Anda di halaman 1dari 22

Radiologi Dasar

Drg resti iswani, Sp.RKG


Radiologi
• Sejarah Radiologi
• Radiologi adalah ilmu tentang sumber pengion dan , gelombang suara
dan mangnet untuk imaging diagnostic dan terapi.

• Wilhelm Conrad roentgen 1895


• Sinar X (sinar pengion ) : pancaran gelombang elektromagnetik yang
sejenis dengan gelombang radio, panas, cahaya dan sinar ultraviolet
ttp panjang yg sangat pendek (< 1 amtrong
Sifat – sifat sinar x
1. Memiliki daya tembus (dapat menembus bahan atau massa yang
padat )
2. Fluoresensi ( menyebabkan bahan bahan tertentu memendarkan
cahaya ex: kalsium tungstate atau zink sulfide.
3. Memiliki efek Penebaran (bila melalui sustu bahan / zat akan
bertebaran keseluruh arah /radiasi hambur)
4. Memiliki efek Penyerapan ( disrap oleh bahan/zat dengan berat
atom/ Kepadatan bahan tersebut)
5. Memiliki foto grafis ( dapat menghitamkan film
6. Memiliki efek ionisasi
7. Menimbulkan efek biologis.( memberikan perubahanpada jaringan)
Berdasarkan mudah tidaknya
ditembus sinar X dibedakan
Radiolucent (hitam) Keputih-putihan
a. Gas Jaringan ikat, Otot, Darah,
b. Udara Kartilago, Epitel, Batu
kolesterol, Batu asam urat

Radioopag sedang
a. Tulang
Radiolucent sedang b. Garam kalsium

Jaringan lemak
Radioopag (putih)

Logam2 berat
Sumber- sumber radiasi
• Radiasi alami
• Radiasi eksternal
• Radiasi Internal

• Radiasi buatan
• Radiasi di bidang ke dokteran
Sumber Radiasi Alami
(Sumber Radiasi Eksternal)
1. Radiasi
Kosmik
Besarnya 0,27 mSv (8%)

Macamnya
 Radiasi Kosmik Primer (Yang mencapai bumi)
 Radiasi Kosmik Sekunder (Interaksi Radiasi
Kosmik Primer dengan atom-atom molekul
atmosfer bumi)

Radiasi Kosmik fungsi utama ketinggian


(Hampir 2 x lipat dengan peninggian 2000 m)
Pada permukaan laut : 0,24 mSv per-tahun
1600 m : 0,50 mSv per-tahun
3200 m : 1,25 mSv per-tahun
Radiasi Kosmik lebih besar pada garis
lintang yang lebih ke utara

(Karena muatan partikel dari angkasa dibelokkan


ke arah kutub oleh medan magnet sehingga
terjadi penambahan dosis sinar kosmik pada
kutub)

Penerbangan selama 5 jam pada garis lintang


tengah dengan ketinggian 12 Km : 25 mikro
Sievert

Awak pesawat terbang rute bagian utara (Amerika


Serikat ke Eropa) diklasifikasikan sebagai Pekerja
Radiasi
2. Radiasi Terrestrial

Besarnya 0,28 mSv(8%)

Berasal :
Dari nuklida radioaktif dalam tanah

Tingginya paparan
 Sesuai jenis tanah
 Kandungannya secara alamiah yang
berasal dari Radionuklida Potasium -40
 Pemecahan Uranium-238, torium-232
(Sebagian besar radiasi gama)
Sumber Radiasi Alami
(Sumber Radiasi Internal)

Radionuklida :

Yang berasal dari lingkungan eksternal, masuk


melalui Pernafasan dan Pencernaan
Melalui Pernafasan : Radon
 Produk pemecahan uranium (Radon-222)
 Diperkirakan jumlahnya 2,0 mSv (56%)
 Sebagai Penyumbang tunggal terbesar
radiasi alami (pada penduduk di Amerika
Serikat)
 Ada dimana-mana,dibawa melalui udara
masuk kedalam rumah dan bangunan.
 Produk pemecahan yang memancarkan
sinar alfa (α) (218PO,214Po,214Pb,,dan 214Bi)
menempel pada partikel debu yang dapat
mengendap pada traktus respiratorius
(epitelium bronchial) yang menyebabkan
10.000-20.000 kematian akibat kanker paru-
paru (di Amerika Serikat)
Melalui Pencernaan : Radionuklida

 Yaitu : uranium, thorium,dan produk


pemecahan,terutama
 Potasium-40,Rubidium-87,Carbon-14 dan
ekstraterestrial.
 Yang masuk melalui pencernaan besarnya
0,4 mSv (11%) per-tahun
 Yang menarik perhatian : Kacang-kacangan
Brazil, mempunyai konsentrasi
radionuklida yang relatif tinggi
 (100 gram per-minggu akan menerima
dosis sebesar 0,2 mSv)
Sumber Radiasi Buatan :
Kedokteran
Pada tahun 1993 :
Dalam bidang Kedokteran telah diperkirakan
setiap tahunnya pemeriksaan menggunakan
sinar-x untuk radioterapi dan radiodiagnostik
adalah lebih dari satu milyar

Dalam bidang Kedokteran Gigi


300 juta.

Untuk bidang Kedokteran dan Kedokteran Gigi


Untuk radiodiagnostik merupakan
penyumbang terbesar (0,39 mSv)
Interaksi Antara Radiasi Pengion dan Bahan
Biologi melalui beberapa tahap :

A. Tahap Fisika
(Merupakan peristiwa penyerapan energi oleh
bahan dalam sel)
1) Eksitasi
Terjadi bilamana radiasi melintas mendekati suatu
atom dan menimbulkan percepatan pada elektron
yang bergerak pada orbitnya
2) Ionisasi
Terjadi bilamana radiasi dengan energi yang cukup
besar melintas mendekati ataupun menumbuk
suatu atom dan menyebabkan terlemparnya satu
elektron keluar dari orbitnya
(Proses ini berlangsung sangat singkat dalam
waktu 10-16 detik)
B.Tahap Fisikokimia
(Merupakan peristiwa perubahan molekul-
molekul penting secara kimiawi)
1) Direct Action (Kerja langsung)
Dimana perubahan atau kerusakan terjadi pada
molekul-molekul biologi yang menyerap langsung
energi radiasi.

2) Indirect Action (Kerja tidak langsung)


Dimana perubahan atau kerusakan pada molekul-
molekul terjadi akibat pengaruh senyawa radikal-
radikal bebas (OH0,H0) yang tidak stabil dan
dapat membentuk peroksida (H2O2) yang
bersifat oksidator kuat,karena sel sebagian besar
(70%) tersusun atas air.
(Proses ini berlangsung dalam waktu
10-6 detik)
C.Tahap Kimia

(Merupakan peristiwa kerusakan molekul-


molekul penting secara biokimia baik yang
tampak maupun tidak tampak)
Kerusakan pada : molekul-molekul enzim,
DNA, protein, karbohidrat, lemak dsb.

D. Tahap biologi

(Merupakan respons biologis yang timbul


yang timbul),
Seperti : efek genetik, somatik, fisiologis,
letal
• Klasifikasi Efek biologis
Kerusakan biologis yang disebabkan oleh radiasi ion diklasifikasikan dalam 3
kategori:
• Efek somatik deterministik
• Efek somatik stokastik
• Efek genetik deterministik
• Efek genetik stokastik

Efek somatis dibagi menjadi:


a.Efek langsung atau akut / deterministik
Terlihat segera setelah paparan, akibat dosis besar yang diterima oleh
tubuh.
b.Efek jangka panjang atau kronis/ stokastik
Terlihat jelas setelah waktu yang lama, sehingga disebut periode laten ( 20
tahun atau lebih), misalnya leukimia.
• Efek Somatik Deterministik
Ada beberapa efek sinar X yang merusak tubuh akibat dari dosis radiasi yang tinggi.
Meliputi warna kulit kemerahan dan katarak. Keparahan efek sebanding dengan
dosis yang diterima, dan pada beberapa kasus dosis ambang terlihat pada saat
tidak terlihat efek bagi pasien.

• Efek Somatik Stokastik


Efek stokastik merupakan akibat yang mungkin terbentuk, bersifat acak dan
tergantung hukum kemungkinan. Contoh efek somatik stokastik meliputi leukimia
dan tumor-tumor tertentu.

Semakin rendah dosis radiasi semakin rendah pula kemungkinan kerusakan sel.
Walaupun demikian, tingkat kerusakan tidak berhubungan dengan jumlah dosis.
Hal ini merupakan latar belakang adanya anjuran dalam proteksi radiasi.
Efek Genetik Deterministik
Efek genetik deterministik terjadi pada organ reproduksi, dapat
merusak DNA sel sperma/sel telur dan mengakibatkan abnormalitas
kongenital pada keturunan I atau II (bersifat laten). Kerusakan ini muncul
pada saat ada faktor pemicu dimana sel gonad pria lebih mudah terpapar.

Efek Genetik Stokastik


• Mutasi merupakan perubahan yang tiba-tiba pada gen atau kromosom. Hal
ini dapat diakibatkan oleh faktor eksternal, seperti radiasi yang terjadi
secara spontan.
• Radisasi terhadap organ reproduksi dapat merusak DNA sel sperma
ataupun sel telur, dapat berupa kelainan kongenital pada keturunan orang
yang terkena radiasi. Walaupun demikian, tidak ada kepastian bahwa efek
tersebut dapat terjadi, sehingga semua efek genetis dianggap sebagai efek
stokastik.
• Efek Terhadap Bayi Yang Belum Lahir
Janin yang sedang bertumbuh lebih sensitif terhadp efek radiasi, terutama
dalam periode organogenesis (2-9 minggu setelah pembuahan). Masalah
yang utama adalah:
- kelainan abnormal atau kematian
- Retardasi mental

• Efek Berbahaya Yang Penting Dalam Radiologi Dental


Dalam bidang kedokteran gigi, jumlah dosis yang digunakan secara rutin
relatif kecil dan di bawah dosis ambang yang dapat mengakibatkan efek
somatik deterministik. Walaupun demikian, efek stokastik pada sel somatis
dan genetis dapat diakibatkan oleh berapapun dosis radiasi ion. Radiologi
dental biasanya tidak terlibat dalam radiasi organ reproduksi, sehingga efek
somatic stokastik merupakan efek merugikan yang paling dipertimbangkan
Bagaimna sinar- X mengakibatkan kerusakan

Kerusakan langsung
• Target spesifik pada sel yaitu DNA atau RNA di dalam inti sel, atau suatu elektron berenergi tinggi yang masuk dan menghancurkan ikatan
asam-asam nukleat yang relatif lemah. Efek kromosom tersebut meliputi :
• Replikasi yang abnormal
• Ketidakmampuan untuk menyampaikan informasi
• Kerusakan sesaat-DNA berhasil diperbaiki sebelum pembelahan sel berlanjut
• Kematian sel

Jika radiasi mengenai sel somatik, efek pada DNA dapat menginduksi keganasan. Jika kerusakan mengenai sel reproduksi inang, akibatnya
berupa abnormalitas kongenital.
Apa yang terjadi pada sel bergantung pada beberapa faktor seperti :

• Jenis dan jumlah ikatan asam nukleat yang rusak


• Intensitas dan jenis radiasi
• Waktu ‘antara’ terjadinya paparan
• Kemampuan sel untuk memperbaiki diri
• Tahapan siklus replikasi sel saat terradiasi
• Kerusakan tak langsung
Karena 75% sel terdiri dari air, maka molekul airlah yang terionisasi oleh
sinar-X.

• Perkiraan besarnya resiko terkena kanker


Sulit untuk memperkirakan resiko efek stokastik pada sel tubuh, seperti
kanker akibat radiasi. Kelompok yang terkena radias dosis tinggi dianalisis
dan hasilnya digunakan untuk memperkirakan resiko dari radiasi dosis
rendah pada radio-diagnosis. Studi kelompok yang terkena dosis tinggi
meliputi:
• Kelompok bertahan dari ledakan atom di Hiroshima dan Nagasaki
• Pasien yang menerima radiotherapy
• Pekerja radiasi  orang-orang yang terpapar radiasi dalam tugasnya
• Kelompok bertahan pada bencana nuklir di Chernobyl
• KESIMPULAN
a. Efek biologis dari ionisasi radiasi sangatlah merusak.
b. Efek stomastik deterministik dikaitkan dengan radiasi dosis tinggi,
sedangkan efek stomastik stokastik dihubungkan dengan dosis rendah.
c. Resiko stokastik dalam Radiologi KG sangat kecil karena dosis yang
digunakan kecil.
d. Dosis ambang individual diperkirakan adalah ±2 mSv per tahun, sehingga
diperoleh jumlah dosis yang dapat diberikan setiap minggu adalah 0,003
mSv. Sedangkan di FKG UNPAD dosis radiasi 1x penyinaran untuk foto
intraoral adalah 0,028 mSv.
e. Berbagai pengurangan dosis dan pengukuran batas dosis menyebabkan
pentingnya menjaga seluruh paparan serendah mungkin (ALARP-as low
as reasonably practicable) untuk pasien maupun pekerja di kedokteran
gigi.