timbul pada saat pembelian dilaksanakan, maka kerugian ini harus diakui
dalam periode terjadinya penurunan harga pasar.
 Komitmen pembelian ini dapat melindungi pihak pembeli sendiri dari
probabilitas penurunan harga pasar barang yang bersangkutan kontrak dengan
pembendungan (hedging).
C. METODE LABA KOTOR UNTUK
MENGESTIMASI PERSEDIAAN

Tujuan dasar dari perhitungan fisik persediaan adalah untuk memeriksa


keakuratan catatan persediaan perpetual atau jika tidak ada catatan, untuk
mengetahui jumlah persediaan. Salah satu metode perkiraan persediaan yang
ada di tangan adalah dengan menggunakan metode laba kotor. Metode ini
didasarkan pada tiga asumsi :
 Persediaan awal ditambah pembelian sama dengan total barang yang
diperhitungkan
 Barang yang belum terjual harus berada di tangan
 Jika penjualan, dikurangi biaya, dikurangkan dari jumlah persediaan awal
ditambah pembelian, maka hasilnya adalah persediaan akhir
Perhitungan Persentase Laba Kotor

Retailer menggunakan rumus berikut untuk menyatakan laba kotor dan


persentase markup :

𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑚𝑎𝑟𝑘𝑢𝑝 𝑎𝑡𝑎𝑠 𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎


𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑘𝑜𝑡𝑜𝑟 𝑎𝑡𝑎𝑠 ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑗𝑢𝑎𝑙 =
100% + 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑚𝑎𝑟𝑘𝑢𝑝 𝑎𝑡𝑎𝑠 𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑘𝑜𝑡𝑜𝑟 𝑎𝑡𝑎𝑠 ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑗𝑢𝑎𝑙
𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑚𝑎𝑟𝑘𝑢𝑝 𝑎𝑡𝑎𝑠 𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 =
100% − 𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑘𝑜𝑡𝑜𝑟 𝑎𝑡𝑎𝑠 ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑗𝑢𝑎𝑙
Inventory, May 1 (at cost) $ 160,000
Purchases (gross) (at cost) 640,000
Purchase discounts (12,000)
Freight-in 30,000
Goods available (at cost) 818,000
Sales (at selling price) $ 1,000,000
Sales returns (at selling price) (70,000)
Net sales (at selling price) 930,000
Less gross profit (30% of $930,000) 279,000
Sales (at cost) 651,000
Approximate inventory, May 31 (at cost) $ 167,000
D. METODE PERSEDIAAN ECERAN

 Metode persediaan eceran menjelaskan bahwa pencatatan dilakukan terhadap


total biaya dan nilai eceran dari barang yang dibeli, total biaya dan nilai
eceran barang yang siap dijual, dan penjualan periode berjalan.
 Bagi peritel, istilah markup berarti tambahan atas harga eceran awal,
sementara pembatalan markup adalah penurunan harga barang dagang yang
sebelumnya telah di markup di atas harga eceran awal.
Pos-pos Khusus yang Berhubungan dengan Metode Eceran
 Biaya pengangkutan, diperlakukan sebagai bagian dari biaya pembelian
 Retur pembelian, dipandang sebagai pengurangan baik pada biaya maupun
harga eceran
 Diskon pembelian dan pengurangan harga, dipandang sebagai pengurang biaya
pembellian
Perlakuan atas pos-pos yang mempengaruhi kolom biaya dari metode persediaan
eceran mengikuti perhitungan biaya barang yang tersedia untuk dijual.
 Retur penjualan dan pengurangan harga, dipandang sebagai penyesuaian
terhadap penjualan kotor
 Diskon penjualan, tidak diakui apabila penjualan dicatat sebagai penjualan
kotor
Selain itu, sejumlah pos-pos khusus juga memerlukan analisis sperti berikut :
 Transfer masuk dari departemen lain, misalnya harus dilaporkan dengan cara
yang sama seperti pada pembelian dari perusahaan lain
 Kekurangan normal (kerusakan barang), harus mengurangi kolom harga
eceran, karena barang-barang tersebut tidak lagi tersedia untuk dijual. Hal
tersebut ditunjukkan sebagai pengurangan terhadap penjualan yang sama
untuk mendapatkan persediaan akhir menurut harga eceran
 Kekurangan Abnormal, harus dikurangkan dari kolom biaya dan harga eceran,
dan dilaporkan sebagai jumlah persediaan khusus maupun sebagai kerugian
 Diskon untuk karyawan, dikurangkan dari kolom harga eceran, dengan cara
yang serupa seperti pada penjualan
E. PENYAJIAN DAN ANALISIS

 Standar akuntansi mewajibkan laporan keuangan mengungkapkan komposisi


dari persediaan, pengaturan pembiayaan persediaan, dan metode kalkulasi
biaya persediaan yang digunakan secara konsisten.
 Rasio perputaran persediaan mengukur rata-rata persediaan yang terjual
selama suatu periode. Tujuannya adalah untuk mengukur tingkat likuiditas
persediaan.

𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑜𝑘𝑜𝑘 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛


𝑃𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 =
𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎
 Sedangkan rasio jumlah hari rata-rata untuk menjual persediaan adalah
jumlah hari rata-rata penjualan persediaan yang ada di tangan.
SEKIAN

TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA


Selamat menempuh UAS