Anda di halaman 1dari 26

Metode Pemilihan Penyedia

Barang/ Pekerjaan Konstruksi/


Jasa lainnya

Oleh : Kelompok 11
Nama Kelompok 11 :

Afidya Eriska Musdiyanti


P.V.Anandhita Maretha Putri
Shofia Widaning Ayu
Pendahuluan
• Metode pemilihan penyedia barang/jasa
adalah suatu tata cara untuk melakukan
pemilihan penyedia barang atau jasa yang
dilakukan oleh pemerintah terkait.
• Metode pemilihan penyedia barang/jasa
merupakan salah satu bagian dari sistem
pengadaan barang/jasa.
Pembahasan
• Sesuai dengan pasal 35 ayat (1), 41 ayat (1) dan 47 ayat
(1), ULP/ Pejabat Pengadaan barang mempunyai tugas
dan kewenangan untuk menyusun dan menetapkan
metode pemilihan penyedia barang/jasa dan metode
penyampaian dokumen penawaran.
• Output yang dihasilkan pada proses pemilihan metode
adalah ketetapan metode pemilihan barang/jasa yang
akan digunakan untuk memilih penyedia barang/jasa.
• Pada prinsipnya pemilihan penyedia barang/jasa
dilakukan melalui metode pelelangan umum dengan
pascakualifikasi.
Metode – metode dalam pemilihan penyedia
barang/jasa
1. Pelelangan Umum
2. Pelelangan Sederhana
3. Pelelangan Terbatas
4. Kontes
5. Seleksi Umum
6. Seleksi Sederhana
7. Penunjukan Langsung
8. Pengadaan Langsung
9. Pemilihan Langsung
10. Sayembara
1. Pelelangan Umum
• Pelelangan umum adalah metode
pemilihan penyedia barang/pekerjaan
konstruksi/jasa lainnya untuk semua
pekerjaan yang dapat diikuti oleh semua
penyedia barang/pekerjaaan
konstruksi/jasa lainnya yang memenuhi
syarat.
• Pemilihan penyedia barang/pekerjaan
konstruksi/jasa lainnya melalui metode
pelelangan umum diumumkan melalui di
website K/L/D/I dan papan pengumuman
resmi untuk masyarakat serta portal
pengadaan nasional melalui LPSE.
• Dalam pelelangan umum tidak ada negosiasi
teknik dan harga karena masalah teknis dan
harga akan menjadi bagian dari evaluasi
terhadap setiap penawaran yang diajukan.
• Proses pelelangan umum dilakukan
melalui berbagai tahap seleksi atau
pemilihan yang relatif ketat dalam menilai
kompetensi dan persyaratan penyedia
barang/jasa dimana proses ini dikenal
dengan proses kualifikasi.
• Dalam melakukan penilaian/ kualifikasi ini
, ULP atau pejabat pengadaan dapat
menggunakan 2 model yaitu prakualifikasi
dan pascakualifikasi.
2. Pelelangan Sederhana
• Menurut Perpres Nomor 54 Tahun 2010, pelelangan
sederhana adalah metode pemilihan penyedia
barang/jasa lainnya untuk pekerjaan yang bernilaian
paling tinggi.
• Proses pelaksanaan pelelangan sederhana sama
dengan proses pelaksanaan pelelangan umum secara
pascakualifikasi metode satu sampul dengan evaluasi
sistem gugur (kecuali waktu penayangan
pengumuman dan sanggahan banding)
3. Pelelangan Terbatas
• Pelelangan terbatas adalah metode pemilihan penyedia
barang/pekerjaan konstruksi dengan jumlah penyedia
yang mampu melaksanakan hal yang diyakini terbatas
dan untuk pekerjaan yang kompleks.
• Dalam hal pengumuman :
ULP harus mencantumkan nama calon penyedia
barang/jasa yang dianggap mampu.
• Dalam hal K/L/D/I :
menggunakan surat kabar untuk mengumumkan
pengadaan barang/jasa, pemilihannya harus
berdasarkan daftar surat kabar yang beredar luas.
4. Kontes
• Kontes adalah metode pemilihan penyedia
barang yang memperlombakan barang/benda
tertentu yang tidak mempunyai harga pasar dan
yang harga/biayanya tidak dapat ditetapkan
berdasarkan harga satuan.
• Dengan demikian kontes dilakukan untuk
pengadaan yang memiliki karakteristik :
a. tidak mempunyai harga pasar
b. tidak dapat ditetapkan berdasarkan harga
satuan
5. Seleksi Umum
• Seleksi umum adalah metode pemilihan
penyedia jasa konsultasi untuk pekerjaan yang
dapat diikuti oleh semua penyedia jasa
konsultasi yang memenuhi syarat.
• Dalam hal pengumuman :
pemilihan penyedia jasa konsultasi melalui
metode seleksi umum diumumkan sekurang –
kurangnya di website K/L/D/I dan papan
pengumuman resmi untuk masyarakat serta
portal pengadaan Nasional melalui LPSE.
6. Seleksi Sederhana
• Seleksi sederhana adalah metode pemilihan Penyedia
Jasa Konsultasi untuk Jasa Konsultasi yang bernilai
paling tinggi Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).
• Pemilihan penyedia jasa konsultasi melalui metode
seleksi sederhana diumumkan paling lambat di website
K/L/D/I dan papan pengumuman resmi untuk
masyarakat serta Portal Pengadaan Nasional melalui
LPSE , sehingga masyarakat luas dan dunia usaha yang
berminat dan memenuhi dan memenuhi kualifikasi dapat
mengikutinya.
7. Penunjukan Langsung
• Penunjukan langsung adalah metode
pemilihan penyedia barang/jasa dengan
cara menunjuk langsung 1 (satu)
Penyedia barang/jasa.
• Penunjukan langsung atau pengadaan
langsung untuk pengadaan
barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya
yang bernilai paling tinggi
Rp.100.000.000,00 (seratus juta rupiah)
• Dalam ketentuan pasal 17 ayat 5 Keppres
Nomor 80 tahun 2003 menetapkan bahwa
penunjukan langsung dapat terjadi dalam
keadaan tertentu dan keadaan khusus.
8. Pengadaan Langsung
• Pengadaan langsung adalah pengadaan
barang/jasa langsung kepada Penyedia
barang/jasa tanpa melalui
Pelelangan/Seleksi/Penunjukan Langsung.
• Pengadaan langsung dapat dilakukan terhadap
pengadaan yag bernilai sampai dengan Rp.
200.000.000,00 (dua ratus ribu rupiah) dengan
ketentuan yg ada.
• Tahap pengadaan langsung meliputi :
a. Pembelian/pembayaran langsung
kepada Penyedia untuk pengadaan
yang menggunakan bukti pembayaran
atau kuitansi.
b. Permintaan penawaran yang disertai
dengan klarifikasi serta negoisasi
teknis dan harga kepada Penyedia
untuk Pengadaan yang mengunakan
SPK.
9. Pemilihan Langsung
• Pemilihan Langsung adalah metode
pemilihan Penyedia Pekerjaan Konstruksi
untuk pekerjaan yang bernilai paling tinggi
Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta
rupiah).
• Pemilihan Langsung dilakukan melalui
proses pascakualifikasi.
Pemilihan langsung untuk pekerjaan konstruksi
meliputi tahapan :
a. Pengumuman
b. Pendaftaran dan pengambilan dokumen pengadaan
c. Pemberian penjelasan
d. Pemasukan dokumen penawaran
e. Pembukaan dokumen penawaran
f. Evaluasi penawaran
g. Evaluasi kualifikasi
h. Pembuktian kualifikasi
i. Pembuatan berita acara hasil pelelangan
j. Penetapan pemenang
k. Pengumuman pemenang
l. Sanggahan
m. Sanggahan banding
n. Penunjukan Penyedia barang/jasa
10. Sayembara
• Sayembara adalah metode pemilihan
Penyedia Jasa yang memperlombakan
gagasan orisinal, kreatifitas, dan inovasi
tertentu yang harga/biayanya tidak dapat
ditetapkan berdasarkan harga satuan.
Karakteristik sayembara :
a) Proses dan hasil dari gagasan ,
kreatifitas, inovasi, budaya dan metode
pelaksanaan tertentu
b) Tidak dapat ditetapkan berdasarkan
harga satuan.
Pertanyaan :
• Agil : proses kualifikasi. Bagaimana jika
proses pelelangan tidak melalui proses
kualifikasi? Contoh prakualifikasi dan
pascakualifikasi*
• Intan : bedanya metode kontes dan
sayembara?*
• Alfan : study kasus metode kontes?
• Angga : berikan contoh riil dari
pelelangan? Dan cocok untuk proyek apa?
• Kendy: dalam kontes tidak berdasarkan
harga satuan, lalu berdasarkan apa?*