Anda di halaman 1dari 32

KELOMPOK G5

SKENARIO E BLOK 22
TUTOR : dr. Liniyanti D Oswari, M.N.S, MSc
Table
of contents

SKENARIO

KLARIFIKASI ISTILAH

IDENTIFIKASI MASALAH

ANALISIS MASALAH

KERANGKA KONSEP

KESIMPULAN
SKENARIO E
BLOK 22
Mrs. Melinda, a pregnant women (34 years old) come to the public health center with complains malaise and dizzy.
She is G6P4A1 and 32 weeks gestational age. In this pregnancy, she experience poor dietary intake. She is a
housewife and his husband only a welder. They are very poor family. The youngest child age is 2 years old. You act
as the doctor in public health center and be pleased analyze this case.
◦ In the examination finding:
Upon admission,
Height = 155 cm; Weight = 48 kg;
Sense : compos mentis
BP: 100/60 mmHg. HR: 96x/min, RR: 20 x/min.
Palpebral conjunctival looked pale.
◦ Obstetric examination:
External examination : normal presentation, FHR 140x/m, there is no uterine contraction.
◦ Laboratory examination :
Hb 8,6 g/dl; DPL (CBC); MCV = 70fl; MCH= 23pg; MCHC = 29g/dl
Ferritin : 12mg/ml, TIBC : 400ug/dl, SI : 260ug/L
Peripheral blodd smear : hypochromic microcytic anemia.
KLARIFIKASI
ISTILAH
HYPOCHROMIC
DIZZY : MICROCYTIC ANEMIA
Perasaan terhadap :
ruang yang terganggu;
MALAISE :
WELDER : Anemia dengan
Perasaan yang
sensasi terombang ukuran eritrosit yang
Juru las. ambing dan perasaan lebih kecil dari tidak nyaman
adanya pergerakan normal dan yang samar-
(DORLAND)
didalam kepala atau
pusing atau
mengandung samar.
konsentrasi Hb yang
ketidakseimbangan. (DORLAND)
kurang dari normal.
(DORLAND)
(DORLAND)
KLARIFIKASI ISTILAH
IDENTIFIKASI
MASALAH
IDENTIFIKASI MASALAH

Mrs. Melinda, a pregnant women 34 In this pregnancy, she experience poor dietary
years old come to the public health intake. She is a housewife and his husband
only a welder. They are very poor family. The
center with complains malaise and dizzy. youngest child age is 2 years old. You act as
She is G6P4A1 and 32 weeks gestational the doctor in public health center and be
age. pleased analyze this case.

In the examination finding: Laboratory examination :


Upon admission, Height = 155 cm; Weight = 48 kg; Hb 8,6 g/dl; DPL (CBC); MCV = 70fl; MCH= 23pg;
Sense : compos mentis BP: 100/60 mmHg. HR: 96x/min, MCHC = 29g/dl,
RR: 20 x/min. Palpebral conjunctival looked pale.
Ferritin : 12mg/ml, TIBC : 400ug/dl,
Obstetric examination:
SI : 260ug/L
External examination : normal presentation, FHR 140x/m,
there is no uterine contraction. Peripheral blood smear : hypochromic microcytic anemia.
ANALISIS MASALAH
Mrs. Melinda, a pregnant women 34 years old come to the
public health center with complains malaise and dizzy. She is
G6P4A1 and 32 weeks gestational age.
RIWAYAT KEHAMILAN
1. Bagaimana Paritas ≥3 merupakan faktor terjadinya anemia yang berhubungan erat dengan jarak
kehamilan yang terlalu dekat <2 tahun. Kehamilan yang berulang dalam waktu yang
hubungan G6P4A1, singkat akan dapat menghabiskan cadangan dalam tubuh dan melahirkan makin

usia kehamilan 32
rentan untuk menderita anemia karena banyak kehilangan zat besi, hal ini
disebabkan oleh karena selama masa kehamilan wanita menggunakan cadangan
minggu dan usia ibu besi yang ada di dalam tubuhnya.

34 tahun dengan
keluhan pada kasus?
Jawab :
USIA KEHAMILAN 32 MINGGU
DEMAND MENINGKAT

USIA IBU 34 TAHUN


Kehamilan usia >35 tahun terkait
dengan kemunduran dan penurunan
daya tahan tubuh serta berbagai
penyakit yang sering menimpa di
usia ini
3. Bagaimana
etiologi malaise dan
dizzy pada kasus?
Jawab :

Malaise dan pusing yang dirasakan oleh ibu pada kasus ini
mungkin disebabkan oleh anemia defisiensi besi.
2. Bagaimana
mekanisme
malaise dan Besi serum turun  cadangan besi turun  gangguan
pembentukan sel darah merah  sum-sum tulang
dizzy pada menghasilkan sel darah merah berukuran kecil  anemia
kasus? mikrositik  tidak menghantarkan oksigen secara adekuat
ke sel tubuh  perfusi nutrisi dan oksigen menurun 
Jawab : perfusi oksigen ke otak menurun  pusing, lemah, lemas,
rasa sedang sakit (malaise).
4. Bagaimana
perubahan fisiologis Perubahan fisiologis pada ibu hamil trimester ketiga adalah sebagai
yang terjadi pada berikut:
kehamilan dengan 1. Radiasi tubuh janin ke ibu sehingga meningkatkan suhu maternal
2. Peningkatan frekuensi urin diakibatkan oleh bertambahnya tekanan
usia 32 minggu? pada kandung kemih
3. Penurunan tekanan darah karena penekanan vena oleh janin
Jawab : 4. Terjadi edema karena cairan tubuh semakin meningkat
5. Tumbuh bulu-bulu halus yang lebih banyak dikarenakan peningkatan
hormonal
6. Kram pada kaki sering terjadi
7. Mulai dirasakan adanya Braxton-Hicks
8. Kolostrum mulai keluar
9. Terdapat lesi kulit yang kering dan gatal pada perut
10. Libido menurun
11. Pigmentasi pada kulit muka mulai terlihat
12. Konstipasi lebih sering terjadi
13. Leukotrea
In this pregnancy, she experience poor dietary intake.
She is a housewife and his husband only a welder. They
are very poor family. The youngest child age is 2 years
old. You act as the doctor in public health center and be
pleased analyze this case.
1. Apa hubungan asupan diet yang tidak baik terhadap
keluhan yang dialami pasien pada kasus?

Target kebutuhan besi ibu hamil berkisar


dari 30-60 mg. Besi penting bagi tubuh
untuk menghantarkan nutrisi yang diserap
dan juga oksigen bagi sel-sel penyokong
metabolisme dan juga fungsi tubuh.
Sehingga, diet yang tidak baik berdampak
pada hipoperfusi jaringan dan
menyebabkan keluhan berupa pusing dan
malaise.
2. Apa saja rekomendasi diet untuk
pasien ini?

CITRUS
HEME X 4.41 NON HEME
7-35% 2-20%
2. Apa saja rekomendasi diet untuk pasien ini?

No Jenis makanan Kandungan besi


.

1. Hati ayam
3.5 mg besi/100 gram
2. Tiram
makanan
3. Kerang
4. Daging sapi 2.1 mg besi/100 gram
5. Ikan sarden kemasan makanan
6. Ayam
0.6 mg besi/100 gram
7. Kalkun
makanan
8. Ham
3. Apa hubungan status ekonomi dengan kasus?
Status ekonomi yang buruk berhubungan dengan tingkat edukasi pasien. Dari hasil Riskesdas
2007 juga menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan semakin rendah prevalensi
anemia. Pendidikan rendah membatasi pengetahuan perawatan kehamilan ibu hamil. Selain itu,
status ekonomi rendah akan memengaruhi pilihan makanan yang dikonsumsi saat hamil.
Akibatnya, ibu tidak mendapatkan nutrisi, terutama besi yang adekuat.
4. Bagaimana hubungan jarak kehamilan terhadap
kelahiran terakhir?
Jarak kehamilan yang ideal yang
direkomendasikan oleh WHO adalah 2 hingga
5 tahun karena waktu yang dibutuhkan untuk
memulihkan kembali kondisi rahim ibu pasca
melahirkan adalah sekitar 2-3 tahun.
6. Bagaimana fisiologi aliran nutrisi dari ibu ke
janin?

Nutrisi ditransportasi melalui sitem fetus-


maternal dengan bantuan plasenta, yaitu
sinsiotropoblas dan endometrium janin
sebagai kunci utama penyaluran makronutrien
berupa glukosa, asam amino, dan asam
lemak melalui membran mikrovili dan
membran plasma basal.
In the examination finding:
Upon admission, Height = 155 cm; Weight = 48 kg;
Sense : compos mentis BP: 100/60 mmHg. HR:
96x/min, RR: 20 x/min.
Palpebral conjunctival looked pale.
Obstetric examination:
External examination : normal presentation, FHR
140x/m, there is no uterine contraction.
INTERPRETASI INTERPRETASI
PEMERIKSAAN FISIK PEMERIKSAAN
PADA KASUS OBSTETRIC PADA
Hasil Pemeriksaan Nilai Normal Interpretasi Hasil KASUS
Nilai Normal Interpretasi
Height: 155 cm Pemeriksaan
Rendah (untuk ibu
Weight: 48 kg IMT: 18,5 – 22,9
hamil) Normal
IMT: 20 Presentasi
Presentation Normal
Sensorium: Kepala
Compos Mentis Normal
Compos Mentis
FHR 140 x/min
BP: 100/60 mmHg 120/80 mmHg Rendah 120 -160 x/min Normal
HR: 96x/min 70–90 x/min Meningkat
RR: 20 x/min 12–18 x/min Meningkat No uterine
No uterine
Konjungtiva contraction Normal
contraction
Palpebra tampak Dalam batas normal Abnormal
pucat
Target kenaikan berat badan <500gram per minggu dengan
spesifikasi sebagai berikut:

IMT MINIMAL 18,5


TB= 155
BB= 45

Penambahan berat badan


11,6 – 16 kg
=56-61kg
Minimal 2400kkal
Sangat minimal >1500 kkal
Laboratory examination :
Hb 8,6 g/dl; DPL (CBC); MCV = 70fl; MCH= 23pg;
MCHC = 29g/dl,
Ferritin : 12mg/ml, TIBC : 400ug/dl,
SI : 260ug/L
Peripheral blood smear : hypochromic microcytic
anemia.
INTERPRETASI DAN MEKANISME ABNORMALITAS PEMERIKSAAN LAB
Hasil Pemeriksaan Nilai Normal Interpretasi Mekanisme abnormalitas
1. Normal ≥ 11 gr% Anemia Ringan
Hb 8,6 gr/dL 2. Anemia Ringan 8-10 gr% Anemia Ringan
3. Anemia Berat < 8 gr%
Menurun (Mikrositik)
MCV 70 fl
80 – 100 fl Anemia Hipokromik Suplai besi untuk komponen darah terganggu menyebabkan hb yang
terbentuk kecil dari normal
Menurun (Hipokrom)

MCH 23 pg Defisiensi besi membuat kadar transferrin menurun sehingga adanya


28 – 32 pg Anemia Mikrositik kegagalan pengangkutan besi ke eritroblas yang mengganggu sintesis
hemoglobin, sehingga produk sel darah merahnya memiliki hemoglobin
yang lebih sedikit dari normalnya
Menurun
MCHC 29 g/dL
32 – 36 g/dL Kadar Hb dalam eritrosit ↓ Turunnya Hb dibarengi dengan meningkatnya Ht menyebabkan turunnya
kadar turunnya kuantitas hemoglobin dibandingkan dengan hematokrit.
Batas bawah

Ferritin 12mg/mL 12 – 200 mg/mL Menurun Turunnya besi yang beredar di tubuh menyebabkan terpakainya cadangan
besi pada hati ataupun lien.
TIBC 400ug/dL 250 – 460 ug/dL Meningkat
Menurun
SI 260 ug/L 60 – 160 ug/L Menurun Absorbsi daru usus ke pembuluh darah berkurang, sehingga besi yang
beredar di darah sedikit.
Peripheral Blood Smear

Hypochromic microcytic Sel darah merah yang berukuran di bawah normal serta tampak pucat.
Bagaimana pencegahan anemia pada ibu hamil
Menurut WHO, suplemen besi yang diberikan pada ibu hamil adalah sebanyak 30-60mg/hari.
Pada indikasi tertentu, diberikan 120mg besi seminggu sekali. Dapat juga diberikan asam folat
1mg/hari atau untuk dosis pencegahan dapat diberikan 0,4 mg/hari. Dan bisa juga diberi vitamin
B12 100-200 mcg/hari
Bagaimana dampak anemia terhadap ibu dan janin
pada kasus?
Pada janin :

◦ Kematian intra uterine


◦ Persalinan prematuritas tinggi
◦ Berat badan lahir rendah
◦ Kelahiran dengan anemia
◦ Cacat bawaan
◦ Bayi mudah infeksi sampai kematian perinatal
◦ Intelegiensia rendah

Pada trimester III:


◦ partus premature, perdarahan ante partum, gangguan pertumbuhan janin dalam rahim, asfiksia
intrapartum sampai kematian, gestosisdan mudah terkena infeksi, dan dekompensasi kordis hingga
kematian ibu (Mansjoer A. dkk., 2008).
TATALAKSANA PADA KASUS

◦ Ferrous sulfate 300 mg/hari


◦ Asam askorbat 240 mg/hari

https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/250796/9789241549912-
eng.pdf;jsessionid=FF667B6C6618A126DABB9AC413EA24DC?sequence=1
KERANGKA KONSEP
KESIMPULAN
Ny. Melinda 34 tahun G 6P4A 1 usia kehamilan 32 minggu
dengan status sosioekonomi yang rendah, mengalami
malaise dan pusing e.c anemia defisiensi besi dan gizi buruk.
G5

THANK YOU