Anda di halaman 1dari 80

NASIONALISME

Aparatur Sipil Negara


NAMA Qum Zaidan Marhani

TMP/TGL LHR Limbang Jaya, 25 Juni 1971

JABATAN Widyaiswara dan Guru

INSTANSI BPSDMD PROVINSI SUMSEL

PENDIDIKAN S1 –Pendidikan Fisika


UMUM
S2 – Pengelolaan Lingkungan

S3 – Pemikiran Pendidikan Islam TIDAK


SELESAI
ALAMAT KANTOR
Jl. Putri Kembang Dadar No. 77 Bukit Besar
Tlp. (0711) 440646, 441792
PALEMBANG - 30139

ALAMAT RUMAH
Perumahan Jaya Bersama Blok Di No 6 Talang
Keramat Talang Kelapa

H P DAN EMAIL 085377774071


qzmarhani@gmail.com
SEMANGAT PAGI

Siapakah
Anda….?

www.themegallery.com
APA KAMU KETAHUI TENTANG
NASIONALISME

BUKU SAKU
NASIONALISME

COBA ANDA SEBUTKAN


ASN yang mampu mengaktualisasikan wawasan kebangsaan dan jiwa nasionalisme dalam menjalankan profesinya
sebagai pelayanan publik yang berintegrasi

ASN sebagai pelaksana kebijakan ASN sebagai perekat dan pemersatu


ASN sebagai pelayan publik
publik bangsa

SILA 1 SILA 2 SILA 3 SILA 4 SILA 5

ASN yang memahami dan memiliki kesadaran mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam
pelaksanaan tugasnya

ASN YANG MEMILIKI NASIONALISME


KUAT
TEKNIK PEMBELAJARAN

Skenario??

Desain
Pembelajaran
APARATUR SIPIL NEGARA
Globalisasi Pluralitas
o Oreintasi Pada
kepentingan Publik
o Mengutamakan
o Pelayanan Publik kepentingan Publik
o Profesional o Etika publik
o Kompetensi (Pengetahuan, o Nilai-nilai publik
Perilaku, Skill) o Public trust
o Etika Profesi
o Memahami bidang tugas
o Berorientasi pada o Pemersatu bangsa
mutu/kualitas; o Pengawal negara
o Mementingkan kepentingan
o Budaya Pelayanan ASN
negara
o Tidak Diskriminatif o Loyalitas pada negara bukan
o Membangun kepercayaan yang lainnya
publik o Semangat Nasionalisme
o Wawasan Kebangsaan
Desentralisasi Konflik o Menciptakan kondisi aman dan
damai
o Keragaman/pluralisme
KEBIJAKAN PUBLIK
Thomas R. Dye : “public policy is whatever governments choose to do or
not to do”, atau definisi yang lebih kongkret seperti yang dikatakan oleh
Peters, “Public policy is the sum of activities of governments, whatever
acting directly or through agents, as it has on influence on the lives of
citizen.
William N. Dunn merumuskan kebijaksanaan publik
sebagai berikut : Kebijaksanaan Publik (Public Policy)
adalah pedoman yang berisi nilai-nilai dan norma-norma
yang mempunyai kewenangan untuk mendukung
tindakan-tindakan pemerintah dalam wilayah
yurisdiksinya
1. Pelaksana kebijakan publik

 ASN harus memiliki nilai-nilai kepublikan, berorientasi pada kepentingan


publik dan senantiasa menempatkan kepentingan publik, bangsa dan
negara di atas kepentingan lainnya, mengedepankan kepentingan
nasional ketimbang kepentingan sektoral dan golongan.
 ASN harus memiliki karakter dan orientasi kepublikan yang kuat dan
mampu mengaktualisasikannya dalam setiap langkah-langkah
pelaksanaan kebijakan publik.
2. Sebagai pelayan publik:
 Setiap pegawai ASN senantiasa bersikap adil dan tidak diskriminasi dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat.
 Mereka harus bersikap profesional dan berintegritas dalam memberikan
pelayanan. Tidak boleh mengejar keuntungan pribadi atau instansinya belaka,
tetapi pelayanan harus diberikan dengan maksud memperdayakan masyarakat,
menciptakan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.
 Untuk itu integritas menjadi penting bagi setiap pegawai ASN. Senantiasa
menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, keadilan, tidak korupsi, transparan,
akuntabel, dan memuaskan publik.
3. Adapun fungsinya sbg pemersatu bangsa dan negara :

setiap pegawai ASN harus memiliki jiwa nasionalisme dan


wawasan kebangsaan
. yang kuat, memiliki kesadaran
sebagai penjaga kedaulatan negara, menjadi perekat
bangsa dan mengupayakan situasi damai di seluruh
wilayah Indonesia, dan menjaga keutuhan NKRI
PETA NEGARA KEPULAUAN INDONESIA
MENGAPA NASIONALISME ITU PENTING?

MAKNA NASIONALISME SECARA POLITIS MERUPAKAN


MANIFESTASI KESADARAN NASIONAL YANG MENGANDUNG CITA-
CITA DAN PENDORONG BAGI SUATU BANGSA, BAIK UNTUK
MEREBUT KEMERDEKAAN ATAU MENGENYAHKAN PENJAJAHAN
MAUPUN SEBAGAI PENDORONG UNTUK MEMBANGUN DIRINYA
MAUPUN LINGKUNGAN MASYARAKAT, BANGSA DAN NEGARANYA.

Kebanggaan dan kecintaan kita terhadap bangsa dan negara


tidak berarti kita merasa lebih hebat dan lebih unggul daripada
bangsa dan negara lain. kita tidak boleh memiliki semangat
nasionalisme yang berlebihan (chauvinisme) tetapi kita harus
mengembangkan sikap saling menghormati, menghargai dan
bekerja sama dengan bangsa-bangsa lain.
NASIONALISME DALAM ARTI SEMPIT ADALAH

SUATU SIKAP YANG MENINGGIKAN BANGSANYA SENDIRI,


SEKALIGUS TIDAK MENGHARGAI BANGSA LAIN
SEBAGAIMANA MESTINYA. SIKAP SEPERTI INI JELAS
MENCERAI-BERAIKAN BANGSA YANG SATU DENGAN
BANGSA YANG LAIN. KEADAAN SEPERTI INI SERING
DISEBUT CHAUVINISME.

SEDANG DALAM ARTI LUAS, NASIONALISME MERUPAKAN


PANDANGAN TENTANG RASA CINTA YANG WAJAR
TERHADAP BANGSA DAN NEGARA, DAN SEKALIGUS
MENGHORMATI BANGSA LAIN.
Nasionalisme Pancasila dilandasi nilai-nilai Pancasila :

 Senantiasa: menempatkan persatuan – kesatuan,


kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas
kepentingan pribadi atau kepentingan golongan;
 Menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan
bangsa dan negara;bangga sebagai bangsa Indonesia dan
bertanah air Indonesia serta
 Tidak merasa rendah diri;mengakui persamaan derajat,
persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia
dan sesama bangsa;
 Menumbuhkan sikap saling mencintai sesama
manusia;mengembangkan sikap tenggang rasa.
Rasa kebangsaan adalah
kesadaran berbangsa, yakni
rasa yang lahir secara alamiah
karena adanya kebersamaan
sosial yang tumbuh dari
kebudayaan, sejarah, dan
aspirasi perjuangan masa
lampau, serta kebersamaan
dalam menghadapi tantangan
sejarah masa kini.
Wawasan kebangsaan,
yakni pikiran-pikiran yang
bersifat nasional dimana
suatu bangsa memiliki cita-
cita kehidupan dan tujuan
nasional yang jelas.
Berdasarkan rasa dan
paham kebangsaan itu,
timbul semangat
kebangsaan atau
semangat patriotisme.
Wawasan Nusantara,
adalah cara pandang Bangsa
Indonesia terhadap rakyat,
bangsa dan wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia
yang meliputi darat, laut dan
udara di atasnya sebagai satu
kesatuan Politik, Ekonomi,
Sosial, Budaya dan
Pertahanan Keamanan.
DALAM PEMBELAJARAN INI NILAI-NILAI YANG MASUK DALAM
KONTEKS NASIONALISME ADALAH

1.Nilai nilai yang berhubungan dengan butir-butir


Pancasila
2.Cinta Tanah Air
3.Rela Berkorban
4.Persatuan
5.Integritas
A.PEMAHAMAN DAN IMPLEMENTASI NILAI-NILAI
KETUHANAN YANG MAHA ESA BAGI APARATUR SIPIL
NEGARA (ASN) DALAM MENJALANKAN TUGASNYA.

1.SEJARAH KETUHANAN DALAM MASYARAKAT INDONESIA


Sejarah Ketuhanan dalam Masyarakat Indonesia diawali
dengan adanya animisme dan dinamisme
Agama-agama lokal telah mempengaruhi masyarakat Indonesia sejak
ribuan tahun lalu. Agama Hindu dan Budha telah mewarnai kehidupan
masyarakat sejak 14 abad yang lalu. Sedangkan agama Islam dan
Kristen secara berturut-turut memberi pengaruh sejak 7 abad dan 4
abad yang lalu.
Pemahaman agama sebagai gerakan Nasionalisme mulai
muncul oleh:

- Pergerakan yang berlandaskan agama Islam Serikat Dagang Islam


(16 Oktober 1905) dalam bidang ekonomi (H. Samanhudi),
- Muhammadiyah (1912) dan Nahdlatul Ulama (1926) dalam bidang
pendidikan, dan
- Sarekat Islam (1911) dalam bidang politik. pada 1929 Sarekat Islam
berubah menjadi Partai Sjarikat Islam Indonesia (PSII).
- Pada 1938 orang-orang Katolik bergabung dalam Persatuan Politik
Katolik Indonesia (PPKI).
- Pada 1930 orang-orang Protestan mendirikan Patai Kaum Masehi
Indonesia (PKMI).
2.KETUHANAN DALAM PERUMUSAN PANCASILA
Agoes Salim, tokoh Sarekat Islam, mengkritik gagasan
nasionalisme gaya Eropa yang meminggirkan nilai-nilai
ketuhanan dengan mengagungkan keduniaan.
(sekulerisme)
Sementara Soekarno memandang nilai-nilai ketuhanan
merupakan pembeda antara nasionalisme gaya Eropa
dengan nasionalisme Indonesia. Demikianlah, nilai-nilai
ketuhanan mewarnai kehidupan politik Indonesia.
3. PERSPEKTIF TEORITIS NILAI-NILAI KETUHANAN DALAM
KEHIDUPAN BERNEGARA

Titik temu antara agama dan negara pada akhirnya memberi


berkah bagi Indonesia menuju negara modern dan demokratis.
Modernisasi dan demokratisasi memerlukan prakondisi berupa
adanya kompromi antara otoritas sekuler (kebangsaan) dan
otoritas agama.

Inonesia tidak mengenal sekularisme seperti di negara Eropa.


Beberapa negara di Eropa bahkan punya gereja milik negara. Di
Amerika Serikat, yang memisahkan secara tegas gereja dan
negara, peran gereja dalam kehidupan masyarakat justru kuat.
4 .IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KETUHANAN DALAM
KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Sila ketuhanan dalam Pancasila menjadikan Indonesia bukan


sebagai negara sekuler yang membatasi agama dalam ruang
privat. Pancasila justru mendorong nilai-nilai ketuhanan
mendasari kehidupan bermasyarakat dan berpolitik. Namun,
Pancasila juga tidak menghendaki negara agama, yang
mengakomodir kepentingan salah satu agama. Karena hal ini
akan membawa pada tirani yang memberangus pluralitas
bangsa. Dalam hal ini, Indonesia bukan negara sekuler
sekaligus bukan negara agama.
Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai ketuhanan
diharapkan bisa memperkuat pembentukan karakter
dan kepribadian, melahirkan etos kerja yang positif,
dan memiliki kepercayaan diri untuk
mengembangkan potensi diri dan kekayaan alam
yang diberikan Tuhan untuk kemakmuran
masyarakat.
STUDI KASUS 1.TENTANG DAMPAK POSITIF TERHADAP
PEMAHAMAN NILAI-NILAI KETUHANAN

SEBAGAI PNS ASN, APA YANG AKAN SAUDARA LAKUKAN DALAM MENGEMBAN TUGAS DI
TEMPAT KERJA MASING-MASING
B.PEMAHAMAN DAN IMPLEMENTASI NILAI-NILAI
KEMANUSIAAN BAGI APARATUR SIPIL NEGARA (ASN)
DALAM MENJALANKAN TUGASNYA

1. Sejarah Nilai-nilai Kemanusiaan dalam Masyarakat Indonesia

Pada abad ke-20, pengaruh berbagai peradaban dunia ini memberi


warna bagi munculnya berbagai corak gerakan sosial. Berbagai
gerakan sosial tersebut mengekspresikan beragam ideologi yang
sama-sama dilandasi semangat pembebasan dari keadaan terjajah.
Pada akhirnya, masing-masing pihak yang mengunggulkan konsep
universalnya pada akhirnya harus saling bernegosiasi dan
beirnteraksi dengan kenyataan lokal di masyarakat.
2. Kemanusiaan dalam Perumusan Pancasila
Dalam upacara pembukaan BPUPK (28 Mei 1945), Radjiman
Wediodiningrat selaku ketua menyampaikan pentingnya
memuliakan nilai kegotongroyongan baik dalam kekeluargaan
sesama bangsa Indonesia maupun dalam kekeluargaan
antarbangsa.

Pandangan Radjiman ini mendapat peneguhan dari


Muhammad Yamin. Pada hari pertama persidangan BPUPK,
ia menyebutkan tujuan kemerdekaan dengan salah satu
dasarnya kemanusiaan (internasionalisme).
Dalam rancangan Pembukaan UUD yang disusun Panitia
Sembilan, peletakan prinsip kemanusiaan sebagai dasar
negara sama seperti dalam pidato Soekarno, yakni sebagai
sila kedua Pancasila.
3. Perspektif Teoritis Nilai-nilai Kemanusiaan dalam
Kehidupan Berbangsa

Kemerdekaan Indonesia tahun 1945 terjadi bersamaan dengan


semangat melepaskan diri dari penjajahan di negara-negara Asia
dan Afrika. Keinginan untuk menentukan nasib bangsa sendiri
sekaligus juga karena kemenangan negara-negara demokrasi
Barat, membuat banyak negara yang baru merdeka memilih
menganut sistem pemerintahan demokratis.
4.Implementasi Nilai-nilai Kemanusiaan dalam Kehidupan
Sehari-hari

Embrio bangsa Indonesia berasal dari pandangan


kemanusiaan universal yang disumbangkan dari berbagai
interaksi peradaban dunia. Penjajahan yang berlangsung di
berbagai belahan dunia merupakan upaya massif
internasional dalam merendahkan martabat kemanusiaan.
Sehingga perwujudan Indonesia merdeka merupakan cara
dalam memuliakan nilai-nilai kemanusiaan universal
STUDI KASUS 2.TENTANG DAMPAK POSITIF TERHADAP
PEMAHAMAN NILAI-NILAI KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN
BERADAB

SEBAGAI PNS ASN, APA YANG AKAN SAUDARA LAKUKAN DALAM MENGEMBAN TUGAS DI
TEMPAT KERJA MASING-MASING
C. PEMAHAMAN DAN IMPLEMENTASI SILA PERSATUAN
INDONESIA BAGI APARATUR SIPIL NEGARA (ASN)
DALAM MENJALANKAN TUGASNYA
1. Pendekatan Historis

Secara Geopolitik, Indonesia – menurut istilah Soekarno-adalah


Negara lautan (archipelago) yang ditaburi oleh pulau pulau, atau
yang sekarang dikenal dengan istilah Negara Kepulauan. Sebagai
Negara Kepulauan, Indonesia terdiri dari 18.108 pulau dan 6000
diantaranya berpenduduk (Data UNEP 2003). Dari 7,9 juta km luas
total luas wilayah Indonesia, 3,2 juta km km2 merupakan wilayah
laut territorial dan 2,9 juta km2 lainnya masuk dalam perairan Zona
Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan sisanya sebanyak 1,8 juta km2
adalah wilayah daratan. Dengan demikian, luas lautan Indonesia
mencapati 2/3 dari total wilayah Indonesia.
2. Tumbuhnya Kesadaran Nasionalisme Purba dan
Nasionalisme Tua

Ada dua perbedaan utama dalam melihat tumbuhnya


kesadaran nasionaslime di Indonesia. Pertama; kesadaran
Nasionalisme Purba (Archaic Nationalism), dan kedua;
Nasionalisme Tua (Proto-Nationalism). Nasionalisme purba
muncul dalam masyarakat yang masih sederhana,

Adapun Nasionalisme Tua (Proto-Nationalism) dilandasi oleh


kemunculan gerakan gerakan sosial yang lebih terorganisir
seperti organisasi SI (Syarikat Islam), SDI (Syarikat Dagang
Islam), Kelompok Intelektual yang tergabung dalam STOVIA,
Muhamadiyah oleh KH Ahmad Dahlan, ISDV, Boedi Oetomo,
Sumpah Pemuda dan lainnya.
3. Impelementasi Nilai Persatuan Indonesia Dalam
Membangun Semangat Nasionalisme

Upaya melaksanakan sila ketiga Pancasila dalam masyarakat


plural seperti Indonesia bukanlah sesuatu hal yang mudah. Sejak
awal berdirinya Indonesia, agenda membangun bangsa (nation
building) merupakan sesuatu yang harus terus menerus dibina,
dilakukan dan ditumbuh kembangkan. Soekarno menyatakan
bahwa yang menjadi pengikat manusia menjadi satu jiwa adalah
kehendak untuk hidup bersama.
STUDI KASUS 3.TENTANG DAMPAK POSITIF TERHADAP
PEMAHAMAN NILAI-NILAI PERSATUAN INDONESIA

SEBAGAI PNS ASN, APA YANG AKAN SAUDARA LAKUKAN DALAM MENGEMBAN TUGAS DI
TEMPAT KERJA MASING-MASING
D. PEMAHAMAN DAN IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KERAKYATAN
DALAM HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN
BAGI APARATUR SIPIL NEGARA (ASN) MENJALANKAN
TUGASNYA.

1.Sejarah Nilai-nilai Permusyawaratan dalam Masyarakat


Indonesia

Tradisi musyawarah yang dilandasi semangat kekeluargaan


telah lama ada dalam masyarakat nusantara. Berdasarkan
karakter sosiologis dan pengalaman hidup masyarakat inilah
muncul keinginan membangun kehidupan demokrasi yang
sesuai dengan karakter dan cita-cita bangsa, yakni
demokrasi yang dilandasi oleh kekeluargaan atau
kolektivisme.
2. Permusyawaratan dalam Perumusan Pancasila

Pentingnya kedaulatan rakyat dengan semengat


permusyawaratan dan kekeluargaan mulai dikemukakan sejak
sidang pertama BPUPK pada 29 Mei 1945. Muhammad Yamin
mengemukakan pentingnya kedaulatan rakyat sebagai tujuan
kemerdekaan, dan permusyawaratan sebagai salah satu dasar
negara. Beberapa anggota yang lain mengemukaan
pentingnya kekeluargaan sebagai landasan bernegara. Pada
sidang hari berikutnya, berkembang gagasan agar kepala
negara dan parlemen dipilih oleh rakyat.
Saat menguraikan falsafah negara
3. Perspektif Teoritis Nilai-nilai Permusyawaratan
dalam KehidupanBerbangsa

Abraham Lincoln mendefinisikan demokrasi sebagai


―pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat‖.

Ada setidaknya tiga prasyarat dalam pemerintahan yang


demokratis, yakni 1) kekuasaan pemerintah berasal dari
rakyat yang diperintah. 2) kekuasaan itu harus dibatasi,
dan 3) pemeirntah harus berdaulat, artinya harus cukup
kuat untuk dapat menjalankan pemerintahan secara efektif
dan efisien.
4. Implementasi Nilai-nilai Permusyawaratan dalam
Kehidupan Sehari-hari

Demokrasi permusyawaratan merupakan cerminan dari


jiwa, kepribadian, dan cita-cita bangsa Indonesia.. Sila ke-4
Pancasila mengandung ciri-ciri demokrasi yang dijalankan
di Indonesia, yakni
1)kerakyatan (kedaulatan rakyat),
2) permusyawaratan (kekeluargaan), dan
3) hikmat-kebijaksanaan. Demokrasi yang berciri
kerakyatan berarti adanya penghormatan terhadap suara
rakyat. Rakyat berperan dan berpengaruh besar dalam
proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh
pemerintah.
5. Pendekatan Musyawarah Mufakat dalam Merumuskan
Dasar Negara Indonesia

Ada kisah menarik tentang bagaimana praktek musyawarah


yang mengutamakan mufakat (consensus) dibangun
ketimbang mengikuti klaim mayoritas, yaitu pada saat
pencoretan ―Tujuh Kata .... Dengan Kewajiban Menjalankan
Syariat Islam Bagi Pemeluknya―dari Piagam Jakarta. Sehari
setelah Proklamasi Kemerdekaan yaitu tanggal 18 Agustus
1945, PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) mulai
kembali bersidang. Lembaga ini awalnya terdiri dari 21
anggota, dengan ketuanya Soekarno dengan Hatta, dengan
wakilnya Radjiman Hatta menanggapi hal tersebut sebagai
sesuatu yang sangat serius dan harus dimusyawarahkan
dengan tokoh tokoh Islam Wedioningrat.
STUDI KASUS 4.TENTANG DAMPAK POSITIF TERHADAP
PEMAHAMAN NILAI-NILAI KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH
HIKMAH KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN
PERWAKILAN

SEBAGAI PNS ASN, APA YANG AKAN SAUDARA LAKUKAN DALAM MENGEMBAN TUGAS DI
TEMPAT KERJA MASING-MASING
E. PEMAHAMAN DAN IMPLEMENTASI NILAI-NILAI
KEADILAN SOSIAL BAGI APARATUR SIPIL NEGARA (ASN)
DALAM MENJALANKAN TUGASNYA.

1. Perspektif Historis
Masyarakat adil makmur adalah impian kebahagiaan yang terus
berkobar ratusan tahun lamanya didalam dada keyakinan bangsa
Indonesia. Impian kebahagiaan tersebut termaktub dalam
ungkapan:‖ Gemah Ripah Loh Jinawe, Tata Tentrem Karta
Raharja‖. Demi mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,
tidak sedikit ongkos pengorbanan yang telah dilakukan oleh para
pahlawan bangsa. Semangat keadilan dan kemakmuran tersebut
memiliki dua dimens; ―kenangan ― (backward looking nostalgia)
dan ―Harapan‖ (Forward Looking Nostalgia).
2.Perspektif Teoritis

. Dalam tradisi kuno Romawi, Aristoteles melihat bahwa


ancaman terhadap disharmoni sosial disebabkan karena tiga
hal; (i) perolehan dijadikan tujuan, dan bukan semata alat
kehidupan yang nyaman. (ii) proses akumulasi modal dan
kekayaan cenderung tidak mengenal batas, padahal
kehidupan nyaman hanya memerlukan kekayaan materi yang
terbatas, (iii) keuntungan sebagian masyarakat diperoleh atas
kerugian orang lain.
3. Membumikan Keadilan Sosial dalam Kerangka Pancasila

Keadilan sosial juga merupakan perwujudan imperative etis


dari amanat pancasila dan UUD 1945, sebagaimana
masyarakat yang bertujuan menyelenggarakan keadilan. Untuk
itulah diperlukan dua syarat yaitu adanya emansipasi dan
partisipasi bidang politik, yang sejalan dengan emansipasi dan
partisipasi bidang ekonomi. Kedua partisipasi inilah yang oleh
Soekarno seringkali disebut dengan istilah Sosio Demokrasi.
Dengan kedua pendekatan tersebut, akan menghindarkan
Indonesia dari Negara liberal, tapi lebih menekankan Negara
kesejahteraan.
Hal ini sejalan dengan pemikiran para pendiri bangsa yang
lebih menghendaki Negara ini menjadi Negara
kesejahteraan, yaitu suatu bentuk pemerintahan
demokratis yang menegaskan bahwa Negara bertanggung
jawab terhadap kesejahteraan rakyat (setidaknya secara
minimal). Negara juga berhak mengatur pembagian
kekayaan negara agar rakyat tidak ada yang kelaparan,
rakyat bisa memperoleh jaminan sosialnya.
STUDI KASUS 5.TENTANG DAMPAK POSITIF TERHADAP
PEMAHAMAN NILAI-NILAI KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH
RAKYAT INDONESIA

SEBAGAI PNS ASN, APA YANG AKAN SAUDARA LAKUKAN DALAM MENGEMBAN TUGAS DI
TEMPAT KERJA MASING-MASING
KARAKTERISTIK IDENTITAS NASIONAL
Unsur Unsur Identitas Nasional
Identitas Nasional : hakekatnya merupakan manifestasi nilai
budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek
kehidupan suatu bangsa (NATION) dg ciri ciri khas suatu
bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam hidup dan
kehidupannya
• Di Indonesia  Identitas Nasional : merupakan manifestasi nilai
budaya yg sudah tumbuh dan berkembang sebelum masuknya
agama di Nusantara dlm berbagai aspek kehidupan dari ratusan
suku  dihimpun dalam SATU KESATUAN INDONESIA 
kebudayaan nasional dg acuan PANCASILA dg roh BHINEKA
TUNGGAL EKA sbg dasar dan arah pengembangannya dlm
kehidupan berbangsa dan bernegara
JIWA NASIONALISME AKAN
MENIMBULKAN KETAHANAN
NASIONAL
KETANGGUHAN

KEULETAN

IDENTITAS DIRI
KETAHANAN
JIWA NASIONALISME
NASIONAL
ITEGRITAS
MAMPU
MENGATASI
ATHG
(ANCAMAN ,
TANTANGAN,
HAMBATAN
GANGGUAN
KETAHANAN NASIONAL
Kondisi dinamik suatu bangsa, berisi keuletan dan ketangguhan
yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan
nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan,
ancaman, hambatan serta gangguan baik yang datang dari luar
maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung
membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa
dan negara serta perjuangan mengejar tujuan perjuangan
nasionalnya
ISTILAH MEMAHAMI KETAHANAN NASIONAL

1. Ketangguhan (kekuatan seseorang untuk bertahan untuk menanggulangi beban)


2. Keuletan (usaha terus menerus secara giat dengan kemauan keras untuk
menggunakan kemampuan dan kecakapan )
3. Identitas (ciri khas suatu negara secara keseluruhan atau holistik )
4. Integritas (kesatuan menyeluruh dalam kehidupan nasional suatu bangsa)
5. Ancaman (usaha bersifat mengubah atau merombak kebijaksanaan secara
konsepsional, kriminal dan politik)
6. Tantangan (usaha bertujuan mengubah kemampuan)
7. Hambatan (usaha berasal dari diri sendiri untuk melemahkan atau menghalangi)
8. Gangguan (usaha yang berasal dari luar bertujuan melemah atau menghalangi)
HAKEKAT KETAHANAN NASIONAL
1. Bidang Ideologi (kondisi mental bangsa terhadap pancasila)
2. Bidang Politik (kondisi politik bangsa bertumpu pada pengembangan demokrasi
pancasila dan UUD 1945)
3. Bidang Ekonomi (kondisi perekonomian bangsa berlandasan pancasila UUD 1945)
4. Bidang Sosial Budaya (kehidupan SOSBUD menjiwai kepribadian nasional
berdasarkan Pancasila)
5. Bidang Pertahanan Keamanan (kondisi daya tangkal bangsa di landasi kesadaran
bela negara)
KONSOLIDASI
DEMOKRASI SISTEM KETATANEGARAAN
Amandemen UUD 1945
MPR=DPR+DPD
MK; KK; KPU
PEMIL. PRES/WAPRES

REFORMASI HUKUM - instrumental


Berbagai UU:
Bid. Politik
Pem.an/Keu. Daerah
Pertahanan Negara, dll

BUDAYA
Pola pikir, pola sikap, pola tindak
RAWAN demokratis
CIRI KETAHANAN NASIONAL
1. Prasyarat bagi bangsa yang sedang membangun dirinya menuju bangsa
yang maju dan mandiri
2. Menuju dan mempertahankan kelangsungan hidup
3. Kondisi dinamis bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan bangsa
untuk mengembangkan kekuatan
ASAS KETAHANAN NASIONAL
1. Kesejahteraan dan keamanan (sesuai dengan kondisi situasi yang dihadapi)
2. Utuh menyeluruh terpadu (perpaduan selaras, serasi dan seimbang dan
seluruh aspek bangsa)
3. Kekeluargaan (kearifan, kebersamaan, gotong royong, tenggang rasa dan
tanggungkjawab)
4. Mawas diri (mampu memawas diri dari pengaruh hubungan interaksi yang
berdampak posif dan negatif)
Kesamaan
rasa dimiliki
dan memiliki

Eksistensi
Suatu
bangsa
nasionalisme
MANIFESTASI KESADARAN
NASIONAL YANG MENGANDUNG
CITA-CITA DAN PENDORONG BAGI
SUATU BANGSA BAIK UNTUK
SECARA POLITIK MEREBUT KEMERDEKAAN
MAUPUN SEBAGAI PEDORONG
UNTUK MEMBANGUN DDIRINYA
MAUPUN LINGKUNGAN
MASYARAKAT, BANGSA DAN
NEGARANYA
NASIONALISME??
C
H
SECARA A
SEMPIT U
SUATU SIKAP YANG
MENINGGIKAN BANGSANYA V
SENDIRI, SEKALIGUS TIDAK I
Nasionalisme berperan dalam pembinaan kharakter bangsa, MENGHARGAI BANGSA LAIN N
pengawal nation building, dan pengerat integrasi nasional. SEBAGAIMANA MESTINYA I
S
M
E
MENEMPATKAN
PANDANGAN ATAU PAHAM PERSATUAN KESATUAN,
KECNTAAN MANUSIA KEPENTINGAN DAN
NASIONALISME BANGSA NASIONALISME INDONESIA TERHADAP BANGSA KESELAMATAN BANGSA
INDONESIA PANCASILA DAN TANAH AIRNYA YANG DAN NEGARA DI ATAS
DIDSARKAN PADA NILAI-NILAI KEPENTINGAN
PANCASILA GOLONGAN
MENUNJUKKAN SIKAP
RELA BERKORBAN DEMI
KEPENTINGAN BNGSA
DAN NEGARA DLLL
4

MASALAH BANGSA

1. IDEALISME KEBANGSAAN MENURUN.


2. BERPIKIR MENGECIL / MEMECAH  SIKAP KELIRU THD OTODA.
3. GEJALA ETNISITAS.
4. DISIPLIN RENDAH  RUSAK LINGKUNGAN.
5. ORIENTASI KELAUTAN LAMBAT.

NAT’L POWER
GLOBALISASI
RENDAH
Nasionalisme Indonesia
adalah paham atau
semangat mencintai
bangsa/negara Indonesia
tanpa merendahkan
bangsa/negara lain.
Nasionalisme ini
berlandaskan pada sila-sila
Pancasila dan Konstitusi.
Nasionalisme adalah cara mencintai dan mensyukuri karunia
Tanah Air dengan mempertahankan, mengolah dan
memuliakan Potensi yang dimilikinya. (Adi Suryanto, 2014)
Nasionalisme Pancasila
adalah pandangan atau
paham kecintaan
manusia Indonesia
terhadap bangsa dan
tanah airnya yang
didasarkan pada nilai-
nilai Pancasila
 Joseph Ernest Renan bahwa nasionalisme adalah sekelompok
individu yang ingin bersatu dengan individu-individu lain dengan
dorongan kemauan dan kebutuhan psikis. Sebagai contoh adalah
bangsa Swiss yang terdiri dari berbagai bangsa dan budaya dapat
menjadi satu bangsa dan memiliki negara.

 Otto Bauer mengatakan bahwa nasionalisme adalah kesatuan


perasaan dan perangai yang timbul karena persamaan nasib,
contohnya nasionalisme negaranegara Asia..

 Menurut Hans Kohn nasionalisme adalah kesetiaan tertinggi yang


diberikan individu kepada negara dan bangsa

 Louis Snyder mengemukakan nasionalisme adalah hasil dari faktor-


faktor politis, ekonomi, sosial dan intelektual pada suatu taraf tertentu
dalam sejarah. Sebagai contoh adalah timbulnya nasionalisne di
Jepang.
BEBERAPA INFORMASI TAMBAHAN
ASAL USUL NAMA INDONESIA

Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal


dengan nama samaran Multatuli, pernah memakai
nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan
Indonesia, yaitu "Insulinde", yang artinya juga
"Kepulauan Hindia" (dalam bahasa Latin "insula"
berarti pulau). Nama "Insulinde" ini selanjutnya
kurang populer, walau pernah menjadi nama surat
kabar dan organisasi pergerakan di awal abad ke-20.
Pada Tahun1847 di Singapura Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau
terbit sebuah majalah ilmiah Malayunesia ("nesos" dalam bahasa Yunani berarti "pulau").
tahunan, Journal of the Indian Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis (diterjemahkan ke
Bahasa Indonesia dari Bahasa Inggris):
Archipelago and Eastern Asia "... Penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu
(JIAEA, BI: "Jurnal Kepulauan masing-masing akan menjadi "Orang Indunesia" atau
Hindia dan Asia Timur")), "Orang Malayunesia"”.
yang dikelola oleh James Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia
Richardson Logan (1819-1869), (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia),
seorang Skotlandia yang meraih sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu,
sarjana hukum dari Universitas sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon
Edinburgh. (sebutanSrilanka saat itu) dan Maldives (sebutan asing untuk
Kemudian pada tahun 1849 Kepulauan Maladewa).
seorang ahli etnologi bangsa
Inggris, George Samuel Windsor Earl berpendapat juga bahwa bahasa Melayu dipakai di
seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang
Earl (1813-1865),
menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah
menggabungkan diri sebagai Indunesia.
redaksi majalah JIAEA.
Dalam JIAEA Volume IV itu juga, Pada tahun 1884 guru besar etnologi
halaman 252-347, James Richardson di Universitas Berlin yang bernama
Logan menulis artikel The Ethnology of Adolf Bastian (1826-1905)
the Indian Archipelago ("Etnologi dari
Kepulauan Hindia"). menerbitkan buku Indonesien oder die
Inseln des Malayischen Archipel
Pada awal tulisannya, Logan pun ("Indonesia atau Pulau-pulau di
menyatakan perlunya nama khas bagi
kepulauan tanah air kita, sebab istilah
Kepulauan Melayu") sebanyak lima
Indian Archipelago ("Kepulauan Hindia") volume, yang memuat hasil
terlalu panjang dan membingungkan. penelitiannya ketika mengembara di
kepulauan itu pada tahun 1864 sampai
Logan kemudian memungut nama 1880. Buku Bastian inilah yang
Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf
u digantinya dengan huruf o agar memopulerkan istilah "Indonesia" di
ucapannya lebih baik. Maka lahirlah kalangan sarjana Belanda
istilah Indonesia.
Pribumi yang mula-mula menggunakan
istilah "Indonesia" adalah Suwardi
Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara).
Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun
1913 ia mendirikan sebuah biro pers
dengan nama Indonesische Persbureau.
Nama Indonesisch (pelafalan Belanda
untuk "Indonesia") juga diperkenalkan
sebagai pengganti Indisch ("Hindia")
oleh Prof Cornelis van Vollenhoven
(1917). Sejalan dengan itu, inlander
("pribumi") diganti dengan Indonesiër
("orang Indonesia")..
Indonesia Hebat
 Negara ini punya cadangan gas alam TERBESAR DI DUNIA ! tepatnya di Blok
Natuna. Berapa kandungan gas di blok natuna? Blok Natuna D Alpha memiliki
cadangan gas hingga 202 TRILIUN kaki kubik!! dan masih banyak Blok-Blok
penghasil tambang dan minyak seperti Blok Cepu dll. DIKELOLA SIAPA? EXXON
MOBIL! dibantu sama Pertamina.

 RI merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504


pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang
tidak berpenghuni). Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu :
Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dengan luas 539.460 km2),
Sumatera (473.606 km2) dan Papua (421.981 km2).

 Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93


ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang
pantai di dunia
Indonesia merupakan Negara dengan suku
bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih
dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua
saja terdapat 270 suku.

Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak,


yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa
induk yang digunakan berbagai suku bangsa di
Indonesia. Bahasa nasional adalah bahasa
Indonesia
Republik Indonesia adalah Negara pertama yang
lahir sesudah berakhirnya Perang Dunia II pada
tahun 1945. RI merupakan Negara ke 70 tertua di
dunia.

Indonesia adalah Negara pertama (hingga kini


satu-satunya) yang pernah keluar dari
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tgl 7
Januari 1965. RI bergabung kembali ke dalam PBB
pada tahun 1966.
Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG)
terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia)
juga produsen timah terbesar kedua.

Negara ini punya Hutan Tropis terbesar di dunia.


hutan tropis ini memiliki luas 39.549.447 Hektar,
dengan keanekaragaman hayati dan
plasmanutfah terlengkap di dunia. Letaknya di
Pulau Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.
APARATUR SIPIL NEGARA
• Harus Paham Sejarah
Berintegritas
Bangsa Indonesia
Berwawasan
• Harus memiliki jiwa
Kebangsaan yang Kuat
nasionalisme
Berorientasi
• Sebagai Pelaksana
kepublikan yang kuat
Kebijakan Publik
Mementingkan
• Sebagai Pelayan Publik
kepentingan nasional
• Sebagai Perekat dan
di atas segalanya
Pemersatu Bangsa
DISKUSI KASUS
NASIONALISME ASN dalam

???
pelaksanaan peran dan
fungsinya:

1)Pelaksana Kebijakan Publik


2)Pelayanan Publik
3)Perekat dan pemersatu
bangsa

Anda mungkin juga menyukai