Anda di halaman 1dari 7

INISIASI 1

Perencanaan Audit

Perencanaan audit dimulai dengan, pengetahuan Saudara sebagai


auditor mengenai informasi apa yang terdapat dalam perusahaan
yang akan diaudit. Dalam hal ini sebagai auditor Saudara harus
mengacu pada SPAP (Standar Pemeriksaan Akuntan Publik).
Perencanaan audit mempunyai tiga tujuan
utama yaitu :
•Mendapatkan bukti yang kompeten
•Membantu penekanan biaya audit
•Menghindari salah pengertian dengan klien
Komponen Utama Perencanaan Audit:

1. Perencanaan awal
Perencanaan ini meliputi apakah akan menerima atau melanjutkan audit,
karena kondisi dilapangan. Sebagai contoh Saudara melihat perusahaan
tidak mempunyai pembukuan yang baik dan tidak mempunyai bukti-bukti
yang cukup, berharap Saudara yang akan memperbaikinya dengan
permintaan diluar kewenangan Saudara. Saudara berhak untuk tidak
melanjutkan audit dengan faktor resiko yang akan dihadapi dikemudian
hari.
Pemilihan staf juga merupakan perencanaan awal, dengan pemilihan staf
yang tepat akan mengurangi resiko kesalahan dalam pelaksanaan audit di
lapangan. Disamping itu yang tidak boleh dilupakan adalah surat
penugasan (engagement letter). Surat penugasan adalah bukti
keterwakilan auditor dalam pelaksanaan audit dilapangan. Surat penugasan
ini akan menjadi dasar bahwa auditor yang ditunjuk telah layak
melaksanakan pekerjaan audit.
2. Informasi Dasar
Saudara harus mengetahui informasi mengenai klien secara umum,
diantaranya mengetahui bidang usaha, meninjau kantor dan pabrik (jika
perusahaan pabrikan), kebijakan perusahaan, dan jangan lupa
mengidentifikasi pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa dengan
perusahaan , dan apakah dibutuhkan ahli dari luar untuk mengevaluasi
perusahaan klien.

3. Mendapatkan Informasi Mengenai Kewajiban Hukum Klien.


Umumnya sebagai Auditor Saudara akan memeriksa hal-hal sebagai berikut:
• Akte pendirian dan anggaran dasar perusahaan
• Notulen rapat dewan direksi dan pemegang saham
• Kontrak-kontrak jika ada
Semua informasi ini akan memberikan saudara gambaran serta kebijakan
perusahaan sebelum dan sesudah pelaksanaan audit.
4. Menilai materialitas, resiko audit dan resiko inheren. Auditor
akan memperkirakan tingkat kesalahan yang terjadi di
perusahaan klien, serta resiko bawaan yang terjadi.
5. Memahami struktur Pengendalian Internal dan menetapkan
resiko pengendalian.
6. Mengembangkan Keseluruhan Rencana dan Program audit.
Bahan Diskusi

Dari informasi di atas silahkan Saudara kembangkan menjadi suatu kasus yang
adaptif. Dalam kasus ini Saudara menjadi seorang auditor ahli. Perusahaan yang
akan Saudara audit bergerak dalam bidang farmasi berkedudukan di Jakarta,
dengan empat kantor cabang di Surabaya, Semarang, Bandung dan Bali.
Perusahaan ini mempunyai ribuan jenis persediaan.

Sebagai seorang partner auditor langkah apa yang akan dilakukan


berdasarkan materi di atas.

Tidak ada salah dan benar dalam berdiskusi dan saya harapkan partisipasi aktif
saudara. Saudara berhak menambah informasi dari ilustrasi sederhana di atas.
Selamat berdiskusi dan sukses selalu.
Menanggapi kasus yang sudah dijelaskan pada
bahan diskusi tersebut, saya sebagai ahli auditor
langkah pertama yang akan saya lakukan ialah