Anda di halaman 1dari 23

Ala Cheryl Kanza Si penulis cilik

Bahaya Internet?
TAPI nggak berlaku … BUAT….
“Kalau dilihat perawakannya mungkin
kita tidak mengira, bahwa di balik tubuh
yang kecil dan mungil ini muncul karya-
karya brilian yang jauh melampaui teman
sebayanya.
Bayangkan saja, siapa yang tak
bangga, walau masih kecil sudah sembilan
karya novelnya diterbitkan dan dijual di
Toko Buku Besar Gramedia”
Gadis cilik itu bernama Cheryl Kanza Athalia
Wibowo, (11) sekarang masih duduk di kelas satu
SMPN 9 Tangerang Banten (tahun 2014). Dia berhasil
menerbitkan 9 buku karyanya berbentuk novel yang
terbalut dalamPenulis Cilik Punya karya.
Karya novel pertama gadis cilik penggemar coklat
ini, berjudul ‘My New Mom’ yang diterbitkan oleh
penerbit Lingkar Pena (2011). Buku itu bercerita
tentang suka duka anak panti asuhan dan
perjumpaannya dengan seorang bidadari’ yang mau
mengadopsinya dengan ikhlas. karya novel keduanya
berjudul Kejutan Untuk Jane yang diterbitkan oleh
penerbit Eidelweis (2011).
Buku terbaru Cheryl (2014)
“Aku emang pingin jadi sastrawan,” ungkapnya lugu saat
ditanya apa cita-citanya setelah besar nanti. Dan dia bertekad
ingin masuk ke jurusan DKV ( Desain Komunikasi Visual) apabila
kuliah nanti. “Soalnya aku ingin bisa punya game sendiri, aku
suka bikin novel dan ingin bisa bikin komik yang bagus,” kata
putri ketiga dosen Komunikasi ini.
Kecintaan dan kesukaannya menulis berawal dari
kegemarannya membaca majalah dan buku, mulai dari Bee
Magazine, Majalah Bobo, serial karya KKPK (Kecil-kecil Punya
Karya) dan mencari informasi tentang bagaimana cara
membuat novel di intern ” Papa dan mamaku sangat peduli dan
membiarkanku berkenalan dengan internet sejak dini, walau
tetep mereka mengawasi apa saja yang aku buka,” ujarnya
bercerita tentang awal mulanya punya keinginan untuk menulis
Pengalamannya berkenalan dengan internet terutama
facebook dituangkannya dalam buku novel ketiganya yang
berjudul ‘ Girls Rules’ yang ditulisnya bersama-sama empat
penulis cilik yang lain. Lewat pertemanan dengan teman-
teman sesama penulis itulah yang membuat gadis kecil ini
tertantang untuk menulis novel.
Lebih dari itu, dia juga terpilih sebagai Reporter Cilik di
Rubrik Media Anak Harian Media Indonesia mewakili kota
Tangerang, dan mendapat pengalaman dan pelatihan
jurnalistik di kantor pusat Harian Media Indonesia Kebon
Jeruk beberapa waktu lalu. Sebagai wakil dari Tangerang dia
perlu bangga karena hanya dialah yang paling kecil dari empat
reporter cilik Media Anak Media Indonesia
” Pesan saya buat para calon penulis cilik,
jangan bosan membaca buku dan menulis.
karena menulis itu menyenangkan,” ujar Cheryl
yang tetap bisa membagi waktu antara pelajaran
di sekolahnya dengan kegemaran menulisnya.
Menurut ibu kandungnya, Yoyoh Hereyah
yang juga dosen komunikasi di Universitas
Mercubuana Jakarta, hobby menulis Cheryl
bagai sebuah mukjijat, mengalir begitu saja
Reporter cilik Media Anak
“Walau papanya wartawan, dia tidak pernah diajari
secara langsung bagaimana cara menulis cerita pendek.
Ketika menulis, dia mencari bagaimana cara menulis
langsung dari internet secara otodidak. Kita orang tuanya
terkaget-kaget ketika mendapat pemberitahuan dari
penerbit bahwa karyanya akan diterbitkan,” ujar Yoyoh.
Cheryl suka berbagi pengalaman, dan apabila ada
adik-adik yang ingin juga pinter menulis seperti Cheryl
bisa menghubungi gadis kecil itu di rumahnya di Jalan
Zeta Raya 112 Rt 01/05 Perum Cimone permai Kodya
Tangerang atau di nomor telpon 082112297660 (C-03)
KOK BISA YA?
Siapa dulu papa dan mamanya
Siapa dulu mamanya...
Papanya juga hobby nulis buku....
Semoga bisa menyemangati!!

Anda mungkin juga menyukai