Anda di halaman 1dari 14

MODUL 9

PENYELESAIAN AUDIT
DAN TANGGUNG
JAWAB PASCA AUDIT
ADELINA DAMAYANTI 021180863
FIOLITA RACHMADINI 030115197
Kegiatan Belajar 1 – Menyelesaikan
Pekerjaan Lapangan
◦ Menyelesaikan Kerja Lapangan
Auditor harus melakukan beberapa prosedur tertentu dengan tujuan mendapatkan bukti audit
tambahan untuk menyelesaikan kerja lapangan.
Prosedur tersebut adalah
a) Membuat tinjauan kejadian setelah tanggal neraca (subsequent event)
Standar Auditing 560 tentang Kejadian setelah tanggal neraca menyatakan bahwa
auditor harus bertanggung jawab terhadap kejadian dan transaksi tertentu yang (1) memiliki
efek material terhadap laporan keuangan, dan (2) terjadi setelah tanggal neraca tetapi
sebelum penerbitan laporan keuangan beserta laporan auditor. Selama periode setelah tanggal
neraca sampai tanggal akhir kerja lapangan, auditor diharuskan oleh standar audit untuk
memperoleh kepastian yang rasional terhadap penemuan kejadian kemudian.
1. Jenis kejadian-kejadian (events)
◦ Kejadian kemudian jenis 1 : memberikan bukti tambahan terkait dengan kondisi yang terjadi
saat tanggal neraca dan mempengaruhi estimasi dalam proses pembuatan laporan keuangan
◦ Kejadian kemudian jenis 2 : memberikan bukti terkait dengan kejadian yang tidak terjadi saat
tanggal neraca, melainkan sesudahnya.
2. Prosedur audit dalam kejadian kemudian
Auditor harus mengidentifikasi dan mengevaluasi kejadian-kejadian yang terjadi sebelum
pembuatan kerja lapangan. Tanggung jawab tersebut dapat ditempuh melalui du acara yaitu
(1) mewaspadai kejadian kemudian ketika melakukan uji pisah batas (cutoff) dan mencari utang
yang tidak tercatat, dan (2) melakukan prosedur audit berikut sebagaimana diharuskan oleh
standar audit.
3. Efek terhadap Laporan Auditor
Kegagalan dalam mencatat dan mengungkapkan kejadian kemudian yang tidak tepat
menyebabkan tidak terpenuhinya pelaporan auditor standar.
b) Membuat notulen pertemuan
Notulen pertemuan pemegang saham, dewan komisaris, dan sub komitenya dapat
mengandung hal-hal yang memiliki signifikansi audit. Langkah pembacaan notulen rapat ini harus
didokumentasikan dalam kertas kerja.
c) Mendapatkan bukti tentang litigasi, klaim, dan penaksiran
Kontinjensi mendefinisikan sebagai keadaan, situasi, dan kondisi yang mengandung unsur
ketidakpastian kemungkinan laba (laba kontinjensi) atau kemungkinan rugi (rugi kontinjensi) yang
akan menjadi jelas jika satu atau lebih kejadian terjadi atau gagal terjadi di masa mendatang.
a. Pertimbangan audit
◦ Auditor harus mendapatkan bukti-bukti tentang litigasi, klaim, dan penaksiran berupa berikut ini
◦ Kondisi, situasi, dan keadaan rugi yang menunjukkan ketidakpastian, seperti kemungkinan rugi
yang akan diderita perusahaan akibat litigasi, klaim, dan penaksiran
◦ Periode ketika penyebab yang mendasari tindakan hukum terjadi
◦ Derajat kemungkinan hasil buruk
◦ Taksiran seberapa besar potensi kerugian
b. Surat penyelidikan audit
Surat penyelidikan audit kepada perusahaan klien adalah surat yang berisi
tentang maksud auditor untuk mendapatkan pemahaman litigasi, klaim, dan penaksiran
dengan bukti yang menguatkan dari manajemen perusahaan klien.
c. Efek respons pengacara terhadap laporan auditor
Respon pengacara mungkin tidak memiliki efek terhadap laporan auditor.
Masalah tersebut dapat terjadi jika respons pengacara yang didapatkan oleh auditor
mengandung unsur (1) probabilitas hasil investigasi sangat baik atau (2) masalah yang
menjadi isu tidak material.
d) Membuat surat representasi klien
Standar Audit nomor 333 tentang Representasi Manajemen menyatakan bahwa
representasi adalah salah satu masalah yang dapat dijadikan bukti, namun bukan
pengganti prosedur audit yang diperlukan guna memperoleh landasan yang rasional
untuk opini.
a. Representasi manajemen tersebut terdiri dari :
◦ Mengonfirmasi representasi yang diberikan kepada auditor secara lisarn
◦ Mendokumentasi kelanjutan ketepatan representasi
◦ Mengurangi kemungkinan kesalahpahaman tentang representasi manajemen
b. Isi surat representasi
Surat representasi harus berisi tentang:
1. Tanggung jawab manajemen tentang laporan keuangan
2. Kelengkapan bukti dan informasi yang diperoleh auditor
3. Isu-isu terkait dengan pengakuan pendapatan, estimasi akuntansi, dan
pengungkapan
4. Peristiwa kemudian (subsequent event)
c. Efek terhadap laporan audit
Ketika auditor mendapatkan surat representasi, auditor mendapatkan bukti atau
informasi representasi manajemen sehingga laporan audit standar dapat diterbitkan.
Namun demikian, keterbatasan cakupan audit dapat muncul jika auditor tidak dapat (1)
mendapatkan surat representasi atau (2) mendukung representasi manajemen yang
material terhadap laporan keuangan dengan prosedur audit lain.

e) Melakukan prosedur analitis


Prosedur analitis melibatkan penggunaan rasio-rasio dan teknik perbandingan
yang lain. Prosedur analitis juga dibutuhkan untuk menyelesaikan audit sebagai tinjauan
akhir laporan keuangan. Prosedur audit yang diterapkan dalam tinjauan menyeluruh harus
dilakukan oleh orang yang memiliki pengetahuan yang komprehensif tentang kegiatan
bisnis klien dan industri. Berbagai jenis prosedur analisis dapat digunakan, dan harus:
1. Diterapkan pada area audit kritis yang teridentifikasi selama pekerjaan audit
2. Didasarkan pada data laporan keuangan setelah seluruh penyesuaian audit dan
reklasifikasi dilakukan.
Kegiatan Belajar 2 – Mengevaluasi
Penemuan Audit
Auditor memiliki dua tujuan dalam mengevaluasi penemuan audit yaitu (1) menentukan jenis opini apa
yang akan dikeluarkan dan (2) menentukan apakah prinsip audit terpenuhi dalam audit.
Untuk merelisasikan kedua tujuan tersebut auditor melakukan langkah-langkah di bawah ini
◦ Membuat penaksiran akhir atas materialitas dan risiko audit
Langkah pertama proses ini adalah dengan menjumlahkan seluruh salah saji ketika memeriksa rekening-
rekening yang tidak dikoreksi oleh klien. Langkah kedua adalah menentukan dampak total salah saji
terhadap laba bersih dan total laporan keuangan lainnya yang terkait salah saji tersebut, seperti asset
lancer atau utang lancar.
Keyakinan auditor terhadap salah saji dalam rekening harus meliputi unsur-unsur sebagai berikut :
Salah saji yang belum dikoreksi khususnya yang teridentifikasi melalui uji substansi detail transaksi dan
saldo (disebut sebagai salah saji yang diketahui)
Proyeksi salah saji yang belum dikoreksi yang diestimasi menggunakan teknik penyampelan audit
Estimasi salah saji yang terdeteksi melalui prosedur analitis dan dihitung menggunakan prosedur audit
lain
◦ Mengevaluasi kelangsungan usaha klien
Standar audit 341 tentang “Pertimbangan Auditor terhadap Keberlangsungan Usaha
Perusahaan Klien” menetapkan bahwa tanggung jawab auditor dalam mengevaluasi apakah
terdapat keraguan tentang kemampuan klien untuk menjaga keberlangsungan usahanya
selama periode yang rasional, yang tidak melebihi satu tahun setelah tanggal laporan
keuangan audit (biasanya satu tahun dari tanggal neraca).
Jika auditor yakin akan adanya tingkat keraguan yang substansial tentang
kemampuan keberlangsungan usaha selama periode yang rasional, auditor harus melakukan
langkah-langkah berikut. Auditor harus (1) mendapatkan informasi rencana-rencana
manajemen yang diniatkan untuk menghilangkan dampak kondisi atau kejadian tersebut, dan
(2) menaksir kemungkinan rencana tersebut dapat diimplementasikan secara efektif.
◦ Membuat tinjauan laporan keuangan
Kantor akuntan public memiliki daftar cek laporan keuangan yang rinci yang
diselesaikan oleh auditor yang melakukan tinjauan awal laporan keuangan. Tujuannya untuk
membantu auditor mengevaluasi asersi pengungkapan laporan keuangan. Sebelum
menerbitkan laporan audit ke public, harus dilakukan tinjauan teknis laporan keuangan oleh
mitra yang bukan merupakan anggota tim audit.
◦ Merumuskan opini dan membuat konsep laporan audit tentang laporan keuangan
Dalam penyelesaian audit, diperlukan rangkuman dan evaluasi atas masing-masing
penemuan tersebut untuk dapat menyatakan opini atas laporan keuangan secara
keseluruhan. Tanggung jawab tertinggi atas langkah ini diletakkan pada mitra yang ditunjuk
untuk penugasan. Sebelum mencapai keputusan akhir opini, biasanya diselenggarakan
pertemuan dengan klien. Pada pertemuan ini, auditor melaporkan penemuan-penemuan
secara lisan dan berusaha memberikan penalaran atas permintaan penyesuaian atau
pengungkapan tambahan.

◦ Merumuskan opini dan konsep laporan audit tentang pengendalian internal atas pelaporan
keuangan (untuk perusahaan public)
Auditor perusahaan public harus mengeluarkan opini (1) tentang kewajaran asersi
manajemen dan (2) tentang kecukupan pengendalian terhadap laporan keuangan per
tanggal neraca. Selama penugasan audit, dilakukan berbagai uji audit yang partisipasinya
dalam audit terbatas pada area atau rekening-rekening tertentu. Dalam penyelesaian audit,
diperlukan rangkuman dan evaluasi atas masing-masing penemuan tersebut untuk dapat
menyatakan opini atas pengendalian internal terhadap laporan keuangan.
◦ Membuat tinjauan akhir kertas kerja
Tinjauan kertas kerja oleh mitra dirancang untuk mendapatkan kepastian berikut ini :
1. Pekerjaan yang dilakukan oleh bawahan sudah akurat dan menyeluruh
2. Penilaian yang dibuat oleh bawahan sudah rasional dan sesuai dengan kondisinya
3. Penugasan audit diselesaikan sesuai dengan persyaratan dan jangka yang telah
ditentukan dalam surat penugasan
4. Seluruh pertanyaan akuntansi, audit, dan pelaporan yang signifikan yang muncul selama
audit telah diselesaikan dengan tepat
5. Kertas kerja mendukung opini auditor
6. Standar audit serta kebijakan dan prosedur pengendalian mutu kantor audit telah
dipenuhi
◦ Mengkomunikasikan dengan klien
Pengkomunikasian dengan komite audit meliputi masalah-masalah sebagai berikut :
1. Pengendalian internal klien
2. Pelaksanaan audit
◦ Mengkomunikasikan masalah pengendalian internal
Selama pekerjaan audit, auditor dapat menemukan masalah-masalah yang terkait
dengan pengendalian internal terhadap pelaporan keuangan yang tidak lain adalah
kelemahan material yang harus menjadi perhatian komite audit atau orang-orang dengan
kewenangan dan tanggung jawab yang setara.
Kekurangan signifikan adalah kekurangan pengendalian internal yang berpengaruh
buruk terhadap kemampuan perusahaan untuk menginisiasi, mencatat, memproses, atau
melaporkan data keuangan eksternal secara andal sesuai dengan prinsip akuntansi.
Kelemahan material adalah kekurangan signifikan yang secara sendiri-sendiri atau
dalam bentuk kombinasi dengan kekurangan signifikan lainnya, mengakibatkan dengan
kemungkinan yang lebih besar bahwa salah saji material laporan keuangan interim dan
tahunan tidak dapat dicegah atau dideteksi.
◦ Mengkomunikasikan masalah berkaitan dengan pelaksanaan audit
Komunikasi dengan komite audit dapat meliputi masalah-masalah berikut ini:
1. Tanggung jawab auditor sesuai standar audit meliputi derajat kepastian yang
diberikan oleh audit bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material
2. Kebijakan akuntansi yang signifikan seperti pemilihan awal dan perubahan kebijakan
oleh manajemen, metode akuntansi yang digunakan untuk transaksi yang tidak lazim
dan material, dan efek kebijakan dalam area yang petunjuk dan consensus
otorisasinya kurang
3. Penilaian auditor tentang kualitas prinsip akuntansi entitas. Diskusi biasanya melibatkan
manajemen sebagai pihak yang berpartisipasi aktif karena manajemen mempunyai
tanggung jawab utama dalam penerapan prinsip akuntansi
◦ Membuat surat manajemen
Pada kesimpulan audit, kebanyakan auditor berkeinginan untuk menulis surat
kepada manajemen yang disebut surat manajemen, yang meliputi rekomendasi di luar
perbaikan sistem pengendalian internal.
◦ Tanggung jawab pasca audit
Tanggung jawab pasca audit meliputi pertimbangan tentang kejadian setelah tanggal neraca antara tanggal
dan penerbitan laporan auditor.
1. Penemuan fakta-fakta yang ada
2. Penemuan prosedur yang diabaikan

◦ Kejadian kemudian antara tanggal laporan dan penerbitan laporan


Sesuai AU 530 (PSA No.43), Pemilihan Tanggal Laporan Auditor Independen, menyatakan bahwa
auditor tidak bertanggung jawab terhadap untuk menyelidiki atau untuk melakukan prosedur audit selama
periode tersebut untuk mengungkap kejadian kemudian yang signifikan. Namun demikian, jika informasi
tersebut sampai ke auditor, auditor harus mempertimbangkan apakah harus diungkapkan atau membuat
penyesuaian laporan keuangan terhadap kejadian tersebut.
◦ Penemuan Fakta yang Terdapat Pada Tanggal Laporan
Sesuai AU 561 (PSA No.47), Penemuan fakta-fakta yang terjadi setelah tanggal laporan, menjelaskan
bahwa (1) auditor menyadari fakta-fakta tersebut dan (2) fakta-fakta tersebut dapat mempengaruhi laporan
yang diterbitkan, auditor diharuskan untuk memastikan keandalan informasi tersebut.
◦ Penemuan Prosedur yang Diabaikan
Atas penemuan prosedur yang diabaikan, auditor harus menaksir kepentingannya sesuai
kemampuan auditor untuk mendukung opini terhadap laporan keuangan.